Materi Kuliah Gis

download Materi Kuliah Gis

of 15

  • date post

    03-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    59
  • download

    12

Embed Size (px)

description

sistem informasi geografis

Transcript of Materi Kuliah Gis

  • 1

    BAB I GEOGRAFI

    SECARA UMUM GEOGRAFI DIBEDAKAN DALAM 2 OBJEK BAHASAN :

    1. OBJEK TENTANG MATERI

    OBJEK MATERI ADALAH SEMUA FENOMENA GEOSFER YAITU ATMOSFER, HIDROSFER, LITOSFER

    DAN BIOSFER DIMANA TERJALIN INTERAKSI ANTAR FENOMENA GEOSFER TERSEBUT.

    2. OBJEK FORMAL

    OBJEK FORMAL ADALAH SUATU PENDEKATAN KERUANGAN/PANDANGAN KERUANGAN.

    GEOGRAFI MEMILIKI 3 PENDEKATAN YAITU :

    PENDEKATAN KERUANGAN

    PENDEKATAN EKOLOGI

    PENDEKATAN KOMPLEKS WILAYAH

    METODE KEILMUAN GEOGRAFI MENGURAIKAN GEJALA-GEJALA DAN SIFAT PERMUKAAN BUMI

    SERTA PENDUDUKNYA. DAN MENERANGKAN HUBUNGAN TIMBAL BALIK DARI KESEMUANYA ITU,

    BAIK DALAM BENTUK INTERELASI, INTERAKSI MAUPUN INTERDEPENSI.

    GEOGRAFI :

    GEO ---------BUMI

    GRAPHI ----- UKUR

    MENURUT BINTARTO DAN SURASTOPO, 1978 DALAM METODE ANALISIS GEOGRAFI, DEFINISI

    GEOGRAFI ADALAH ILMU YANG MEMPELAJARI HUBUNGAN KAUSAL GEJALA-GEJALA YANG TERJADI

    DI MUKA BUMI BAIK YANG FISIK MAUPUN YANG MENYANGKUT MAHLUK HIDUP BESERTA

    PERMASALAHANNYA MELALUI PENDEKATAN KERUANGAN, EKOLOGI DAN REGIONAL UNTUK

    KEPENTINGAN PROGRAM, PROSES DAN KEBERHASILAN PEMBANGUNAN.

  • 2

    BAB II PEMETAAN

    A. HAKEKAT PEMETAAN

    PETA ADALAH SUATU REPRESENTASI ATAU GAMBARAN UNSUR-UNSUR ATAU

    KENAMPAKAN-KENAMPAKAN ABSTRAK, YANG PILIH DARI PERMUKAAN BUMI, ATAU YANG

    ADA KAITANNYA DENGAN PERMUKAAN BUMI ATAU BENDA-BENDA ANGKASA, DAN

    UMUMNYA DIGAMBARKAN PADA SUATU BIDANG DATAR DAN DIPERKECILKAN ATAU

    DISKALAKAN.

    KARTOGRAFI ADALAH SENI, ILMU PENGETAHUAN DAN TEKNOLOGI TENTANG PEMBUATAN

    PETA-PETA, SEKALIGUS MENCAKUP STUDINYA SEBAGAI DOKUMEN-DOKUMEN ILMIAH DAN

    HASIL KARYA SENI.

    B. PENTINGNYA PETA

    FUNGSI PETA :

    1. FUNGSI PETA UNTUK PERENCANAAN REGIONAL

    UNTUK MEMBERIKAN INFORMASI POKOK DARI ASPEK KERUANGAN TENTANG

    KARAKTER DARI SUATU DAERAH

    SEBAGAI SUATU ALAT MENGANALISA UNTUK MENDAPATKAN SUATU KESIMPULAN

    SEBAGAI ALAT UNTUK MENJELASKAN PENEMUAN-PENEMUAN PENELITIAN YANG

    DILAKUKAN

    SEBAGAI ALAT UNTUK MENJELASKAN RENCANA-RENCANA YANG DIAJUKAN.

    2. FUNGSI PETA DALAM KEGIATAN PENELITIAN

    ALAT BANTU SEBELUM MELAKUKAN SURVEI UNTUK MENDAPATKAN GAMBARAN

    TENTANG DAERAH YANG AKAN DITELITI

    SEBAGAI ALAT YANG DIGUNAKAN SELAMA PENELITIAN, MISALNYA MEMASUKKAN

    DATA YANG DITEMUKAN DI LAPANGAN

    SEBAGAI ALAT UNTUK MELAPORKAN HASILPENELITIAN

    C. KLASIFIKASI PETA

    KLASIFIKASI PETA DIBEDAKAN BERDASARKAN :

    1. SKALA PETA

    PETA SKALA BESAR : < 1 : 100.000

    PETA SKALA SEDANG : 1 : 100.000 1 : 1.000.000

    PETA SKALA KECIL : > 1 : 1.000.000

    2. MAKSUD / TUJUAN

    PENDIDIKAN

    ILMU PENGETAHUAN

    INFORMASI UMUM

    TURIS

    NAVIGASI

  • 3

    PERENCANAAN

    3. ISI

    PETA PETA TOPOGRAFI

    PETA-PETA TEMATIK

    D. SYARAT PETA

    SYARAT PETA YANG BAIK :

    PETA TIDAK BOLEH MEMBINGUNGKAN

    PETA HARUS DENGAN MUDAH DIMENGERTI ATAU DITANGKAP MAKNANYA OLEH SI

    PEMAKAI PETA

    PETA HARUS MEMBERIKAN GAMBARAN YANG SEBENARNYA. INI BERARTI PETA ITU

    HARUS CUKUP TELITI SESUAI DNGAN TUJUANNYA

    UNTUK MEMENUHI SYARAT-SYARAT TERSEBUT PETA HARUS MEMILIKI :

    KETERANGAN ATAU LEGENDA

    SKALA PETA

    JUDUL PETA (APA ISINYA)

    BAGIAN DUNIA MANA (INSET)

    TATA WARNA

    SIMBOL (TERUTAMA PADA PETA TEMATIK)

    SISTEM PROYEKSI DAN SIISTEM KOORDINAT

    E. SKALA PETA

    SKALA PETA DAPAT DIARTIKAN SEBAGAI BERIKUT :

    PERBANDINGAN JARAK ANTARA DUA TITIK SEMBARANG DI PETA DENGAN JARAK

    HORIZONTAL KEDUA TITIK ITU DI PERMUKAAN BUMI (DENGAN SATUAN UKURAN YANG

    SAMA)

    BEBERAPA CARA UNTUK MENYATAKAN SKALA PETA :

    1. SKALA ANGKA/SKALA PECAHAN

    SKALA YANG DINYATAKAN DENGAN ANGKA DAN PECAHAN

    CONTOH :

    SKALA PETA 1 : 50.000

    ARTINYA BAHWA SATU SATUAN JARAK PADA PETA MEWAKILI 50.000 SATUAN JARAK

    HORIZONTAL DI PERMUKAAN BUMI.

    SEHINGGA 1 CM DI PETA MEWAKILI 50.000 CM DI LAPANGAN (500 M) ATAU KM.

    2. SKALA YANG DINYATAKAN DENGAN KALIMAT

    PETA-PETA YANG TIDAK MENGGUNAKAN SATUAN PENGUKURAN METRIK (MISALNYA

    PETA-PETA DI INGGRIS ) SKALA DINYATAKAN DENGAN KALIMAT.

    CONTOH :

    1 INCHI TO ONE MILE --- 1 : 63.660

    1 INCHI TO TWO MILES - 1 : 126.720

    3. SKALA GRAFIS

  • 4

    MISALNYA SKALA 1 : 50.000

    0 1 2 3 4 KM

    0 1 2 3 4 5 6 7 8 CM

    F. PENYUSUNAN PETA

    1. DATA GEOGRAFIS

    UNTUK MENYAMPAIKAN IDE MELALUI PETA DARI BERBAGAI HAL KEDUDUKANNYA

    DALAM RUANG MUKA BUMI DENGAN OBJEK (OBJEK GEOGRAFIS) YANG AKAN

    DISAMPAIKAN TERSEBUT TENTUNYA AMATLAH RUMIT. PENYEDERHANAAN OBJEK

    GEOGRAFI DALAM PETA TERDIRI DARI :

    TITIK (POINT)

    DIGUNAKAN UNTUK PENGOLAHAN DATA TITIK DAN SIMBOL UNTUK MEWAKILI

    DATA PADA POSISI TERSEBUT YANG BERISI TENTANG INFORMASI TITIK-TITIK

    POSISI. BENTUK TITIK INI MISALNYA SEBUAH MENARA, TUGU, POSISI IBU KOTA

    DLL

    GARIS (LINE)

    DIGUNAKAN UNTUK PENGOLAHAN DATA YANG BERBENTUK GARIS. BENTUK GARIS

    YANG DIMAKSUD ADALAH KENAMPAKAN GEOGRAFIS PADA PERMUKAAN BUMI,

    MISALNYA SUNGAI, JARINGAN, JALAN DSB

    LUASAN (POLYGON)

    DIGUNAKAN UNTUK MENGOLAH DATA YANG BERBENTUK LUASAN, MISALNYA

    BENTUK-BENTUK PENGGUNAAN TANAH, DANAU, DAN SEBAGAINYA

    2. PROYEKSI PETA

    PADA PRINSIPNYA ARTI PROYEKSI PETA ADALAH USAHA MENGUBAH BENTUK BOLA

    (BIDANG LENGKUNG) KE BENTUK DATAR, DENGAN PERSYARATAN SEBAGAI BERIKUT :

    BENTUK YANG DIUBAH HARUS TETAP

    LUAS PERMUKAAN YANG DIUBAH HARUS TETAP

    JARAK ANTARA SATU TITIK DENGAN TITIK YANG LAIN DIATAS PERMUKAAN YANG

    DIUBAH HARUS TETAP

    UNTUK MEMENUHI KETIGA SYARAT ITU SEKALIGUS SUATU HAL YANG TIDAK MUNGKIN.

    UNTUK MEMENUHI SATU SYARAT SAJA DARI TIGA SYARAT DIATAS UNTUK SELURUH

    BOLA DUNIA, JUGA NERUPAKAN HAL YANG TIDAK MUNGKIN. YANG BISA DILAKUKAN

    HANYA SATU SAJA DARI SYARAT DIATAS UNTUK SEBAGAIAN KECIL PERMUKAAN BUMI.

    3. SISTEM KOORDINAT

    4. TATA WARNA DAN SIMBOL

    5. KOMPONEN PETA

  • 5

    Pengertian Data Spasial

    Data spasial mempunyai pengertian sebagai suatu data yang mengacu pada posisi, obyek,

    dan hubungan diantaranya dalam ruang bumi. Data spasial merupakan salah satu item dari

    informasi, dimana didalamnya terdapat informasi mengenai bumi termasuk permukaan

    bumi, dibawah permukaan bumi, perairan, kelautan dan bawah atmosfir (Rajabidfard dan

    Williamson, 2000a). Data spasial dan informasi turunannya digunakan untuk menentukan

    posisi dari identifikasi suatu elemen di permukaan bumi (Radjabidfard 2001). Lebih lanjut

    lagi Mapping Science Committee (1995) dalam Rajabidfard (2001) menerangkankan

    mengenai pentingnya peranan posisi lokasi yaitu, (1) pengetahuan mengenai lokasi dari

    suatu aktifitas memungkinkan hubungannya dengan aktifiktas lain atau elemen lain dalam

    daerah yang sama atau lokasi yang berdekatan dan (2) Lokasi memungkinkan

    diperhitungkannya jarak, pembuatan peta, memberikan arahan dalam membuat keputusan

    spasial yang bersifat kompleks.

    Karakteristik utama dari data spasial adalah bagaimana mengumpulkannya dan

    memeliharanya untuk berbagai kepentingan. Selain itu juga ditujukan sebagai salah satu

    elemen yang kritis dalam melaksanakan pembangunan sosial ekonomi secara berkelanjutan

    dan pengelolaan lingkungan. Berdasarkan perkiraan hampir lebih dari 80 % informasi

    mengenai bumi berhubungan dengan iinformasi spasial (Wulan 2002).

    Perkembangan teknologi yang cepat dalam pengambilan data spasial telah membuat

    perekaman terhadap data berubah menjadi bentuk digital, selain itu relatif cepat dalam

    melakukan prosesnya. Salah satunya perkembangan teknologi yang berpengaruh terhadap

    perekeman data pada saat ini adalah teknologi penginderaan jauh (remote sensing) dan

    Global Positioning System (GPS).

    Terdapat empat prinsip yang dapat mengidentifikasikan perubahan teknologi perekaman

    data spasial selama tiga dasawaarsa ini. Prinsip tersebut adalah (1) perkembangan teknologi,

    (2) kepedulian terhadap lingkungan hidup, (3) konflik politik atau perang dan (4)

    kepentingan ekonomi. Data lokasi yang spesifik dibutuhkan untuk melakukan pemantauan

    terhadap dampak dalam suatu lingkungan, untuk mendukung program restorasi lingkungan

    dan untuk mengatur pembangunan. Kegiatan-kegiatan tersebut dilakukan melalui kegiatan

    pemetaan dengan menggunakan komputer dan pengamatan terhadap bumi dengan

    menggunakan satelit penginderaan jauh.

    Rajabidfard dan Wiliamson (2000b), menerangkan bahwa terdapat dua pendorong utama

    dalam pembangunan data spasial. Pertama adalah pertumbuhan kebutuhan suatu

    pemerintahan dan dunia bisnis dalam memperbaiki keputusan yang berhubungan dengan

  • 6

    keruangan dan meningkatkan efisiensi dengan bantuan data spasial. Faktor pendorong

    kedua adalah mengoptimalkan anggaran yang ada dengan meningkatkan informasi dan

    sistem komunikasi secara nyata dengan membangun teknologi informasi spasial. Didorong

    oleh faktor-faktor tersebut, maka banyak negara, pemerintahan dan organisasi memandang

    pentingnya data spasial, terutama dalam pengembangan informasi spasial atau yang lebih

    dikenal dengan Sistem Info