MAKALH ZAKAT

download

of 41

  • date post

    02-Jul-2015
  • Category

    Documents
  • view

    1.544
  • download

    7

Embed Size (px)

transcript

MODEL LEMBAGA PENGELOLAAN ZAKAT PADA MASA UMAR BIN ABDUL AZIS

Paper ini Disusun Guna Memenuhi Tugas Mata Kuliah Manajemen Zakat Dosen Pengampu : Mansyur Efendi, S.HI, M.Si

Disusun oleh : Ummu Ammaroh ( 26.08.5.3.081 )

PERBANKAN SYARIAH JURASAN EKONOMIKA DAN BISNIS ISLAM SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM NEGERI SURAKARTA 2011

DAFTAR ISI Halaman Judul Daftar Isi .. Pendahuluan ...Latar Belakang Masalah .. Rumusan Masalah .

i ii 11 2

Kerangka Konseptual ...Pengertian Zakat Dasar Hukum Zakat .. Fungsi Zakat ... Syarat-Syarat Zakat .................................................................. Tujuan, Hikmah dan Faedah Zakat . Harta yang Wajib Dizakati Sasaran Zakat . Konsep Pengelolaan Zakat ........................................................ Amil sebagai Pengelola Zakat ...................................................

33 5 6 7 8 10 11 14 15

Pembahasan ...Manajemen Pengelolaan Zakat . Persyaratan Lembaga Peneglola Zakat Baitul Mal Zakat .. Pengelolaan Zakat Masa Umar bin Abdu Azis

1818 20 22 24

Analisis Pembahasan .. Penutup .Kesimpulan ... Saran .

30 3232 32

Daftar Pustaka .

34

BAB I PENDAHULUANLATAR BELAKANG MASALAH Semakin tumbuh dan berkembangnya lembaga pengelola zakat di Indonesia ini, belum dapat memaksimalkan pendistribusian zakat kepada yang berhak menerimanya. Masih banyak dana zakat belum tersalurkan kepada orang-orang yang berhak menerimanya. padahal Badan/Lembaga Amil Zakat telah berdiri sejak lama. Berdasarkan hasil riset Muhammad Munadi tentang Pengelolaan Zakat : Sebuah Eksperimen pada tahun 2007 menyatakan bahwa jika dana zakat dikembangkan untuk bidang kewirausahaan, maka melalui dana zakat akan terbangun kekuatan ekonomi yang luar biasa yaitu pengalokasian tidak hanya untuk kebutuhan konsumtif tetapi juga untuk wadah pemberdayaan umat melalui pengembangan SDM dan alokasi produktif. Kurang berperannya Lembaga/Badan Amil Zakat di Indonesia ini perlu diperhatikaan lebih lanjut, karena kebanyakan dari masyarakat Indonesia aalah orang-orang yang beragama islam. Perlu adanya pengenalan lebih lanjut dri badan/lembaga amil zakat kepada masyarakat dan perlu pula menumbuhkan kepercayaan yang lebih agar masyarakat muslim di Indonesia memiliki kepercayaan yang tinggi kepada lembaga amil zakat. Peran lembaga amil zakat perlu dipertegas, seperti pengelolaan zakat dimasa Umar bin Abdul Azis. Ia bisa memberikan kesejahteraan kepada seluruh rakyatnya, hingga tidak ada lagi rakyatnya yang mau menerima zakat, karena mereka sudah merasakan kesejahteraan, dengan hal tersebut terjadi surplus besar pada kas Negara. Hal ini membuktikan kehebatan Umar bin abdul Azis dalam mengelola keuangan zakat, baik dari manajemennya maupun dari administrasinya. Dari situ dapat dilihat apakah lembaga amil zakat sekarang ini dapat/ mampu menerapkan system yang diterapknan oleh Umar dahulu, dan apakah penerapan itu akan mempu memberikan pengaruh besar terhadap kesejahteraan umat.

Melihat sejarah yang telah dicetak oleh Umar bin Abdul Azis dengan begitu besar perannya dalam mensejahterakan umat denga harta zakat maka penulis ingin menuliskan bagaimana Umar bin Abdul Azis bisa mensejahterakan seluruh umatnya melalui system yang dipakai dalam mengelola zakat. RUMUSAN MASALAH Berdasarkan latar belakang masalah di atas maka dapat ditemukan rumusan masalahnya adalah : 1. Bagaimana system pengelolaan zakat yang diterapkan oleh Umar bin Abdul Azis pada masanya tersebut ? 2. Apakah system tersebut dapat diterapkan di Indonesia di masa sekarang ini /?

BAB II KERANGKA KONSEPTUALPENGERTIAN ZAKAT Dilihat dari segi bahasa, kata zakat berasal dari kata Zaka, yang berarti berkah, tumbuh, bersih, suci dan baik berkembang. Menurut syara zakat merupakan nama bagi sejumlah harta tertentu yang telah mencapai syarat tertentu yang diwajibkan oleh Allah untuk dikeluarkan dan diberikan kepada yang berhak menerimanya dengan persyaratan tertentu.1 Pengertian zakat menurut Ibrahim, diambil dari buku karya Asnaini yaitu memberikan hak milik harta kepada orang lain yang muslim, bukan keturunan hasyim dan bukan keturunan budak yang telah dimerdekakan oleh keturunan Hasyim, dengan syarat terlepasnya manfaat harta yang telah diberikan itu dari pihak semula, dari semua aspek karena Allah.2 Zakat menurut Sayyid Sabiq dalam buku karangan Asnaini adalah suatu sebutan dari suatu hak Allah yang dikeluarkan seorang untuk fakir miskin.dinamakan zakat, karena dengan mengeluarkan zakat didalamnya terdapat harapan untuk mendapat berkah, pembersihan jiwa dari sifat kikir bagi orang kaya atau menghilangkan rasa iri hati orang-orang miskin dan memupuknya dengan berbagai kebijakan.3 Fakhruddin dalam kitabnya Fiqh dan Manajemen Zakat di Indonesia mengungkapkan beberapa definisi zakat menurut para ulama madzhab, yaitu 4: 1. Menurut malikiyah, zakat adalah mengeluarkan bagian yang khusus dari harta yang telah mencapai nishabnya untuk berhak menerimanya ( mustahiqnya ), jika milik sempurna dan mencapai haul selain barang tambang, tanaman dan rikaz.

1 2

Syarafuddin HZ. dkk, 2004, Studi Islam 2,Surakarta : LSI, hal. 66 Asnaini, 2008, Zakat Produktif dalam Perspektif Hukum Islam, Yogyakarta : Pustaka Pelajar, hal. 26 3 Ibid, hal. 27 4 Sudirman, 2007, Zakat dalam Pusaran Arus Modernisasi, Malamg : Uin Malang Press, hal. 17

2. Hanafiah mendefinisikan zakat adalah kepemilikan bagian harta tertentu dari harta tertentu untuk orang tertentu yang telah ditentukan oleh syarI ( Allah SWT ) untuk mengharapkan keridhaan-Nya. 3. Syafiiyah mendefinisikan zakat sebagai nama bagi sesuatu yang dikeluarkan dari harta dan badan dengan cara tertentu. 4. Hanabilah mendefinisikan zakat adalah hak yang wajib dalam harta tertentu untuk kelompok tertentu pada waktu tertentu. Unsur - unsur yang terkandung dalam zakat, apabila dilihat dari pengertiannya adalah sebagai berikut :5 1. Harta yang dipungut 2. Basis harta 3. Subyek yang berhak menerima zakat Dilihat dari segi perspektif ekonomi islam, dapat dibatasi unsur-unsur zakat sebagai berikut6 :1. Zakat adalah kewajiban yang bersifat material, seorang mukallf muslim

membayarkannya baik secara tunai berupa uang maupun berupa barang. Menurut pemahaman ekonomi islam, kewajiban yang bersifat material itu adalah zakat, sedangkan secara tunai atau berupa barang itu berdasarkan nasnas Al-Quran dan hadist serta kompromi antara keduanya, misalnya para fuqaha mendasarkan pada firman Allah Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu mensucikan mereka. Yang dimaksud harta di sini tidak terbatas pada barang atau nilai uang, mereka juga merujuk pada sebuah hadist dalam setiap 40 ekor kambing wajib zakat 1 ekor kambing. Untuk memudahkan bagi pemilik hewan denga tidak mengikat kewajiban maka boleh baginya mengeluarkan zakat berupa barang atau uang tunai. 2. Zakat adalah kewajiban yang bersifa mengikat, artinya membayar zakat bagi seorang muslim mukallaf adalah suatu keharusan. Sifat wajibnya itu berdasarkan keberadaannya sebagai kewajiban terhadap harta ilahiyah dan ibadah yang berkaitan dengan harta itu diwajibkan.kewajiban zakat ini seperti pajak dalam hal tidak adanya hak bagi masyarakat untuk menolak atau5 6

Opcit, Asnaini, hal. 27 Minhaji, 2003. Teori Koprehensif tentang Zakat dan Pajak, Yogyakarta : Tiara Wacana, hal. 3

menerimanya sebagaimana sebelumnya atau tidak ada hak untuk menghindar dari membayar zakat. 3. Zakat adalah kewajiban pemerintah, pejabat-pejabat pemerintah islam, para hakim atau para imam mewajibkan zakat berdasarkan anggapan bahwa mereka melaksanakan kewajiban ilahiah ini sebagai kewajiban. Hukum islam telah mewajibkan zakat dengan cara pemungutan yang sesuai dengan peraturan pemerintah sebagai pelaksana dari kewajiban zakat.4. Zakat adalah kewajiban final, artinya orang islam tidak boleh menolak.

Tidak ada hak bagi orang islam untuk menentang atau menuntutnya. 5. Zakat adalah kewajiban yang tidak ada imbalannya, tidak ada syarat untuk memperoleh kemanfaatan atau fasilitas yang seimbang bagi pembayar zakat, tidak ada hubungan antara kewajiban zakat dengan imbalan yang seimbang setelah membayar zakat.hukum islam tidak membedakan antara muslim kaya dan miskan, muslim pejabat atau rakyat biasa, kulit putih atau kulit hitam, semuanya wajib membayar zakat tanpa adanya perbedaan. 6. Zakat adalah kewajiban tuntutan politik untuk keuangan islam. Alokasi zakat adalah untuk delapan golongan penerima zakat. DASAR HUKUM Dasar hokum mengeluarkan zakat terdapat dalam nash yang shahih, baik dari ALQuran maupun Al-Hadist. Dari Al-Quran

Dan

dirikanlah sembahyang, tunaikanlah zakat, dan taatlah kepada rasul, supaya

kamu diberi rahmat.7 (Q.S. An- Nuur : 56)

7

Agus S & Alim Z ( setting ), 1998, Al Quran dan terjemahannya ( Ayat Pojok Bergaris ), Semarang : Asy Syifa, hal. 258

Dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku'.8 ( Q.S. Al Baqarah : 43 ) Dasar dari hadist antara lain

! : . : Dari Ayyub Khalid bin Zaid Al-Anshari RA, ia berkata bahwa ada seorang bertanya, "Ya Rasulullah, beritahukanlah kepadaku amal yang dapat memasukkan aku ke surga dan manjauhkan aku dari neraka". Nabi SAW bersabda, "Beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu, mendirikan shalat, mengeluarkan zakat dan menghubungi sanak kerabat". [HR. Bukhari dan Muslim] Dari Anas bin Malik sesungguhnya ia berkata : bahwa telah datang seorang laki-laki dari suku tamin menghadap nabi saw. Katanya : Ya Rasulullah, saya ini punya harta banyak, punya kaum kerabat punya kawan-kawan yang datang bertamu. Tolonglah katakan apa yang harus saya perbuat dan bagaimana caranya saya mengeluarkan nafkah. Maka nabi saw menjawab : anda keluarkan zakat dar