MAKALAH TUGAS

download MAKALAH TUGAS

If you can't read please download the document

  • date post

    10-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    9
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of MAKALAH TUGAS

  • TUGAS

    MAKALAH MATA KULIAH FILSAFAT ILMU PENDIDIKAN

    PERANAN EPISTIMOLOGI DALAM MENYELESAIKAN MASALAH PENDIDIKAN

    OLEH

    ANDI TAUFIQ YUSUF

    G2G1 15 045

    JURUSAAN PENDIDIKAN IPSPROGRAM PASCASARJANAUNIVERSITAS HALU OLEO

    KENDARI2016

  • BAB I

    PENDAHULUAN

    A. Latar Belakang MasalahJika mempelajari filsafat ilmu, kita pasti menjumpai istilah Epistemologi. Yang

    merupakan salah satu cabang ilmu filsafat. Dan karena Filsafat ilmu merupakan bagian dari

    epistemologi (filsafat pengetahuan) yang secara spesifik mengkaji hakikat ilmu (pengetahuan

    ilmiah). Epistemologi adalah bagian filsafat yang membicarakan tentang terjadinya pengetahuan,

    sumber pengetahuan, asal mula pengetahuan, batas-batas dan metode, dan kesahihan

    pengetahuan. sehingga dalam kesempatan kali ini akan dibahas lebih lanjut mengenai sumber-

    sumber epistemologi. Manusia pada dasarnya adalah makhluk pencari kebenaran.

    Manusia tidak pernah puas dengan apa yang sudah ada, tetapi selalu mencari dan

    mencari kebenaran yang sesungguhnya dengan bertanya-tanya untuk mendapatkan jawaban.

    Namun setiap jawaban-jawaban tersebut juga selalu memuaskan manusia. Ia harus mengujinya

    dengan metode tertentu untuk mengukur apakah yang dimaksud disini bukanlah kebenaran yang

    bersifat semu, tetapi kebenaran yang bersifat ilmiah yaitu kebenaran yang bisa diukur dengan

    cara-cara ilmiah.

    Perkembangan pengetahuan yang semakin pesat sekarang ini, tidaklah menjadikan

    manusia berhenti untuk mencari kebenaran. Justru sebaliknya, semakin menggiatkan manusia

    untuk terus mencari dan mencari kebenaran yang berlandaskan teori-teori yang sudah ada

    sebelumnya untuk menguji sesuatu teori baru atau menggugurkan teori sebelumnya. Sehingga

    manusia sekarang lebih giat lagi melakukan penelitian-penelitian yang bersifat ilmiah untuk

    mencari solusi dari setiap permasalahan yang dihadapinya. Karena itu bersifat statis, tidak kaku,

    artinya ia tidak akan berhenti pada satu titik, tapi akan terus berlangsung seiring dengan waktu

    manusia dalam memenuhi rasa keingintahuannya terhadap dunianya

    B. Rumusan Masalah

    Adapun rumusan masalah dalam makalah ini adalah:

    1. Apa yang dimaksud dengan epistemologi ? 2. Bagaimana hubungan epistemologi dengan ilmu pengetahuan ?3. Bagaimana peranan epistemologi terhadap perkembangan pengetahuan?

  • BAB II

    PEMBAHASAN

    A. TINJAUAN PUSTAKA1. PENGERTIAN EPISTEMOLOGI

    Epistomologi atau teori pengetahuan ialah cabang filsafat yang berurusan dengan hakikat

    dan lingkup pengetahuan, pengandaian-pengandaian, dan dasar-dasarnya serta

    pertanggungjawaban atas pernyataan mengenai pengetahuan yang dimiliki. Secara linguistik kata

    Epistemologi berasal dari bahasa Yunani yaitu: kata Episteme dengan arti pengetahuan dan

    kata Logos berarti teori, uraian, atau alasan. Epistemologi dapat diartikan sebagai teori tentang

    pengetahuan yang dalam bahasa Inggris dipergunakan istilah theory of knowledge. Istilah

    epistemologi secara etimologis diartikan sebagai teori pengetahuan yang benar dan dalam bahasa

    Indonesia disebut filsafat pengetahuan. Secara terminologi epistemologi adalah teori mengenai

    hakikat ilmu pengetahuan atau ilmu filsafat tentang pengetahuan.Masalah utama dari epistemologi adalah bagaimana cara memperoleh pengetahuan, Sebenarnya

    seseorang baru dapat dikatakan berpengetahuan apabila telah sanggup menjawab pertanyaan-

    pertanyaan epistemologi artinya pertanyaan epistemologi dapat menggambarkan manusia

    mencintai pengetahuan. Hal ini menyebabkan eksistensi epistemologi sangat urgen untuk

    menggambar manusia berpengetahuan yaitu dengan jalan menjawab dan menyelesaikan

    masalah-masalah yang dipertanyakan dalam epistemologi. Makna pengetahuan dalam

    epistemologi adalah nilai tahu manusia tentang sesuatu sehingga ia dapat membedakan antara

    satu ilmu dengan ilmu yang lainnya.

    2. KEDUDUKAN EPISTEMOLOGI DALAM ILMU FILSAFAF

    Ruang lingkup filsafat ada 3 macam, yaitu: Ontologi atau metafisika yang merupakan filsafat

    tentang realita, Epistemologi, yaiutu filsafat tentang ilmu pengetahuan, dan Axiologi, yaitu

    filsafat tentang nilai. Secara luas dapat dikatan bahwa epistimologi adalah bagian filsafat yang

    membahas masalah-masalah pengetahuan. Epistemologi berasal dari bahasa Yunani, yaitu

    episteme, yang berarti pengetahuan (knowledge) dan logos yang berarti ilmu. Jadi menurut arti

    katanya, epistemologi ialah ilmu yang membahas masalah-masalah pengetahuan. Di dalam

    Webster New International Dictionary, epistemologi diberi definisi sebagai berikut: Epistimology

    is the theory or science the method and grounds of knowledge, especially with reference to its

  • limits and validity, yang artinya Epistemologi adalah teori atau ilmu pengetahuan tentang metode

    dan dasar-dasar pengetahuan, khususnya yang berhubungan dengan batas-batas pengetahuan dan

    validitas atau sah berlakunya pengetahuan itu. (Darwis. A. Soelaiman, 2007, hal. 61).Istilah Epistemologi banyak dipakai di negeri-negeri Anglo Saxon (Amerika) dan jarang

    dipakai di negeri-negeri continental (Eropa). Ahli-ahli filsafat Jerman menyebutnya

    Wessenchaftslehre. Sekalipun lingkungan ilmu yang membicarakan masalah-masalah

    pengetahuan itu meliputi teori pengetahuan, teori kebenaran dan logika, tetapi pada umumnya

    epistemology itu hanya membicarakan tentang teori pengetahuan dan kebenaran saja. Epistemologi atau Filsafat pengetahuan merupakan salah satu cabang filsafat yang

    mempersoalkan masalah hakikat pengetahuan. Apabila kita berbicara mengenai filsafat

    pengetahuan, yang dimaksud dalam hal ini adalah ilmun pengetahuan kefilsafatan yang secara

    khusus hendak memperoleh pengetahuan tentang hakikat pengetahuan.Beberapa pakar lainnya juga mendefinisikan espitemologi, seperti J.A Niels Mulder

    menuturkan, epistemologi adalah cabang filsafat yang mempelajari tentang watak, batas-batas

    dan berlakunya dari ilmu pengetahuan. Jacques Veuger mengemukakan, epistemology adalah

    pengetahuan tentang pengetahuan dan pengetahuan yang kita miliki tentang pengetahuan kita

    sendiri bukannya pengetahuan orang lain tentang pengetahuan kita, atau pengetahuan yang kita

    miliki tentang pengetahuan orang lain. Pendek kata Epistemologi adalah pengetahuan kita yang

    mengetahui pengetahuan kita. Abbas Hammami Mintarejo memberikan pendapat bahwa

    epistemology adalah bagian filsafat atau cabang filsafat yang membicarakan tentang terjadinya

    pengetahuan dan mengadakan penilaian atau pembenaran dari pengetahuan yang telah terjadi itu.

    (Surajiyo, 2008, hal. 25). Dari beberapa definisi yang tampak di atas bahwa semuanya hampir memiliki

    pemahaman yang sama. Epistemologi adalah bagian dari filsafat yang membicarakan tentang

    terjadinya pengetahuan, sumber pengetahuan, asal mula pengetahuan, batas-batas, sifat, metode,

    dan keshahihan pengetahuan. Jadi objek material dari epistemology adalah pengetahuan dan

    objek formalnya adalah hakikat pengetahuan itu.

    3. DEFINISI PENGETAHUAN

    Pengetahuan adalah suatu istilah yang dipergunakan untuk menuturkan apabila seseorang

    mengenal tentang sesuatu. Suatu hal yang menjadi pengetahuannya adalah selalu terdiri dari

    unsur yang mengetahui dan yang diketahui serta kesadaran mengenai hal yang ingin

    diketahuinya.

  • Oleh karena itu, pengetahuan selalu menuntut adanya subjek yang mempunyai kesadaran

    untuk mengetahui tentang sesuatu dan objek yang merupakan sesuatu yang dihadapinya sebagai

    hal ingin diketahuinya. Jadi bisa dikatakan pengetahuan adalah hasil tahu manusia terhadap

    sesuatu. Pengetahuan diperlukan sebagai dukungan dalam menumbuhkan rasa percaya diri

    maupun sikap dan perilaku setiap hari, sehingga dapat dikatakan bahwa pengetahuan merupakan

    fakta yang mendukung tindakan seseorang.Pengetahuan itu hanya dikenal dan ada di dalam pikiran manusia, tanpa pikiran maka

    pengetahuan tidak akan eksis. Oleh karena itu keterkaitan antara pengetahuan dan pikiran

    sesuatu yang kodrati. (Surajiyo, 2008, hal. 26).

    4. TERJADINYA PENGETAHUAN

    Masalah terjadinya pengetahuan adalah masalah yanag sangat ungen untuk dibahas di dalam

    Epistemologi, sebab orang akan berbeda pandangan terhadap terjadinya pengetahuan. Terjadinya

    pengetahuan dapat bersifat apriori dan aposteriori. Apriori yaitu pengetahuan yang terjadi tanpa

    adanya atau melalui pengalaman, baik pengalaman indera maupun pengalaman batin. Aposteriori

    adalah pengetahuan yang terjadi karena adanya pengalaman. Sebagai alat untuk mengetahui

    terjadinya pengetahuan menurut John Hospers dalam bukunya An Introduction to Philosophical

    Analysis mengemukakan ada enam hal, (Surajiyo. 2008. Hal. 28) diantaranya:

    a. Pengalaman Indera (Sense Experience)Orang sering merasa penginderaan merupakan alat yang paling vital dalam

    memperoleh pengetahuan. Pengalaman indera merupakan sumber pengetahuan yangberupa alat-alat untuk menangkap objek dari luar diri manusia melalui kekuatan indera.Kekhilafan akan terjadi apabila ada ketidak normalan antara alat-alat itu. Ibn Sinamengutip ungkapan filosof terkenal Aristoteles menyatakan bahwa barang siapa yangkehilangan indra-indranya maka dia tidak mempunyai makrifat dan pengetahuan. Dengandemikian bahwa indra merupakan sumber dan