Materi Anti Korupsi

download Materi Anti Korupsi

of 52

  • date post

    09-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    301
  • download

    8

Embed Size (px)

description

Materi ANEKA Prajab PNS

Transcript of Materi Anti Korupsi

  • *

    Pasal 1 UU No 28 Tahun 1999 (Tentang Penyelenggaraan Negara yang Bersih dan Bebas KKN)

    Penyelenggara Negara : Pejabat Negara yang menjalankan fungsi eksekutif, legislatif atau yudikatif dan pejabat lain yang fungsi dan tugas pokoknya berkaitan dengan penyelenggaraan negara sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku

  • *

    Penyelenggara Negara : 1. Pejabat Negara pada Lembaga Negara, 2. Menteri, 3. Gubernur sebagai Wkl Pem Pusat di Daerah, 3. Hakim, disemua tk Pengadilan, 4. Pejabat Negara yg lain : Dubes, Wk Gub, dan Bupati/ Walikota, dan 5. Pejabat lain yg memiliki fungsi strategis (rawan praktek KKN) :Dir/Kom, dan Pjb Struktural lainnya BUMN/BUMD, Pimp BI,Pimp Perguruan Tinggi Negeri, Pjbt Es I,Jaksa, Penyelidik, Panitera Pengadilan, dan Pimpinan dan Bendaharawan Proyek.

  • *

  • *

  • *

  • *

    Straafbarfeit

    straafbar feit

    dapat dihukum kenyataan

  • *

  • *

    Bhs Latin Coruptio , corruptus , corumpere (bhs Latin tua),Coruptore Bhs Inggris Corruption, CorruptBhs Perancis Corruption, Bhs Belanda CorruptieBhs Indonesia KorupsiBhs Malaysia Resuah Riswah (Arab)

    Kebusukan, keburukan, kebejatan, ketidakjujuran, dapat disuap, tidak bermoral, penyimpangan dari kesucian, kata-kata atau ucapan menghina, atau memfitnah. (The Lexicon Webster Dictionary 1978)

  • *

    Tindak Pidana Korupsi, Evi Hartanti hal 9

  • * Penyelewengan atau penggelapan (uang negara atau perusahaan dan sebagainya), untuk kepentingan pribadi dan orang lain.

    Busuk, rusak, suka memakai barang atau uang yang dipercayakan kepadanya, dapat disogok (melalui kekuasaannya untuk kepentingan pribadi).

    Perbuatan curang, tindak pidana yang merugikan keuangan negara

    (Kamus Hukum, Subekti dan Tjitrosudibio)

  • *

    Secara gamblang telah dimuat dalam 13 pasal dalam UU No 31 Tahun 199 jo UU No 20 Tahun 2001 Tentang Pemberantasan Korupsi.

    Dari pasal-pasal tersebut korupsi dirumuskan dalam tiga puluh bentuk/jenis tindak pidana korupsi, pasal ini menerangkan secara rinci mengenai perbuatan yang bisa dikenakan pidana mati, pidana penjara, dan pidana denda karena korupsi.

  • *

    Senantiasa melibatkan lebih dari satu orang;Pada umumnya dilakukan secara rahasia;Melibatkan elemen kewajiban dan keuntungan timbal balik dan tidak selalu dalam bentuk uang;Biasanya berusaha menyelubungi perbuatannya dengan berlindung di balik pembenaran hukum;Yang terlibat korupsi menginginkan keputusan yang tegas dan mampu mempengaruhi keputusan-2 itu;Setiap perbuatan korupsi mengandung penipuan, biasanya dilakukan oleh badan publik atau umum masyarakat;Setiap bentuk korupsi adalah suatu pengchianatan.

    Sosiologi Korupsi, Shed Husein Alatas,1983

  • *

  • *1. Pasal 2

    2. Pasal

    3. Pasal 5 ayat (1) huruf a4. Pasal 5 ayat (1) huruf b5. Pasal 136. Pasal 5 ayat (2)7. Pasal 12 huruf a8. Pasal 12 huruf b9. Pasal 1110. Pasal 6 ayat (1) huruf a11. Pasal 6 ayat (1) huruf b12. Pasal 6 ayat (2)13 Pasal 12 huruf c14. Pasal 12 huruf d

  • *

    15. Pasal 8 16. Pasal 9 17. Pasal 10 huruf a 18. Pasal 10 Huruf b 19. Pasal 10 huruf c

  • * 23. Pasal 7 ayat (1) huruf a 24. Pasal 7 ayat (1) huruf b 25. Pasal 7 ayat (1) huruf c 26. Pasal 7 ayat (1) huruf a 27. Pasal 7 ayat (2) 28. Pasal 7 ayat (1) huruf a

    29. Pasal 12 huruf 1

    30. Pasal 12 B jo Pasal 12 C

  • *Melawan hukum untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain atau korporasi dan dapat merugikan keuangan negara. Pasal 2 ayat (1) UUPTPK :dipidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat) tahun dan paling lama 20 (dua puluh tahun) dan denda paling sedikit Rp 200 juta, dan paling banyak Rp 1 Milyar. Pasal 2 ayat (2) UUPTPK bilamana tindak pidana sbgmana ayat (1) dilakukan dalam keadaan tertentu, pidana mati dapat dijatuhkan

    2. Menyalah gunakan kewenangan untuk menguntungkan diri sendiri, atau orang lain atau korporasi dan dapat merugikan keuangan negara. Pasal 3 UUPTPK : dipidana dengan pidana seumur hidup, atau pidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun atau denda paling sedikit Rp 50 juta, dan paling banyak Rp 1 Milyar

  • *

    tindak pidana tersebut dilakukan terhadap dana-dana yang diperuntukan bagi penanggulangan keadaan bahaya, bencana alam nasional, penanggulangan akibat kerusuhan sosial yang meluas, penanggulangan krisis ekonomi dan moneter, dan penanggulangan tindak pidana korupsi.

    (Penjelasan Pasal 2 ayat (2) UUPTPK)

  • *

    3. Menyuap Pegawai Negeri Pasal 5 ayat (1) huruf a : setiap orang yang memberi atau menjanjikan sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dengan maksud supaya pegawai negeri atau penyelenggara negara tersebut berbuat atau tidak berbuat sesuatu dalam jabatannya, yang bertentangan dengan kewajibannya. Dipidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp 50 jt, dan paling banyak Rp 250 jt.

    4. Menyuap Pegawai Negeri Pasal 5 ayat (1) huruf b : setiap orang yang memberi sesuatu kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara karena atau berhubungan dengan sesuatu yang bertentangan dengan kewajiban dilakukan atau tidak dilakukan dalam jabatanDipidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp 50 jt, dan paling banyak Rp 250 jt.

  • *

    Memberi hadiah kepada pegawai negeri karena jabatannya Pasal 13 UUPTPK : Dipidana dengan pidana penjara paling lama 3 (tiga) tahun dan atau denda paling banyak Rp 150 jt, setiap orang yang memberi hadiah kepada pegawai negeri dengan mengingat kekuasaan atau kedudukannya, atau oleh pemberi hadiah atau janji dianggap melekat pada jabatannya atau kedudukan tersebut .

    6. Pegawai negeri atau penyelenggara negara menerima suap Pasal 5 ayat (2) UUPTPK : Pegawai negeri atau penyelenggara negara menerima pemberian atau janji sbgmana dimaksud pasal 5 ayat (1) huruf a, dan b, dipidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun dan atau pidana denda paling sedikit Rp 50 jt, dan paling banyak Rp 250 jt.

    7. Pasal 12 huruf a

  • *

    7. Pegawai negeri atau penyelenggara negara menerima suap Pasal 12 huruf a UUPTPK : Dipidana dengan penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 4 (empat ) tahun dan paling lama 20 (dua puluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200 jt dan paling banyak Rp 1 milyar, pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji, pada hal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan untuk menggerakkan agar melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya.

  • *

    8. Pegawai Negeri atau Penyelenggara Negara menerima suap Pasal 12 huruf b UUPTPK : Pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah, pada hal diketahui atau patut diduga bahwa hadiah tersebut diberikan sebagai akibat atau disebabkan karena telah melakukan atau tidak melakukan sesuatu dalam jabatannya yg bertentangan dengan kewajiban nya, dipidana penjara seumur hidup / penjara paling singkat 4 (empat ) tahun dan paling lama 20 (duapuluh) tahun dan pidana denda paling sedikit Rp 200 jt, dan paling banyak Rp 1 M

  • *

    9. Pegawai Negeri / Penyelenggara Negara menerima hadiah Pasal 11 UU PTPK : Pegawai negeri atau penyelenggara negara yang menerima hadiah atau janji padahal diketahui atau patut diduga , bahwa hadiah atau janji tersebut diberikan karena kekuasaan atau kewenangan yang berhubungan dengan jabatannya, atau yang menurut pikiran orang yang memberikan hadiah atau janji tersebut ada hubungan dengan jabatannya, dipidana penjara paling singkat 1 (satu) tahun dan paling lama 5 (lima) tahun atau atau pidana denda paling sedikit Rp 50 jt, dan paling banyak Rp 250 jt.

  • *10. Menyuap Hakim Pasal 6 ayat (1) huruf a UUPTPK : Setiap orang yang memberi atau menjanjikan sesuatu kepada Hakim dengan maksud untuk mempengaruhi putusan perkara yang diserahkan kepadanya untuk diadili, dipidana penjara paling singkat 3 (tiga) tahun dan paling lama 15 (lima belas) tahun atau atau pidana denda paling sedikit Rp 150 jt, dan paling banyak Rp 750 jt.

    11. Menyuap Advokat Pasal 6 ayat (1) huruf b UUPTPK : setiap orang yang memberi atau menjanjikan sesuatu kepada seseorang yang menurut ketentuan peraturan perundang-undangan ditentukan menjadi advokat untuk menghadiri sidang pengadilan dengan maksud untuk mempengaruhi nasihat atau pendapat yang akan diberikan berhubung dengan perkara yang diserahkan kepada pengadilan untuk diadili, di