Manajemen Operasi Chap 1

of 10/10
1) Ada beberapa alasan lainnya yang bisa menjadi dasar mengapa kita perlu belajar manajemen operasi, diantaranya: 1. Manajemen Operasi memberikan cara pandang yang sistematik dalam melihat proses-proses dalam organisasi. Jika hal ini sudah menjadi isu biasa dalam industri manuaktur, tidak demikian dalam industri jasa. !emahaman tentang bagaimana mengelola operasi dengan pendekatan modern ini akan memudahkan kita menganalisis dan memperbaiki sistem dalam perusahaan atau organisasi ". #onsep dan tools dalam manajemen operasi pada dasarnya dapat dan banyak diterapkan pada ungsi manajemen yang lain. #arena setiap ungsi manajemen juga melibatkan proses dalam pekerjaannya. $. %idang manajemen operasi pun belakangan ini mena&arkan karir yang cukup menantang seperti ungsi manajemen lainnya. 'i banyak perusahaan sudah biasa kita jumpai jabatan manajer operasi, bahkan sampai direktur operasi. (. erakhir, dalam pendidikan bisnis, manajemen operasi memang sudah menjadi 1 pilar yang &ajib diajarkan kepada mahasis&a. erkait dengan poin $, maka banyak sekali para recruiters mencari lulusan perguruan tinggi yang sudah memiliki cukup pengetahuan seputar manajemen operasi. ") eori Manajemen Aliran #lasik *1+ -1 $ ) rederick / aylor, 0enry 2antt, rank %unker 2illberth dan ilian 2illberth adalah tokoh-tokoh dibalik teori manajemen ilimiah. Mereka memikirkan suatu cara meningkatkan produkti3itas dengan menangani kondisi kekurangan tenaga terampil melalui e4siensi para pekerja. aylor disebut sebagai 5bapak manajemen ilmiah6 dengan karyanya 5scienti4c management6 yang telah memberikan prinsip-prinsip dasar penerapan pendekatan ilmiah pada manajemen, dan mengembangkan sejumlah teknik-tekniknya untuk mencapai e4siensi. 7mpat prinsip dasar yang dikembangkan aylor adalah: !engembangan metode ilimah alam manajemen agar suatu perkejaan dapat ditentukan metode pencapaian tujuannya secara maksimal. 8eleksi ilmiah untuk karya&an agar para karya&an dapat diberikan tugas dan tanggung ja&ab sesuai keahlian. !endidikan dan pengembangan karya&an. #erjasama yang harmonis antara manajemen dan para karya&an.
  • date post

    04-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    231
  • download

    0

Embed Size (px)

description

Solusi Manajemen Operasi bab 1

Transcript of Manajemen Operasi Chap 1

1) Ada beberapa alasan lainnya yang bisa menjadi dasar mengapa kita perlu belajar manajemen operasi, diantaranya:1. Manajemen Operasi memberikan cara pandang yang sistematik dalam melihat proses-proses dalam organisasi. Jika hal ini sudah menjadi isu biasa dalam industri manufaktur, tidak demikian dalam industri jasa. Pemahaman tentang bagaimana mengelola operasi dengan pendekatan modern ini akan memudahkan kita menganalisis dan memperbaiki sistem dalam perusahaan atau organisasi2. Konsep dan tools dalam manajemen operasi pada dasarnya dapat dan banyak diterapkan pada fungsi manajemen yang lain. Karena setiap fungsi manajemen juga melibatkan proses dalam pekerjaannya.3. Bidang manajemen operasi pun belakangan ini menawarkan karir yang cukup menantang seperti fungsi manajemen lainnya. Di banyak perusahaan sudah biasa kita jumpai jabatan manajer operasi, bahkan sampai direktur operasi.4. Terakhir, dalam pendidikan bisnis, manajemen operasi memang sudah menjadi 1 pilar yang wajib diajarkan kepada mahasiswa. Terkait dengan poin 3, maka banyak sekali para recruiters mencari lulusan perguruan tinggi yang sudah memiliki cukup pengetahuan seputar manajemen operasi.2) Teori Manajemen Aliran Klasik (1890-1930)Frederick W Taylor, Henry L Gantt, Frank Bunker Gillberth dan Lilian Gillberth adalah tokoh-tokoh dibalik teori manajemen ilimiah. Mereka memikirkan suatu cara meningkatkan produktivitas dengan menangani kondisi kekurangan tenaga terampil melalui efisiensi para pekerja.

Taylor disebut sebagai bapak manajemen ilmiah dengan karyanya scientific management yang telah memberikan prinsip-prinsip dasar penerapan pendekatan ilmiah pada manajemen, dan mengembangkan sejumlah teknik-tekniknya untuk mencapai efisiensi. Empat prinsip dasar yang dikembangkan Taylor adalah: Pengembangan metode ilimah alam manajemen agar suatu perkejaan dapat ditentukan metode pencapaian tujuannya secara maksimal. Seleksi ilmiah untuk karyawan agar para karyawan dapat diberikan tugas dan tanggung jawab sesuai keahlian. Pendidikan dan pengembangan karyawan. Kerjasama yang harmonis antara manajemen dan para karyawan.

Teknik yang digunakan untuk melaksanakan prinsip tersebut adalah melalui studi gerak dan waktu (time and motion studies), pengawasan fungsional, system tariff berbeda yaitu karywan yang lebih produktif dan efisien mendapatkna gaji lebih besar dari yang lainnya.

Kontribusi terbesar dari Gantt adalah dengan menghasilkan metode grafik sebagai teknik scheduling produksi untu perencanaan, koordinasi dan pengawasan produksi yang popular dengan sebutan Bagan Gantt.

b. Manajemen Organisasi Klasik (Classical Organization Theory) atau Manajemen Operasional Modern (1900-1940)Henry Fayol merupakan tokoh teori manajemen operasional manajemen dikenal dengan julukan Bapak teori manajemen modern. Dalam bukunya yang berjudul Administration Industrielle et Generale (Administrasi Industri dan Umum) Fayol membagi aktifivtas-aktivitas industrial dalam enam klompok yaitu teknikal, komersial, financial, keamanan, kepastian, akunting dan manajerial. Ia adalah perumus empat belas prinsip manajemen yaitu:

Pembagian kerja Wewenang Disiplin Kesatuan perintah Kesatuan pengarahan Meletakan kepentingan perseorangan di bawah kepentingan umum Balas jasa/imbalan Sentralisasi Rantai scalr/khirarki Order/susunan Keadilan Stabilitas staf organisasi Inisiatif Esprit de corps (semangat korps)

Fayol percaya bahwa melalui penguasaan keterampilan dan prinsip dasar manajemen orang yang mendalaminya dapat menjadi manajer yang baik.

c. Aliran Perilaku (1924-1940)Elton Mayo dan F.J. Roethlisberger melakukan studi tentang perilaku manusia dalam bermacam situasi kerja di pabrik Hawthorner milik perusahaan Western Electric dengan temuan bahwa kelompok kerja informal lingkungan sosial karyawan memiliki pengaruh besar terhadap produktivitas.McGregor memandang perlu adanya perhatian pada kebutuhan sosial dan aktualisasi diri karyawan dengan menjunjukan dua kategori manusia yaitu manusia X dan manjusia Y atau lebih dikenal dengan teori X dan teori Y. Manusia tipe X adalah manusia yang harus selalu diawasasi agar mau melakukan usaha dalam pekerjaan mereka. Sedangkan manusia Y sebaliknya, ia bersemangat bekerja sebagai kesempatan untuk mengaktualisasikan diri tanpa ada pengawasan sekalipun.

Di samping penelitian yang focus terhadap perilaku manusia, dikembangkan juga aliran perilaku organisasi yang memandang bahwa hubungan manusia dalam manajemen berada dalam konteks organisasi. Diantara tokohnya adalah Abraham Maslow, Frederick Herzberg, Edgar Schein.

Aliran perilaku organisasi menganut prinsip bahwa:

Organisasi adalah satu keseluruhan jangan dipandang bagian perbagian. Motivasi karyawan sangat penting yang menghasilkan komitmen untuk pencapaian tujuan organisasi. Manajemen tidak dapat dipandang sebagai suatu proses teknis secara ketat (peranan, prosedur dan prinsip).

d. Pendekatan Sistem (1940-sekarang)Pendekatan sistem memandang bahwa organisasi sebagai sistem yang dipersatukan dan diarahkan dari bagian-bagian/komponen-komponen yang saling berkaitan. Chester I Barnard menjelaskan dalam the functions of the executive bahwa tugas manajer adalah menyarankan pendekatan sistem sosial komprehensif dalam aktifitas managing.

Komponen-komponen/bagian-bagian tersebut tidak dapat dipisahkan satu sama lain, merupakan satu kesatuan utuh yang saling terkait, terika, memperngaruhi, membutuhkan, dan menentukan. Oleh karena itu harus disadari bahwa perubahan satu komponen akan berpengaruh terhadap komponen-komponen lainnya. Dengan demikian berpikir dan bertindak system berarti tidak memandang komponen secara parsial, tetapi saling terpadu satu sama lain secara sinergi.

Sinergi berarti bahwa keseluruhan lebih besar daripada jumlah dari bagian-bagiannya. System yang sinergi adalah tiap-tiap unti atau bagian-bagian bekerja dengan serius dalam tatanannya dan menyadari secara penuh dan bertanggung jawab terhadap kemajuan system secara umum.

Sistem memiliki makna bahwa (1) suatu system terdiri atas bagian-bagian yang saling terkait satu dengan yang lainnya, (2) bagian-bagian yang saling hubung itu dapat berkerja dan berfungsi secara independent atau bersama-sama, (3) berfungsinya bagian-bagian tersebut ditujukan untuk mencapai tujuan umum dari keseluruhan (sinergi), (4) suatu system yang terdiri atas bagian-bagian yang saling hubung tersebut berada dalam suatu lingkungan yang kompleks.

e. Pendekatan Kontingensi atau Pendekatan Situsional (1950-sekarang)Pendekatan kontingensi atau pendekatan situasional adalah suatu aliran teori manajemen yang menekankan pada situasi atau kondisi tertentu yang dihadapi. Tidak seluruh metode manajemen ilmiah dapat diterapkan untuk seluruh situasi begitupun tidak selalu hubungan manusiawi yang perlu ditekankan karena adakalanya pemecahan yang efektif melalui pendekatan kauantitatif. Itu semua sangat tergantung pada karakteristik situasi yang dihadapi dan tujuan yang ingin dicapai

3) Kontribusi tokoh dalam teori manajemen :a. Robert Owen ( 1971 1858 )Dimulai pada tahun 1800-an sebagai manager pabrik permintalan kapas di New Lanark, Scotlandia. Robert Owen mencurahkan perhatiaannya pada penggunaan faktor produksi produksi tenaga kerja. Dari hasil pengamatannya disimpulkan bahwa bilamana terhadap mesin diadakan suatu perawatan yang baik akan memberikan keuntungan kepada perusahaan, demikian pula apabila tenaga kerja dipelihara dan dirawat (dalam arti adanya perhatian baik kompensasi, kesehatan, tunjangan dan lain sebagainya) oleh pimpinan perusahaan akan memberikan keuntungan pada perusahaan. Selanjutnya dikatakan bahwa kuantitas dan kualitas hasil pekerjaan dipengaruhi oleh situasi ekstern dan intern dari pekerjaan. Atas hasil penelitiannya Robert Owen dikenal sebagai Bapak Manajemen Personalia.

b. Frederick Winslow TaylorPertama kali manajemen ilmiah atau manajemen yang menggunakan ilmu pengetahuan dibahas pada tahun 1900an. Taylor adalah manager dan penasehat perusahaan dan merupakan salah seorang tokoh terbesar manajemen. Taylor dikenal sebagai bapak manajemen ilmiah (scientifick management). Dari hasil penelitian dan analisanya taylor mengemukakan empat prinsip Scientific Management, yaitu :

a) Menghilangkan sistem coba-coba dan menerapkan metode-metode ilmu pengetahuan disetiap unsur-unsur kegiatan.

b) Memilih pekerjaan terbaik untuk setiap tugas tertentu selanjutnya memberikan latihan dan pendidikan kepada pekerja.

c) Setiap petugas harus menerapkan hasil-hasil ilmu pengetahuan didalam menjalankan tugasnya.

d) Harus dijalin kerja sama yang baik antara pimpinan dan pekerja.

Karya Taylor lainnya yaitu mengenai upah perpotong minimum diberikan kepada pekerja yang menghasilkan sama dengan stndar atau dibawah stndar yang telah ditentukan, sedangkan upah per potong maksimum diberikan kepada pekerja yang menghasilkan diatas stndar. Sistem upah per potong ini lebih dikenal dengan The Taylor Differential Rate System.

c. Frank Bunker Gilbreth dan Lilian Gilbreth ( 1868 1924 dan 1878 1917 ).Suami istri yang berkecimpung dalam mengembangkan manajemen ilmiah. Frank adalah pelopor study gerak dan waktu, mengemukakan beberapa teknik manajemen yang di ilhami oleh pandapat taylor. Dia tertarik pada pengerjaan suatu pekerjaan yang memperoleh effisiensi tertinggi. Sedangkan Lilian Gilbreth cenderung tertarik pada aspek-aspek dalam kerja, seperti penyeleksian penerimaan tenaga kerja baru, penempatan dan latihan bagi tenaga kerja baru. Bukunya yang berjudul The Pshikology of Management menyatakan bahwa tujuan akhir dari manajemen ilmiah yaitu membantu para karyawan untuk meraih potensinya sebagai mahluk hidup.

d. Hendry Laurance Gantt ( 1861 1919 )Hendry merupakan asisten dari Taylor, dia berdiri sendiri sebagai seorang konsultan. Adapun gagasan yang dicetuskannya adalah :

a) Kerjasama yang saling menguntungkan antara manager dan tenaga kerja untuk mencapai tujuan bersama.

b) Mengadakan seleksi ilmiah terhadap tenaga kerja.

c) Pembayar upah pegawai dengan menggunakan sistem bonus.

d) Penggunaan instruksi kerja yang terperinci.

Harrington Emerson ( 1853 1931 )

Prinsip pokoknya adalah tentang tujuan, dimana dari hasil penelitiannya menunjukan kebenaran prinsip yaitu uang akan lebih berhasil bila mengetahui tujuan penggunaannya. Bukti dari pendapat Emerson yaitu adanya istilah Management by Objek (MBO).e. Hanry Fayol ( 1841 1925 )

Fayol adalah seorang industrialis Perancis. Fayol mengatakan bahwa teori dan teknik administrasi merupakan dasar pengelolaan organisasi yang kompleks, ini diungkapkan dalam bukunya yang berjudul Administration Industrielle et General atau General and Industrial Management yang ditulis pada tahun 1908 oleh Costance Storrs.

Fayol membagi manajemen menjadi lima unsur yaitu perencanaan, pengorganisasian, pemberian perintah, pengkoordinasian dan pengawasan. Fungsi ini dikenal sebagai Fungsionalisme.

Fayol selanjutnya membagi enam kegiatan manajemen yaitu : 1. teknik produksi dan manufakturing produk, 2. Komersial, 3. Keuangan, 4. Keamanan, 5. Akuntansi, dan 6. Manajerial.

4) Fungsi operasi,akuntansi dan pemasaran: PENERBITAN KORAN

TOKO OBAT

PERPUSTAKAAN UNIVERSITAS

PERKEMAHAN MUSIM PANAS

PABRIK PERHIASAN KECIL

5) ..6) 3 Fungsi dasar perusahaan : Fungsi Pemasaran(Marketing Function)Pemasaran adalah sistem keseluruhan dari kegiatan usaha yang ditujukan untukmerencanakan , menentukan harga, mempromosikan dan mendistribusikan barangdan jasa yang dapat memuaskan kebutuhan kepada pembeli yang ada maupunpembeli potensial.Konsep pemasaran adalah sebuah falsafah bisnis yang menyatakan bahwapemuasan kebutuhan konsumen merupakan syarat ekonomi dan sosial bagikelangsungan hidup perusahaan. Fungsi Keuangan (Finance Function) yang mengelola berbagai urusan keuangan didalam perusahaan maupun perusahaan dangan fihak luar perusahaan. Fungsi Produksi atau Operasi (Operation Function) berkaitan dengan penciptaan barang dan jasa yang dihasilkan perusahaan.Mengacu pada tiga fungsi utama perusahaan, maka dalam fungsi operasional diperlukan Manajemen Operasional. Sehingga dengan demikian, Manajemen Operasi dapat diartikan sebagai rangkaian kegiatan atau aktifitas yang menciptakan nilai produk baik berupa barang maupun jasa melalui proses transformasi input menjadi output. Aktifitas tersebut berlaku untuk berbagai macam produsen barang seperti elektronik, garmen, otomotif, demikian pula berlaku juga bagi produsen jasa seperti media masa, hiburan, pendidikan, konsultan7) 10 wilayah keputusan manajemen operasi: Manajemen mutu Desain Produk dan Jasa Tata Letak Lokasi Desain Proses dan kapasitas SDM/Rancangan kerja Manajemen rantai pasokan Persediaan Penjadwalan Pemeliharaan

8) 4 wilayah penting dalam memperbaiki produktivitas tenaga kerja Utilisasi ruang, peralatan dan orang yang lebih tinggi. Aliran informasi, barang atau orang yang lebih baik. Moral karyawan yang lebih baik. Interaksi dengan pelanggan yang lebih baik. Fleksibilitas (bagaimanapun kondisi tata letak yang ada sekarang, tata letak tersebar akan perlu diubah).9)

10) Masalah saat mencoba mengukur produktivitas: Pengaruh elemen eksternal sering menjadi pendukung utama tingkat Produktivitas dibandingkan keputusan Manajerial. Mutu tidak selalu sejalan dengan jumlah masukan dan jumlah keluaran. Ukuran unit tingkat produktivitas yang pasti, tidak ada.11) Hubungan antar trend: Memaksimalkan market share dengan memaksimalkan kepuasan customer dan jumlah customer. Menekan biaya persediaan dan material waste. Penekanan biaya ini diakibatkan karena material dan input lainnya di dorong untuk melakukan produksi secara just in time sehingga inventory dari finish product pun rendah karena produksi berdasarkan order tidak untuk menyetok. Meningkatkan cash flow. Waktu respon yang lebih pendek. Akumulasi waktu dari diterimanya order hingga dilakukan pengiriman sangat pendek. Selain itu system produksi yang fleksibel dapat mengadaptasi permintaan yang berbeda dengan cepat.12) Sulitnya meningkatkan produktivitas di sektor jasa :Produktivitas Sektor JasaMenurut Heizer dan Render (2005), Produktivitas di sektor jasaterbukti sulit untuk ditingkatkan karena pekerjaan disektor jasa:a. Biasanya membutuhkan tenaga kerja yang banyak,b. Biasanya diproses secara individu,c. Sering merupakan tugas intelektual yang dilakukan oleh seorang profesional,d. Sering sulit untuk dimekanisme dan diotomatisasi,e. Kualitasnya sulit untuk dievaluasi.Perusahaan jasa mempunyai tantangan khusus dalam proses pengukuran produktivitas secara akurat dalam peningkatan produktivitas.Kerangka analisis tradisional dan teori ekonomi hanya berlandaskan padaaktivitas penghasil barang. Karenanya, banyak data ekonomi yangdipublikasikan berkaitan dengan produksi barang.Bagaimanapun hasilpenelitian menunjukan meskipun ekonomi jasa sementara ini meningkat.13)