Materi kuliah k3

download Materi kuliah k3

of 81

  • date post

    09-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    688
  • download

    3

Embed Size (px)

Transcript of Materi kuliah k3

Hukum Perburuhan / Hukum Ketenagakerjaan

Aspek Hukum Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K-3)Dahsan Hasan,SH. MH.

Pokok Bahasan K-31. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. Pengantar Kesehatan dan Keselamatan Kerja. Dasar Hukum K-3 Organisasi K-3 Pengawasan dan Pembinaan K-3 Hak dan Kewajiban Tenaga Kerja Ruang Lingkup Berlakunya K-3 Kecelakaan Akibat Kerja Hubungan Kerja Hubungan Industrial ( HI )

10. Perlindungan Upah bagi Tenaga Kerja 11. Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) 12. Jaminan Sosial Tenaga Kerja (JAMSOSTEK)

Landasan Hukum K-3UNDANG-UNDANG DASAR 1945Pasal 27 Ayat 2

Tiap-Tiap Warga Negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan

Pengantar Pentingnya K-3UUD 1945Hak tiap Warga Negara atas Pekerjaan dan Penghidupan yang layak bagi Kemanusiaan

PEKERJA

Memenuhi Kelayakan bagi kemanusiaan

Sebagai akibat dari bekerja

Cacat, Kematian, Kecelakaan Kerja, Sakit, dll

JIKA K-3 NYA TIDAK TERJAMIN

Bertentangan dengan Kemanusiaan

Perlu Penerapan Prinsip & Kaidah K-3

PENGERTIAN

KESELAMATAN KERJAKeselamatan yang berkaitan dengan mesin, pesawat, alat kerja, bahan dan proses pengelolaannya, landasan tempat kerja dan lingkungannya serta cara-cara melakukan pekerjaan yang sasarannya menyangkut segala tempat kerja baik di darat, di dalam tanah, di permukaan air, di dalam air, bahkan di udara.

PENGERTIAN

KESEHATAN KERJASpesialisasi dalam bidang ilmu kesehatan/ kedokteran beserta prakteknya yang bertujuan agar pekerja/ masyarakat pekerja memperoleh derajat kesehatan setinggi-tingginya, baik fisik atau mental maupun sosial, dengan usahausaha preventif dan kuratif, terhadap penyakitpenyakit atau gangguan kesehatan yang diakibatkan oleh faktor pekerjaan dan lingkungan kerja serta terhadap penyakit umum.

PENGERTIAN K-3Ilmu pengetahuan yang penerapannya dalam usaha mencegah atau mengatasi kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja di tempat kerja

PENGERTIAN ASPEK HUKUM K-3Kaidah / aturan yang bertujuan untuk mencegah atau mengatasi kemungkinan terjadinya kecelakaan dan penyakit akibat kerja di tempat kerja

MAKSUD DAN TUJUAN K-3Maksud K-3 adalah untuk menjamin hak-hak dasar pekerja dan menjamin kesamaan kesempatan dan perlakuan tanpa diskriminasi guna mewujudkan kesejahteraan pekerja dan keluarganya dalam rangka hubungan industrial yang berkeadilan atau untuk melindungi tenaga kerja dari kejadian atau keadaan yang dapat merugikan keselamatan dan kesehatannya dalam melakukan pekerjaannya dengan berusaha menghilangkan, mengurangi/ menekan sekecil-kecilnya hal-hal yang dapat menimbulkan kecelakaan akibat kerja di tempat kerja.

MAKSUD DAN TUJUAN K-3Tujuan K-3 (Keselamatan Kerja) adalah untuk: 1. Melindungi tenaga kerja atas hak keselamatannya dalam melakukan pekerjaan untuk kesejahteraan hidup dan meningkatkan produksi serta produktifitasnya. 2. Menjamin keselamatan setiap orang yang berada di tempat kerja 3. Menjaga supaya sumber produksi dipelihara dan dipergunakan secara aman dan berdaya guna.

MAKSUD DAN TUJUAN K-3Tujuan K-3 (Kesehatan Kerja) adalah untuk: 1. Meningkatkan dan memelihara derajat kesehatan tenaga kerja yang setinggi tingginya baik fisik maupun mentalnya dan aspek sosialnya. 2. Menyesuaikan tenaga kerja dengan pekerjaannya (aspek ergonominya) 3. Meningkatkan produktifitas kerja.

DASAR HUKUM K-3o o o o o o o oUUD 1945 Pasal 27 ayat 2

UU no.25 Tahun 1997 tentang Ketenagakerjaan.UU No.1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja UU Uap Tahun 1930 tentang Mesin Uap UU Petasan Tahun 1932 ttg Pembuatan, import, menyalakan serta perdagangannya. UU No. 14 Tahun 1993 tentang Jamsostek Kepmen 02/ 1970 ttg Pembentukan Panitia Pembina K-3 Kepmen 01/ 1978 ttg K-3 dalam Pembangunan dan Pengangkutan kayu

DASAR HUKUM K-3oo o o o o oKepmen 03/ 1978 ttg Syarat, penunjukan dan wewenang serta kewajiban pegawai pengawas dan ahli K-3 Kepmen 04/ 1978 ttg Peraturan umum instalasi listrik di tempat kerja. Kepmen 01/ 1979 ttg Penyakit akibat kerja yang wajib dilaporkan. Kepmen 01/ 1980 ttg K-3 pada industri bangunan Kepmen 02/ 1980 ttg Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja dalam K-3 Kepmen 03/ 1984 ttg Pengawasan terpau ketenagakerjaan Kepmen 01/ 1987 ttg Perlindungn bagi anak yang terpaksa bekerja

ORGANISASI K-3 PADA PEMERINTAHDirektorat Pembinaan Norma Keselamatan dan Kesehatan Kerja & Direktorat Jenderal Perlindungan dan Perawatan Tenaga Kerja. Fungsinya: Melaksanakan Pembinaan, Pengawasan serta penyempurnaan dalam penetapan Norma K-3 di bidang mekanik, Listrik, Uap, dan Pencegahan Kebakaran. Pada tingkat daerah di Kanwil Dirjen Perlindungan Perawatan Tenaga Kerja terdapat pengawas keselamatan kerja yang memeriksa setiap perusahaan tentang dipatuhinya ketentuan K-3 Juga diadakan PERUM ASTEK yang menjamin kecelakaan yang terjadi bagi tenaga kerja di tempat kerja.

ORGANISASI K-3 PADA PERUSAHAAN1. Organisasi sebagai bagian dari Struktur Organisasi di Perusahaan. Tugasnya kontinyu, pelaksanaannya menetap dan anggarannya tersendiri. Kedudukannya di perusahaan berbeda-beda. 2. Panitia Keselamatan Kerja yang terdiri dari wakil pimpinan perusahaan , Wakil Buruh/ pekerja, Teknisi K3, dan Dokter perusahaan. Pembentukannya atas Dasar Undang-Undang.

ORGANISASI K-3 YANG INDEPENDENSalah satunya adalah Ikatan Higiene Perusahaan Kesehatan dan Keselamatan Kerja yang didirikan pada tgl 27 Juli 1971 di Jakarta yang bertujuan: 1. Menunjang terlaksananya tugas pemerintah di bidang peningkatan taraf hidup dan kesejahteraan tenaga kerja di perusahaan, industri, dll

2. Menuju tercapainya keseragaman tindakan dalam menanggulangi masalah K-3Fungsinya antara lain: Menghimpun dan meningkatkan kerjasama antara dokter di perusahaan, ahli higiene dan kesehatan kerja serta ahli keselamatan kerja di Indonesia. Juga melakukan riset, pendidikan dan latihan serta penerangan ttg keselamatan kerja di perusahaan. Dll.

PENGAWASAN & PEMBINAAN K-3Salah satu unsur yang berperan penting dalam peningkatan kesejahteraan, keselamatan dan kesehatan kerja adalah unsur PENGAWASAN & PEMBINAAN Ketenagakerjaan. Tugasnya mendeteksi secara dini di lapangan sehingga masalah yang ada dapat segera diatasi.

Panitia PengawasK-3:1. Pegawai Pengawas K-3, yaitu pegawai teknis berkeahlian khusus dari Departemen Tenaga Kerja yang ditunjuk oleh menteri Tenaga Kerja. 2. Ahli K-3 yaitu tenaga kerja berkeahlian khusus dari luar Departemen Tenaga Kerja yang diberi wewenang oleh menteri tenaga kerja untuk melaksanakan segahagian dari tugas pegawai K-3.

PENGAWASAN & PEMBINAAN K-3Panitia Pembina K-3:Adalah suatu badan yang dibentuk disuatu perusahaan untuk membantu melaksanakan dan menangani usaha-usaha K-3 yang keanggotaannya terdiri atas:

1. Unsur Perusahaan (Pimpinan Perusahaan)2. Unsur Tenaga Kerja Kedua unsur tersebutharus bekerjasama dalam melaksanakan kewajiban bersama, khususnya dalam merealisasikan K-3 serta dalam melancarkan proses produksi pada umumnya.

PENGAWASAN & PEMBINAAN K-3Kewajiban Pengawas K-3:1. Mengawasi berlakunya ketentuan K-3 2. Mengumpulkan bahan tentang soal-soal K-3 yang diperlukan 3. Memberikan penerangan teknis dan nasihat kepada pengusaha dan tenaga kerja ttg hal-hal yang dapat menjamin efektifnya ketentuan K-3. 4. Merahasiakan rahasia perusahaan terkait dengan jabatannya. 5. Dan lain-lain yang diserahkan kepadanya oleh UU dan peraturan lainnya.

PENGAWASAN & PEMBINAAN K-3Kewajiban Panitia Pembina K-3:1. Menunjukkan dan menjelaskan pada tiap tenaga kerja baru tentang kondisi dan bahaya yang dapat timbul di tempat kerja dan semua pengamanan dan alat-alat perlindungan yang wajib digunakan oleh tenaga kerja

2. Menyelenggarakan pembinaan bagi semua tenaga kerja yang berada di bawah pimpinannya.3. Memenuhi dan menaati semua syarat dan ketentuan yang berlaku bagi usaha dan tempat kerja yang dijalankannya.

PENGAWASAN & PEMBINAAN K-3Kewajiban Tenaga Kerja:(terkait dengan tugas pengawas) 1. Memberikan keterangan yang benar bila diminta oleh pegawai pengawas dan atau ahli Keselamatan Kerja 2. Memakai alat-alat perlindungan diri yang diwajibkan

3. Memenuhi dan mentaati semua syarat K-3 yang diwajibkan4. Meminta kepada pengurus agar diaksanakan semua syarat K-3 yang diwajibkan. 5. Menyatakan keberatan bekerja pada pekerjaan yang syarat K-3 serta alat perlindungan dirinya tidak memenuhi syarat.

PRINSIP PENGAWASAN K-3Menyangkut tentang sikap dan tidakan pengawas dalam menjalankan fungsinya terhadap K-3: 1. Pengawasan diarahkan pada usaha preventif dan edukatif, namun tindakan represif baik yustial maupun non yustisial akan dilaksanakan secara tegas terhadap perusahaan yang sengaja melanggar ketentuan yang telah ditetapkan. 2. Lebih peka dan cepat bertindak terhadap masalah yang timbul dan mungkin timbul di lapangan, sehingga dapat lebih cepat penanganannya. 3. Harus terjun langsung ke lapangan untuk melihat permasalahannya sehingga dapat dijamin objektifitasnya.

HAK & KEWAJIBAN TENAGA KERJAHAK TENAGA KERJA1. Hak atas upah 2. Hak untuk mendapatkan perlindungan atas keselamatan, kesehatan, kesusilaan, pemeliharaan moral kerja, serta perlakuan yang sesuai dengan martabat manusia dan moral agama. 3. Hak memiliki atau pindah pekerjaan sesuai dengan bakat dan kemampuannya. 4. Hak atas pembinaan keahlian untuk memperoleh serta menambah keahlian dan keterampilan kerja. 5. Hak mendirikan dan menjadi anggota perserikatan tenaga kerja. 6. Hak atas kesejahteraan ( Jamsostek)

HAK & KEWAJIBAN TENAGA KERJAKEWAJIBAN TENAGA KERJA 1.Melakukan pekerjaannya dengan baik 2.Mentaati setiap peraturan terkait melakukan pekerjaan di tempat kerjanya 3.Kewajiban membayar ganti rugi dan denda.

RUANG LINGKUP BERLAKUNYA PERATURAN K-31. TEMPAT KERJA Tiap-tiap ruangan atau lapangan, tertutup atau terbuka, bergerak atau tetap, yang menjadi temp