Makalah widia

download Makalah widia

of 25

  • date post

    27-Jun-2015
  • Category

    Education

  • view

    105
  • download

    6

Embed Size (px)

description

read.........

Transcript of Makalah widia

  • 1. TUGAS LABORATURIUM DASARGURU MAPEL : DWI ARDANI R. S,STPELAJARAN : LABORATURIUM DASARDISUSUN OLEH:WULAN RAHMADANARATNA PALUPIWIDIATISMK HUSADA PRIMA JURUSANKEPERAWATAN TAHUN AJARAN 2014/2015

2. Kata PengantarAssalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh.Alhamdulillahirabbilalamin, banyak nikmat yang Allah berikan, tetapi sedikitsekali yang kita ingat. Segala puji hanya layak untuk Allah Tuhan seru sekalianalam atas segala berkat, rahmat, taufik, serta hidayah-Nya yang tiada terkirabesarnya, sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah dengan judulMAKALAH PERDARAHAN TENTANG ANTEPARTUM.Dalam penyusunannya, penulis memperoleh banyak bantuan dari berbagaipihak, karena itu penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnyayang telah memberikan dukungan, kasih, dan kepercayaan yang begitu besar.Dari sanalah semua kesuksesan ini berawal, semoga semua ini bisa memberikansedikit kebahagiaan dan menuntun pada langkah yang lebih baik lagi.Meskipun penulis berharap isi dari makalah ini bebas dari kekurangan dankesalahan, namun selalu ada yang kurang. Oleh karena itu, penulismengharapkan kritik dan saran yang membangun agar skripsi ini dapat lebihbaik lagi.Akhir kata penulis berharap agar makalah ini bermanfaat bagi semua pembaca.Samarinda,22 oktober 2014Penyusun 3. DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL.........................................................................................................KATA PENGANTAR ......................................................................................................DAFTAR ISI......................................................................................................................BAB I PENDAHULUAN..................................................................................................a.latar belakang......................................................................................b.Tujuan penulisan .....................................................................................................BAB II PEMBAHASAN......................................................................................................a. pendarahan antepartum .......................................................................b. jenis-jenis pendarahan anterpatum ......................................................1.solusi plasenta ...................................................................................2.plasenta plavea ..................................................................................3.etiologi ..............................................................................................4.komplikasi .........................................................................................5.gambaran kinik..................................................................................6.pemeriksaan diagnostic .....................................................................7.penatalaksaan ....................................................................................BAB III PENUTUPa. kesimpulan .....................................................................................b. saran................................................................................................DAFTAR PUSTAKA.................................................................................................. 4. BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangPerdarahan pada kehamilan harus selalu dianggap sebagai suatu kelainanyang berbahaya. Pendarahan pada kehamilan muda disebut keguguran atauabortus, sedangkan pada kehamilan tua disebut perdaraha antepartum.Perdarahan antepartum biasanya dibatasi pada perdarahan jalan-lahir setelahkehamilan 28 minggu. Perdarahan setelah kehamilan 28 minggu, biasanyalebih banyak dan lebih berbahaya daripada sebelum kehamilan 28 minggu; olehkarena itu, memerlukan penangan yang berbeda.Perdarahan antepartum yang berbahaya umumnya bersumber pada kelainanplasenta, sedangkan perdarahan yang tidak bersumber pada kelainan plasentaumumnya kelainan servik, biasanya tidak seberapa berbahaya. Padaperdarahan antepartum pertama-tama harus selalu dipikir bahwa hal itubersumber pada kelainan plasenta.B. Tujuan Penulisan1. Tujuan UmumTujuan umum dari penulisan ini adalah untuk memenuhi tugasLaboraturium Dasar dan untuk mengetahui dan memahami tentangpendarahan antepartum.2. Tujuan Khusus.1. Mengetahui batasan pendarahan antepartum pada kehamilan2. Mengetahui dan memahami pendarahan antepartum yang bersumberpada kelainan plasenta seperti :- solusio plasenta - Ruptur sinusmarginalis- Plasenta previa - Plasenta sirkumvalata- Insersio palamentosa - Vasa previa 5. BAB IIPEMBAHASANA. Pendarahan Antepartum1. PengertianPerdarahan antepartum adalah perdarahan pada triwulan terakhir darikehamilan. Batas teoritis antara kehamilan muda dan kehamilan tua adalahkehamilan 28 minggu tanpa melihat berat janin, mengingat kemungkinanhidup janin diluar uterus. Perdarahan setelah kehamilan 28 minggu biasanyalebih banyak dan lebih berbahaya daripada sebelum kehamilan 28 minggu,oleh karena itu memerlukan penanganan yang berbeda.Pada setiap perdarahan antepartum pertama-tama harus selalu dipikirkanbahwa hal itu bersumber pada kelainan plasenta, karena perdarahanantepartum yang berbahaya umumnya bersumber pada kelainan plasenta,sedangkan kelainan serviks tidak seberapa berbahaya.Komplikasi yang terjadi pada kehamilan trimester 3 dalam hal iniperdarahan antepartum, masih merupakan penyebab kematian ibu yangutama. Oleh karena itu, sangat penting bagi bidan mengenali tanda dankomplikasi yang terjadi pada penderita agar dapat memberikan asuhankebidanan secara baik dan benar, sehingga angka kematian ibu yangdisebabkan perdarahan dapat menurun. 6. B. Jenis-jenis perdarahan antepartum1. Solusio Plasentaa. Definisi1) Solusio plasenta adalah terlepasnya sebagian atau keseluruhanplasenta dari implantasi normalnya (korpus uteri) setelah kehamilan 20minggu dan sebelum janin lahir.(9).2) Cunningham dalam bukunya mendefinisikan solusio plasenta sebagaiseparasi prematur plasenta dengan implantasi normalnya korpus uterisebelum janin lahir.(1)3) Solusio plasenta adalah terlepasnya plasenta dari tempat implantasinormalnya sebelum janin lahir, dan definisi ini hanya berlaku apabilaterjadi pada kehamilan di atas 22 minggu atau berat janin di atas 500gram (2) 7. b. Klasifikasi1) Trijatmo Rachimhadhi membagi solusio plasenta menurut derajatpelepasan plasenta (2)- Solusio plasenta totalis, plasenta terlepas seluruhnya.- Solusio plasenta partialis, plasenta terlepas sebagian.- Ruptura sinus marginalis, sebagian kecil pinggir plasenta yangterlepas.2) Pritchard JA membagi solusio plasenta menurut bentuk perdarahan (4)1.Solusio plasenta dengan perdarahan keluar2.Solusio plasenta dengan perdarahan tersembunyi, yang membentukhematoma retroplacenter3.Solusio plasenta yang perdarahannya masuk ke dalam kantongamnion .3) Cunningham dan Gasong masing-masing dalam bukunyamengklasifikasikan solusio plasenta menurut tingkat gejala klinisnya,yaitu:(5,6)1. Ringan : perdarahan 28 minggu.3. Laboratorium : darah perifer lengkap.PenatalaksanaanSegera di rujuk ke rumah sakit yang memadai yang dapat melakukan segeraseksio sesar.4. Plasenta SirkumvalataSelama perkembangan amnion dan korion melipat kebelakang disekeliling tepi -tepi plasenta. Dengan demikian korion ini masih berkesinambungan dengan tepiplasenta tapi pelekatannya melipat kebelakang pada permukaan foetal.Pada permukaan foetal dekat pada pinggir plasenta terdapat cincin putih. Cincinputih ini menandakan pinggir plasenta, sedangkan jaringan disebelah luarnya terdiridari vili yang timbul ke samping, dibawah desidua. Sebagai akibatnya pinggirplasenta mudah terlepas dari dinding uterus dan perdarahan ini menyebabkanperdarahan antepartum. Hal ini tidak dapat diketahui sebelum plasenta diperiksapada akhir kehamilan. 23. BAB IIIPENUTUPA. Kesimpulan1. Perdarahan antepartum adalah perdarahan pada ibu hamil lebih dari 28 Minggu.2. Penyebab perdarahan antepartuma. Kelainan plasenta- Plasenta previa- Solusio previa- Perdarahan antepartum yang tidak jelas sumbernyab. Kelainan serviks & vagina- Erosio porsionis uteri- Karsionamia porsionis uteri- Polipus servisis uteri- Varises vulvae- TraumaB. SaranJika terjadi perdarahan antepartum sebagai tenaga kesehatan harus melakukanpenanganan sesegera mungkin. Bila perlu harus melakukan rujukan ke Rumah sakityang memiliki fasilitas operasi dan tranfusi darah. 24. DAFTAR PUSTAKABobak dkk. 1995. Keperawatan maternitas. Jakarta. Penerbit buku kedokteran EGCCunningham, F Gary at all. 2001. William obstetric 21th edition. United States ofAmerica : the mcGraw hill companiesJNPKKR-POGI. 2005. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal danNeonatal. Jakarta. YBPSP. Hal 174-183JNPKKR-MNH. Depkes RI. 2008. Asuhan persalinan Normal. JakartaPusdiknakes. 2003. Konse p asuhan Kebidanan. WHO-JPHIEGO. JakartaR Sweet, Betty. 1997. Mayes Midwifery A Textbook for Midwives Twelf Edition.UK:Balliere TindalSaifudin, A.B. 2001. Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal danNeonatal. Jakarta. YBPSP. Hal M-25 M-32Varney, Helen. 1997. Varneys Midwifey. Massachussets : Jones and bartlettPublishersWinkjosastro, hanifa. 2005. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBPSPPrawirohardjo, Sarwono. 2002. Ilmu Kebidanan. Jakarta : YBP SPGasong MS, Hartono E, Moerniaeni N. Penatalaksanaan Perdarahan Antepartum.Bagian Obstetri dan Ginekologi FK UNHAS; 1997. 3-8.Pritchard JA, MacDonald PC, Gant NF. Williams Obstetrics, 20th ed. R Hariadi, RPrajitno Prabowo, Soedarto, penerjemah. Obstetri Williams. Edisi 20. Surabaya:Airlangga University Press, 2001; 456-70.Brudenell, Michael. 1996. Diabetes pada Kehamilan. Jakarta : EGCGray, Huon H [et.al..]. 2009. Kardiologi. Jakarta : Penerbit ErlanggaMoechtar R. Pedarahan Antepartum. Dalam: Synopsis Obstetri, Obstetri Fisiologisdan Obstetri Patologis, Edisi II. Jakarta:Penerbit Buku Kedokteran EGC, 1998; 279