Mapri Promkes Ika

download Mapri Promkes Ika

of 54

  • date post

    15-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    226
  • download

    0

Embed Size (px)

description

jhjhjj

Transcript of Mapri Promkes Ika

Makalah Pribadi

PROMOSI KESEHATAN YANG DILAKSANAKAN PUSKESMAS (METODE, MEDIA DAN SASARAN)

Oleh : RIZKA YUNIDHA ANWAR1010313048

Preseptor : dr. Hardisman, MHID. DrPH DR. dr. Hafni Bachtiar, MPH

BAGIAN ILMU KESEHATAN MASYARAKATFAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALASPADANG 2015BAB IPENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Kesehatan merupakan totalitas dari faktor lingkungan, perilaku, pelayanan kesehatan, dan faktor keturunan yang saling mempengaruhi satu sama lain. Status kesehatan akan tercapai secara optimal, jika keempat faktor secara bersama - sama memiliki kondisi yang optimal pula.1 Melihat keempat faktor pokok yang mempengaruhi kesehatan masyarakat tersebut, maka dalam rangka memelihara dan meningkatkan kesehatan masyarakat, hendaknya diperlukan intervensi yang juga diarahkan pada keempat faktor tersebut. Pendidikan atau promosi kesehatan merupakan bentuk intervensi terhadap faktor perilaku. Namun demikian, faktor lingkungan, pelayanan kesehatan, dan faktor keturunan juga memerlukan intervensi promosi kesehatan.2Pelayanan kesehatan promotif adalah suatu kegiatan dan/atau serangkaian kegiatan pelayanan kesehatan yang lebih mengutamakan kegiatan yang bersifat promosi kesehatan. Peran serta masyarakat sangat dibutuhkan dalam pelaksanaan program promosi kesehatan, seperti mendirikan sarana pelayanan kesehatan (posyandu) maupun memberikan informasi kesehatan (promosi kesehatan), termasuk pengembangan Desa Siaga atau bentuk bentuk lain pada masyarakat desa/kelurahan.3Promosi kesehatan pada hakikatnya adalah suatu kegiatan atau usaha untuk menyampaikan pesan kesehatan kepada masyarakat, kelompok atau individu. Dengan harapan bahwa dengan adanya pesan tersebut masyarakat, kelompok atau individu dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik. Oleh karena itu, pendidik atau petugas yang melakukan promosi kesehatan memerlukan pengetahuan yang baik mengenai metode penyampaian pesan - pesan kesehatan, alat bantu pendidikan kesehatan dan juga teknik penyampaian serta media yang digunakan untuk menyampaikan pesan - pesan kesehatan tersebut dengan harapan masyarakat dapat memperoleh pengetahuan tentang kesehatan yang lebih baik dan dapat berpengaruh terhadap perilakunya.4Pelaksanaan program promosi kesehatan di Indonesia merupakan salah satu dari enam program pokok (basic six) kesehatan di puskesmas. Fungsi pelayanan kesehatan masyarakat (puskesmas) adalah pelayanan yang bersifat publik (public goods) dengan tujuan utama memelihara dan meningkatkan kesehatan serta mencegah penyakit tanpa mengabaikan penyembuhan penyakit dan pemulihan kesehatan.5 Puskesmas sebagai lini terdepan dalam Sistem Kesehatan Nasional, merupakan institusi terpenting yang disediakan oleh pemerintah yang kerjanya sudah sangat baku sesuai petunjuk WHO (World Health Organization) dengan tugas utama adalah pengembangan kesehatan masyarakat dengan fokus program pendidikan kesehatan dan pencegahan penyakit. Pentingnya puskesmas dalam sistem kesehtana nasional, sehingga pemerintah berupaya mendirikan puskesmas di semua kecamatan di Indonesia, bahkan saat ini pada setiap kecamatan sudah ada puskesmas ditunjang paling sedikit oleh tiga Puskesmas Pembantu (Pustu). Program promosi kesehatan termasuk satu dari program pokok puskesmas yang bertujuan untuk meningkatkan kesehatan masyarakat yang berada di wilayah kerja puskesmas. Program ini terbagi menjadi dua yaitu program UKBM (Usaha Kesehatan Bersumberdaya Masyarakat) dan PKM (Penyuluhan Kesehatan Masyarakat). Kegiatannya meliputi Posyandu, Kelurahan Siaga, PHBS, TOGA, UKK, SBH (Saka Bakti Husada), serta kegiatan penyuluhan.Promosi kesehatan yang dilakukan oleh puskesmas dapat berlangsung di dalam dan luar gedung. Promosi di dalam gedung mempunyai target sasaran semua orang yang datang ke puskesmas sedangkan di luar gedung memiliki target semua masyarakat yang berada di wilayah kerja puskesmas tersebut.Berdasarkan hasil laporan tahunan pada tahun 2014, pencapaian program promosi kesehatan pada masyarakat dalam gedung sudah bisa dikatakan mencapai target. Hal ini dapat dilihat dari 223 kali kegiatan promosi kesehatan yang diadakan di dalam gedung, terdapat sebanyak 5.374 orang yang sudah diberikan penyuluhan.6 Akan tetapi, dalam pelaksanaannya Puskesmas Pauh masih menghadapi berbagai masalah seperti kurang maksimalnya dukungan lintas sektor terhadap UKBM, keberadaan sarana dan prasarana di posyandu yang kurang memadai, dan paradigma masyarakat yang datang ke puskesmas hanya untuk pengobatan kuratif. Agar terwujudnya derajat kesehatan yang setinggi tingginya demi terwujudnya Indonesia Sehat 2015, pembangunan kesehatan yang diselenggarakan tersebut juga mengacu pada paradigma baru yaitu paradigma sehat yang memfokuskan pada upaya mendorong masyarakat untuk bersikap mandiri dalam menjaga kesehatan sendiri melalui kesadaran yang tinggi dengan mengutamakan upaya promotif dan preventif tanpa mengabaikan upaya kuratif dan rehabilitatif. Untuk itu diperlukan pembahasan dan diskusi program yang sudah dikerjakan oleh Puskesmas Pauh sebagai perbandingan dengan puskesmas lain dan evaluasi untuk melakukan kegiatan promosi yang lebih baik lagi setiap tahunnya.

1.2 Tujuan Penulisan a. Tujuan UmumMengetahui tentang kegiatan promosi kesehatan yang dilaksanakan di Puskesmas b. Tujuan Khusus Mengetahui tentang pencapaian kegiatan penyuluhan di dalam gedung Puskesmas Pauh Mengetahui tentang pencapaian kegiatan penyuluhan di luar gedung Puskesmas Pauh Mengetahui tentang permasalahan yang terjadi pada kegiatan penyuluhan di Puskesmas Pauh Mengetahui tentang evaluasi hasil kegiatan promosi kesehatan di Puskesmas Pauh

1.3 Batasan Masalah Makalah ini membahas tentang kegiatan promosi kesehatan yang dilaksanakan pada tingkat puskesmas secara umum dan Puskesmas Pauh secara khusus. 1.4 Metode Penulisan Metode penulisan makalah ini berupa tinjauan pustaka dan analisis data yang merujuk pada berbagai literatur, laporan tahunan Puskesmas Pauh, diskusi dengan kepala puskesmas, diskusi dengan pemegang program yaitu Ibu Yesri Yulian, Amd. Keb., serta observasi.

BAB IITINJAUAN PUSTAKA2.1 Sejarah Promosi Kesehatan Istilah Health Promotion (Promosi Kesehatan) sebenarnya sudah mulai dicetuskan setidaknya pada era tahun 1986, ketika diselenggarakannya konfrensi Internasional pertama tentang Health Promotion di Ottawa, Canada pada tahun 1965. Pada waktu itu dicanangkan The Ottawa Charter, yang didalamnya memuat definisi serta prinsip - prinsip dasar Health Promotion. Namun istilah tersebut pada waktu itu di Indonesia belum terlalu populer seperti sekarang. Pada masa itu, istilah yang cukup terkenal hanyalah penyuluhan kesehatan, dan disamping itu pula muncul dan populer istilah - istilah lain seperti KIE (Komunikasi, Informasi, dan Edukasi), Social Marketing (Pemasaran Sosial), Mobilisasi Sosial dan lain sebagainya.1Pada tahun 1994, Dr.Ilona Kickbush yang pada saat itu sebagai Direktur Health Promotion WHO Headquarter Geneva datang melakukan kunjungan ke Indonesia. Sebagai seorang direktur baru, ia telah berkunjung ke beberapa negara termasuk Indonesia salah satunya. Pada waktu itu pula Kepala Pusat Penyuluhan Kesehatan Depkes juga baru diangkat, yaitu Drs. Dachroni, MPH., yang menggantikan Dr.IB Mantra yang telah memasuki masa purna bakti (pensiun). Dalam kunjungannya tersebut Dr.Ilona Kickbush mengadakan pertemuan dengan pimpinan Depkes pada waktu itu baik pertemuan internal penyuluhan kesehatan maupun eksternal dengan lintas program dan lintas sektor, termasuk Fakultas Kesehatan Masyarakat UI, bahkan sempat pula Kickbush mengadakan kunjungan lapangan ke Bandung.Dari serangkaian pertemuan yang telah dilakukan serta perbincangan selama kunjungan lapangan ke Bandung, Indonesia banyak belajar tentang Health Promotion (Promosi Kesehatan). Karena sangat terkesan dengan kunjungannya ke Indonesia kemudian ia menyampaikan suatu usulan. Usulan itu diterima oleh pimpinan Depkes pada saat itu Prof. Dr. Suyudi. Kunjungan Dr. Ilona Kickbush itu kemudian ditindaklanjuti dengan kunjungan pejabat Health Promotion WHO Geneva lainnya, yaitu Dr.Desmonal O Byrne, sampai beberapa kali, untuk mematangkan persiapan Konfrensi Jakarta. Sejak itu khususnya Pusat Penyuluhan Kesehatan Depkes berupaya mengembangkan konsep promosi kesehatan tersebut serta aplikasinya di Indonesia.Dengan demikian penggunaan istilah promosi kesehatan di Indonesia tersebut dipicu oleh perkembangan dunia Internasional. Nama unit Health Education di WHO baik di Hoodquarter, Geneva maupun di SEARO, India juga sudah berubah menjadi unit Health Promotion. Nama organisasi profesi Internasional juga mengalami perubahan menjadi International Union For Health Promotion and Education (IUHPE). Istilah promosi kesehatan tersebut juga ternyata sesuai dengan perkembangan pembangunan kesehatan di Indonesia sendiri, yang mengacu pada paradigma sehat.22.2Pengertian Promosi Kesehatan Promosi kesehatan merupakan pengembangan dari istilah yang sudah dikenal selama ini, seperti: Pendidikan Kesehatan, Penyuluhan Kesehatan, KIE (Komunikasi, Informasi dan Edukasi). Promosi kesehatan/pendidikan kesehatan merupakan cabang dari ilmu kesehatan yang bergerak bukan hanya dalam proses penyadaran masyarakat atau pemberian dan peningkatan pengetahuan masyarakat tentang kesehatan semata, akan tetapi di dalamnya terdapat usaha untuk memfasilitasi dalam rangka perubahan perilaku masyarakat. WHO merumuskan promosi kesehatan sebagai proses untuk meningkatkan kemampuan masyarakat dalam memelihara dan meningkatkan kesehatannya. Selain itu, untuk mencapai derajat kesehatan yang sempurna, baik fisik, mental, dan sosial masyarakat harus mampu mengenal, mewujudkan aspirasinya, kebutuhannya, serta mampu mengubah atau mengatasi lingkungannya.1Sebagaimana yang tercantum keputusan menteri kesehatan, promosi kesehatan adalah upaya untuk meningkatkan kemampuan masyarakat melalui pembelajaran dari, oleh, untuk dan bersama masyarakat agar mereka dapat menolong diri mereka send