MAKALAH TROPIS

Click here to load reader

download MAKALAH TROPIS

of 60

  • date post

    11-Jul-2016
  • Category

    Documents

  • view

    122
  • download

    35

Embed Size (px)

description

arch

Transcript of MAKALAH TROPIS

ARSITEKTUR TROPIS

1. PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Indonesia yang dilewati garis khatulistiwa termasuk daerah yang memiliki iklim tropis lembab. Iklim tropis dapat didefinisikan sebagai daerah yang terletak di antara garis isotherm 20 C di sebelah bumi utara dan selatan atau daerah yang terdapat di antara 23 lintang utara dan 23 lintang selatan. Pada dasarnya iklim tropis dibedakan menjadi daerah iklim tropis kering yang meliputi padang pasir, stepa, dan savana, sedangkan iklim tropis lembab meliputi hutan tropis, daerah dengan angin musim dan savana lembab. (Prasetya, 2002 : hal. 1) Bangunan di Indonesia juga disesuaikan dengan iklim tropis. Bisa kita lihat rumah-rumah tradisional seperti rumah adat jawa yang memakai atap joglo, atau rumah gadang yang memakai atap bernentuk runcing. Pada dasarnya bentuk-bentuk seperti ini menyatakan bahwa bangunan menyesuaikan dengan iklim untuk meminimalisasi dampak negatif iklim terhadap manusia. Salah satu alasan mengapa manusia membuat bangunan adalah karena kondisi alam iklim tempat manusia berada tidak selalu baik menunjang aktivitas yang dilakukannya. Aktivitas manusia yang bervariasi memerlukan kondisi iklim sekitar tertentu yang bervariasi pula. Untuk melangsungkan aktivitas kantor, misalnya, diperlukan ruang dengan kondisi visual yang baik dengan intensitas cahaya yang cukup; kondisi termis yang mendukung dengan suhu udara pada rentang-nyaman tertentu; dan kondisi audial dengan intensitas gangguan bunyi rendah yang tidak mengganggu pengguna bangunan. Karena cukup banyak aktivitas manusia yang tidak dapat diselenggarakan akibat ketidaksesuaian kondisi iklim luar, manusia membuat bangunan. Dengan bangunan, diharapkan iklim luar yang tidak menunjang aktivitas manusia dapat dimodifikasidiubah menjadi iklim dalam (bangunan) yang lebih sesuai.Usaha manusia untuk mengubah kondisi iklim luar yang tidak sesuai menjadi iklim dalam (bangunan) yang sesuai seringkali tidak seluruhnya tercapai. Dalam banyak kasus, manusia di daerah tropis seringkali gagal menciptakan kondisi termis yang nyaman di dalam bangunan. Ketika berada di dalam bangunan, pengguna bangunan justru seringkali merasakan udara ruang yang panas, sehingga kerap mereka lebih memilih berada di luar bangunan. (Tri Harso Karyono, 2000 : www.desain!arsitektur.com) Untuk menyiasati pengeluaran energi yang besar maka kita dapat menciptakan bangunan yang secara optimal dapat menggunakan potensi alam sebagai solusi masalah energi. Caranya adalah dengan membuat bangunan yang berbasis pada konsep arsitektur tropis yang bersahabat dengan iklim lokal yang panas dan lembab. (Imelda Akmal, 2004 : www.kompas.com)

1.2 TujuanTujuannya adalah untuk memberikan pengetahuan tentang arsitektur tropis mengenalkan ciri-ciri dari arsitektur tropis aspek aspek pendukung arsitektur tropis memperkenalkan bangunan arsitektur tropis

II. PENINJAU

2.1 PENGERTIAN

A. ArsitekturArsitektur adalah seni dan ilmu dalam merancang bangunan. Dalam arti yang lebih luas, arsitektur mencakup merancang dan membangun keseluruhan lingkungan binaan, mulai dari level makro. Arsitektur berasal dari bahasa latin architectura yang berarti suatu prosesdan hasil nyata dari perencanaan, desain, dan konstruksi.

Arsitektur bisa juga diartikan sebagai : Desain dan konstruksi yang berlandaskan seni dan ilmu pengetahuan. Pengertian umum untuk mendeskripsikan suatu bangunan atau infrastruktur lainnya. Suatu aliran, gaya, atau metode yang ada pada desain dan konstruksi maupun struktur pada suatu bangunan. Aktivitas mendesain mulai dari tingkat makro (perencanaan kota, arsitektur lansekap) hingga tingkat mikro (detail konstruksi , desain interior).B. Cuaca .Pengertian Cuaca adalah keadaan udara pada suatu tempat. Oleh sebab itu, sering terjadi suatu tempat udara berawan atau hujan turun lebat, tetapi di tempat yang lain cuaca terang benderang.C. Iklim. Pengertian iklim adalah keadaan rata-rata cuaca pada suatu daerah yang luas dan ditentukan berdasarkan perhitungan dalam suatu daerah yang luas dan ditentukan berdasarkan perhitungan dalam waktu lama ( sekitar 11-30 tahun).D. TropisPada zaman yunani kuno kata tropikos berarti garis balik kini pengertian ini berlaku untuk daerah antara kedua garis balik ini yang meliputi 40% dari luas seluruh permukaan bumi. Garis-garis ini adalah garis lintang 23027 utara dan selatan garis lintang utara 23027 adalah garis balik cancer disini matahari pada tanggal 22 juni mencapai posisi tegak lurus garis lintang selatan 23027adalah garis balik capricom,pembagian bumi dengan garis-garis tegak ini tidak mempertimbangkan batas-batas daerah iklim yang sebenarnya.karena itu sekarang Tropis didefinisikan sebagai daerah yang terletak di antara garis isotem 200C di sebelah bumi utara dan selatan. Pembagian daerah iklim dan ciri-cirinya akan di bahas dalam bab ini.kondisi iklim dan geografis dapt di bagi dalam dua kategori:

Daerah tropis dan kering padang pasir sangat kering hampir tidak mengenal hujan kalaupun hujan sangatlah tidak teratur.daerah yang sangat lebat.tetapi karena airnya terlalu cepat mengalir sehingga hampir tidak bisa di manfaatkan bagi kehidupan manusia.tumbuhan yang rendah dan juga pepohonan rendah kurus yang tumbuh jarang merupakan ciri-ciri daerah ini. Daerah tropis dan lembab Dengan lembab mencakup savana lembab daerah dengan angin musim dan hutan hujan tropis. Daerah savana lembab dan daerah bermusim hujan memiliki satu atau dua musim hujan dengan batas yang jelastumbuhan di daerah ini lebat dan mmpu melewati musim kering panjang tanpa akibat yang berartiini pada siang hari memiliki temperatur dan potensi penguapan yang tinggi sungai-sungai kering dan aliran air menunjukkan bahwa kadang- kadang turun hujanE. Arsitektur Tropis Arsitektur tropis adalah suatu proses perencanaan dan perancangan suatu bangunan, infrastruktur, dan karya arsitektural lainnya yang dapat diterapkan dan sesuai dengan karakteristik suatu lingkungan tertentu. Beberapa diantaranya adalah iklim, sosial, dan lingkungan atau sebuah konsep desain yang beradaptasi dengan lingkungan yang tropis F. Arsitektur Tropis Dengan Arsitektur TradisionalArsitektur tropis merupakan prinsip desain, sedangkan arsitektur tradisional merupakan kebudayaan arsitektur yang turun-menurun dan digetok-tularkan melalui kebudayaan. Arsitektur tropis tidak harus tradisional, tapi biasanya arsitektur tradisional masyarakat sudah sangat memperhatikan prinsip-prinsip arsitektur tropis meskipun tidak tertulis, tapi sudah terlihat melalui bangunannya.

Arsitektur tropis gaya baru bisa memakai material apa saja dan tidak harus terpaku pada tradisi karena banyak perubahan paradigma terutama penggunaan material baru, asalkan masih memperhatikan bagaimana menangani iklim tanpa menggunakan penanganan modern terhadap iklim, misalnya bangunan tropis seharusnya tidak memakai AC dan pencahayaan buatan pada siang hari, karena sudah mengandalkan iklim tropis yang sebenarnya mendukung untuk itu. Karena arsitektur tropis memperhatikan iklim, maka penanganan arsitektur yang berkaitan dengan iklim seperti mempertahankan suhu nyaman, kelembapan, dan sebagainya juga menggunakan potensi dari iklim tropis tersebut.

2.2 IKLIM INDONESIA

Indonesia termasuk dalam daerah tropika basah atau daerah hangat lembab yang ditandai oleh: kelembaban udara yang relatif tinggi (pada umumnya di atas 90%), curah hujan yang tinggi serta temperatur rata-rata tahunan di atas 180C (biasanya sekitar 23C dan dapat mencapai 38C dalam musim kemarau).Perbedaan antar musim hampir tidak ada, kecuali periode sedikit hujan dan banyak hujan yang disertai angin keras. Lebih khusus lagi, Indonesia termasuk dalam daerah sekunder hutan hujan tropis (tropis lembab) dengan gambaran sebagai berikut:A. Lansekap : Daerah hutan hujan khatulistiwa dengan dataran rendah. B. Permukaan tanah : Lansekap hijau, warna tanah biasanya merah atau coklat. C. Vegetasi : Lebat, speciesnya bermacam-macam, semak belukar, pohon-pohon tinggi (rimba dan hutan bakau).D. Musim : Perbedaan musim kecil. Bulan terpanas, panas dan lembab sampai basah : bulan terdingin, panas sedang dan lembab sampai basah. Daerah tropis-lembab belahan bumi utara: a) Bulan terdingin : Desember-Januarb) Bulan terpanas : Mei-Agustus Daerah tropis-lembab belahan bumi selatan : a) Bulan terdingin : April-Juli b) Bulan terpanas : Oktober-Februari E. Kondisi awan : Berawan dan berkabut sepanjang tahun. Terang, bila awan sedikit, (awan kumulus putih) dan matahari tidak tertutup, abu-abu suram bila awan tebal. Jenis awan selalu bertukar, lapisan awan 60-90%. F. Radiasi matahari dan panas : Radiasi matahari langsung dengan intensitas sedang sampai tinggi. Radiasi terdifusi melalui awan atau uap. Refleksi radiasi matahari langsung pada tanah sedikit. Tanah menyerap banyak panas.G. Temperatur/suhu : Temperatur maksimum rata-rata tahunan 30,5C, pengecualiaan di atas 32C, sedang pada daerah khatulistiwa selama musim kering mencapai 33C dan musim hujan 30C, bisa turun sampai 26C. Fluktuasi harian dan tahunan relatif kecil, sekitar 30-5,5C. H. Presipitasi : Curah hujan tahunan di atas 2000 mm, maksimum 5000 mm, dalam musim hujan mencapai 500 mm setiap bulan sedang untuk daerah khatulistiwa, hujan turun biasanya setelah tengah hari dan pagi hari sering berkabut.I. Kelembaban udara : Kelembaban absolut (tekanan uap) tinggi, 25-30 mm Kelembaban relatif 55-100%, biasanya di atas 73% J. Gerakan udara : Lambat, terutama di daerah hutan rimba, bertambah cepat bila turun hujan, sampai kekuatan angin 6 atau lebih. Biasanya satu atau dua arah angin utama

III. PEMBAHASAN

3.1 HUBUNGAN ANTARA ARSITEKTUR TROPIS DAN IKLIMIklim dan arsitektur adalah bagian dari sains bangunan dan sains arsitektur. Sains bangunan adalah ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan lingkungannya. Bangunan dan shelter dalam hal ini berlaku sebagai perubah (modifier) lingkungan luar (outdoor enviroment) menj