Manajemen Bencana Rumah Sakit

download Manajemen Bencana Rumah Sakit

of 35

  • date post

    12-Jun-2015
  • Category

    Healthcare

  • view

    701
  • download

    15

Embed Size (px)

description

Ini adalah materi kuliah saya untuk mahasiswa program khusus Akademi Keperawatan Panti Rapih, Jumat 11 Juli 2014. Dalam kuliah ini dibahas kepentingan perencanaan kebencanaan dalam konteks rumah sakit dan sistem triase yang dipakai dalam MCI / mass casualty incident atau bencana dengan korban massal.

Transcript of Manajemen Bencana Rumah Sakit

  • 1. Robertus Arian D. | Kepala Inst. Gawat Darurat RS Panti Rapih | @robertus_arian Manajemen Bencana Rumah Sakit http://www.itsnature.org/

2. http://www.astroanirudh.com 3. http://dwiyuni.files.wordpress.com/ 4. http://www.jpnn.com 5. http://www.begituunik.com 6. http://upload.wikimedia.org 7. http://2.bp.blogspot.com/ 8. http://i3.mirror.co.uk/ 9. http://landingsandtakeoffs.com 10. http://geospasial.bnpb.go.id/ 11. Apa yang Akan Dipelajari? Perencanaan kebencanaan di rumah sakit Triase bencana dengan korban massal Standar internasional untuk respon terhadap bencana Kerja sama eksternal dalam kebencanaan Foto:HenryWidyantoHandokoSaputro 12. Perencanaan Kebencanaan Rumah Sakit Foto:AnastasiaSeptiaAndriyanti Foto:AnastasiaSeptiaAndriyanti 13. http://www.docstoc.com/ 14. Pengertian Bencana: terputusnya fungsi masyarakat, menyebabkan kerugian luas pada manusia, harta benda, atau lingkungan hidup yang melebihi kemampuan masyarakat terdampak untuk mengatasi dengan sumber daya yang dimiliki. Bencana timbul ketika sebuah bahaya menghantam masyarakat yang rentan. Kerentanan: batas di mana komunitas, struktur, pelayanan, atau area geografis akan rusak akibat dampak suatu bahaya tertentu. Risiko: perkiraan kerugian (kematian, luka, bangunan, dll) akibat bahaya dengan kekuatan tertentu yang melanda suatu daerah. (GOI-UNDP DRM Programme 2002) 15. Tujuan Perencanaan Kebencanaan Penyelamatan nyawa dan pemulihan sebanyak mungkin pasien. Distribusi proporsional pasien ke fasilitas kesehatan lain. Rumah sakit memiliki jumlah personel yang cukup termasuk dokter dan paramedis untuk menghadapi kebutuhan pelayanan emergensi. Pelayanan yang ada sesuai dengan kebutuhan pasien. Pelayanan emergensi yang disiapkan terintegrasi dengan bagian-bagian lain dalam rumah sakit. (GOI-UNDP DRM Programme 2002) 16. Prinsip Perencanaan Kebencanaan Predictable Simple Flexible Concise Comprehesive Adaptable Anticipatory Part of Rantai komando jelas dan terprediksi Mudah dipahami dan fungsional dalam operasional Rencana dapat diimplementasi pada berbagai bencana Jelas: peran, pertanggungjawaban, hubungan antar bag Jaringan antar RS, kebijakan transfer pasien Ada ruang untuk penyesuaian sesuai kondisi Mengantisipasi skenario terburuk Bagian dari perencanaan kebencanaan daerah 17. Model Perencanaan Kebencanaan Kriteria kebencanaan Sebelum bencana Pembentukan komite Rantai komando Pelayanan pasien Stabilisasi pasien Penunjang medis Keperawatan Logistik Keamanan Humas Saat bencana Notifikasi staf dan pimpinan Setelah bencana Debriefing Foto:AnastasiaSeptiaAndriyanti 18. Komponen Perencanaan Kebencanaan Command & Control Communication Safety & Security Triage Surge Capacity Cont. Ess. Service Human Resources Logistic & Supply Penting: komando dan kontrol yang berjalan baik Jelas, akurat, tepat waktu pengambilan keputusan Menjaga fungsi RS dan respon thd insiden selama bencana Penting: pengaturan pelayanan pasien sesuai kebutuhan Pelayanan melampaui kemampuan untuk respon bencana Paralel: pelayanan bencana dan pelayanan reguler Menjaga kapasitas staf dan kelangsungan operasional Sering diabaikan, penting untuk kelangsungan operasional Post Dis. Recovery Antisipasi dampak jangka panjang terhadap RS (World Health Organization 2011) 19. Triase Korban Massal http://cdn.metrotvnews.com 20. Triase Mace & Mayer (2008) menulis bahwa triase adalah prioritisasi pasien berdasarkan penyakit, keparahan, prognosis, dan ketersediaan sumber daya. triase lebih tepat dikatakan sebagai metode untuk secara cepat menilai keparahan kondisi, menetapkan prioritas, dan memindahkan pasien ke tempat yang paling tepat untuk perawatan (Christ et al. 2010). Triage is the process of determining the priority of patients treatments based on the severity of their condition (Wikipedia). Triage adalah penilaian, pemilahan dan pengelompokan penderita yang akan mendapatkan penanganan medis dan evakuasi pada kondisi kejadian masal atau bencana (Buku PPGD Perawat). 21. MASS Move Assess Sort Send Hot Zone START Simple triage and rapid treatment R: Respirasi P: Perfusi S: Kesadaran Warm Zone Triase Bencana 22. M.A.S.S. Triage Memilah korban berdasarkan kemampuannya untuk bergerak dan berpindah. MOVE: Semua yang dapat mendengar suara saya dan perlu pertolongan medis tolong berpindah ke sini. Minor / ambulatori. ASSESS: Semua yang dapat mengangkat lengan atau tungkai non-ambulatori. SORT: Lakukan asesmen ulang pada korban yang tersisa dan berikan kode warna pada semua korban: hijau, kuning, merah, dan hitam. SEND: Kirim korban sesuai kebutuhan. Korban dengan kode hitam ke kamar jenasah. 23. S.T.A.R.T. Triage PenandaAsli! Penanda Digunakan! NilaiKritis! RRespiration! RRespirasi! 30kalipermenit! PPerfusion! PPerfusi! 2detikpengisiankapiler! MMentalStatus! S-Kesadaran! Menurutiperintah! TIDAKmampumenuruti perintah! 24. Standar International http://www.core77.com/ 25. The Sphere Project The Sphere Project or Sphere was initiated in 1997 by a group of humani- tarian non-governmental organisations (NGOs) and the International Red Cross and Red Crescent Movement. Their aim was to improve the quality of their actions during disaster response and to be held accountable for them. They based Spheres philosophy on two core beliefs: first, that those affected by disaster or conflict have a right to life with dignity and, therefore, a right to assistance; and second, that all possible steps should be taken to alleviate human suffering arising out of disaster or conflict. 3 26. Sukarelawan medis asing apapun kemampuan dan latar belakangnya diperlukan dalam bencana. Bantuan asing apapun diperlukan, dan diperlukan dengan segera. Epidemi dan wabah adalah hal pasti pada suatu bencana. Pada kenyataanya, kebutuhan pada saat bencana dapat dicukupi oleh populasi dan komunitas lokal. Pemerintah setempat dapat memenuhi, dan perlu waktu inventarisasi kebutuhan. Kecuali campak, hal ini terbukti tidak benar. Mitos dalam Kebencanaan (Zibulewsky 2001) 27. Apa yang dikatakan standar SPHERE? WASH / Water Supply, Sanitation, Hygiene Promotion Tersedianya air bersih, sanitasi, dan promosi kebersihan. Food Security and Nutrition Ketahanan pangan dan gizi. Shelter, Settlement, and Non- Food Items Tempat berlindung, pemukiman, dan barang keperluan non makanan. Health Action Intervensi kesehatan. 28. Health System Std. 1: Pelayanan kesehatan Std. 2: Sumber daya manusia Std. 3: Suplai obat dan BHP Std. 4: Pembiayaan Std. 5: Manajemen informatika kesehatan Std. 6: Kepemimpinan dan koordinasi Pelayanan Kesehatan Esensial 1. Pengendalian penyakit menular 2. Kesehatan anak 3. Kesehatan seksual dan reproduksi 4. Perlukaan 5. Kesehatan jiwa 6. Penyakit tidak menular Health Action Menurut SPHERE 29. Kerja Sama Eksternal http://v-images2.antarafoto.com/ 30. BNPB Badan Nasional Penanggulangan Bencana Lembaga pemerintah non departemen yang mempunyai tugas membantu presiden RI dalam mengkoordinasikan perencanaan dan pelaksanaan kegiatan penanganan bencana dan kedaruratan secara terpadu; serta melaksanakan penanganan bencana dan kedaruratan mulai dari sebelum, pada saat, dan setelah terjadi bencana yang meliputi pencegahan, kesiapsiagaan, penanganan darurat, dan pemulihan. Peraturan presiden no. 8 tahun 2008 31. BPBD Badan Penanggulangan Bencana Daerah lembaga pemerintah non-departemen yang melaksanakan tugas penanggulangan bencana di daerah baik Provinsi maupun Kabupaten/ Kota dengan berpedoman pada kebijakan yang ditetapkan oleh Badan Koordinasi Nasional Penanganan Bencana. Peraturan presiden no. 8 tahun 2008. Tingkat provinsi. Tingkat kabupaten / kota. 32. Kerja Sama Eksternal Lain Jaringan PERDHAKI / Persatuan Karya Dharma Kesehatan Indonesia. Dinas Kesehatan Kabupaten / Kota / Provinsi. Kepolisian Republik Indonesia. Tentara Nasional Indonesia. Berbagai lembaga swadaya masyarakat yang bergerak di bidang penanggulangan bencana maupun pengurangan risiko bencana. Karitas Indonesia di tingkat keuskupan. PERSI 33. Referensi Mace, S.E. & Mayer, T.A., 2008. Chapter 155 Triage. In Jill M. Baren et al., eds. Pediatric Emergency Medicine. Philadephia: Elsevier Health Sciences, pp. 10871096. Christ, M. et al., 2010. Modern triage in the emergency department. Deutsches rzteblatt international, 107(50), pp. 8928. Zibulewsky J, 2001. Defining disaster: the emergency department perspective. BUMC PROCEEDINGS 2001;14:144 149. Greaney P, Pfiffner S, Wilson D (Ed). 2011. The Sphere Project, Humanitarian Charter and Minimum Standards in Humanitarian Response. The Sphere Project. GOI-UNDP DRM Programme. 2002. Guidelines for Hospital Emergency Preparedness Planning. UNDP India. Sorensen BS, Zane RD, Wante BE, Rao MB, Bortolin M, Rockenschaub G. 2011. Hospital Emergency Response Checklist: An all-hazards tool for hospital administrators and emergency managers. World Health Organization. 34. Selesai! Bahan kuliah ini dapat diunduh di http://slideshare.net/robertusarian Arian menggunakan Apple MacBookPro dengan semua perangkat lunak berlisensi resmi.