MAKALAH TENTANG PHK

download MAKALAH TENTANG PHK

of 28

  • date post

    08-Feb-2018
  • Category

    Documents

  • view

    220
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of MAKALAH TENTANG PHK

  • 7/22/2019 MAKALAH TENTANG PHK

    1/28

    K a t a P e n g a n t a r

    Puji dan Syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat, berkah, danKarunia-Nya sehingga saya dapat menyelesaikan makalah iniyang berjudul Pemutusan

    Hubungan Kerja.

    Makalah ini disusun agar dapat menambah referensi pustaka yang berhubungan dengan

    Pemutusan Hubungan Kerja dan sebagai salah satu pemenuhan tugas terstruktur dari mata

    kuliah Hukum Perburuhan/ Ketenagakerjaan

    Saya mengucapkan terima kasih kepada semua sumber-sumber media yang

    telah saya jadikan referensi untuk penyusunan makalah ini, semoga dapat memberikan

    terwujudnya generasi masa depan yang lebih baik. Saya berharap, semoga informasi yang adadalam makalah ini dapat berguna bagi saya khususnya dan bagi para pembaca pada umumnya.

    Saya menyadari bahwa makalah ini masih jauh dari sempurna, masih ada kekurangan dan

    kesalahannya. Saya menerima kritik dan saran yang membantu guna penyempurnaan makalah

    ini.

    DAFTAR ISI

    KATA PENGANTAR

    DAFTAR ISI

  • 7/22/2019 MAKALAH TENTANG PHK

    2/28

    BAB I PENDAHULUAN1.1 LATAR BELAKANG1.2 RUMUSAN MASALAH

    1.3 MAKSUD DAN TUJUAN

    1.4 METODE PENULISAN

    BAB II PEMBAHASAN2.1 PENGERTIAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)

    2.2 FUNGSI DAN TUJUAN PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)2.3. PRINSIP-PRINSIP PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)

    2.4 JENIS-JENIS PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)

    2.5 MEKANISME DAN PENYELESAIAN PERSELISIHAN PHK

    2.6 PROSES DAN PROSEDUR PHK

    2.7 KOMPENSASI PHK

    2.8 PASAL-PASAL PEMUTUSAN HUBUNGAN KERJA (PHK)

    BAB III PENUTUP

    3.1 KESIMPULAN

    3.2 SARAN

    DAFTAR PUSTAKA

    BAB 1

    PENDAHULUAN

    1.1. Latar Belakang

  • 7/22/2019 MAKALAH TENTANG PHK

    3/28

    Sering kita mendengar mengenai karyawan, dimana karyawan adalah anggota dari sebuah

    organisasi peruasaan/lembaga yang bekerja dalam mencapai tujuan tertentu. Ada yang bekerja

    di lembaga kepemerintahan dan ada pula yang di lembaga swasta. Bagi mereka yang bekerja dilembaga kepemerintahan bias kita sebut sebagai Pegawai Negri Sipil (PNS) yang mereka bekerja

    untuk Negara dan di gajih pula oleh Negara dan diatur pula oleh aturan pemerintah. Kemudian

    ada yang bekerja di lembaga suasta dimana mereka di pekerjakan oleh perusahaan atau lembagasuata diman merka di atur oleh perusahaan dan oleh pemerintah.

    Dalam mencapai tujuannya perusahaan sangat di pengaruhi oleh yang namanya karyawan.Dalam proses tersebut ada beberapa hal yang harus di perhatikan salah satunya adalah

    Pemutusan hubungan kerja (PHK). Di Indonesia sendiri Pemutusan hubungan kerja ini di atur

    dalam undangundang ketenaga kerjaan yaitu dalam UU RI No.13 Tahun 2003, dimana disini

    di jelaskan aturan - aturan mengenai pemutusan hubungan kerja.Di Negara ini pun pernah terjadi PHK secara besarbesaran dimana pada waktu itu terjadi krisis

    moneter, yang mengakibatkan perusahaan tidak sanggup lagi menggaji karyawannya. Langkah

    ini terpakas di lakukan sebagai solusi dari perusahaan karna mengalami kerugian yang cukupbesar. Sementara perusahaan harus memenuhi kewajibannya untuk mnggaji karyawan.

    Dan pada waktu itu PHK menjadi momok besar yang sangat menakutkan. Para karyawan cemas

    akan nasibnya yang akan di berhentikan dari pekerjaanya. Hingga saat ini PHK menjadi

    pemikiran yang negatif karna di anggap sebagai pemecatan. Padahal PHK bukan itu tapi ini

    merupakan proses dari sebuah keberlangsungan perusahaan. Dan akan dibahas lebih jelasnyadalam pembahasan makalah ini.

    1.2. Rumusan Masalah

    Adapun yang menjadi rumusan masalah dalam makalah ini adalah :

    1. Apa definisi dari PHK ?2. Apa fungsi dan tujuan dari PHK ?

  • 7/22/2019 MAKALAH TENTANG PHK

    4/28

    3. Jelaskan jenisjenis dari PHK !4. Jelaskan mekanisme dan penyelesaian PHK !5. Dan bagai mana mekanisme dan apa penyebab terjadinya PHK di SMK Muhammadiyah

    1 Kuningan?

    1.3. Maksud dan Tujuan

    Adapun maksud dan tujuan dibuatnya makalah yang membahas tentang pemutusan

    hubungan kerja ini adalah sebagai berikut :

    1. Mengetahui definisi dari Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK ) .2. Mengetahui fungsi dan tujuan pemutusan hubungan kerja ( PHK ) .3. Mengetahui jenisjenis dan prinsipprinsip dari Pemutusan Hubungan Kerja ( PHK ) .4. Mengetahui mekanisme pemberian PHK kepada karyawan dan cara penyelesaian

    perselisihan yang akan timbul setelah Pemutusan hubungan kerja dilakukan .

    5. Mengetahui bentuk dari pemberian kompensasi kepada karyawan yang mendapatkanpemutusan hubungan kerja dari lembaga swasta .

    4 METODE PENULISAN

    1. OBJEK PENULISANObjek penulisan dalam tugas ini adalah pengertian dan permasalahan mengenai pemutusan

    hubungan kerja.

    2. METODE PENGUMPULAN DATA

    Dalam pembuatan makalah ini, metode pengumpulan data yang digunakan adalah kaji pustakaterhadap bahan-bahan perpustakaan yang sesuai dengan permasalahan yang diangkat dalam

    makalah ini yaitu masalah mengenaipemutusan hubungan kerja. Sebagai referensi juga diperoleh

    dari berbagai media baik dari televisi, koran, dan media informasi yang membahas mengenaipemutusan hubungan kerja.

    3. METODE ANALISIS

    Penyusunan makalah ini berdasarkan metode deskriptif analistis, yaitu mengidentifikasipermasalahan berdasarkan fakta dan data yang ada, dan dengan data pendukung lainnya.

  • 7/22/2019 MAKALAH TENTANG PHK

    5/28

    BAB II

  • 7/22/2019 MAKALAH TENTANG PHK

    6/28

    PEMBAHASAN

    2.1. Pengertian Pemutusan Hubungan Kerja (PHK)

    PHK adalah pengakhiranhubungan kerjakarena suatu hal tertentu yang mengakibatkanberakhirnyahakdankewajibanantarakaryawandanperusahaan.Apabila kita mendengar istilah

    PHK, yang biasa terlintas adalah pemecatan sepihak oleh pihak perusahaan karena kesalahankaryawan. Karenanya, selama ini singkatan PHK memiliki konotasi negatif. Padahal, kalau kita

    tilik definisi di atas yang diambil dari UU No. 13/2003 tentang Ketenagakerjaan, dijelaskan

    Pemutusan Hubungan kerja dapat terjadi karena bermacam sebab. Intinya tidak persis samadengan pengertian dipecat.

    Tergantung alasannya,Pemutusan hubungan kerja mungkin membutuhkan penetapanLembaga

    Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial(LPPHI) mungkin juga tidak. Meski begitu,

    dalam praktek tidak semua Pemutusan Hubungan kerja yang butuh penetapan dilaporkan kepada

    instansi ketenagakerjaan, baik karena tidak perlu ada penetapan, Pemutusan Hubungan kerja

    tidak berujung sengketa hukum, atau karena karyawan tidak mengetahui hak mereka.

    2.1.1 Pengadilan Hubungan Industri al

    Pihak yang menolak anjuran mediator/konsiliator, dapat mengajukan gugatan ke

    Pengadilan Hubungan Industrial (PHI). Pengadilan ini untuk pertamakalinya didirikan di tiap

    ibukota provinsi. Nantinya, PHI juga akan didirikan di tiap kabupaten/ kota. Tugas pengadilan

    ini antara lain mengadili perkara perselisihan hubungan industrial, termasuk perselisihan

    Pemutusan Hubungan Kerja, serta menerima permohonan dan melakukan eksekusi terhadap

    Perjanjian Bersama yang dilanggar.

    Selain mengadili Perselisihan Pemutusan Hubungan Kerja, Pengadilan Hubungan

    Industrial (PHI) mengadili jenis perselisihan lainnya: Perselisihan yang timbul akibat adanya

    perselisihan hak, perselisihan kepentingan dan perselisihan antar serikat karyawan.

    SebelumPengadilan Hubungan Industrialberdiri pada 2006, perselisihan hubungan

    Industrial masih ditangani pemerintah lewatPanitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan

    Pusat(P4P) danPanitia Penyelesaian Perselisihan Perburuhan Daerah(P4D) sertaPengadilan

    Tata Usaha Negara.

    Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) memiliki berbagai pengertian, diantaranya :

    1. Menurut Mutiara S. Panggabean

    Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) merupakan pengakhiran hubungan kerja antara pekerja dan

    pengusaha yang dapat disebabkan oleh berbagai macam alasan, sehingga berakhir pula hak dankewajiban di antara mereka.

    http://hukumpedia.com/index.php?title=Hubungan_kerjahttp://hukumpedia.com/index.php?title=Hubungan_kerjahttp://hukumpedia.com/index.php?title=Hubungan_kerjahttp://hukumpedia.com/index.php?title=Hakhttp://hukumpedia.com/index.php?title=Hakhttp://hukumpedia.com/index.php?title=Hakhttp://hukumpedia.com/index.php?title=Kewajibanhttp://hukumpedia.com/index.php?title=Kewajibanhttp://hukumpedia.com/index.php?title=Kewajibanhttp://hukumpedia.com/index.php?title=Pekerjahttp://hukumpedia.com/index.php?title=Pekerjahttp://hukumpedia.com/index.php?title=Pekerjahttp://hukumpedia.com/index.php?title=Pengusahahttp://hukumpedia.com/index.php?title=Pengusahahttp://hukumpedia.com/index.php?title=Lembaga_penyelesaian_perselisihan_hubungan_industrial&action=edithttp://hukumpedia.com/index.php?title=Lembaga_penyelesaian_perselisihan_hubungan_industrial&action=edithttp://hukumpedia.com/index.php?title=Lembaga_penyelesaian_perselisihan_hubungan_industrial&action=edithttp://hukumpedia.com/index.php?title=Lembaga_penyelesaian_perselisihan_hubungan_industrial&action=edithttp://hukumpedia.com/index.php?title=Pengadilan_Hubungan_Industrialhttp://hukumpedia.com/index.php?title=Pengadilan_Hubungan_Industrialhttp://hukumpedia.com/index.php?title=Panitia_Penyelesaian_Perselisihan_Perburuhan_Pusat&action=edithttp://hukumpedia.com/index.php?title=Panitia_Penyelesaian_Perselisihan_Perburuhan_Pusat&action=edithttp://hukumpedia.com/index.php?title=Panitia_Penyelesaian_Perselisihan_Perburuhan_Pusat&action=edithttp://hukumpedia.com/index.php?title=Panitia_Penyelesaian_Perselisihan_Perburuhan_Pusat&action=edithttp://hukumpedia.com/index.php?title=Panitia_Penyelesaian_Perselisihan_Perburuhan_Daerah&action=edithttp://huk