materi kuliah kewirausahaan

download materi kuliah kewirausahaan

of 67

  • date post

    15-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    33
  • download

    2

Embed Size (px)

description

materi kw

Transcript of materi kuliah kewirausahaan

1. PENDAHULUAN

PENGERTIAN WIRAUSAHAIstilah Wirausaha berasal dari entrepreneur (bahasa perancis) yang diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dengan arti between taker atau go-between. Banyak definisi dan pengertian mengenai istilah dan definisi dari wirausaha / entrepreneur hal 22-23 buku Kewirausahaan u/ mahasiswa dan umum, Prof.Dr.H. Buchari Alma.Menurut Joseph Schumpeter, entrepreneur atau wirausaha adalah orang yang mendobrak system ekonomi yang ada dengan memperkenalkan barang dan jasa yang baru , dengan menciptakan bentuk organisasi baru atau mengolah bahan baku baru. Orang tersebut melakukan kegiatannya melalui organisasi bisnis yang baru ataupun bisa pula dilakukan dalam organisasi bisnis yang sudah ada. Dalam definisi ini ditekankan bahwa seorang wirausaha adalah orang yang melihat adanya peluang kemudian menciptakan sebuah organisasi untuk memanfaatkan peluang tersebut dengan meminimalkan risiko yang ada.Antara wiraswasta dan wirausaha secara istilah adalah sama walaupun rumusannya berbeda. Wiraswasta lebih berfokus pada objek, ada usaha yang mandiri. Sedang wirausaha lebih menekankan pada jiwa, semangat, kemudian diaplikasikan dalam segala aspek kehidupan WIRAUSAHAWAN (ENTREPRENEUR DAN ENTREPRENEURSHIP)

Wirausahawan adalah orang yang melakukan kegiatan wirausaha. Menurut David Mc.Clelland sehubungan dengan changes of behavior (perubahan tingkah laku) ada tiga sifat yang baku yang ada di dalam diri manusia, yaitu : need of power (kebutuhan akan kekuasaan), need of affiliation (kebutuhan untuk berkumpul/berkelompok), dan need of achievement (kebutuhan akan hasil/untung). Dalam bukunya The Achieving Society (1961), mengungkapkan bahwa dorongan untuk mencapai keberhasilan merupakan motif yang penting sekali, bukan saja untuk menentukan keberhasilan seseorang namun juga keberhasilan suatu bangsa dalam melaksanakan pembangunan.

Di Amerika istilah entrepreneur memberikan gambaran atau image yang berbeda beda yang dimaksud ialah orang yang : mengambil risiko; Berani menghadapi ketidakpastian; Membuat rencana kegiatan sendiri; Dengan semangat kebangsaan melakukan pengabdian dalam tugas; Menciptakan kegiatan usaha dan kegiatan industry yang sebelumnya tidak ada Dalam kepustakaan bisnis beberapa sarjana Amerika memberi arti entreprerneurship sebagai kegiatan individual atau kelompok yang membuka usaha baru dengan maksud memperoleh keuntungan (laba), memelihara usaha itu dan membesarkannya, dalam bidang produksi atau distribusi barang-barang ekonomi atau jasa. Bagi Schumpeter, istilah entrepreneur atau entrepeneurship adalah sama, seorang entrepreneur tidak selalu seorang pedagang (businessman) atau seorang manager; ia (entrepreneur) adalah orang yang unik yang berpembawaan pengambil risiko dan yang memperkenalkan produk-produk innovative dan teknologi baru ke dalam perekonomian.

PERAN ENTREPRENEURSHIP TERHADAP KEMAJUAN SUATU MASYARAKAT

Di era dahulu, banyak factor psikologis yang membentuk sikap negative masyarakat sehingga mereka kurang berminat terhadap profesi wirausaha, mereka para orangtua berucap. untuk apa sekolah tinggi, jika hanya mau jadi pedagang. Mereka menginginkan anak mereka menjadi pegawai/staf kantor bukan menjadi pemimpin/pemilik usaha.Saat ini orang tua sudah tidak berpandangan negative lagi pada dunia bisnis.Banyak anak muda mulai tertarik dan melirik profesi bisnis yang menjanjikan masa depan cerah. Untuk mengantisipasi pekerjaan bisnis, mereka mempersiapkan bekal, berupa sikap mental dan menguasai beberapa ketrampilan yang menunjang, seperti ketrampilan mengetik manual, computer, akuntansi, pemasaran, otomotif, elektronik, dsb.Makin banyak ketrampilan yang dikuasai, makin tinggi minat bisnisnya dan makin banyak peluang terbuka untuk membuka berwirausaha.

Wirausahawan adalah seorang inovator, sebagai individu yang mempunyai naluri untuk melihat peluang-peluang, mempunyai semangat, kemampuan dan pikiran untuk menaklukan cara berpikir lamban dan malas. Dosen perguruan tinggi, para birokrat di kantor pemerintahan harus ditanamkan pengetahuan kewirausahaan, agar jiwa dan semangatnya beda. Mereka akan lebih kreatif, efisien tidak selalu ingin menghabiskan anggaran, dsb. Pegawai negeri tidak perlu berwiraswasta, tetapi mereka diharuskan memiliki jiwa wirausaha/entrepreneur.

Disinilah peran entrepreneurship membuka peluang untuk membantu masyarakat dengan usaha-usaha konkrit. Secara tidak langsung merubah pola pikir lebih mandiri, berani mencapai tujuan yang dikehendaki sendiri, membuka peluang untuk memperoleh manfaat dan keuntungan secara maksimal.* Motivasi *Suatu motif adalah kebutuhan yang cukup menekan sehingga mendorong seseorang untuk bertindak.Teori Freud kekuatan psikologis yang membentuk perillaku manusia sebagian besar merupakan hal bawah sadar dan seseorang tak bisa sepenuhnya memahami motivasinya sendiri.Teori Maslow kebutuhan manusia tersusun dalam suatu hierarki, dari yang paling mendesak hingga paling tidak mendesak

Hierarki kebutuhan Maslow

Hierarki kebutuhan maslow :1. kebutuhan fisiologis sandang, papan, pangan 2. kebutuhan kemanan keselamatan, perlindungan3. kebutuhan sosial rasa menjadi bagian dari kelompok, cinta4. kebutuhan penghargaan harga diri, status5. aktualisasi diri perkembangan dan realisasi diriTiga tingkatan kebutuhan social bisa diidentifikasi bagi orang-orang asia :1. Afiliasi2. Pujian3. Status

PROFIL ENTREPRENEUR

Seorang wirausahawan adalah pribadi yang mandiri dalam mengejar prestasi, ia berani mengambil risiko untuk mulai mengelola bisnis demi mendapatkan laba, dia lebih memilih menjadi pemimpin daripada menjadi pengikut, untuk itu seorang wirausahawan memiliki rasa percaya diri yang kuat dan mempertahankan diri ketika menghadapi tantangan. Dalam menghadapi berbagai permasalahan, seorang wirausahawan senantiasa dituntut untuk kreatif Prof.Dr.Masud Machfoedz, M.B.A

K = Keinginan untuk maju R = Rasa ingin tahu yang kuat E = Enthusiasm (semangat) yang besar A = Analisis yang sistematis T = Terbuka untuk menerima saran dan pendapat orang lain I = Inisiatif yang menmonjol, berani mengambil keputusan dan Langkah yang berbeda dari orang lain F = Fokus/pikiran yang terkonsentraasi pada satu pokok pemikiran

Seorang wirausahawan senantiasa berupaya melakukan inovasi untuk memperbaiki suatu keadaan. Dalam melakukan pencarian hal-hal yang baru, wirausahawan selalu memperhatikan efektifitas dan efisiensi, serta kerjasama dengan pihak lain yang saling menguntungkan.

Seorang wirausahawan memiliki beberapa ciri kepribadian ssebagai berikut : Mengetahui target sasaran yang diinginkan Mempunyai daya ingat yang baik Tenang dalam reaksi Optimistis dalam berusaha Diplomatis dalam berbicara Tidak tergesa-gesa dalam mengambil keputusan Bersikap ramah dan sopan Bersikap tegas Berpengatahuan luas

Selain kepribadian , ciri seorang wirausahawan juga ditunjukkan dengan profil sebagai berikut :

Profil WirausahawanSifat Kewirausahawan

Mengejar prestasiLebih memilih bekerja dengan pakar untuk mencapai tujuan prestasi

Berani mengambil resikoTidak takut mengambil resiko dengan sedapat mungkin menghindari risiko besar

Mampu memecahkan permasalahanMampu mengidentifikasi dan memecahkan permasalahan yang dapat menjadi kendala bagi kemampuan mereka untuk mencapai tujuan

Rendah hatiLebih mengutamakan misi bisnis daripada mengejar status

BersemangatBersedia bekerja keras untuk membangun usaha

Percaya diriMengandalkan kepercayaan diri untuk mencapai keberhasilan

Menghindari sifat cengengMenghindari hubungan emosional yang dapat mengganggu keberhasilan bisnis

Kepuasan diriMemandang struktur organisasi sebagai kendala dalam memenuhi keinginan

Ada berbagai macam profil wirausaha yang ada di masyarakat sekarang terutama di Negara Amerika yaitu :1. Women Entrepreneur wanita yang terjun dalam bidang bisnis2. Minority Entrepreneur kaum minoritas di suatu Negara yang kurang memiliki kesempatan bekerja di lapangan pemerintahan.3. Immigrant Entrepreneur kaum pendatang biasanya sulit untuk memperoleh pekerjaan formal4. Part Time Entrepreneur memulai usaha bisnis dalam mengisi waktu lowong atau part time5. Home-Based Entrepreneur ibu-ibu rumah tangga yang memulai kegiatan bisnisnya dari rumah tangga, mis hobby masak, menjahit,dll.6. Family-Owned Business usaha dikelola keluarga7. Copreneurs dibuat dengan cara menciptakan pembagian pekerjaan yang didasarkan atas keahlian masing-masing orang merangkap sebagai penanggungjawab.2. MENUMBUHKEMBANGKAN BUDAYA ENTREPREUNEUR

PENGARUH BUDAYA ENTREPRENEUR TERHADAP KEMAJUAN SUATU NEGARA

Suatu pernyataan yang bersumber dari PBB menyatakan bahwa suatu Negara akan mampu membangun apabila memiliki wirausahawan sebanyak 2% dari jumlah penduduknya. Jadi, jika Negara kita berpenduduk 200 juta jiwa, maka wirausahawannya harus lebih kurang sebanyak 4 juta jiwa.

Katakanlah jika semua wirausahawan Indonesia mulai dari pedagang kecil sampai perusahaan besar ada sebanyak 3 juta, tentu bagian terbesarnya adalah kelompok kecil-kecil yang belum terjamin mutunya dan belum terjamin kelangsungan hidupnya (kontinuitasnya).

Keberhasilan pembangunan yang dicapai oleh Negara Jepang ternyata disponsori oleh wirausahawan yang telah berjumlah 2% tingkat sedang, berwirausaha kecil sebanyak 20%. Inilah kunci keberhasilan pembangunan Negara Jepang (Heidjrachman Ranu P., 1982:12)

Jika Negara kita harus menyediakan 3 juta wirausahawan besar dan sedang, maka kita masih harus mencetak 30 juta wirausahawan kecil. Ini adalah suatu peluang besar yang menantang generasi muda untuk berkreasi, mengadu ketrampilan membina wirausahawan dalam rangka turut berpartisipasi membangun Negara.

Pandangan berwirausaha, sekarang tampaknya lebih maju dan memasuki sector pemerintahan. Pemerintah mulai menginginkan pengelolaan assets Negara secar