Manajemen Mentoring

of 93

  • date post

    18-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    364
  • download

    93

Embed Size (px)

description

Buku ini sebagai rujukan untuk manajemen mentoring

Transcript of Manajemen Mentoring

  • Dilengkapi: Studi Kasus, Model Organisasi Mentoring, Contoh Form & Proposal, Perangkat Mentoring Lainnya

    Muhammad Ruswandi & Rama Adeyasa

    E-Book

  • Manajemen Mentoring Karawang 2012, Ilham Publishing

    Lisensi Dokumen: Copyright 2012 Seluruh dokumen ini dapat digunakan, dimodifikasi dan disebarkan secara bebas untuk tujuan bukan komersial (nonprofit), dengan syarat tidak menghapus atau merubah atribut penyusun dan pernyataan copyright yang disertakan dalam setiap dokumen. Diperbolehkan melakukan penulisan ulang, kecuali mendapatkan ijin terlebih dahulu dari penyusun

  • KATA PENGANTAR Assalammualaikum Wr. Wb., Alhamdulillah. Salawat dan salam salam kepada teladan terbaik kita Muhammad

    SAW, keluarganya, dan penerusnya sampai akhir zaman. Dalam buku ini disajikan mengenai manajemen mentoring yang sangat terkait dengan pengelolaan kegiatan mentoring. Mentoring Islam saat ini mungkin identik dengan nuansa sekolah, baik sekolah menengah pertama, madrasah, maupun tingkat atas. Namun sebenarnya pelaksanaan mentoring dapat dilaksanakan di mana saja sepanjang itu mengandung pendidikan Islam dengan pendekatan yang fitri dan keinginan dari pelaksana dan peserta untuk mau saling mendengar dan memberi nasehat, dalam arti lain saling belajar.

    Mentor belajar dan mengingatkan dirinya dengan materi yang disampaikan. Mentee pun belajar apa itu Islam yang hanif yang membangun jiwa dalam kerangka ibadah kepada Allah SWT.

    Buku ini hanya pengungkapan manajemen mentoring dari pengamatan sehari-hari. Untuk lebih meningkatkan pemahaman anda mengenai mentoring di sekolah, anda perlu membaca buku Panduan Dawah Sekolah karya Nugroho Widiyantoro (As Syaamil), atau Dawah Sekolah di Era Baru karya Koesmarwanti dan Nugroho W. (Era Intermedia). Dan referensi lain yang berhubungan dengan tema ini.

    Akhirul kalam. Kami menyadari bahwa karya ini jauh dari sempurna, oleh karena itu kritik dan saran dari pembaca akan sangat membantu kami untuk lebih menyempurnakannya.

    Jazakuullah khairon katsiron Bogor, Juni 2006 ttd Penyusun

  • DAFTAR ISI Hal.

    Bab 1. Pendahuluan ............................................................................... 1 Bab 2. Ada Apa dengan Mentoring ....................................................... 3 Bab 3. Praktek POAC ............................................................................ 5 Bab 4. Kelembagaan ............................................................................. 8 Bab 5. Administrasi ............................................................................... 15 Bab 6. Penelitian dan Pengembangan .................................................... 26 Bab 7. Komunitas Islam ........................................................................ 44 Bab 8. Public Relation ........................................................................... 47 Bab 9. Aspek Finansial .......................................................................... 66 Bab 10. Menjadi Pemimpin ..................................................................... 68 Bab 11. Team Building ........................................................................... 71 Bab 12. Rapat dan Skill Komunikasi ....................................................... 74 Bab 13. Informasi Di Sekitar Kita ........................................................... 79 Bab 14. Membangun Kompetensi dengan Wadah Mentoring .................. 81 Bab 15. Skill Berpikir ............................................................................. 84

  • 1

    Bab 1 Pendahuluan

    Serulah (manusia) kepada jalan Tuhan-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang lebih baik. Sesungguhnya Tuhan-mu Dia-lah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan Dia-lah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk. (QS. An-Nahl:125) Definisi Mentoring Mentoring merupakan salah satu sarana tarbiyah islamiyah (pembinaan Islami), yang didalamnya dilakukan pembelajaran Islam. Orientasi mentoring adalah pada pembentukan karakter dan kepribadian Islami peserta (syakhsiyah Islamiyah). Mentor (B. Inggris) dalam bahasa Indonesia berarti penasihat. Mentoring secara umum merupakan suatu kegiatan pendidikan dalam perspektif luas dengan pendekatan saling menasihati. Bila merujuk pada Al-Quran maka Allah memerintah kita untuk saling menasihati mengenai kebenaran maupun kesabaran. Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasihat menasihati supaya mentaati kebenaran dan nasihat menasihati supaya menetapi kesabaran. QS. Al Ashr 103: 1-3 Dalam surat di atas disebutkan bahwa orang yang terhindar dari kerugian hidup adalah orang-orang yang saling menasihati mengenai kesabaran dan kebenaran. Di sini tersirat bahwa untuk bisa melaksanakannya, kita tidak bisa melakukannya sendiri. Namun harus dengan beberapa orang yang mau saling memberi nasihat. Secara individu, kita tidak hanya fokus pada bagaimana memberi nasihat, tapi juga kemauan untuk mendengarkan nasihat. Kondisi ini dibudayakan dalam kegiatan mentoring sehingga tercipta suatu suasana saling belajar. Makna belajar adalah adanya perubahan dari satu titik ke titik selanjutnya yang lebih baik. Dari tidak tahu menjadi tahu, dari kondisi jahiliyah menuju cahaya Islam. Harapannya dari klub mentoring dilahirkan generasi baru yang siap mengemban amanah umat dan membangun negeri ini. Dari perspektif metode, mentoring Islam adalah metode memahami Islam dengan cara yang menyenangkan. Sugesti di masyarakat saat ini (terutama di kalangan remaja), bahwa mempelajari Islam adalah ngantuk dan membosankan adalah salah. Dalam mentoring, sugesti itu akan hilang dan diganti dengan perspektif menyenangkan (Fun and I love it). Kata mentoring memiliki nuansa lebih modern dan sesuai dengan karakter remaja. Berbeda bila kita menggunakan kata ngaji, yang terbayang adalah suasana yang membosankan dengan ustad yang sudah tua. Bagi siapa saja yang baru mendengar kata mentoring, tentu akan segera bertanya, Apa itu mentoring?, maka kita dapat segera menjawab, Mentoring adalah ngaji Islam dengan cara yang menyenangkan. Ruang lingkup mentoring Mentoring Islam merupakan salah satu program dalam bidang pembinaan remaja muslim.

    a. Tujuan Mentoring Siswa muslim memperoleh pemahaman tentang Islam dan bersemangat untuk beribadah kepada Allah dengan benar.

    b. Sasaran Mentoring Mentoring ditujukan kepada remaja muslim dan dibimbing oleh para mentor yang terlatih dan terkontrol perkembangannya

    c. Pelaksanaan Mentoring dilaksanakan satu pekan sekali selama 2 jam.

    Kegiatan mentoring Islam memiliki dua pelaku utama yaitu mentor dan mentee (baca: mentii: peserta mentoring Islam). Mentor adalah penasihat utama dalam kelompok ngaji Islam, sedangkan mentee adalah peserta mentoring Islam dan umumnya remaja. Mereka mengadakan pertemuan seminggu sekali, dengan waktu pertemuan yang telah disepakati bersama. Jumlah peserta dalam mentoring sekitar 3-20 orang.

  • 2

    Pelaku dalam kegiatan mentoring setidaknya harus memiliki dua kemampuan dasar, yaitu kemampuan menasihati dan kemampuan untuk mendengar nasihat. Seorang mentor yang menjadi pusat perhatian mentee harus memiliki semua kemampuan ini. Pelaksanaan program mentoring melibatkan banyak pihak, diantaranya adalah para mentor, mentee, pengelola mentoring dan institusi lain (tergantung situasinya). Bila kegiatan mentoring dilaksanakan di sekolah maka institusi itu adalah sekolah. Institusi lain yang dapat terlibat adalah LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) yang peduli dengan pengembangan diri remaja. Kanwil (Kantor Wilayah) Departemen atau Pemda (Pemerintah Daerah) pun dapat terlibat, sebagaimana dicontohkan MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) Agama Islam SMK DKI Jakarta, Kanwil Depdiknas, dan Kanwil Departemen Agama DKI Jakarta. Mereka bekerja sama dengan Yayasan IQRO dalam pengadaan program mentoring di SMK-SMK Jakarta. Tergantung konteksnya institusi-institusi ini akan terlibat disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Urgensi mentoring Islam Rasulullah SAW dalam membina para sahabat tidak sekadar menjadikan mereka member/anggota. Namun lebih dari itu, mengangkat dan membina potensi terbesar mereka, sehingga menjadi generasi unggulan dan sukses berjuang menegakkan Islam. Kita masih dapat membaca kisah-kisah tersebut dalam Al-Quran dan dapat memotivasi untuk mengikuti jejak kesuksesan para sahabat dalam mencapai keridhoan-Nya. Al Quran sebagai pedoman hidup dan Rasulullah SAW sebagai teladan (qudwah) dalam kehidupan, memberi inspirasi bagi kita untuk membentuk diri dan mengajak orang lain mengenal indahnya Islam. Inspirasi ini dapat kita tuangkan dalam bentuk mentoring. Setiap orang yang terlibat di dalamnya dapat mempelajari Islam dengan nyaman, tanpa ketakutan yang tak beralasan, meningkatkan prestasi diri, dan menjadi insan yang bertakwa kepada Allah SWT. Allah tidak akan mengubah suatu kaum sampai kaum itu sendiri yang mengubahnya. Bangsa Indonesia bila ingin maju, maka harus mau untuk mengubah dirinya sendiri. Korupsi, penipuan, penggelapan uang adalah fenomena rendahnya moral bangsa. Mentoring Islam hadir untuk memecahkan persoalan ini. Dengan membimbing generasi muda yang akan menggantikan generasi pendahulu agar lebih baik. Maka ini dapat menjadi suatu arah gerak positif bagi bangsa ini. Gerak positif inilah yang harus selalu dijalani oleh bangsa ini karena perubahan hanya bisa diwujudkan dengan amalan konkrit. Membentuk generasi muda muslim. Calon pemimpin bangsa adalah suatu hal yang patut mendapat dukungan dari semua pihak. Kita memerlukan warga negara yang cerdas, pandai dan BERMORAL. Moral positif hanya bisa diwujudkan dengan tekad spiritual yang tinggi dari pelakunya. Model pembinaan yang seperti