Makna Logo Unisba

download Makna Logo Unisba

of 44

  • date post

    30-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    237
  • download

    30

Embed Size (px)

Transcript of Makna Logo Unisba

BAB I PENDAHULUAN

1.1

Latar Belakang Setiap perusahaan atau instansi tentu saja memiliki ciri khas tertentu. Ciri

khas yang ditunjukkan oleh organisasi biasanya berupa hal- hal yang dapat dilihat dan diperhatikan oleh masyarakat secara umum. Ciri khas yang mampu membangun image organisasi yang paling mudah diperhatikan adalah logo organisasi itu sendiri. Logo dianggap sebagai peranan penting dalam mencerminkan image organisasi karena fungsinya sebagai simbol utama dalam menggambarkan visi dan misi organisasi. Seiring perkembangan zaman, peranan logo kian penting bagi suatu organisasi dan tentu saja dianggap sebagai suatu kewajiban dalam membangun image suatu organisasi. organisasi yang lekat untuk selalu berusaha dan berupaya agar organisasi mampu mencapai tujuan, salah satunya melalui peran logo. Penggunaan logo bagi suatu organisasi atau perusahaan adalah pencerminan dari hal-hal yang ideal, yaitu ruang lingkup kerja, visi dan misi, serta budaya organisasi. Logo merupakan penterjemahan dari ide-ide yang abstrak disingkat menjadi sesuatu yang nyata, dan berperan sebagai wajah dari organisasi tersebut. Unisba lahir atas gagasan para tokoh umat Islam dan tuntutan masyarakat Jawa Barat akan adanya perguruan tinggi yang bernafaskan Islam dan melahirkan intelektual muslim. Cikal bakal unisba diwakili dengan lahirnya Perguruan Islam

1

tinggi (PIT) pada tanggal 15 Novermber 1958, yang berada dibawah naungan Yayasan Pendidikan Islam (YPI). Fakultas yang pertama didirikan adalah fakultas syariah pada tahun 1958, kemudian fakultas ushuluddin dan fakultas Tarbiyah pada tahun 1961. Dalam perkembangan selanjutnya, pada tahun 1967 PIT berubah menjadi uiversitas islam kiansantang. Kemudian pada tahun 1969 diganti menjadi Universitas Islam Bandung (UNISBA) dan selanjutnya berturut turut didirikan Fakultas Hukum (1971), Fakultas Ilmu Pasti dan Ilmu Alam (1979) sekarang MIPA, dan fakultas psikologi (1973), Fakultas teknik (1973), fakultas ekonomi (1979), fakultas ilmu komunikasi (1982) serta pada tahun 2004 fakultas kedokteran secara resmi berdiri menjadi fakultas di unisba. Tujuan pendidikan di Unisba adalah mewujudjan mujahid (pejuang), mujtahid (peneliti), dan mujaddid (pembaharu) dalam suatu masyarakat ilmiah yang islami. Maka dalam poses pembelajaran banyak dimuati pendidikan keislaman yaitu Pendidikan Agama Islam setiap semester, Mentoring Agama Islam, Pesntren mahasiswa dan pesantren Sarjana. Lambang Unisba adalah gambar Kabah yang berwarna hitam berbentuk bujur sangkar terdiri atas tiga bagian dengan sususan 3/16 bagian atas warna hitam. 1/16 bagian tengah berwarna putih, dan 12/16 bagian bawah berwarna hitam, dilingkari dengan tulisan UNIVERSITAS ISLAM BANDUNG berwarna hitam. Masing-masing komponen ini memiliki makna filosofis yang massif dan signifikan.

2

Dengan itu Mahasiswa Muslim terutama Mahasiwa Unisba harus mampu menjaga citra positif dari KABAH.

1.2 Rumusan Masalah Berdasarkan latar belakang yang telah diuraikan, maka dengan itu penulis merumuskan masalah sebagai berikut : Makna Kabah sebagai logo Universitas Islam Bandung dalam Budaya Perusahaan (Corporate Culture).

1.3 Identifikasi Masalah Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka penulis dapat

mengidentifikasikan masalah makna Kabah sebagai logo Universitas Islam Bandung, sebagai berikut : 1. Bagaimana ikon yang terdapat pada Kabah sebagai logo Universitas Islam Bandung? 2. Bagaimana indeks yang terdapat pada Kabah sebagai logo Universitas Islam Bandung? 3. Bagaimana simbol yang terdapat pada Kabah sebagai logo Universitas Islam Bandung?

3

1.4 Pembatasan Masalah Agar penelitian sistematis secara prosedur dan masalah yang menjadi fokus penelitian tidak meluas, maka penulis memberikan batasan sebagai berikut : 1. Hal yang dijadikan penelitian adalah lambang Kabah sebagai logo Universitas Islam Bandung dengan semboyan Mujahid, Muztahid, dan Mujadid. Selain Lambang kabah juga terdapat tulisan melingkar Universitas Islam Bandung.. Representasi dari latar belakang masyarakat yang berbeda-beda. 2. Penelitian menggunakan metode kualitatif mengenai tanda Kabah sebagai logo Universitas Islam Bandung dengan pendekatan semiotika : ikon, indeks, simbol.

1.5 Tujuan Penelitian Tujuan penelitian adalah, sebagai berikut : 1. Untuk mengetahui ikon Kabah sebagai logo Universitas Islam Bandung. 2. Untuk mengetahui indeks Kabah sebagai logo Universitas Islam Bandung. 3. Untuk mengetahui simbol Kabah sebagai logo Universitas Islam Bandung

4

1.6 Kegunaan Penelitian Adapun kegunaan penelitian dalam fenomena ini, adalah sebagai berikut : Kegunaan penelitian secara Teoritis 1. Memberikan penjelasan secara kongkrit mengenai makna Kabah kepada masyarakat terutama para mahasiswa dan khususnya mahasiswa Universitas Islam Bandung. 2. Menambah dan memperluas wacana semiotika mengenai Kabah yang notabene adalah dasar agama Islam. Kegunaan penelitian secara Praktis 1. Penggunaan Kabah oleh lembaga yang terkait, dapat lebih dipahami esensinya secara lebih mendalam. 2. Makna Kabah dapat dihayati dan diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari oleh seluruh mahasiswa.

1.7

Pengertian Istilah Adapun penggunaan kata-kata yang belum dimengerti, dengan itu penulis

memberikan penjelasan secara eksplisit agar tidak terjadi kebingungan : Lambang merupakan simbol dari identitas diri (baik individu maupun kelompok).

5

Interpretasi adalah pemberian kesan, pendapat, atau suatu pandangan teoritis terhadap sesuatu, singkatnya yaitu penafsiran seseorang atau pengamatan tentang objek peristiwa yang diperoleh lalu disimpulkan dan menafsirkannya serta membiarkan makna inderawi (sensor stimuli). (Rakhmat, 1994:51)

Semiotik : Segala sesuatu yang berhubungan dengan sistem tanda dan lambang dalam kehidupan manusia.

Semiotika : Ilmu (teori) tentang lambang dan tanda (dalam bahasa, lalu lintas, kode morse); semiologi ilmu tentang semiotik.

Analisis semiotik : Semiotika yang menganalisis sistem tanda. Pierce menyatakan bahwasanya semiotik berobjekkan tanda dan

menganalisisnya menjadi ide, objek dan makna. Ide dapat dikatakan sebagai lambang, sedangkan makna adalah beban yang terdapat dalam lambang yang mengacu pada objek tertentu. Ikon (icon) : Tanda yang berhubungan antara penanda dan petandanya bersifat bersamaan bentuk alamiah, atau dengan kata lain, ikon adalah hubungan antara tanda dan objek atau acuan yang bersifat kemiripan. Indeks (index) : Tanda yang menunjukkan adanya hubungan alamiah antara tanda dan petanda yang bersifat kausalitas atau sebab-akibat, atau tanda yang langsung mengacu pada kenyataan.

6

Simbol (symbol) : Tanda yang menunjukkan antara hubungan alamiah antara penanda dan petandanya. Hubungan diantaranya bersifat arbiter atau semena, hubungan berdasarkan konvensi (perjanjian) di masyarakat.

Budaya adalah keyakinan, sikap dan nilai-nilai yang dipegang dan ada dalam sebuah organisasi. Furnham dan Gunter (1993)

1.8 Kerangka Pemikiran Sebuah lembaga yang utuh sudah sepatutnya memiliki lambang lembaga. Secara subtansif fungsinya adalah sebagai dasar, merepresentasikan mahasiswa yang notabene adalah pemikir dan pejuang baik didalam dunia pendidikan maupun di segi manapun. Lembaga adalah suatu kelompok orang yang memiliki tujuan yang sama. Baik dalam penggunaan sehari-hari maupun ilmiah, istilah ini digunakan dengan banyak cara. Makna Kabah secara spiritual, kabah menjadi semacam pusat medan magnet dan titik fokus utama umat Islam dalam beribadah. Seperti layaknya planet-planet yang menujukan titik fokusnya pada matahari yang berada di tengah-tengah orbit dan bermilyar-milyar matahari menujukan titik fokusnya pada black hole, maka manusia pun menjadikan kabah sebagai kiblat-sebagai titik fokus utama dalam beribadah. Dalam orbitnya planet-planet tidak akan berputar secara melenceng dari garis orbitnya, kecuali dia ingin bertabrakan dengan planet

7

lainnya dan hancur lebur. Maka manusia pun diharapkan juga begitu, berjalan sesuai dengan garis orbitnya. Sudah sewajarnya jika Kabah dijadikan sebagai patokan untuk berjalan sesuai orbit yang telah ditetapkan oleh Allah swt. Sungguh bukan suatu kebetulan jika planet-planet dan orang berthawaf memiliki satu kesamaan, yakni berputar mengelilingi kiblatnya masing-masing dengan gerakan yang seragam berlawanan arah dengan detak jarum jam. Beranjak dari pengertian dan eksistensi Kabah sebagai dasar dari agama Islam yang kemudian dikaitkan dengan pendekatan semiotika, yakni Ilmu (teori) tentang lambang dan tanda (dalam bahasa, lalu lintas, kode morse, dsb) dengan menggunakan teori Pierce, yaitu : ikon, indeks dan simbol, maka penulis mengambil penelitian ini.

1.8.1 Kerangka Teoritis Semiotika secara hakiki adalah sebuah pendekatan teoritis kepada komunikasi dalam tujuannya untuk mempertahankan prinsip-prinsip terapan secara luas. Sejak kemunculan Saussure dan Pierce, maka semiologi menitikberatkan dirinya pada studi tentang tanda dan segala yang berkaitan dengannya. Meskipun dalam semiotika Pierce masih ada kecenderungan meneruskan tradisi Skolastik yang mengarah pada inferensi (pemikiran logis) dan Saussure menekankan pada linguistik, pada kenyataannya semiologi juga membahas signifikasi dan komunikasi yang terdapat dalam sistem tanda non

8

linguistik. Sementara itu, bagi Barthes (1988:179) semiologi hendak mempelajari bagaimana kemanusiaan (humanity) memaknai hal-hal (things).

I.8.2 Teknik Analisis Semiotika Dari batasan masalah, kerangka pemikiran serta kerangka teoritis yang telah dibahas di atas, maka dalam penelitian ini hanya membatasi pada analisis objek berdasarkan hubungan kenyataan yang menurut Pierce tanda dibagi menjadi tiga bagian, yakni, icon (ikon), index (indeks) dan symbol (simbol).

1.9 Metode Penelitian Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuali