Materi Napza Presentasi Ara 2

of 32/32
BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Dikalangan remaja saat ini marak terjadinya penggunaan obat-obatan terlarang. Mereka menggunakan obat-obatan terlarang, sebagian besar untuk mencari jatidiri. Padahal obat terlarang sangat berbahaya bagi tubuh para penggunanya. Akan tetapi para remaja tidak tahu bahwa bahaya dari pemakaian obat terlarang. Disekitar kita saat ini, banyak sekali zat-zat adiktif yang negatif dan sangat berbahaya bagi tubuh. Dikenal dengan sebutan narkotika dan obat- obatan terlarang. Dulu, narkoba hanya dipakai secara terbatas oleh beberapa komunitas manusia di berbagai negara. Tapi kini, narkoba telah menyebar dalam spektrum yang kian meluas. Para era modern dan kapitalisme mutakhir, narkoba telah menjadi problem bagi umat manusia diberbagai belahan bumi. Narkoba yang bisa mengobrak-abrik nalar yang cerah, merusak jiwa dan raga, tak pelak bisa mengancam hari depan umat manusia Mereka melakukan hal seperti ini karena banyak faktor. Mulai dari kurangnya pengetahuan akan efek samping atau bahaya narkoba yang berkelanjutan baik bagi tubuh Patologi Sosial | 1
  • date post

    19-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    11
  • download

    1

Embed Size (px)

description

napza

Transcript of Materi Napza Presentasi Ara 2

BAB 1PENDAHULUAN1.1 Latar BelakangDikalangan remaja saat ini marak terjadinya penggunaan obat-obatan terlarang. Mereka menggunakan obat-obatan terlarang, sebagian besar untuk mencari jatidiri. Padahal obat terlarang sangat berbahaya bagi tubuh para penggunanya. Akan tetapi para remaja tidak tahu bahwa bahaya dari pemakaian obat terlarang. Disekitar kita saat ini, banyak sekali zat-zat adiktif yang negatif dan sangat berbahaya bagi tubuh. Dikenal dengan sebutan narkotika dan obat-obatan terlarang. Dulu, narkoba hanya dipakai secara terbatas oleh beberapa komunitas manusia di berbagai negara. Tapi kini, narkoba telah menyebar dalam spektrum yang kian meluas. Para era modern dan kapitalisme mutakhir, narkoba telah menjadi problem bagi umat manusia diberbagai belahan bumi. Narkoba yang bisa mengobrak-abrik nalar yang cerah, merusak jiwa dan raga, tak pelak bisa mengancam hari depan umat manusiaMereka melakukan hal seperti ini karena banyak faktor. Mulai dari kurangnya pengetahuan akan efek samping atau bahaya narkoba yang berkelanjutan baik bagi tubuh maupun kejiwaan si pengguna , serta kurangnya orang pengawasan oleh orang dalam pergaulan remaja .Obat terlarang dulunya digunakan para dokter untuk membius pasiennya, namun semakin lama banyak remaja yang menggunakannya secara berlebihan hanya untuk meringankan masalahnya. Padahal efek dari penggunaan obat terlarang bagi orang sehat sangat berbahaya. Beberapa obat terlarang yang sering digunakan remaja yaitu : narkotika, psikotropika, dan zat adiktif. Pada kesempatan ini kami membahas tentang NAPZA.Dari permasalahan diatas, lalu kami mengambil judul Narkotika Psikotropika dan Zat Adiktif karena kami ingin mencegah dan mengurangi penggunaan NAPZA dikalangan remaja. 1.2 Rumusan Masalah1. Apa pengertian NAPZA ?2. Apa saja penyalahgunaan dan ketergantungan ?3. Bagaimana gejala klinis penyalahgunaan Napza ?4. Bagaimana pengaruh penyalahgunaan Napza ?5. Bagaimana upaya pencegahan penyalahgunaan Napza ?1.3 Tujuan 1. Mahasiswa mengetaui pengertian Napza ?2. Mahasiswa mengetaui penyalahgunaan dan ketergantungan ?3. Mahasiswa mengetaui gejala klinis penyalahgunaan Napza ?4. Mahasiswa mengetaui pengaruh penyalahgunaan Napza ?5. Mahasiswa mengetaui upaya pencegahan penyalahgunaan Napza ?1.4 Manfaat Sebagai calon pendidik dan calon konselor dari pembahasan materi ini kita bisa mengetahui tentang NAPZA dan semoga bermanfaat bagi kita.

BAB 2PEMBAHASAN2.1 Pengertian NAPZANarkoba atau NAPZA adalah bahan / zat yang dapat mempengaruhi kondisi kejiwaan / psikologi seseorang ( pikiran, perasaan dan perilaku ) serta dapat menimbulkan ketergantungan fisik dan psikologi. Yang termasuk dalam NAPZA adalah : Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya. Narkoba dan Napza Narkoba adalah singkatan dari Narkotika dan obat berbahaya. Napza adalah singkatan dari Narkotika Alkohol Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya. Nikotik secara etimologi berasal dari bahasa Yunani yang artinya kelenger, merujuk pada sesuatu yang bisa membuat seseorang tak sadarkan diri (fly), sedangkan dalam bahasa Inggris narcotic lebih mengarah ke obat yang membuat penggunanya kecanduan.2.1.1 Narkotika Menurut UU RI No 22 / 1997, Narkotika adalah: zat atau obat yang berasal dari tanaman atau bukan tanaman baik sintetis maupun semisintetis yang dapat menyebabkan penurunan atau perubahan kesadaran, hilangnya rasa, mengurangi sampai menghilangkan rasa nyeri, dan dapat menimbulkan ketergantungan. WHO sendiri memberikan definisi tentang narkotika sebagai berikut: "Narkotika merupakan suatu zat yang apabila dimasukkan ke dalam tubuh akan memengaruhi fungsi fisik dan/atau psikologi (kecuali makanan, air, atau oksigen)."Narkotika terdiri dari 3 golongan :1. Golongan I : Narkotika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi sangat tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Heroin, Kokain, Ganja.2. Golongan II : Narkotika yang berkhasiat pengobatan, digunakan sebagai pilihan terakhir dan dapat digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan pengembangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi tinggi mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Morfin, Petidin.3. Golongan III : Narkotika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau tujuan pengebangan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan ketergantungan. Contoh : Codein.Narkotika banyak sekali macamnya, ada yang berbentuk cair, padat, serbuk, daun-daun, dan lain sebagainya. Di bawah ini diuraikan sedikit mengenai macam-macam narkotika, yaitu:a. OpioidBahan opioid adalah saripati bunga opium. Zat yang termasuk kelompok opioid antara lain:1) Heroin, disebut juga diamorfin (INN) bisa ditemukan dalam bentuk pil, serbuk, dan cairan.2) Codein, biasanya dijual dalam bentuk pil atau cairan bening3) Comerol, sama dengan codein biasanya dijual dalam bentuk pil atau cairan bening4) Putawb. KokainKokain merupakan alkaloid yang berasal dari tanaman Erythroxylon coca. Jenis tanamannya berbentuk belukar. Zat ini berasal dari Peru dan Bolivia.c. Ganja (Cannabis /Cimeng)Ganja merupakan tumbuhan penghasil serat. Akan tetapi, tumbuhan ini lebih dikenal karena kandungan narkotikanya, yaitu tetrahidrokanabinol (THC). Semua bagian tanaman ganja mengandung kanaboid psikoaktif. Cara menggunakan ganja biasanya dipotong, dikeringkan, dipotong kecil-kecil, lalu digulung menjadi rokok. Asap ganja mengandung tiga kali lebih banyak karbonmonoksida daripada rokok biasa.d. Adapun zat lain yang memiliki dampak yang sama bahayanya dengan narkotika jika disalahgunakan, yaitu PSIKOTROPIKA. Jenis-jenis yang termasuk zat ini antara lain:1) Ectasy (ineks),2) Shabu-shabu (methamphetamine),3) Benzodiazepin (Pil Nipam, BK, dan Magadon).2.1.2 PsikotropikaMenurut UU RI No 5 / 1997, Psikotropika adalah : zat atau obat, baik alamiah maupun sintetis bukan narkotika, yang berkhasiat psikoaktif melalui pengaruh selektif pada susunan saraf pusat yang menyebabkan perubahan khas pada aktifitas mental dan perilaku.Psikotropika terdiri dari 4 golongan :1. Golongan I : Psikotropika yang hanya dapat digunakan untuk tujuan ilmu pengetahuan dan tidak digunakan dalam terapi, serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Ekstasi.2. Golongan II : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan dapat digunakan dalan terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi kuat mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Amphetamine.3. Golongan III : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan banyak digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi sedang mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Phenobarbital.4. Golongan IV : Psikotropika yang berkhasiat pengobatan dan sangat luas digunakan dalam terapi dan / atau untuk tujuan ilmu pengetahuan serta mempunyai potensi ringan mengakibatkan sindroma ketergantungan. Contoh : Diazepam, Nitrazepam ( BK, DUM ).2.1.3 Zat Adiktif LainnyaYang termasuk Zat Adiktif lainnya adalah : bahan / zat yang berpengaruh psikoaktif diluar Narkotika dan Psikotropika, meliputi :1. Minuman Alkohol : mengandung etanol etil alkohol, yang berpengaruh menekan susunan saraf pusat, dan sering menjadi bagian dari kehidupan manusia sehari hari dalam kebudayaan tertentu. Jika digunakan bersamaan dengan Narkotika atau Psikotropika akan memperkuat pengaruh obat / zat itu dalam tubuh manusia. Ada 3 golongan minuman beralkohol :a. Golongan A : kadar etanol 1 5 % ( Bir ).b. Golongan B : kadar etanol 5 20 % ( Berbagai minuman anggur )c. Golongan C : kadar etanol 20 45 % ( Whisky, Vodca, Manson House, Johny Walker ).2. Inhalasi ( gas yang dihirup ) dan solven ( zat pelarut ) mudah menguap berupa senyawa organik, yang terdapat pada berbagai barang keperluan rumah tangga, kantor, dan sebagai pelumas mesin. Yang sering disalahgunakan adalah : Lem, Tiner, Penghapus Cat Kuku, Bensin.3. Tembakau : pemakaian tembakau yang mengandung nikotin sangat luas di masyarakat.Tembakau dengan berbagai produknya membuat manusia yang mengonsumsinya terus menerus menjadi kecanduan karena ada zat Nikotin. Dalam upaya penanggulangan NAPZA di masyarakat, pemakaian rokok dan alkohol terutama pada remaja, harus menjadi bagian dari upaya pencegahan, karena rokok dan alkohol sering menjadi pintu masuk penyalahgunaan NAPZA lain yang berbahaya.Berdasarkan efeknya terhadap perilaku yang ditimbulkan dari NAPZA dapat digolongkan menjadi 3 golongan :1. Golongan Depresan ( Downer ). Adalah jenis NAPZA yang berfungsi mengurangi aktifitas fungsional tubuh. Jenis ini membuat pemakainya menjadi tenang dan bahkan membuat tertidur bahkan tak sadarkan diri. Contohnya: Opioda ( Morfin, Heroin, Codein ), sedative ( penenang ), Hipnotik (obat tidur) dan Tranquilizer (anti cemas ).2. Golongan Stimulan ( Upper ). Adalah jenis NAPZA yang merangsang fungsi tubuh dan meningkatkan kegairahan kerja. Jenis ini menbuat pemakainnya menjadi aktif, segar dan bersemangat. Contoh: Amphetamine (Shabu, Ekstasi), Kokain.3. Golongan Halusinogen. Adalah jenis NAPZA yang dapat menimbulkan efek halusinasi yang bersifat merubah perasaan, pikiran dan seringkali menciptakan daya pandang yang berbeda sehingga seluruh persaan dapat terganggu. Contoh: Kanabis ( ganja ).2.2 Penyalahgunaan dan Ketergantungan Napza Penelitian (Hawari, 1990) membuktikan bahwa penyalahgunaan NAPZA menimbulkan dampak antara lain:1) Merusak hubungan kekeluargaan 2) Menurunkan kemampuan belajar3) Ketidakmampuan untuk membedakan mana yang baik dan buruk4) Perubahan perilaku menjadi anti-sosial5) Merosotnya produktivitas kerja 6) Gangguan kesehatan7) Mempertinggi kecelakaan lalu lintas8) Kriminalitas dan tindak kekerasan lainnyaPermasalahan penyalahgunaan NAPZA mempunyai dimensi yang luas dan kompleks, baik dari sudut medic, psikiatrik, kesehatan jiwa, maupun psikososial (ekonomi, politik, sosial-budaya, kriminalitas dsb). Penyalahgunaan NAPZA adalah penyakit endemic dalam masyarakat modern, merupakan penyakit kronik yang berulang kali kambuh yang hingga sekarang belum ditemukan upaya penanggulangan secara universal memuaskan, baik dari sudut prevensi, terapi, maupun rehabilitasi.Yang memprihatinkan adalah bahwa korban penyalahgunaan NAPZA pada remaja dan dewasa muda, justru mereka yang sedang dalam usia produktif yang merupakan sumber daya manusia atau asset bangsa di kemudian hari. Bapak Presiden, sebagaimana yang disampaikan oleh Menko Polkam Soesilo Soedarman beberapa waktu februari 1995, beliau merasa prihatin terhadap semakin meningkatnya penyalahgunaan NAPZA ini dan minta agar pengawasnya lebih diperketat lagi.Cedera, cacat hingga kematian akibat penyalahgunaan NAPZA adalah hal yang sia-sia, yang disebabkan karena overdosis, perkelahian dan kecelakaan lalu lintas. Di dalam masyarakat NAPZA / NARKOBA yang sering disalahgunakan adalah :2.2.1 Opiada, terdapat 3 golonagan besar :a. Opioda alamiah ( Opiat ) : Morfin, Opium, Codein.b. Opioda semisintetik : Heroin / putauw, Hidromorfin.c. Opioda sintetik : Metadon.Nama jalanan dari Putauw : ptw, black heroin, brown sugar.Heroin yang murni berbentuk bubuk putih, sedangkan yang tidak murni berwarna putih keabuan. Dihasilkan dari getah Opium poppy diolah menjadi morfin dengan proses tertentu dihasilkan putauw, yang kekuatannya 10 kali melebihi morfin.Sedangkan opioda sintetik mempunyai kekuatan 400 kali lebih kuat dari morfin. Morfin, Codein, Methadon adalah zat yang digunakan oleh dokter sebagai penghilang sakit yang sangat kuat, misalnya pada opreasi, penderita cancer.Reaksi dari pemakaian ini sangat cepat yang kemudian menimbulkan perasaan ingin menyendiri untuk menikmati efek rasanya dan pada taraf kecanduan pemakai akan kehilangan percaya diri hingga tak mempunyai keinginan untuk bersosialisasi. Pemakai akan membentuk dunianya sendiri, mereka merasa bahwa lingkungannya menjadi musuh.2.2.2 KokainKokain berupa kristal putih, rasanya sedikit pahit dan lebih mudah larutNama jalanan : koka, coke, happy dust, chalie, srepet, snow / salju.Cara pemakainnya : membagi setumpuk kokain menjadi beberapa bagian berbaris lurus diatas permukaan kaca atau alas yang permukaannya datar kemudian dihirup dengan menggunakan penyedot seperti sedotan atau dengan cara dibakar bersama dengan tembakau. Penggunaan dengan cara dihirup akan beresiko kering dan luka pada sekitar lubang hidung bagian dalam.Efek pemakain kokain : pemakai akan merasa segar, kehilangan nafsu makan, menambah percaya diri, dan dapat menghilangkan rasa sakit dan lelah.2.2.3 Kanabis Nama jalanan : cimeng, ganja, gelek, hasish, marijuana, grass, bhang. Berasal dari tanaman kanabis sativa atau kanabis indica. Cara penggunaan : dihisap dengan cara dipadatkan menyerupai rokok atau dengan menggunakan pipa rokok.Efek rasa dari kanabis tergolong cepat, pemakai cenderung merasa lebih santai, rasa gembira berlebihan ( euphoria ), sering berfantasi / menghayal, aktif berkomunikasi, selera makan tinggi, sensitive, kering pada mulut dan tenggorokan.2.2.4 Amphetamine Nama jalanan : seed, meth, crystal, whiz. Bentuknya ada yang berbentuk bubuk warna putih dan keabuan dan juga tablet.Cara penggunaan : dengan cara dihirup. Sedangkan yang berbentuk tablet diminum dengan air.Ada 2 jenis Amphetamine :a. MDMA (methylene dioxy methamphetamine). Nama jalanan : Inex, xtc. Dikemas dalam bentuk tablet dan capsul.b. Metamphetamine ice. Nama jalanan : SHABU, SS, ice.Cara pengunaan dibakar dengan mengunakan alumunium foil dan asapnya dihisap atau dibakar dengan menggunakan botol kaca yang dirancang khusus ( boong ).2.2.5 LSD ( Lysergic Acid )Termasuk dalam golongan halusinogen.Nama jalanan : acid, trips, tabs, kertas.Bentuk : biasa didapatkan dalam bentuk kertas berukuran kotak kecil sebesar seperempat perangko dalam banyak warna dan gambar. Ada juga yang berbentuk pil dan kapsul.Cara penggunaan : meletakan LSD pada permukaan lidah, dan bereaksi setelah 30 60 menit kemudian, menghilang setelah 8 12 jam.Efek rasa : terjadi halusinasi tempat, warna, dan waktu sehingga timbul obsesi yang sangat indah dan bahkan menyeramkan dan lama lama menjadikan penggunaanya paranoid.2.2.6 Sedatif Hipnotik ( Benzodiazepin )Termasuk golongan zat sedative ( obat penenang ) dan hipnotika ( obat tidur ). Nama jalanan : Benzodiazepin : BK, Dum, Lexo, MG, Rohyp.Cara pemakaian : dengan diminum, disuntikan, atau dimasukan lewat anus.Digunakan di bidang medis untuk pengobatan pada pasien yang mengalami kecemasan, kejang, stress, serta sebagai obat tidur.2.2.7 Solvent / Inhalasi Adalah uap gas yang digunakan dengan cara dihirup. Contohnya : Aerosol, Lem, Isi korek api gas, Tiner, Cairan untuk dry cleaning, Uap bensin.Biasanya digunakan dengan cara coba coba oleh anak di bawah umur, pada golongan yang kurang mampu. Efek yang ditimbulkan : pusing, kepala berputar, halusinasi ringan, mual, muntah gangguan fungsi paru, jantung dan hati.2.2.8 Alkohol Merupakan zat psikoaktif yang sering digunakan manusiaDiperoleh dari proses fermentasi madu, gula, sari buah dan umbi umbian yang mengahasilkan kadar alkohol tidak lebih dari 15 %, setelah itu dilakukan proses penyulingan sehingga dihasilkan kadar alkohol yang lebih tinggi, bahkan 100 %.Nama jalanan : booze, drink. Efek yang ditimbulkan : euphoria, bahkan penurunan kesadaranPenyalahguanaan adalah : penggunaan salah satu atau beberapa jenis NAPZA secara berkala atau teratur diluar indikasi medis, sehingga menimbulkan gangguan kesehatan fisik, psikis dan gangguan fungsi sosial.Ketergatungan adalah : keadaan dimana telah terjadi ketergantungan fisik dan psikis, sehingga tubuh memerlukan jumlah NAPZA yang makin bertambah ( toleransi ), apabila pemakaiannya dikurangi atau diberhentikan akan timbul gejala putus obat ( withdrawal symptom ).a. Penyebab Penyalahgunaan Napza Penyebabnya sangatlah kompleks akibat interaksi berbagai faktor :1. Faktor individual :Kebanyakan dimulai pada saat remaja, sebab pada remaja sedang mengalami perubahan biologi, psikologi maupun sosial yang pesat. Ciri ciri remaja yang mempunyai resiko lebih besar menggunakan NAPZA :a. Cenderung memberontakb. Memiliki gangguan jiwa lain, misalnya : depresi, cemas.c. Perilaku yang menyimpang dari aturan atau norma yang adad. Kurang percaya dirie. Mudah kecewa, agresif dan destruktiff. Murung, pemalu, pendiamg. Merasa bosan dan jenuhh. Keinginan untuk bersenang senang yang berlebihani. Keinginan untuk mencaoba yang sedang modej. Identitas diri kaburk. Kemampuan komunikasi yang rendahl. Putus sekolahm. Kurang menghayati iman dan kepercayaan.2. Faktor Lingkungan :Faktor lingkungan meliputi faktor keluarga dan lingkungan pergaulan baik sekitar rumah, sekolah, teman sebaya, maupun masyarakat.3. Lingkungan Keluarga :a. Komunikasi orang tua dan anak kurang baikb. Hubungan kurang harmonisc. Orang tua yang bercerai, kawin lagid. Orang tua terlampau sibuk, acuhe. Orang tua otoriterf. Kurangnya orang yang menjadi teladan dalam hidupnyag. Kurangnya kehidupan beragama.4. Lingkungan Sekolah :a. Sekolah yang kurang disiplinb. Sekolah terletak dekat tempat hiburanc. Sekolah yang kurang memberi kesempatan pada siswa untuk mengembangkan diri secara kreatif dan positifd. Adanya murid pengguna NAPZA.5. Lingkungan Teman Sebaya :a. Berteman dengan penyalahgunab. Tekanan atau ancaman dari teman.6. Lingkungan Masyrakat / Sosial :a. Lemahnya penegak hukumb. Situasi politik, sosial dan ekonomi yang kurang mendukung.Faktor faktor tersebut diatas memang tidak selalu membuat seseorang kelak menjadi penyalahguna NAPZA. Akan tetapi makin banyak faktor faktor diatas, semakin besar kemungkinan seseorang menjadi penyalahguna NAPZA.c. Motif ingin tahu: di masa remaja seseoraang lazim mempunyai rasa ingin lalu setelah itu ingin mencobanya. misalnya dengan mengenal narkotika, psykotropika maupun minuman keras atau bahan berbahaya lainnya.d. Adanya kesempatan: karena orang tua sibuk dengan kegiatannya masing-masing, mungkin juga karena kurangnya rasa kasih saying dari keluarga ataupun karena akibat dari broken home.e. Sarana dan prasarana: karena orang tua berlebihan memberikan fasilitas dan uang yang berlebihan, merupakan sebuah pemicu untuk menyalahgunakan uang tersebut untuk membeli narkotika untuk memuaskan rasa keingintahuan mereka.2.3 Gejala Klinis Penyalahgunaan Napza 2.3.1 Perubahan Fisik :a. Pada saat menggunakan NAPZA : jalan sempoyongan, bicara pelo ( cadel ), apatis ( acuh tak acuh ), mengantuk, agresif.b. Bila terjadi kelebihan dosis ( Overdosis ) : nafas sesak, denyut jantung dan nadi lambat, kulit teraba dingin, bahkan meninggal.c. Saat sedang ketagihan ( Sakau ) : mata merah, hidung berair, menguap terus, diare, rasa sakit seluruh tubuh, malas mandi, kejang, kesadaran menurun.d. Pengaruh jangka panjang : penampilan tidak sehat, tidak perduli terhadap kesehatan dan kebersihan, gigi keropos, bekas suntikan pada lengan.2.3.2 Perubahan sikap dan perilaku :a. Prestasi di sekolah menurun, tidak mengerjakan tugas sekolah, sering membolos, pemalas, kurang bertanggung jawab.b. Pola tidur berubah, begadang, sulit dibangunkan pagi hari, mengantuk di kelas atau tempat kerja.c. Sering berpergian sampai larut malam, terkadang tidak pulang tanpa ijin.d. Sering mengurung diri, berlama lama di kamar mandi, menghidar bertemu dengan anggota keluarga yang lain.e. Sering mendapat telpon dan didatangi orang yang tidak dikenal oleh anggota keluarga yang lain.f. Sering berbohong, minta banyak uang dengan berbagai alasan tapi tidak jelas penggunaannya, mengambil dan menjual barang berharga milik sendiri atau keluarga, mencuri, terlibat kekerasan dan sering berurusan dengan polisi.g. Sering bersikap emosional, mudah tersinggung, pemarah, kasar, bermusuhan pencurigaan, tertutup dan penuh rahasia.2.4 Pengaruh Penyalahgunaan NapzaNAPZA berpengaruh pada tubuh manusia dan lingkungannya :1. Komplikasi Medik : biasanya digunakan dalam jumlah yang banyak dan cukup lama. Pengaruhnya pada :a. Otak dan susunan saraf pusat : gangguan daya ingat gangguan perhatian / konsentrasi gangguan bertindak rasional gagguan perserpsi sehingga menimbulkan halusinasi gangguan motivasi, sehingga malas sekolah atau bekerja gangguan pengendalian diri, sehingga sulit membedakan baik / buruk.b. Pada saluran napas : dapat terjadi radang paru ( Bronchopnemonia ). pembengkakan paru ( Oedema Paru )c. Jantung : peradangan otot jantung, penyempitan pembuluh darah jantung.d. Hati : terjadi Hepatitis B dan C yang menular melalui jarum suntik, hubungan seksual.e. Penyakit Menular Seksual ( PMS ) dan HIV / AIDS.Para pengguna NAPZA dikenal dengan perilaku seks resiko tinggi, mereka mau melakukan hubungan seksual demi mendapatkan zat atau uang untuk membeli zat. Penyakit Menular Seksual yang terjadi adalah : kencing nanah ( GO ), raja singa ( Siphilis ) dll. Dan juga pengguna NAPZA yang mengunakan jarum suntik secara bersama sama membuat angka penularan HIV / AIDS semakin meningkat. Penyakit HIV / AIDS menular melalui jarum suntik dan hubungan seksual, selain melalui tranfusi darah dan penularan dari ibu ke janin.f. Sistem Reproduksi : sering terjadi kemandulan.g. Kulit : terdapat bekas suntikan bagi pengguna yang menggunakan jarum suntik, sehingga mereka sering menggunakan baju lengan panjang.h. Komplikasi pada kehamilan : Ibu : anemia, infeksi vagina, hepatitis, AIDS. Kandungan : abortus, keracunan kehamilan, bayi lahir mati Janin : pertumbuhan terhambat, premature, berat bayi rendah.2. Dampak Sosial :a. Di Lingkungan Keluarga : Suasana nyaman dan tentram dalam keluarga terganggu, sering terjadi pertengkaran, mudah tersinggung. Orang tua resah karena barang berharga sering hilang. Perilaku menyimpang / asosial anak ( berbohong, mencuri, tidak tertib, hidup bebas) dan menjadi aib keluarga. Putus sekolah atau menganggur, karena dikeluarkan dari sekolah atau pekerjaan, sehingga merusak kehidupan keluarga, kesulitan keuangan. Orang tua menjadi putus asa karena pengeluaran uang meningkat untuk biaya pengobatan dan rehabilitasi.b. Di Lingkungan Sekolah : Merusak disiplin dan motivasi belajar. Meningkatnya tindak kenakalan, membolos, tawuran pelajar. Mempengaruhi peningkatan penyalahguanaan diantara sesama teman sebaya.c. Di Lingkungan Masyarakat : Tercipta pasar gelap antara pengedar dan bandar yang mencari pengguna / mangsanya. Pengedar atau bandar menggunakan perantara remaja atau siswa yang telah menjadi ketergantungan. Meningkatnya kejahatan di masyarakat : perampokan, pencurian, pembunuhan sehingga masyarkat menjadi resah. Meningkatnya kecelakaan.2.5 Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Napza Upaya pencegahan meliputi 3 hal :1. Pencegahan primer : mengenali remaja resiko tinggi penyalahgunaan NAPZA dan melakukan intervensi.Upaya ini terutama dilakukan untuk mengenali remaja yang mempunyai resiko tinggi untuk menyalahgunakan NAPZA, setelah itu melakukan intervensi terhadap mereka agar tidak menggunakan NAPZA.Upaya pencegahan ini dilakukan sejak anak berusia dini, agar faktor yang dapat menghabat proses tumbuh kembang anak dapat diatasi dengan baik.2. Pencegahan Sekunder : mengobati dan intervensi agar tidak lagi menggunakan NAPZA.3. Pencegahan Tersier : merehabilitasi penyalahgunaan NAPZA.Yang dapat dilakukan di lingkungan keluarga untuk mencegah penyalahgunaan NAPZA :1. Mengasuh anak dengan baik.a. Penuh kasih sayangb. Penanaman disiplin yang baikc. Ajarkan membedakan yang baik dan burukd. Mengembangkan kemandirian, memberi kebebasan bertanggung jawabe. Mengembangkan harga diri anak, menghargai jika berbuat baik atau mencapai prestasi tertentu.2. Ciptakan suasana yang hangat dan bersahabat. Hal ini membuat anak rindu untuk pulang ke rumah.3. Meluangkan waktu untuk kebersamaan.4. Orang tua menjadi contoh yang baik. Orang tua yang merokok akan menjadi contoh yang tidak baik bagi anak.5. Kembangkan komunikasi yang baik. Komunikasi dua arah, bersikap terbuka dan jujur, mendengarkan dan menghormati pendapat anak.6. Memperkuat kehidupan beragama. Yang diutamakan bukan hanya ritual keagamaan, melainkan memperkuat nilai moral yang terkandung dalam agama dan menerapkannya dalam kehidupan sehari hari.7. Orang tua memahami masalah penyalahgunaan NAPZA agar dapat berdiskusi dengan anakYang dilakukan di lingkungan sekolah untuk pencegahan penyalahgunaan NAPZA :1. Upaya terhadap siswa : Memberikan pendidikan kepada siswa tentang bahaya dan akibat penyalahgunaan NAPZA. Melibatkan siswa dalam perencanaan pencegahan dan penanggulangan penyalahgunaan NAPZA di sekolah. Membentuk citra diri yang positif dan mengembangkan ketrampilan yang positif untuk tetap menghidari dari pemakaian NAPZA dan merokok. Menyediakan pilihan kegiatan yang bermakna bagi siswa ( ekstrakurikuler ). Meningkatkan kegiatan bimbingan konseling.Membantu siswa yang telah menyalahgunakan NAPZA untuk bisa menghentikannya. Penerapan kehidupan beragama dalam kegiatan sehari hari.2. Upaya untuk mencegah peredaran NAPZA di sekolah : Razia dengan cara sidak Melarang orang yang tidak berkepentingan untuk masuk lingkungan sekolah Melarang siswa ke luar sekolah pada jam pelajaran tanpa ijin guru Membina kerjasama yang baik dengan berbagai pihak. Meningkatkan pengawasan sejak anak itu datang sampai dengan pulang sekolah.3. Upaya untuk membina lingkungan sekolah : Menciptakan suasana lingkungan sekolah yang sehat dengan membina huibungan yang harmonis antara pendidik dan anak didik. Mengupayakan kehadiran guru secara teratur di sekolah Sikap keteladanan guru amat penting Meningkatkan pengawasan anak sejak masuk sampai pulang sekolah.Yang dilakukan di lingkungan masyarakat untuk mencegah penyalahguanaan NAPZA:1. Menumbuhkan perasaan kebersamaan di daerah tempat tinggal, sehingga masalah yang terjadi di lingkungan dapat diselesaikan secara bersama- sama.2. Memberikan penyuluhan kepada masyarakat tentang penyalahguanaan NAPZA sehingga masyarakat dapat menyadarinya.3. Memberikan penyuluhan tentang hukum yang berkaitan dengan NAPZA.4. Melibatkan semua unsur dalam masyarakat dalam melaksanakan pencegahan dan penanggulangan penyalahguanaan NAPZA.

BAB 3PENUTUP3.1 SimpulanNAPZA adalah obat-obatan yang disalah gunakan. Membeli tanpa resep dokter. Menggunakanya dengan cara disuntikan, dihisap, atau dalam bentuk pil. NAPZA dilarang karena banyak sekali dampak negatifnya dan dapat merusak generasi muda. Dampak negatifnya meliputi konsentrasi hilang, tidak nafsu makan, konsentrasi hilang dan lain-lain.Cara menyembuhkan pecandu NAPZA hanya dengan niat pecandu itu sendiri. Pecandu NAPZA yang berpendidikan berbeda dengan pecandu yang tidak berpendidikan. Cara menghindari NAPZA bagi orang yang tidak terjangkit oleh NAPZA adalah; Lebih mendekatkan diri kepada Tuhan YME, dan Jangan sekali-kali mencoba-coba NAPZA. 3.2 Saran 1. Untuk Pemerintah, Memberikan informasi tentang dilarangnya NAPZA untuk generasi muda.2. Untuk Sekolah, Memberikan informasi tentang dampak buruk NAPZA dan membuat kegiatan yang bermanfaat untuk menghindari NAPZA.3. Untuk Siswa, Jangan sekali-sekalinya mencoba atau mau mengonsumsi NAPZA karena akan berakibat membahayakan dirinya sendiri dan orang disekitar kita.4. Untuk Orangtua, harus memantau anak-anaknya agar terhindar dari bahaya NAPZA

DAFTAR PUSTAKAHawari, Dadang. 1997. Al-Quran Ilmu Kedokteran Jiwa dan Kesehatan Jiwa. Yogyakarta: Dana Bhakti Prima YasaWillis, Sofyan. 2010. Remaja dan Masalahnya. Bandung: Alfabeta

https://zenc.wordpress.com/2007/06/13/napza-narkotika-psikotropika-dan-zat aditif/ [dikutip pada hari Rabu 18 Maret 2015 pukul 19:53 WIB]Patologi Sosial | 2