makalah transmisi

download makalah transmisi

of 17

  • date post

    11-May-2017
  • Category

    Documents

  • view

    297
  • download

    2

Embed Size (px)

Transcript of makalah transmisi

Makalah Transmisi Otomatis

Di Susun

OLEH :Abdurrahman

feisal Abinowo

Jimmy Juwanda

Nofi Prayuda

Sastama

Politeknik Negeri Sriwijaya

Tahun Akademik 2012/2013KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan Makalah Transmisi Otomatis Pada Mobil ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana. Semoga Makalah Transmisi Otomatis Pada Mobil ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam pendidikan dalam otomotif.

Harapan saya semoga Makalah Transmisi Otomatis Pada Mobil ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi Makalah Transmisi Otomatis Pada Mobil ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.

Makalah Transmisi Otomatis Pada Mobil ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan Makalah Transmisi Otomatis Pada Mobil ini.Palembang, 03 April 2013

Penulis DAFTAR ISI

Sampul.........................................................................................................................1

Kata pengantar.............................................................................................................2Daftar isi.......................................................................................................................3Bab I.............................................................................................................................4Komponen & Fungsi Transmisi otomatis pada mobil ..................................................4Bab II..........................................................................................................................13Cara Kerja Transmisi otomatis pada pada mobil .......................................................13Bab III.........................................................................................................................15Pemeliharaan Transmisi otomatis pada mobil ...........................................................15BAB I

Komponen& Fungsinya Transmisi Otomatis Pada Mobil1.Planetary gear unit

Planetary gear unit dipakai untuk menaikan dan menurunkan momen mesin, menaikan dan menurunkan kecepatan kendaraan, di pakai untuk memundurkan kendaraan dan dipakai untuk bergerak maju. Pada dasarnya planetary gearunit dipakai mesin untuk menghasilkan tenaga dan menggerakan kendaraan dengan beban yang berat dengan tenaga yang ringan.

Hubungan antara kecepatan dan momen mesin dapat di jelaskan sebagai berikut:

Pada saat kendaraan berhenti dan mau berjalan dibutuhkan momen yang besar, dan pada posisi ini dibutuhkan gigi yang rendah untuk menggerakan kendaraan. Akan tetapi pada kecepatan yang tinggi maka akan dibutuhkan gigi yang tinggi dan momen yang kecil untuk menjaga laju kendaraan.

Berikut ini adalah bagian-bagian dari planetary gear unit:

Gambar 5. Planetary gear unitPlanetary gear memiliki tiga tipe gigi cincin, gigi pinion, sun gear dan planetary carrier.Planetary carrier dihubungkan dengan poros tengah tiap gigi pinion dan membuat gigi pinion berputar. Gigi-gigi pada planetary carrierberhubungan satu sama lainnya.

Gigi pinionmempunyai prinsip kerja menyerupai planet yang berputar di sekeliling matahari. Oleh karena itu, disebut planetary carrier. Biasanya, planetary carrierdikombinasikan dalam unit planetary carrier.

Penggantian input pada planetary carrier, output, dan elemen tetap, memungkinkan untuk deselerasi, mundur, hubungan langsung dan akselerasi.

KomponenFungsi

O/D clutch. Menghubungkan/memutuskan putaran O/D carrier dan O/D sun gear.

O/D Brake. Menahan supaya O/D sun gear tidak berputar.

O/D one way clutch. Menghubungkan O/D carrier dan O/D sun gear ketika diputar mesin.

Forward Clutch. Menghubungkan / memutuskan input shaft dengan intermediate shaft.

Direct Clutch. Menghubungkan / memutuskan input shaft dengan front dan rear sun . gear.

2nd Coast Brake. Menahan / mengunci front dan rear sun gear supaya tidak berputar.

2nd Brake. Menahan one way clutch 1 supaya front dan rear sun gear berputar . berlawanan arah jarum jam.

Reverse Brake . Menahan putaran front planetary carrier.

One way clutch 1. Menahan front dan rear sun gear supaya tidak berputar berlawanan jarum . jam ketika 2nd brake bekerja.

One way clutch 1. Menahan supaya front planetary carrier berputar berlawanan jarum jam.

Gambar 6. One way clutch

Gambar 7. Potongan planetary gear dan clutch

Gambar 8. Hubungan antar komponen saat tranmisi otomatis bekerja

Perpindahan gigi secara otomatis sesuai dengan posisi tuas, terdapat 6 posisi yaitu, posisi P, R, N, D, 2 dan L. sedangkan untuk Over Drive (O/D) menggunakan switch yang ada pada tuas transmisi, demikian pula untuk meningkatkan performa kerja transmisi khususnya waktu perpindahan gigi terdapat 2 posisi switch yang ditempatkan di console box, yaitu Power dan Normal (P/N) mode.

Gambar 9. Tuas transmisi otomatisPosisi tuas transmisi sebagai berikut :

Posisi P (Park)Pada posisi ini kendaraan tidak dapat bergerak (roda tidak dapat diputar) tetapi mesin dapat dihidupkan.Posisi ini digunakan untuk kendaraan yang diparkir, atau pada kendaraan untuk keperluan mesin dihidupkan tetapi kendaraan tidak dijalankan.

Posisi R (Reverse)Posisi ini jadi digunakan untuk menggerakan kendaraan mundur.

Posisi N (Netral)Pada posisi ini kendaraan tidak bergerak tetapi roda dapat diputar dan mesin dapat dihidupkan.Hanya posisi N dan P mesin dapat dihidupkan, posisi N transmisi pada posisi netral, biasanya digunakan untuk menghidupkan mesin sebelum kendaraan dijalankan atau ketika kendaraan berhenti sementara mesin hidup, seperti menunggu lampu hijau menyala di perempatan jalan.

Posisi D (Drive)Posisi D, digunakan untuk menggerakkan kendaraan bergerak maju secara otomatis dan dapat mengatur posisi kerja dari gigi 1, 2 dan 3, atau sebaliknya, jika switch O/D di-posisikan ON, transmisi secara otomatis dapat mengatur kerja dari gigi 1, 2, 3 dan 4 atau sebaliknya. Posisi ini biasanya digunakan untuk jalan normal dan rata.

Posisi 2Posisi ini digunakan untuk menggerakan kendaraan bergerak maju, tetapi secara otomatis hanya dapat mengatur posisi kerja dari gigi 1 ke gigi 2 atau sebaliknya, biasanya digunakan untuk jalanan menanjak atau turunan tajam.

Posisi LPosisi ini digunakan untuk menggerakan kendaraan bergerak maju tetapi hanya pada posisi gigi 1 saja, biasanya digunakan untuk jalanan yang sangat menanjak atau turunan yang sangat tajam yang tidak dapat dilakukan pada posisi gigi 2.

Tipe transmisi otomatis

Tipe transmisi otomatis

Transmisi yang dipakai pada kendaraan mesin depan penggerak depan (front engine, front wheel drive (FF)) di buat lebih kecil dan efisien dibandingkan dengan transmisi yang dipakai pada mesin depan penggerak roda belakang (front engine, rear drive (FR)) karena langsung dihubungkan dengan mesin tanpa melewati poros propeller atau transmisi jenis ini disebut sebagai transaxle.

Gambar 1. Transmisi otomatis tipe front engine, front wheel drive (FF) dan front engine, rear drive (FR)

Differensial pada transaxle menjadi satu dengan mekanisme pemindah tenaga yang lain berbeda dengan transmisi untuk penggerak roda belakang yang differensialnya terpisah dengan mekanisme yang lain.

Pada prinsipnya, kedua jenis transmisi tersebut mempunyai cara kerja yang sama baik unutk penggerak roda depan maupun untuk penggerak roda belakang.

Transmisi otomatis secara garis besar di bagi menjadi 3 bagian yaitu:

1.Torque converter2.Planetary gear unit3.Hydraulic control unitGambar 2. Bagian utama dari transmisi otomatis

1.Torque Converter

Gambar 3. potongan dari Torque converterTorque converter di pasang pada input shaft dari transmisi otomatis. Pada bagian ini juga terdapat ring gear yang berfungsi sebagai gigi yang berhubungan dengan drive pinion motor starter untuk menghidupkan mesin.

Fungsi dari torque converter adalah :

a. Melipatgandakan momen yang dihasilkan oleh mesinb. Menjadi kopling otomatis yang mengirimkan momen mesin menuju ke transmisic. Menyerap getaran mesind. Melembutkan putaran mesine. Sebagai pompa oli ke hidraulic control systemTorque converter berisi minyak transmisi otomatis dan mengirimkan tenaga putar dari mesin menuju ke transmisi. Komponen utama dari torque conveter adalah pump impeller, turbine runner, dan stator.

Bagian ini juga dihubungkan langsung dengan pompa oli yang selalu menghasilkan tekanan yang di pakai pada hidraulic control unit pada saat mesin dihidupkan. Pada saat kendaraan di derek dan roda yang berhubungan dengan drive axle, output shaft dan intermediate shaft serta bearing tidak terdapat pelumasan. Hal ini sangat berbahaya jika kendaraan di derek pada jarak yang jauh atau pada kecepatan yang cukup tinggi.

Lock up mechanismTorque converter tidak selamanya menyalurkan tenaga putar ke transmisi dengan perbandingan 1 : 1, tapi ada sebagian kecil tenaga yaitu sekitar 4 - 5 % yang hilang. Hal ini tentunya sangat merugikan karena akan mengakibatkan pemborosan bahan bakar. Untuk menghindari hal tersebut di buat mekanisme lock up mechanism yang akan mengunci torquer converter ketika kendaraan berjalan pada kecepatan 37 mph atau 60 km/jam atau lebih tinggi. Ketika mekanisme ini bekerja maka tenaga putar dari mesin akan di salurkan 100 % menuju ke transmisi.

Gambar 4. Lock up mechanism3.Hydraulic co