Makalah Sp Tutor Cardio 2

download Makalah Sp Tutor Cardio 2

of 23

  • date post

    27-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    19
  • download

    1

Embed Size (px)

Transcript of Makalah Sp Tutor Cardio 2

MAKALAHBLOK SISTEM CARDIOVASKULER IIAtrial Septal Defect(ASD)

Fasilitator :Ns. Sri Muharni, M.kepNamaKelompok I :Anggota :

Desti wahyuni Ike Wahyuli Putri Indah Purnama Sari Rika Aulia sofiayanti Sadam hussein Resti Gustiani Viska Suci Ramadhani Widhori Widya Hastuti sy Yurnike ningsih

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATANFAKULTAS KESEHATAN DAN MIPAUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SUMATERA BARATTAHUN 2014

DAFTAR ISI

KATA PENGANTARBAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang...........................................................................B. Tujuan .......................................................................................C. Metodologi Permasalahan..........................................................BAB II LANDASAN TEORITISa) Anatomi fisiologi sensori...........................................................b) Definisi.......................................................................................c) Etiologi.......................................................................................d) Manifestasi klinis.......................................................................e) Klasifikasi..................................................................................f) Komplikasi.................................................................................g) Patofisiologi...............................................................................h) Penatalaksanaan.........................................................................i) WOC..........................................................................................BAB III PEMBAHASANa) Skenario.......................................................................................b) Klarifikasi istilah sulit.................................................................c) Jawaban Pertanyaan.....................................................................d) Asuhan keperawatan....................................................................e) BAB IV PENUTUPa) Kesimpulan...................................................................................b) Saran ............................................................................................c) DAFTAR PUSTAKA

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT, yang atas rahmat-Nya maka penulis dapat menyelesaikan penyusunan makalah yang berjudul Atrial Septal Defect (ASD). Penulisan makalah adalah merupakan salah satu tugas untuk menyelesaikan modul sistem cardiovaskuler.Dalam penulisan makalah ini penulis merasa masih banyak kekurangan-kekurangan baik pada teknis penulisan maupun materi, mengingat akan kemampuan yang dimiliki penulis. Untuk itu kritik dan saran dari semua pihak sangat penulis harapkan demi penyempurnaan pembuatan makalah ini. Dalam penulisan makalah ini penulis menyampaikan ucapan terima kasih kepada fasilitator kelompok 1 yaitu, ibu Ns.Sri Muharni, M.kep yang telah membantu dalam menyelesaikan makalah ini. Akhirnya penulis berharap semoga allah memberikan imbalan yang setimpal pada ibu yang telah memberikan bantuan, dan dapat menjadikan semua bantuan ini sebagai ibadah,amin.

Bukittinggi, 05 Juli 2014

Penulis

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangJantung manusia mulai membentuk struktur kantong tunggal pada minggu keempat kehamilan. Pada minggu kedelapan, kantong ini secara bertahap membesar. Sekat jantung (septum) tumbuh untuk memisahkan serambi (atrium) dan bilik (ventrikel) jantung di sisi kanan dan sisi kiri. Empat katup jantung terbentuk untuk mengatur aliran darah dari rongga-rongga jantung menuju paru dan tubuh. Saat bayi masih di kandungan, aliran oksigen dan karbondioksida berlangsung melalui plasenta sehingga kelainan jantung pada saat itu tidak akan membawa masalah bagi bayi. Setelah bayi lahir dan tali plasenta dipotong, akan terlihat bila ada masalah pada jantung anak. Tanda pertama kelainan jantung adalah suara bising (murmur). Dokter dapat mengetahuinya lewat stetoskop. Namun, untuk memastikan penyebab bising tersebut, diperlukan rontgen jantung, EKG dan pemeriksaan penunjang lainnya. Tanda lainnya antara lain berupa detak jantung tidak normal (takikardia), nafas pendek, kesulitan menyusui (karena nafas yang pendek) dan gangguan pertumbuhan dan kulit yang membiru (cyanotic). Atrial Septal Defect (ASD) adalah terdapatnya hubungan antara atrium kanan dengan atrium kiri yang tidak ditutup oleh katup ( Markum, 1991). ASD adalah defek pada sekat yang memisahkan atrium kiri dan kanan. (Sudigdo Sastroasmoro, Kardiologi Anak. 1994)Kelainan ini dibedakan dalam 3 bentuk anatomis, yaitu1. Defek Sinus VenosusDefek ini terletak di bagian superior dan posterior sekat, sangat dekat dengan vena kava superior. Juga dekat dengan salah satu muara vena pulmonalis.2. Defek Sekat Sekundum Defek ini terletak di tengah sekat atrium. Defek ini juga terletak pada foramen ovale.3. Defek Sekat Primum Defek ini terletak dibagian bawah sekat primum, dibagian bawah hanya di batasi oleh sekat ventrikel, dan terjadi karena gagal pertumbuhan sekat primum.Defek sekat primum dikenal dengan ASD I, Defek sinus Venosus dan defek sekat sekundum dikenal dengan ASD II

B. Tujuan umum : Mampu mengetahui dan memahami masalah dengan kasus gangguan pada berbagai sistem cardiovaskuler.Tujuan khusus : mampu memahami anatomi fisiologi system cardiovaskuler. untuk mengetahui defenisi Atrial Septal Defect untuk mengetahui etiologi Atrial Septal Defect untuk mengetahui klasifikasi Atrial Septal Defect untuk mengetahui manifestasi Atrial Septal Defect untuk mengetahui komplikasi Atrial Septal Defect untuk mengetahui patofisiologi Atrial Septal Defect untuk mengetahui asuhan keperawatan Atrial Septal Defect

C. Metodologi Permasalahan

1. Mengklarifikasi hal-hal yang belum diketahui dalam skenario.Dalam hal ini kelompok akan mendefinisikan istilah-istilah dan konsep yang tidak jelas agar interpretasi terhadap informasi yang tersedia tidak perlu dipertanyakan lagi.2. Mendefinisikan masalah.Kelompok harus dapat mencapai kesepakatan agar setiap fenomena yang saling berhubungan dapat dijelaskan.Masalah yang ada dapat dibagi menjadi beberapa sub4 masalah agar dapat didiskusikan menurut aturan tertentu. Fungsi langkah ini adalah menuntun proses brainstorming (langkah 3) dan juga diskusi selanjutnya.3. Menganalisa masalah.Kelompok mencoba menentukan hal-hal yang dipikirkan oleh anggotanya, apa yang mereka ketahui atau apa yang mereka anggap mereka ketahui tentang proses dan mekanisme yang mendasari . Melalui tehnik brain storming ini, pengetahuan yang ada sebelumnya diaktivasi agar dasar diskusi tesedia.4. Membuat daftar penjelasan-penjelasan yang dapat diterima.Ide-ide dari langkah ke-3 disusun dan diperhatikan secara kritis. Pandangan pandangan yang sepertinya seragam dikelompokkan bersama sebagai suatu kesatuan, sementara pendapat yang berbeda disortir, sehingga akan lebih jelas lagi apa yang masih harus dipelajari.

5. Merumuskan tujuan pembelajaran.Pertanyaan-pertanyaan yang muncul selama atau sebagai hasil analisa masalah harus dijawab agar tercapai pemahaman yang lebih baik. Tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan tersebut merupakan dasar dari kegiatan belajar yang harus dilaksanakan pada tahap berikutnya. Fungsi langkah ini adalah menuntun proses belajar mandiri (active learning)6. Mencari informasi tambahan di luar kelompok (Active learning).Berdasarkan langkah ke-5, siswa diwajibkan mencari dan mengumpulkan informasi pada berbagai sumber acuan (kuliah, perpustakaan, internet,dll). Pada langkah ini, mahasiswa belajar untuk mengumpulkan informasi yang relevan guna menguasai masalah.7. Membuat laporan pada kelompok tentang apa yang diperoleh sewaktu belajar mandiri.Sesuai tujuan belajar, mahasiswa akan mendiskusikan hasil kegiatan belajar mandiri.Langkah ini memiliki 3 fungsi yaitu :- Mengumpulkan informasi dari berbagai sumbe hingga tiap kesalahan dapat dikoreksi.- Menunjukkan dan mendiskusikan hal-hal yang tidak jelas dari bahan yang dipelajari.- Memperdalam pengetahuan para mahasiswa dengan cara pertukaran informasi secara aktif

BAB IITINJAUAN PUSTAKA

A. Anatomi Dan FisiologiAtrium :1. Atrium kananAtrium kanan yang berdinding tipis ini berfungsi sebagai tempat penyimpanan darah dan sebagai penyalur darah dari vena-vena sirkulasi sistemik ke dalam ventrikel kanan kemudian ke paru-paru. Darah yang berasal dari pembuluh vena ini masuk dalam atrium kanan melalui vena kava superior, inferior, dan sinus koronarius. Dalam muara vena kava tidak ada katup sejati. Hal yang memisahkan vena kava dari atrium ini hanyalah lipatan katup atau pita otot.2.Atrium kiriAtrium kiri menerima darah yang sudah di oksigenasi dari paru-paru melalui keempat vena plulmonalis. Antara vena pulmonalis dan atrium kiri tidak ada katup sejati. Oleh karena itu perubahan tekanan dalam atrium kiri mudah sekali membalik retrograde (mundur) ke dalam pembuluh paru. Peningkatan tekanan atrium kiri yang akut akan menyebabkan bendungan paru-paru. Atrium kiri berdinding tipis dan bertekanan rendah. Darah mengalir dari atrium kiri ke dalam ventrikel kiri melalui katup mitral.Fungsi atrium sebagai pemompaDalam keadaan normal darah mengalir terus dari vena-vena besar kedalam atrium. Kira-kira 70% aliran ini langsung mengalir dari atrium ke ventrikel walaupun atrium belum berkotraksi. Kemudian kontraksi atrium mengadakan pengisian tambahan 30% karena atrium berfungsi hanya sebagai pompa primer yang meningkatkan keefektifan ventrikel. Jantung terus dapat bekerja dengan sangat memuaskan dalam keadaan istirahat normal.Aliran pirau kiri ke kanan melewati defect septum atrium mengakibatkan kelebihan beban volume pada atrium kanan ventrikel kana dan sirkulasi pulmonal. Volume pirau dapat dihitung dari curah jantung dan jumlah peningkatan saturasi O2 pada atrium kanan pada stadium awal tekanan dalam sisi kanan jantung tidak meningkatkan dengan berlalunya waktu dapat terjadi