Manado Post Rabu 27 Juni

download Manado Post Rabu 27 Juni

of 42

  • date post

    14-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    223
  • download

    4

Embed Size (px)

description

Duet Maut Mulai Dielus

Transcript of Manado Post Rabu 27 Juni

  • ketika pesawat yang dibajak para teroris menabrak gedung pencakar langit WTC.

    Setiba di St Paul Chapel, tim Unima Choir-MSUC langsung disambut oleh Ketua Maesa New York Jeffry Malonda bersama tim Mapalus. Tim Mapalus ini secara khusus dibentuk oleh Maesa New York bekerjasama dengan Pakasaan Tombulu New Jersey yang dipimpin oleh Lucky Golioth dan Rukun Sumonder New Jersey pimpinan Jally Senduk. Kebersamaan sebagai warga Manado sangat terasa, dimana seluruh anggota Team Mapalus New York New Jersey secara sukarela membantu dan memfasilitasi kunjungan Unima Choir-MSUC selama di New York.

    Unima Choir-MSUC setiba

    di New York, langsung menggelar konser pertama di Gereja St. Pauls Chapel, gereja di samping bekas reruntuhan WTC. Penampilan mereka di Gereja yang tepat berada di pusat kota New York itu, dalam rangkaian Festival River to River New York. Selama di New York, tim Unima akan tampil untuk masyarakat Indonesia dalam konser tanggal 28 Juni yang diadakan oleh Konsulat Jendral RI di New York bekerjasama dengan Tim Mapalus, Gala Concert 29 Juni di Trinity Church Wall Street bersama New York Young People Chorus. Tim Unima juga secara khusus akan tampil di dua penjara yang ada di New York sebagai bagian dari misi Unima Choir-MSUC untuk membagikan music bagi orang-orang yang memiliki keterbatasan untuk menikmati music paduan suara.

    Hal ini juga telah dilakukan ketika tim berada di Yale University New Haven dengan

    tampil bagi orang-orang yang tidak memiliki tempat tinggal (Homeless shelter) dan para penyandang cacat. Ketua Maesa New York mengaku sangat senang dan bangga atas kedatangan dari Unima Choir-MSUC di New York. Selain itu kami sangat terkesan karena tim Unima mendapat kesempatan tampil di St.Pauls Chapel dan di Trinity Church Wall Street yang terletak di pusat kota New York. Dimana selama ini belum pernah ada tim dari Indonesia yang pernah tampil di dua tempat yang sangat megah ini, katanya.

    Di sisi lain, Ketua tim Unima-MSUC Riffel Pakasi, menjelaskan bahwa penampilan mereka dalam konser yang diadakan di New York merupakan kerjasama resmi dari River To River Festival, Beth Morrison Project, serta New York Young People Chorus. (*)

    Oki tiba dengan mobil Toyota Fortuner hitam di Kejaksaan Tinggi Jawa Timur, yang dibawa petugas intel Kejaksaan Agung. Oki tidak menjawab satu patah kata pun pertanyaan wartawan. Malah, notaris ternama di Manado itu sibuk menutupi wajahnya dengan tasnya.

    Kasi Pidana Umum Kejari Manado Rommy Yohanes mengungkapkan, selama tiga tahun notaris ini berpindah-pindah tempat di Manado, Jakarta, dan Surabaya. Namun sepandai-pandainya tupai melompat, akhirnya jatuh juga. Oki akhirnya ditangkap tim Satgas Intelijen Kejaksaan Agung kemarin sore di rumah kos anak angkatnya, Rama di Jalan Rungkut Mejoyo Utara Blok AI Nomor 4 Surabaya. Anak angkatnya ini adalah salah satu mahasiswa perguruan tinggi swasta ternama di Surabaya. Dan, ternyata Oki juga alumni kampus tersebut.

    Penangkapan Oki tergolong cepat. Tim Satgas Intelejen Kejagung bersama dengan Tim Kejari Manado mulai melakukan pengintaian di sekitar lokasi pukul 14.00 WIB. Hampir sekitar tiga jam tim mengamati perumahan tempat

    Oki berada. Dan sekitar pukul 17.30 WIB, tim langsung mengetuk pintu dan meringkus Oki yang berada di kamar anaknya. Saat ini terpidana masih kami bawa ke Kejati Jatim sambil menunggu petunjuk Kejagung apakah langsung dibawa ke Manado, kata Rommy.

    Dia menambahkan, sejak putusan kasasi dari Mahkamah Agung (MA) diputus pada tanggal 29 Juli 2011 lalu, Kejari Manado sudah berupaya memanggil tiga kali, namun Oki tidak kooperatif dan selalu mangkir. Terpaksa Kejari menurunkan Tim untuk melakukan pengejaran. Namun pergerakan Oki sangat licin. Wanita beralamat di Jalan Sam Ratulangi Nomor 249 Kelurahan Tanjung Batu, Manado itu selalu berpindah-pindah tempat. Bahkan kami sudah meminta bantuan kepolisian, namun dia selalu bisa melarikan diri, jelas Romy. Setelah tertangkap ini, Oki selanjutkan akan menjalani hukuman satu tahun di penjara, sesuai putusan MA. Dalam putusannya MA memastikannya melanggar Pasal 378 KUHP.

    Oki bersama-sama dengan pasangan suami istri pimpinan PT Sulenco Adrian Sutanto dan Leny Rompis diduga menggelapkan empat sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) PT Sulenco Boulevard

    Indah, salah satu pemilik mall di kawasan Boulevard Manado. Empat sertifikat nomor 26, 27, 28 dan 29 tersebut sudah dijaminkan kepada Lauw Kiantara Saputra dan Hendra Wihardja selaku penyandang dana pembangunan mall dan hotel PT Sulenco. Tetapi belakangan diketahui empat sertifikat tersebut digabungkan tanpa sepengetahuan Lauw Kiantara Saputra dan Hendra Wihardja.Dalam pengakuannya di persidangan, Oki mengatakan bahwa dirinya diperintahkan oleh Sutanto untuk menggabungkan sertifikat. Sementara hingga kini komplotan Oky yaitu Sutanto dan Leny masih menjadi buronan, ungkap Rommy.

    Sementara itu, Kasi Penkum Kejati Jatim, Muljono ketika dikonfirmasi mengatakan bahwa penangkapan Oki ini merupakan kerja sama dari Intel Kejagung, Kejati Jatim, dan Kejari Manado. Kata dia, tim Intel Kejagung mengirimlan surat pada Kejati Jatim untuk membantu penangkapan Oki.Muljono menambahkan bahwa Oki akan bermalam di Rutan Kejati untuk satu malam. Besoknya baru akan memutuskan apakah akan langsung dibawa ke Manado atau ke Jakarta. Kami juga kesulitan mencari tiket pesawat, jelas Muljono.(jpnn)

    disampaikan. Saya belum dapat info apa yang digali dari Anas. Itu yang tahu penyelidik, imbuhnya.

    Memang hingga sekarang KPK belum menaikkan kasus ini ke penyidikan. Beberapa kali menggelar ekspose, tim penyelidik dan pimpinan hanya menyepakati kasus ini masih harus didalami. Penyelidik yang didukung penyidik dan penuntut umum harus mengumpulkan alat-alat bukti.

    Tapi titik terang segera meningkatnya kasus ini ke penyidikan

    disampaikan Ketua KPK Abraham Samad pekan lalu. Menurutnya, bukti yang sudah dikantongi KPK tinggal disempurnakan saja. Dia pun menjamin dalam waktu dekat akan muncul seorang tersangka dalam kasus ini.

    Sementara itu, Ketua BPN Hendarman Supandji memastikan kalau pihaknya siap mendukung penuh KPK dalam mengusut kasus Hambalang. Proyek itu menyeret nama BPN terkait dengan proses jual beli lahan. Itu masih jadi wewenang KPK untuk melakukan pengusutan. Komitmen saya, siap bantu, ucapnya. Bantuan yang dijanjikan bakal mendapat support

    penuh adalah pasokan data. Mantan Jaksa Agung itu menambahkan apapun data yang diminta, selama BPN punya pasti langsung dikirim ke Gedung KPK Jalan H.R Rasuna Said. Dia memastikan kalau BPN tak akan menutupi satu data pun terkait pengusutan Hambalang.

    Kalau ditutupi, saya bisa kena Pasal 21 UU Tindak Pidana Korupsi, ujarnya. Pasal yang dimaksud Hendarman mengatur tentang barang siapa dengan sengaja mencegah, merintangi, atau menggagalkan pemeriksaan akan mendapat hukuman. Yakni, pidana penjara paling singkat 3 tahun dan denda minimum Rp 150 juta.

    Saat didesak lebih jauh apakah BPN juga melakukan penyelidikan di internalnya, Hendarman menyebut tidak. Alasannya, semua masih ada dalam kewenangan KPK dan dia belum tahu sedikitpun tentang hasilnya. Bahkan dia mengaku kalau informasi yang didapatnya selama ini lebih banyak dari media.

    Dikonfirmasi terpisah, Anas Urbaningrum tidak juga menjawab pertanyaan yang disampaikan Jawa Pos melalui ponselnya. Namun, Wakil Sekjen PD, Saan Mustofa mengatakan kalau koleganya tersebut bakal memenuhi panggilan KPK. Karena ada permintaan, Insya Allah akan datang, katanya. (jpnn)

    M e n a r i k n y a , y a n g diperhitungkan tidak hanya papan satu dan papan dua saja. Tetapi papan tiga juga ikut disiapkan. Seperti Pemerintah Provinsi Sulut yang mengawinkan tiga sub etnis (Minahasa, Nusa Utara, Totabuan) yang dikenal dengan Golden Triangle. Begitu juga di Pilbup Minahasa, tiga sub etnis bakal dikawinkan. Yakni Toulour, Tountemboan, dan Tombulu. Akan dibagi sub etnis mana yang bupati, mana yang wakil, dan sub etnis mana yang sekretaris kabupaten (Sekkab).

    Misalnya calon bupati dari etnis Toulour, maka wakilnya bisa diambil dari Tountemboan dan Sekkabnya dari Tombulu. Demikian sebaliknya. Tinggal diputar-putar. Yang pasti keterwakilan sub etnis dalam pengusungan calon di Pemilihan Bupati Minahasa, tidak bisa dilihat sebelah mata oleh partai politik. Keterwakilan sub etnis dalam pengusungan calon bupati dan wakil bupati akan sangat menentukan perolehan suara di Pilbup, ujar salah satu akademisi Unima Dr Tommy Palapa.

    Saya yakin bila Parpol mengambil keterwakilan sub etnis, akan sangat kuat. Apalagi yang diusung merupakan figur yang

    diterima dan dianggap tokoh oleh masyarakat di masing-masing sub etnis, ujar Palapa.

    Hal yang sama juga dikatakan Prof Dr Arie Kawulur. Menurutnya, segi tiga emas di Pilkada Minahasa akan sangat menentukan kemenangan. Dengan catatan, figur yang diusung partai benar-benar diterima masyarakat. Calon itu tidak hanya sebatas kenal. Yang utama calon itu harus disukai oleh rakyat. Kalau bicara kenal, semua calon pasti terkenal. Tetapi hanya satu atau dua calon saja yang masyarakat suka, ujar Kawulur sambil memperkirakan, Pilbup Minahasa kali ini akan berlangsung panas. Karena selain diramaikan oleh dua putra mahkota, figur-figur yang akan maju-pun merupakan kader-kader terbaik di tanah Toar Lumimuut ini.

    Ketua DPC PDI-P Minahasa Janes Parengkuan kepada koran ini, mengakui soal segi tiga emas, dengan mempertimbangkan keterwakilan tiga sub etnis. Dalam pengusungan calon bupati di Pilbup Minahasa, itu sudah kami perhitungkan. Siapa yang menjabat Sekda sudah mulai dibicarakan, ujar Parengkuan.

    Lanjutnya, PDI-P akan mengusung calon yang diterima masyarakat dan itu akan ditentukan lewat survei. tetapi tetap kami memperhitungkan keterwakilan tiga sub etnis, ujar Parengkuan.

    Demikian juga diungkapkan Ketua DPC Demokrat Minahasa Denny J Tombeng. Menurutnya, sebagai salah satu c