Makalah1 Analisa Butir Soal

download Makalah1 Analisa Butir Soal

of 28

  • date post

    09-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    7.181
  • download

    2

Embed Size (px)

description

Mari menganalisis butir soal..

Transcript of Makalah1 Analisa Butir Soal

ANALISA BUTIR BUTIR SOAL FISIKADrs. Pristiadi Utomo, M.Pd.

BAB I PENDAHULUAN

Dalam rangka pengembangan soal-soal evaluasi mata pelajaran Fisika untuk mendapatkan bank soal yang memuat soal-soal yang memiliki validitas dan reabilitas tinggi, sangat penting sekali dilakukan langkah Analisa Butir Soal. Analisa butir soal dilaksanakan untuk menguji berbagai kriteria yang diperlukan, misalnya telaah soal, baik itu telaah teoritis dengan cara mengkonsultasikan soal-soal kepada orang yang dipandang ahli terutama dalam bidang studi, dalam pengukuran, atau dalam pembahasan, maupun telaah empiris yang dilakukan setelah mengujicoba soal. Halhal yang ditelaah empiris biasanya meliputi Taraf Kesukaran (P), Daya Pembeda (d), Reliabilitas (rxx1), Validitas (rxy), Distraktor / pengecoh. Dalam makalah ini, akan ditinjau pengembangan soal Fisika pada materi Kapasitor yang setelah diexpertkan pada ahlinya, yaitu Dr. Supriadi seorang dosen Fisika di UNNES Semarang, dan layak diujicobakan kepada para siswa kelas dua SMU N 1 Rembang Purbalingga, pada bulan Oktober 2002. Selain menelaah empiris butir-butir soal Fisika, makalah ini juga menjabarkan uraian materi singkat tentang kapasitor, kisi-kisi soal, dan lampiran butir-butir soalnya. Kebiasaan menganalisa butir-butir soal secara rutin sangat diperlukan tidak hanya untuk mendapatkan kumpulan soal-soal yang layak disimpan dalam bank soal, tetapi lebih jauh lagi untuk mengasah salah satu kemampuan profesionalisme guru dalam bidang pendidikan, khususnya dalam hal analisis butir soal. Soal-soal yang dianalisa dapat berbentuk esai maupun berbentuk pilihan ganda, namun dalam makalah ini soal-soal yang dianalisa berbentuk pilihan ganda, dengan maksud lebih memperjelas pemahaman beberapa telaah empiris misalnya tentang daya pembeda. 1

BAB II PEMBAHASAN

A. MATERI Kapasitor Kapasitor atau kondensator adalah komponen listrik yang mempunyai kemampuan kapasitas tertentu. Kapasitas kapasitor artinya kemampuan untuk menyimpan muatan listrik. Kapasitas kapasitor disebut juga kapasitansi, diberi lambang C dan mempunyai satuan dalam sistem MKS adalah farad (F). Kapasitor keping sejajar terbuat dari dua plat berukuran luas penampang tertentu(A), terpisah pada jarak sejauh d, dan ruang diantara kedua plat berisi udara atau bahan penyekat tertentu yang mempunyai tetapan/konstanta dielektrikum tertentu (r = K). Nilai kapasitas kapasitor bergantung pada faktor-faktor, antara lain : 1. luas penampang keping kapasitor. 2. jarak pisah antara dua keeping kapasitor. 3. tetapan dielektrikum dari bahan penyekat antara keeping kapasitor. Dirumuskan : C = K.A. o , sedangkan untuk penyekat udara C = A. o d d

Sebuah kapasitor yang dipasang pada suatu beda potensial tertentu, akan menyimpan muatan listrik. Hubungan antara kapasitansi, beda potensial listrik dan muatan listrik yang disimpan kapasitor dirumuskan : C=q/V Harga C tidak bergantung pada nilai q maupun V, namun selalu tetap, artinya semakin besar nilai V maka semakin bertambah pula nilai q. Beberapa kapasitor dapat dirangkai untuk mendapatkan nilai kapasitas penggantiya. Rangkaian itu adalah: 2

1. Rangkaian kapasitor seri.

C1 Nilai kapasitansi penggantinya adalah :

C2

C3

1/C =1/C1 + 1/C2 + 1/C3 + Pada rangkaian seri ini, untuk tiap-tiap kapasitor mempunyai q sama , namun V berbeda. 2. Rangkaian kapasitor parallel. C1 . C2 C3 Nilai kapasitansi penggantinya dirumuskan dengan : C = C 1 + C2 + C3 + Pada rangkaian kapasitor parallel ini, untuk tiap-tiap kapasitor nilai V selalu sama, sedangkan nilai q berbeda. Pada kenyataannya untuk mendapatkan nilai kapasitansi tertentu, banyak rangkaian kombinasi antara seri dan parallel dibuat semata-mata pertimbangan kepraktisan. Energi yang tersimpan di dalam suatu kapasitor yang dihubungkan dengan beda potensial V tertentu dapat ditentukan dari hubungan linier atara muatan yang tersimpan dengan beda potensial terpasang. Semakin bertambah nilai V, makin bertambah pula nilai Q, ditunjukkan pada grafik linier sebagai berikut :

3

V

q Bidang yang dinaungi kurva berbentuk segitiga. Luas dari segitiga menunjukkan energi listrik yang tersimpan di dalam kapasitor. Jadi : Energi listrik = luas segitiga = . Alas . tinggi. W Atau Atau W W = .q.V = . C.V2 = . Q2/C (karena q = C.V) (karena V = q/C)

Kapasitor bola terbuat dari dua buah bula logam konsentris, seperti gambar berikut ini ;

Rumus kapasitansi kapasitor bola : Dari Karena Maka C = q/V R2 V = k.q/R C = q/V = q: kq/R C = R/k

4

B. ANALISIS PENGEMBANGAN TES Adapun dasar-dasar yang dipakai dalam pengembangan tes hasil belajar ini dengan adanya tujuh asumsi pada teori Tes Klasik, yaitu : 1. X 2. 3. 4. 5. =T+E =T

(x)

ET = 0 E1E2 = 0 E1T = 0 1

6. Jika dua buah tes mempunyai skor tampak x dan x1 dan memenuhi asumsi

s/d 5, dan jika T = T1 dan E2 = E12, maka dikatakan kedua tes adalah tes yang paralel. 7. Jika dua buah tes mempunyai skor tampak x1 dan x2 dan memenuhi asumsi dikatakan tes-tes yang essentially equivalent. Menurut H.J.X. Pernandes (p:5) terdapat langkah-langkah pengembangan tes sebagai berikut : 1 s/d 5, dan jika T1 = T2 + C12 dimana C12 adalah konstan, maka kedua tes

5

STEP IN TEST DEVELOPMENT Spesification of Purpose Translating the Purpose in Operational Term Formulating the Objectives in Behavioural Terms Test Blueprint Item Format Item Writing Revisions Item Tryout and Analysis (Pretest) Descrimination Analysis Difficulty Analysis Distractor Analysis Internal Consistency Analysis Spesification Analysis Assembly of Final Test Standardization : Administration for Norms Directions Time Limit Scoring Attributes of Test Scores Reliability Validity Norms (Pernandes : 5)

C. KISI-KISI SOAL

6

Dalam menyusun soal terlebih dahulu dibuat kisi-kisi atau Blue Print atau Grid dalam bentuk tabel spesifikasi yang berisi : Nomor, Pokok Bahasan / Sub Pokok Bahasan, Uraian Materi, Indikator, Jumlah butir, Nomor butir, dan Perilaku. Mata Pelajaran Kelas / Semester Konsep Sub Konsep Alokasi Waktu Jumlah Soal Bentuk Soal : Fisika : II / 1 : Listrik Statik : Kapasitor : 2 x 45 menit : 20 butir : Pilihan Ganda

Satuan Pendidikan : SMU

Tabel Distribusi Soal-soal Menurut Aspek KognitifJumlah Soal 20 Butir Pilihan Ganda No Isi Bahasan Pengetahuan Pemahaman Aplikasi Analisis 1 1 10% 1 2 1 20% 2 4 1 2 45% 2 1 15% Sintesis & Jumlah Evaluasi 20% 2 50% 10% 5% 5% 20% 100%

1 Kapasitas Kapasitor 2 Rangkaian Kapasitor Kapasitor Keping 3 Sejajar 4 Kapasitor Bola 5 Energi Kapasitor Jumlah

Lampiran Soal : 1. Perbandingan kapasitas kapasitor yang mempunyai bahan penyekat dengan kapasitas kapasitor tersebut apabila mempunyai udara sebagai lapisan penyekatnya disebut

A. Konstanta dielektrikum B. Kekuatan dielektrikum 7

C. Permitivitas dielektrikum D. Kapasitas dielektrikum E. Potensial dielektrikum 2. Jika kapasitor-kapasitor disusun seri, maka A. V = V1 = V2 = V3 = B. Q = Q1 + Q2 + Q3 + C. Q = Q1 = Q2 = Q3 = D. C = C1 = C2 = C3 = E. C = C1 + C2 + C3 + 3. Jika kapasitor-kapasitor disusun paralel, maka A. V = V1 + V2 + V3 + B. Q = Q1 = Q2 = Q3 = C. Q = Q1 + Q2 + Q3 + D. 1/C = 1/C1 + 1/C2 + 1/C3 + E. C = C1 = C2 = C3 = 4. Rumus yang tidak menyatakan besarnya energi yang tersimpan di dalam kapasitor bermuatan ialah W = A. qV B. CV C. CV2 5. Kapasitas kapasitor A. bergantung kepada besarnya muatan kapasitor B. tidak bergantung kepada luas keping kapasitor C. bergantung kepada beda potensial kapasitor kedua keping kapasitor D. tidak bergantung kepada jarak antara kedua keping kapasitor E. bergantung kepada jarak antara kedua keping kapasitor 6. Tiga buah kapasitor, masing-masing berkapasitas 2 F, 3 F dan 5 F disusun paralel lalu dihubungkan pada sebuah elemen 12 volt. Kapasitas kapasitor dan muatan masing-masing kapasitor menjadi D. q2/C E. q2 C2/C

A. 10 F ; 24 C ; 36 C ; 60 C B. 20 F ; 42 C ; 63 C ; 90 C 8

C. 30 F ; 48 C ; 72 C ; 120 C D. 40 F ; 50 C ; 70 C ; 150 C E. 50 F ; 55 C ; 77 C ; 110 C 7. Dua buah kapasitor, masing-masing 4 F dan 6 F disusun seri. Kemudian rangkaian ini dihubungkan pada tegangan 300 volt. Kapasitas kombinasinya adalah A. 1,2 F B. 2,4 F C. 3,6 F 8. Muatan masing-masing kapasitor pada soal nomor 7 tersebut adalah A. 1,2 . 10-4C B. 2,4 . 10-4C C. 3,6 . 10-4C 9. Potensial masing-masing kapasitor pada soal nomor 7 tersebut adalah A. 60V, 40V B. 90V, 60V C. 120V, 80V 10. Lima buah kapasitor yang sama dimuati sendiri-sendiri dengan tegangan 120 volt. Setelah dimuati, kemudian disusun seri. Bila muatan kapasitor seri itu 6 C, maka kapasitas masing-masing kapasitor adalah A. 5 F B. 0,5 F C. 0,05 F 11. Sebuah kapasitor mempunyai kapasitas 8 F. Energi listrik yang tersimpan di dalam kapasitor itu bila dimuati sampai 1500 volt adalah A. 3 joule B. 6 joule C. 9 joule 12. Sebuah kondensator 1 F diberi beda potensial 100 volt. Kondensator lain 3 F diberi beda potensial 120 volt. Setelah itu bidang positif kondensator yang satu dihubungkan dengan bidang negatif kondensator yang lain. Energi listrik yang hilang A. 115.800 erg 9 D. 151.800 erg D. 12 joule E. 15 joule D. 0,005 F E. 0,0005 F D. 180V, 120V E. 200V, 180V D. 4,8 . 10-4C E. 7,2 . 10-4C D. 4,8 F E. 7,2 F

B. 118.500 erg C. 158.100 erg

E. 181.500 erg

13. Sebuah kapasitor keping sejajar mempunyai kapasitas C. Jarak antara kedua keping adalah d. Keping yang satu diberi muatan listrik Q dan yang lain Q sehingga beda potensial kapasitor adalah V. Jika jarak antara kedua keping diubah menjadi 2d, sedangkan muatan pada kapasitor tetap, manakah diantara pernyataan-pernyataan di bawah ini yang benar A. Kapasitasnya menjadi 2C dan beda potensialnya menjadi 2 V B. Kapasitasnya menjadi 2C dan beda potensialnya menjadi 0,5 V C. Kapasitasnya menjadi 0,5C dan beda potensialnya menjadi 2 V D. Kapasitasnya menjadi 0,5C dan beda potensialnya