Master Ganesha Edisi 055

Click here to load reader

  • date post

    13-Feb-2015
  • Category

    Documents

  • view

    846
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Master Ganesha Edisi 055

sketsa 20

Edisi 055 Volume II / April I 2013

Adventure Mania Ghozaimas IV SMA Plus Al-Hasan Banjarsari 2013

Lets Get More Achievement Through Scoutke-4 yang diselenggarakan oleh SMA Plus Al-Hasan untuk tingkatan SD/MI dan SMP/MTs dan alhamdulillah jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini adalah sekitar 82 regu, jelas K. Mustofa. Hal menarik dan seru dari kegiatan ini dimulai dari yel-yel peserta yang lucu kemudian kostum yang unik dan aneh dari masing-masing tim. Dan yang asyiknya lagi adalah penjelajahan medan atau adventure. Karena letak Al-Hasan yang dekat dengan perbukitan dan pegunungan, maka hal ini menjadi medan yang strategis untuk melakukan penjelajahan. Salah satu pembina pramuka, Maunah, S.Pd, mengatakan bahwa ada beberapa poin yang dinilai dalam kegiatan ini yaitu yaitu kedisiplinan, kekompakan regu, materi kepramukaan, umum,Panitia dan peserta dari SMA Pllus Al-Hasan, Banjarsari.

BANJARSARI.Ulhana (Kelas XI IPA I). Menurut Ikbal, kegiatan ini Bertempat di kampus Al-Hasan, Minggu (10/3) disponsori oleh perusahaan teh dan travel ternama. dilaksanakan kegiatan yang super heboh, Adapun peserta Adventure Mania ini terdiri dari spektakuler dan dinanti-nanti oleh anggota Intern (peserta MTs Al-Hasan) dan extern (peserta pramuka khususnya luar). Kegiatan yang daerah Banjarsari. diadakan oleh Ambalan Kegiatan ini bernama Al-Ghozali dan Fatimah Adventure Mania Az-Zahra ini mengunGhozaimas IV SMA dang enam Kecamatan Plus Al-Hasan yakni, Banjarsari, Pamarican, Lakbok, PurwoBanjarsari dan dadi, Sindangjaya, mengambil motto Lets Padaherang dan get more achievement Mangunjaya.Kegiatan through scout . ini dibuka langsung leh Bertindak selaku ketua kepala SMA Al Hasan adalah Ikbal Lismaya (kelas XI IPA I) dan Unjuk kebolehan formasi semaphore sebagai salah satu persembahan Drs. K Mustofa Hasan, dari pramuka SMA Plus Al-Hasan Banjarsari. Sekretaris Nida M.Ag. Ini adalah even

Kepala SMA Plus Al-Hasan Banjarsari membuka acara.

SMPN 1 Panjalu Melatih Kejujuran Siswa dengan Jamban Jujurserba pink menyesuaikan dengan kebanyakan selera DIBANGUNNYA Jamban Jujur ini adalah buah perempuan. Sementara bagian dalam WC laki-laki diberi pemikiran dari Kepala SMPN 1 Panjalu, Drs. Endang warna serba biru karena kecenderungan warna favorit Rahmat, M.Pd., setelah sekolah ini diresmikan menjadi lelaki adalah biru. SSN sejak November 2011. Namun baru dapat terwujud Pengelola khusus dan penanggung jawab Jamban Jujur sejak awal tahun ajaran baru 2012-2013. Maksud ini dipercayakan kepada Sunarya (Iya), salah seorang pembuatan jamban jujur ini yaitu untuk membentuk penjaga sekolah. kebiasaan warga Tugasnya mengontrol sekolah untuk mebarang-barang yang nanamkan sikap dijual dan jujur dalam kehikeuangannya, supaya dupan sehari-hari. ketika barang habis, Kejujuran yang cepat-cepat diisi coba ditanamkan di kembali. Secara antaranya; jujur khusus, perawatan dan untuk patuh aturan kebersihan jamban ini memasuki jamban, juga menjadi tangseperti melepas alas gung jawab Iya, di kaki, tidak merusak antaranya mengantisifasilitas jamban, dan pasi kotor dari debu, menjaga Tampak depan Jamban Jujur untuk wanita. Selalu bersih dan nyaman. cipratan air hujan, juga kebersihannya jika ada siswa yang setelah dipakai. nakal masuk WC dengan kaki atau alas kaki kotor. Selain itu juga jujur untuk membeli berbagai barang Beberapa kali ketika jamban ini mulai beroprasi, kebutuhan khusus jamban, seperti tisu, sabun, dan Sunarya pernah menemukan beberapa siswa iseng dan pembalit wanita. Karena tidak ada penjaga, uang harus nekat tidak menanggalkan alas kakinya ketika masuk dimasukkan sendiri ke dalam kotak khusus dan harus Jamban Jujur ini, hingga lantainya menjadi kotor. sesuai dengan harga yang tertera di daftar harga. Namun, seiring berjalannya waktu, para siswa menjadi Jamban jujur dibangun di atas lahan kurang lebih 13 terbiasa dan bisa menaati tata tertib ketika memasuki x 6 meter dengan bahan-bahan yang berkualitas. Untuk Jamban ini, sehingga sampai sekarang kebersihan dan mempercantik bagian eksteriornya, dinding jamban ini keindahan jamban ini tetap terjaga. Semoga Jamban Jujur diberi tempelan batu alam yang bermotif sehingga ini membawa banyak manfaat. Amin. penampilannya kelihatan berbeda dengan gedung (yoppyyohana/ganesha) utama. Bagian dalam WC perempuan diberi warna

kesehatan, PBB. Adapun tujuan diadakannya kegiatan ini diantaranya sebagai ajang pertemuan anggota pramuka dan silaturahim antar sekolah ini sekaligus merebutkan Piala Tetap Disdik Ciamis, DPRD Ciamis dan masih banyak piala dan hadiah lainya, jelas Maunah. Pada kesempatan kali ini Piala Tetap Disdik diraih oleh SMP Terpadu Dampasan Banjarsari, dan Piala DPRD diraih oleh SDN Kawasen I Banjarsari. (emas/ganesha)

Kepala SMA Plus Al-Hasan Banjarsari memberikan hadiah kepada para pemenang.

pembaca menulis 02

Edisi 055 Volume II / April I 2013

Edisi 055 Volume II / April I 2013

ragam 19

Plus Minus UN Tanggung Jawab KolektifOleh: Otang Komaludin TIDAK berapa lama lagi, ujian nasional akan dilaksanakan. Ujian Nasional (UN) oleh pemerintah, dalam hal ini Depertemen Pendidikan dan Kebudayaan dijadikan sebagai salah satu indikator kebehasilan pendidikan. Walaupun penyelenggaraannya mendapat tanggapan plus dan minus, namun UN tetap dilaksanakan sebagai alat penguji keberhasilan penyelenggaraan pendidikan secara nasional. Peran dominan Guru: Keberhasilan UN ditentukan banyak faktor. Guru sebagai ujung tombak penyelenggaraan pendidikan memiliki peran yang dominan. Gurulah yang berhadapan langsung dengan peserta didik dalam melaksanakan kegiatan pendidikan dan pengajaran. Tetapi, guru bukanlah segalanya bagi kesuksesan hasil ujian nasional. Pemerintah daerah, dinas pendidikan, kepala sekolah, pengawas, orang tua turut memiliki andil mencapai keberhasilan peserta didik dalam ujian nasional. Karena itu, keberhasilan dan kesuksesan ujian nasional bukanlah beban mental guru semata. Untuk menghadapi UN yang semakin dekat, guru jangan terlalu tegang. Guru jangan merasa tertekan, atau kecemasaan yang luar biasa, apalagi panik. Guru harus memiliki kesiapan mental untuk menghadapi yang bekaitan dengan ujian nasional, baik sebelum dan maupun sesudahnya. Yang lebih penting, bagaimana usaha guru mempersiapkan peserta didiknya untuk menghadapi UN. Secara intensif guru harus terus memberikan bimbingan kepada peserta didik. Banyak cara yang dapat dilakukanu untuk menyiapkan peserta didik. Guru dapat mengulang kembali materi yang belum dikuasai peserta didik. Guru juga dapat menjelaskan kembali konsep, teori yang penting berkaitan dengan materi UN, memberikan penekanan pada penguasaan materi dalam SKL, dan sebagainya. Persiapan tersebut tidak hanya menyangkut dengan persiapan penguasaan materi ujian nasional, tetapi yang tidak kalah pentingnya adalah bagai menyiapkan mental peserta didik. Tanamkan kepada peserta didik, ujian bukanlah suatu yang menakutkan. Ujian adalah hal yang biasa, tetapi dihadapi dengan persiapan yang luar biasa. Ujian harus dihadapi dengan jiwa yang tenang, dengan semangat yang tinggi. Kesiapan mental juga turut menentukan kesuksesan peserta didik dalam ujian. Meskipun peserta didik memiliki kesiapan materi yang matang, keadaan mental yang mudah rapuh menyebabkan kegagalan peserta didik. Guru perlu mempertanyakan, apakah usaha yang dilakukannya untuk menyiapkan peserta didik sudah maksimal atau belum. Apakah guru sudah melakukan berbagai alternatif dalam menyiapkan peserta didiknya? Tentu guru yang bersangkutan yang dapat menjawabnya. Dengan usaha yang maksimal, guru akan memiliki rasa optimis terhadap keberhasilan peserta didik. Guru tidak lagi merasa bersalah terhadap kegagalan peserta didik. Usaha maksimal guru perlu dilengkapi dengan doa agar semua usaha diberkahi oleh Allah SWT. Dengan usaha yang maksimal dan doa, guru tidak lagi menyalahkan diri sendiri. Akan tetapi, guru dapat menerima apapun hasil yang dipeoleh dari UN tersebut dengan lapang dada. Orang tua, juga sangat diharapkan partisipasinya untuk mensukseskan ujian nasional. Partisipasi orang tua yang utama adalah bagaimana menciptakan situasi yang kondusif di rumah sehingga anak dapat belajar. Orang tua sangat dibutuhkan dalam mengingatkan, memberikan motivasi, dan semangat untuk belajar. Orang tua juga perlu memberikan bimbingan agar anak menyadari bahwa kesuksesannya dalam ujian nasional sangat menentukan kelanjutan pendidikannya kelak. Selain itu, orang tua perlu memberikan pengawasan, apakah anak belajar atau tidak. Komunikasi antara orang tua dengan anak secara intensif juga diperlukan sehingga anak memiliki semangat dan persiapan yang memadai untuk menghadapi UN. Dinas Pendidikan, juga memiliki peran yang tidak bisa diabaikan. Ia harus membuat terobosan, dan persiapan untuk mencapai kesuksesan penyelenggaraan dan hasil ujian nasional. Namun tentu saja setiap dinas pendidikan memiliki gaya dan corak tersendiri dalam mensukseskan penyelenggaan ujian nasional di daerahnya masing-masing. Pemda/Pemkot, memiliki peran yang strategis dalam penyelenggaraan ujian nasional. Kebijakan yang diambil turut mewarnai kesuksesan penyelenggraan dan hasil UN di daerahnya masingmasing. Melalui Radio misalnya, apa salahnya Pemkab/Pemkot mengajak warganya untuk mensukseskan ujian nasional. Menghimbau para orang tua, tokoh masyarakat untuk mengingatkan anak-anak bagi persiapan UN. Dengan imbauan tersebut masyarakat memiliki pemahaman dan ikut berpartisipasi untuk mengsukseskan ujian nasional. Gerakan kolaboratif, memang sangat diperlukan bagi tercapainya kesuksesan penyelenggaraan dan hasil UN. Partisipasi semua pihak yang berkepentingan terhadap ujian nasional menjadikan penyelenggaraan dan hasil UN akan memuaskan. Kesuksesan ujian nasional merupakan tanggung jawab kolektif. Usaha-usaha yang bersifat konstruktif, positif, dan bermartabat sangat diperlukan. Dengan demikian, kita tidak lagi mencari kambing hitam, siapa yang salah, seandainya p