Makalah Sholat 2

download Makalah Sholat 2

of 51

  • date post

    07-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    61
  • download

    2

Embed Size (px)

description

Ini adalah makalah mengenai sholat yang kami susun dari berbagai sumber di internet dan buku buku

Transcript of Makalah Sholat 2

Makalah Sholat Kelompok 2

BAB IPENDHULUAN

A. Latar Belakang MasalahDalam kehidupan umat islam masyarakat meyakini dan mengetahui bahwa sholat merupakan perintah yang harus dilakukan oleh umat islam itu sendiri. Didalam pelaksanaan sholat ada beberapa hal yang harus dilakukan seseorang yang hendak melaksanakan sholat seperti mempunyai wudu suci tempatnya dan pakaiannya karena kedua hal tersebut merupakan salah satu dari syarat sholat sehingga ketika seseorang melakukan sholat dan keduanya ditinggalkan maka hal tersebut dapat membatalkan sholat seseorang karena ketika salah syarat shahnya sholat di tinggalkan maka secara langsung sholatnya itu tidak di terima oleh Allah SWT, baik itu sholat yang wajib ataupun sholat sunnah, yang keduanya itu pernah di lakukan/dipraktekkan oleh Nabi Muhammad SAW sehingga sampai sekarang hal itu dilakukan secara berkesinambungan.Sholat merupakan salah satu bentuk interaksi langsung antara manusia dengan Allah SWT, maka dari itu ketika kita melakukan atau melaksanakan sholat kita di anjurkan untuk khususk dalam sholat supaya sholat tersebut bisa di terima oleh Allah SWT Yang Maha Esa. Selain dari itu sholat memiliki berbagai macam keistimewaan.Di dalam pelaksanaan sholat, Allah tidak memberatkan umat-Nya, artinya sholat dapat ditinggalkan ketika seseorang tersebut mempunyai halangan seperti haid bagi wanita, dan Allah juga memberikan keringanan terhadap pelaksanaan sholat seperti memperpendek sholat dan juga melaksanakan sholat dengan duduk atau berbaring.

B. Rumusan Masalah1. Apa pengertian sholat ?2. Bagaimanakah hukum dan dalil mengenai sholat?3. Bagaimanakah sejarah mengenai kewajiban sholat?4. Sunnah apa saja yang harus dilakukan sebelaum melakukan sholat?5. Apa sajakah kriteria yang harus dipenuhi untuk melaksanakan sholat?6. Bagaimana struktur sholat Nabi Muhammad SAW?7. Kapan pelaksanaan sholat?8. Apa saja manfaat dan hikmah dari sholat?C. Tujuan Penulisan MakalahAdapun tujuan dari penulisan makalah ini ialah untuk dapat memenuhi tugas mata kuliah Pendidikan Agama Islam D3 Penilai STAN yang dibina oleh bapak Syukron Makmun sehingga dengan penulisan makalah ini kami dapat lebih luas tentang sholat.

D. Manfaat Penulisan MakalahAdapun manfaat dari penulisan makalah ini adalah memberikan kemudahan kepada siapa saja untuk dapat memahami kewajiban sholat dan mempraktekkannya secara benar dalam kehidupan sehari-hari sesuai dengan dalil dalam Al-Quran dan Hadist seperti yang Nabi Muhammad SAW contohkan terdahulu.

BAB IIKAJIAN TEORI

A. Pengertian SholatSholat berasal dari bahasa Arab, yakni . Secara etimologi sholat berarti doa dan secara terminologi atau istilah, para ahli fiqih mengartikan secara lahir dan hakiki. Secara lahiriah sholat berarti beberapa ucapan dan perbuatan yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam, yang dengannya kita beribadah kepada Allah menurut syarat syarat yang telah ditentukan (Sidi Gazalba,88). Adapun secara hakikinya, sholat ialah berhadapan hati (jiwa) kepada Allah, secara yang mendatangkan takut kepada-Nya serta menumbuhkan di dalam jiwa rasa kebesarannya dan kesempurnaan kekuasaan-Nya atau mendahirkan hajat dan keperluan kita kepada Allah yang kita sembah dengan perkataan dan pekerjaan atau dengan kedua duanya (Hasbi Asy-Syidiqi, 59).Dalam pengertian lain sholat ialah salah satu sarana komunikasi antara hamba dengan Tuhannya sebagai bentuk, ibadah yang di dalamnya merupakan amalan yang tersusun dari beberapa perkataan dan perbuatan yang dimulai dengan takbiratul ikhram dan diakhiri dengan salam, serta sesuai dengan syarat dan rukun yang telah ditentukan syara (Imam Bashari Assayuthi, 30). Shalat dengan makna doa dicontohkan di dalam Al-Quran pada ayat berikut ini. Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka dan shalatlah (mendo'alah) untuk mereka. Sesungguhnya shalat (do'a) kamu itu merupakan ketenteraman jiwa bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.(QS. At-Taubah : 103)Dalam ayat ini, shalat yang dimaksud sama sekali bukan dalam makna syariat, melainkan dalam makna bahasanya secara asli yaitu berdoa. Adapun makna menurut syariah, shalat didefinisikan sebagai serangkaian ucapan dan gerakan yang tertentu yang dimulai dengan takbir dan diakhiri dengan salam sebagai sebuah ibadah ritual.Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa sholat adalah merupakan ibadah kepada Tuhan, berupa perkataan denga perbuatan yang diawali dengan takbir dan diakhiri dengan salam menurut syarat dan rukun yang telah ditentukan syara. Juga sholat merupakan penyerahan diri (lahir dan bathin) kepada Allah dalam rangka ibadah dan memohon ridho-Nya.

B. Hukum dan Dalil Tentang SholatSholat diwajibkan dengan dalil yang qath`i dari Al-Quran, As-Sunnah dan Ijma umat Islam sepanjang zaman. Tidak ada yang menolak kewajiban sholat kecuali orang-orang kafir atau zindiq. Sebab semua dalil yang ada menunjukkan kewajiban sholat secara mutlak untuk semua orang yang mengaku beragama Islam yang sudah akil baligh. Bahkan anak kecil sekalipun diperintahkan untuk melakukan sholat ketika berusia 7 tahun. Dan boleh dipukul bila masih tidak mau sholat usia 10 tahun, meski belum baligh. 1. Dalil dari Al-Quran Allah SWT berfirman di dalam Al-Quran Al-Kareim "...Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan keta'atan kepada-Nya dalam agama yang lurus , dan supaya mereka mendirikan sholat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus."(QS. Al-Bayyinah : 5) "Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya. Dia telah memilih kamu dan Dia sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan. agama orang tuamu Ibrahim. Dia telah menamai kamu sekalian orang-orang muslim dari dahulu , dan dalam ini, supaya Rasul itu menjadi saksi atas dirimu dan supaya kamu semua menjadi saksi atas segenap manusia, maka dirikanlah sholat dan berpeganglah kamu pada tali Allah. Dia adalah Pelindungmu, maka Dialah sebaik-baik Pelindung dan sebaik-baik Penolong." (QS. Al-Hajj : 78) "...Sesungguhnya sholat itu adalah fardhu yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman." (QS. An-Nisa : 103) "Dan dirikanlah sholat, tunaikanlah zakat dan ruku'lah beserta orang-orang yang ruku".(QS. Al-Baqarah : 43)Dan masih banyak lagi perintah di dalam kitabullah yang mewajibkan umat Islam melalukan sholat. Paling tidak tercatat ada 12 perintah dalam Al-Quran lafaz aqiimush-sholata ( ) yang bermakna "dirikanlah sholat" dengan fi`il Amr (kata perintah) dengan perintah kepada orang banyak (khithabul jam`i). Yaitu pada surat : Al-Baqarah ayat 43, 83 dan110 Surat An-Nisa ayat 177 dan 103 Surat Al-An`am ayat 72 Surat Yunus ayat 87 Surat Al-Hajj : 78 Surat An-Nuur ayat 56 Surat Luqman ayat 31 Surat Al-Mujadalah ayat 13 Surat Al-Muzzammil ayat 20. Ada 5 perintah sholat dengan lafaz "aqimish-sholata" ( ) yang bermakna "dirikanlah sholat" dengan khithab hanya kepada satu orang. Yaitu pada : Surat Huud ayat 114 Surat Al-Isra` ayat 78 Surat Thaha ayat 14 Surat Al-Ankabut ayat 45 Surat Luqman ayat 17. 2. Dalil dari As-SunnahDi dalam sunnah Raulullah shallallahu alaihi wasallam, ada banyak sekali perintah sholat sebagai dalil yang kuat dan qath`i tentang kewajiban sholat. Diantaranya adalah hadits-hadits berikut ini : : : : Dari Ibni Umar radhiyallahu anhu berkata bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda,"Islam didirikan di atas lima hal. Sahadat bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan bahwa Muhammad adalah utusan Allah, penegakan sholat, pelaksanaan zakat, puasa di bulan Ramadhan dan haji ke Baitullah bila mampu". (HR. Bukhari dan Muslim)

: : : . 1: 333Dari Abdullah bin Umar, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Islam itu terdiri atas lima rukun. Mengakui bahwa tidak ada Tuhan melainkan Allah, dan sesungguhnya Muhammat itu adalah utusan Allah,mendirikan sholat, menunaikan zakat, hajji ke Baitullah dan puasa Ramadlan. [HR. Ahmad, Bukhari dan Muslim, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 333]

: : . 1: 340Dari Jabir, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, (Yang membedakan) antara seseorang dan kekufuran adalahmeninggalkan sholat. [HR. Jamaah, kecuali Bukhari dan Nasai, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 340]

: . . . 1: 343Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash, dari Nabi SAW bahwa beliau pada suatu hari menerangkan tentang sholat, lalu beliau bersabda, Barangsiapa memeliharanya, maka sholat itu baginya sebagai cahaya, bukti dan penyelamat pada hari qiyamat. Dan barangsiapa tidak memeliharanya, maka sholat itu baginya tidak merupakan cahaya, tidak sebagai bukti, dan tidak (pula) sebagai penyelamat. Dan adalah dia pada hari qiyamat bersama-sama Qarun, Firaun, Haaman, dan Ubay bin Khalaf. [HR. Ahmad, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 343]

: : . . 1: 345Dari Abu Hurairah, ia berkata : Saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, Sesungguhnyapertama-tama perbuatan manusia yang dihisab pada hari qiyamat, adalah sholat wajib. Maka apabila ia telah menyempurnakannya (maka selesailah persoalannya). Tetapi apabila tidak sempurna sholatnya, dikatakan (kepada malaikat), Lihatlah dulu, apakah ia pernah mengerjakan sholat sunnah ! Jika ia mengerjakan sholat sunnah, maka kekurangan dalam sholat wajib disempurnakan dengan sholat sunnahnya. Kemudian semua amal-amal yang wajib diperlakukan seperti itu. [HR. Khamsah, dalam Nailul Authar juz 1, hal. 345

Menyuruh anak kecil untuk sholat : . . 1: 348Dari Amr bin Syuaib, dari ayahnya, dari datuknya, ia berkata : Rasulullah SAW bersabda, Suruhlah anak-anak kecilmu melakukan sholat pada (usia) tujuh tahun, dan pukullah