Manajemen Aparatur Sipil Negara Tahun 2015 (1)

download Manajemen Aparatur Sipil Negara Tahun 2015 (1)

If you can't read please download the document

  • date post

    28-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    218
  • download

    0

Embed Size (px)

description

ge

Transcript of Manajemen Aparatur Sipil Negara Tahun 2015 (1)

MANAJEMEN KEPEGAWAIAN NEGARA

MUATAN TEKNIS SUBSTANSI KELEMBAGAAN

BIRO KEPEGAWAIAN SETJEN KEMENTERIAN KESEHATAN RI

Disampaikan pada

Diklat Prajabatan CPNS Kementerian Kesehatan Tahun 2015

2

DIKLAT PRAJABATAN

DASAR HUKUM

UU NO.8 TAHUN 1974 YANG TELAH DI UBAH DENGAN UU NO. 43 TAHUN 1999 TENTANG POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN

UNDANG- UNDANG NOMOR 5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA

3

DIKLAT PRAJABATAN

APARATUR SIPIL NEGARA

(UU NO 5 TAHUN 2014 TENTANG APARATUR SIPIL NEGARA)

TELAH BERLAKU TANGGAL 15 JANUARI 2014.

UU NO 8 TAHUN 1974 SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH DENGAN UU NO 43 TAHUN 1999 TENTANG POKOK-POKOK KEPEGAWAIAN DICABUT DAN DINYATAKAN TIDAK BERLAKU.

SEMUA PERATURAN PERUNDANG-UNDANGAN YANG MERUPAKAN PERATURAN PELAKSANAAN DARI UU NO 8 TAHUN 1974 SEBAGAIMANA TELAH DIUBAH DENGAN UU NO 43 TAHUN 1999 DINYATAKAN MASIH TETAP BERLAKU SEPANJANG TIDAK BERTENTANGAN DAN BELUM DIGANTI BERDASARKAN UU INI.

wni YANG MEMENUHI SYARAT TERTENTU, DIANGKAT SEBAGAI PEGAWAI ASN SECARA TETAP OLEH PEJABAT PEMBINA KEPEGAWAIAN UNTUK MENDUDUKI JABATAN PEMERINTAHAN

APARATUR SIPIL NEGARA (ASN)

PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)

ASN

PROFESI

wni yang memenuhi syarat Tertentu, yang diangkat berdasarkan perjanjian kerja untuk jangka Waktu tertentu dalam rangka melaksanakaN tugas pemerintahan

PEGAWAI PEMERINTAH

DENGAN PERJANJIAN KERJA (PPPK)

kebijakan dan manajemen asn yang berdasarkan pada kualifikasi, kompetensi, dan kinerja secara adil dan wajar dengan tanpa membedakan latar belakang politik, ras, warna kulit, agama, asal usul, jenis kelamin, status pernikahan, umur, atau kondisi kecacatan

Manajemen asn adalah Pengelolaan ASN untuk menghasilkan pegawai asn yang profesional, memiliki nilai dasar, etika profesi, bebas dari intervensi politik, bersih dari praktik korupsi, kolusi dan nepotisme

MANAJEMEN ASN

SISTEM MERIT

PEGAWAI DAN JABATAN ASN

JENIS

PNS

Pasal 1 butir 3 & Pasal 7

PPPK

Pasal 1 butir 4 & Pasal 7

STATUS

Berstatus pegawai tetap

Memiliki NIP secara nasional

Sebagai pembuat kebijakan

Dapat menduduki jabatan pimpinan tinggi pemerintahan

Diangkat dengan Perjanjian Kerja

Dapat diberikan No Induk Pegawai Perjanjian Kerja

Melaksanakan Tugas Pemerintahan

Menduduki Jabatan Fungsional

JABATAN ASN

JABATAN PIMPINAN TINGGI (JPT)

Jab. Pimpinan Tinggi Utama (Setara Eselon I)

Jab. Pimpinan Tinggi Madya (Setara Eselon I)

Jab. Pimpinan Tinggi Pratama (Setara Eselon II)

JABATAN ADMINISTRASI (JA)

Jabatan Administrator (Setara Eselon III)

Jabatan Pengawas (Setara Eselon IV)

Jabatan Pelaksana (Setara Eselon V atau JF Umum)

JABATAN FUNGSIONAL (JF)

Keahlian (Utama, Madya, Muda dan Pertama)

Keterampilan (Penyelia, Mahir, Terampil dan Pemula)

UNDANG-UNDANG

APARATUR SIPIL NEGARA

STRUKTUR:

15 Bab

141 Pasal

PEGAWAI:

Pegawai Negeri Sipil

Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja

UU ASN DAN UU POKOK KEPEGAWAIAN

UNDANG UNDANG

POKOK KEPEGAWAIAN

STRUKTUR:

6 Bab

41 Pasal

PEGAWAI:

Pegawai Negeri Sipil

Tentara Nasional Indonesia

Kepolisian Negara RI

JABATAN:

Jabatan Administrasi

Jabatan Fungsional

Jabatan Pimpinan Tinggi

JABATAN:

Jabatan Struktural

Jabatan Fungsional

DIKLAT PRAJABATAN

NOMANAJEMEN PNSMANAJEMEN PPPK1penyusunan dan penetapan kebutuhanpenetapan kebutuhan2pengadaanpengadaan3pangkat dan jabatan4pengembangan karierpengembangan kompetensi5pola karier6promosi7mutasi8penilaian kinerjapenilaian kinerja9penggajian dan tunjanganpenggajian dan tunjangan10penghargaanpemberian penghargaan11disiplindisiplin12pemberhentianpemutusan hubungan perjanjian kerja13pensiun dan tabungan hari tua14perlindunganperlindungan

MANAJEMEN ASN

1

2

3

4

5

6

7

8

9

10

ANJAB dan ABK dengan e-formation

Sistem registrasi on-line dan seleksi menggunakan CAT

Berdasarkan kualifikasi, kinerja dan kompetensi; open recruitment; serta diklat merupakan hak pegawai ASN

Berdasarkan SKP dan penilaian 3600

Penjatuhan hukuman disiplin kepada pegawai

Berdasarkan kinerja

Tidak mencapai kinerja

Berdasarkan beban kerja, tanggung jawab dan resiko pekerjaan; tunjangan berbasis kinerja; tingkat kemahalan sesuai indeks wilayah

Semangat fully funded

Sistem jaminan sosial nasional dan bantuan hukum

REFORMASI MANAJEMEN ASN

PENETAPAN KEBUTUHAN

PENGADAAN

PENGEMBANGAN

PENILAIAN KINERJA

DISIPLIN

PENGHARGAAN

PEMBERHENTIAN

PENGGAJIAN DAN TUNJANGAN

JAMINAN PENSIUN & JAMINAN HARI TUA

PERLINDUNGAN

Efektivitas peraturan perundang-undanganPeraturan perundang-undangan di bidang aparatur negara yang masih tumpang tindih, inkonsisten, tidak jelas, multi tafsir, pertentangan antara peraturan perundang-undangan yang satu dengan yang lainPola pikir (mind-set) dan budaya kerja (culture-set)Belum sepenuhnya mendukung birokrasi yang profesional serta benar-benar memiliki pola pikir yang melayani masyarakat dan pencapaian kinerja yang lebih baik Penyelenggaraan pemerintahan yang bersih, bebas KKN dan akuntabelMasih adanya praktek penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang dalam proses penyelenggaraan pemerintahan, serta belum mantapnya akuntabilitas kinerja pemerintahPelayanan PublikPelayanan publik belum dapat mengakomodasi kepentingan seluruh lapisan masyarakat, dan memenuhi hak-hak dasar warga negara/pendudukSDM AparaturManajemen sumber daya manusia aparatur yang belum dilaksanakan secara optimal untuk meningkatkan profesionalisme, kinerja pegawai dan organisasi

10

PERMASALAHAN BIROKRASI

GRAND DESIGN REFORMASI BIROKRASI

Kondisi Birokrasi (IMPIAN) Yang Diinginkan

MAKNA REFORMASI BIROKRASI

Berkaitan dengan ribuan proses tumpang tindih (overlapping) antar fungsi-fungsi pemerintahan, melibatkan jutaan pegawai, dan menghabiskan anggaran yang tidak sedikit

Menata ulang proses birokrasi dari tingkat tertinggi hingga terendah dan melakukan terobosan baru dengan langkah-langkah bertahap, konkret, realistis, sungguh-sungguh, berfikir di luar kebiasaan/rutinitas yang ada, perubahan paradigma, dan dengan upaya luar biasa

Merevisi dan membangun berbagai regulasi, memodernkan berbagai kebijakan dan praktek manajemen pemerintah pusat dan daerah, dan menyesuaikan tugas fungsi instansi pemerintah dengan paradigma dan peran baru

REFORMASI BIROKRASI HARUS

DIRENCANAKAN DENGAN BAIK

GRAND DESIGN

ROAD MAP

Reformasi Birokrasi pada dasarnya adalah proses menata-ulang, mengubah, memperbaiki, dan menyempurnakan birokrasi agar menjadi lebih baik (profesional, bersih, efisien, efektif, dan produktif).

(Sumber: Roadmap RB Kemenkes)

AREA PERUBAHAN

AREA

1. Organisasi

2. Tatalaksana

HASIL YANG DIHARAPKAN

Organisasi yang tepat fungsi dan tepat ukuran

Sistem, proses dan prosedur kerja yang jelas, efektif, efisien, terukur dan sesuai dengan prinsip-prinsip good governance

8. Mind set dan Culture set Aparatur

3. Peraturan Perundang-undangan

4. Sumber Daya Manusia Aparatur

5. Pengawasan

6. Akuntabilitas

7. Pelayanan Publik

Birokrasi dengan integritas dan kinerja yang tinggi

Regulasi yang lebih tertib, tidak tumpang tindih dan kondusif

SDM aparatur yang berintegritas, netral, kompeten, capable, profesional, berkinerja tinggi dan sejahtera

Meningkatnya penyelenggaraan pemerintahan yang bersih dan bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme

Meningkatnya kapasitas dan akuntabilitas kinerja birokrasi

Pelayanan prima sesuai kebutuhan dan harapan masyarakat

PROGRAM PERCEPATAN REFORMASI BIROKRASI BIDANG SDM APARATUR

Click to edit Master text styles

Second level

Third level

Fourth level

Fifth level

1

Penataan Jumlah dan distribusi PNS.

2

Sistem Seleksi CPNS.

3

Penyempurnaan Sistem Pensiun.

7

4

Promosi PNS secara Terbuka.

Profesionalisasi PNS.

5

6

Penguatan sistem disiplin dan Etika SDM Aparatur.

Peningkatan Kesejahteraan Pegawai Negeri.

VISI KEMENTERIAN KESEHATAN

MISI KEMENTERIAN KESEHATAN

MASYARAKAT SEHAT YANG MANDIRI DAN BERKEADILAN

Meningkatkan derajat kesehatan masyarakat, melalui pemberdayaan masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat madani.

Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu, dan berkeadilan.

Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumberdaya kesehatan.

Menciptakan tata kelola kepemerintahan yang baik.

PRIORITAS DAN AREA PERUBAHAN REFORMASI KESEHATAN

17

Jamkesmas

Yankes DTPK

Obat/ Alkes dan Jamu

Reformasi Birokrasi

BOK

PDBK

World Class Hospital

Prioritas

Pembiayaan untuk pemenuhan kebutuhan dasar pelayanan medik dan penyelenggaraan pelayanan kesehatan dasar promotif dan preventif

Ketersediaan obat/alkes esensial KIA/KB, Penanggulangan Penyakit, pengembangan obat tradisional (jamu)

Kelembagaan, budaya organisasi, ketatalaksanaan, regulasi, SDM Kesehatan

Penanganan wilayah bermasalah kesehatan

Pengembangan pelayanan medik unggulan

Area Perubahan