Makalah Sepsis

download Makalah Sepsis

of 22

Embed Size (px)

Transcript of Makalah Sepsis

KATA PENGANTAR

Assalamualaikum Wr.Wb Puji syukur kami ucapkan kehadirat Allah SWT karena atas rahmat dan hidayahnya penulis dapat menyelesaikan makalah sederhana ini yang berjudul MASALAH UMUM MEDIKAL BEDAH ( SEPSIS) Punyusun mengucapkan terimakasih kepada Ibu Ns. EMULYANI, S.Kep Selaku dosen pembimbing yang telah membimbing kami dalam menyusun makalah ini, serta semua pihak yang telah ikut berpartisipasi dalam pembuatan makalah ini. Penulis menyadari bahwa makalah ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu penulis mengharapkan kritikan dan saran dari para pembaca yang bersifat membangun. Dengan adanya makalh ini, semoga dapat bermanfaat bagi pembaca dan dapat manyampaikan hal positifnya kepada pihak lain. Wassalamualaikum Wr.Wb

Pekanbaru,19 September 2011

Kelompok VII

BAB I PENDAHULUAN

A.

Latar Belakang Sehubung dengan adanya berbagai macam masalah dalam tindakan keperawatan dimedikal bedah dalam dunia kesehatan serta penanganannya maka penulis membuat makalah ini untuk mengetahui cara penyembuhannya,dan adakah dampaknya setelah melakukan tindakan medikal bedah

B. a. b.

Rumusan Masalah Apa Pengertian dari Sepsis ? Apa tanda dan gejala dari Sepsis ?

C.

Tujuan Umum 1. Untuk memenuhi tugas mata kuliah Keperawatan Medikal Bedah 2. Agar mahasiswa mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan Sepsis dan dapat memberikan Asuhan Keperawatan yang sesuai.

D.

TUJUAN KHUSUS Agar para pembaca mengetahui dan memahami apa yang dimaksud dengan Sepsis dan bisa memberikan Asuhan Keperawatan yang sesuai.

BAB II PEMBAHASAN Pengertian Sepsis adalah infeksi bakteri umum generalisata yang biasanya terjadi pada bulan pertama kehidupan. Muscari, Mary E. 2005. hal 186). Sepsi adalah sindrom yang dikarakteristikan oleh tanda-tanda klinis dan gejala-gejala infeksi yang parah yang dapat berkembang ke arah septisemia dan syok septik. (Doenges, Marylyn E. 2000, hal 871). Sepsis adalah infeksi berat dengan gejala sistemik dan terdapat bakteri dalam darah. (Surasmi, Asrining. 2003, hal 92) Sepsis adalah mikrooganisme patogen atau toksinnya didalam darah. (Dorland, 1998 hal 979).\ Dari definisi di atas penyusun menyimpulkan bahwa sepsis adalah infeksi bakteri generalisata dalam darah yang biasanya terjadi pada bulan pertama kehidupan dengan tanda dan gejala sistemik. Sepsis = SIRS plus adanya bakteremia atau infeksi. SIRS ( system inflammatory response syndrome) adalah istilah kedokteran yang menggambarkan adanya sistemasi infeksi didalam tubuh dan terjadi proses perlawanan tubuh yang hebat terhadap infeksi Bakteremia adalah adannya sirkulasi bakteri di dalam aliran darah (yang dalam keadaan normal tanpa di ikuti biakan kuman sehingga tidak menimbulkan simptoma ). Dengan sistem imun yang normal masuknya bakteri dalam jumlah kecil ke dalam darah bisa dengan segera di musnahkan oleh sel2 immun. Penyebab terjadinya bakteremia yang paling sering terjadi sehari hari misalnya saat menggosok gigi (24%); selain itu penanggalan gigi (50%), penganhkatan tonsil leher ( tonsilektomi), gastroskopi. Minimal 2 Kriteria berikut untuk menyatakan penderita mengalami SIRS :y y y

Demam ( > 38) atau hipotermi (< 36) Tachypnea / frekuensi nafas lebih > 24/menit Tachykardi / frekuensi detakan jantung > 90/menit

y

Leukositosis ( > 12.000 sel/ul) atau leukopeni ( < 4000 sel/ul) atau > 10 % leukosit muda ; * ul = mikroliter

Macam macam Sepsis nekrosis jari tangan karena terhambatnya sirkulasi darah selama sepsis Sepsis berat : Sepsis di sertai dengan tanda2 gagalnya satu organ tertentu, misalnya gagal ginjal dll. Tanda2 itu berupa :y y y y

y

Turunnya tekanan darah ( hipotoni, tekanan sistolis < 90 mmHg) Oliguria ( jumlah urin < 0,5 ml/ kg Berat Badan /jam hipoksiemi Trombositopeni (rendahnya sel trombosit, < 80.000 /ul) atau terjadi penurunan lebih dari 50% selama 3 hari. metabolis acidosis.

Septic schock : Sepsis plus hipotensi ( tensi sistolis < 90 mmHg atau 40 mmHg dibawah tekanan sistolis normal pasien) selama minimal satu jam yang di sertai infus penambah volume dan atau pemberian vasopresor. Etiologi ( kuman penyebab) Semua jenis mikroorganisme bisa menyebabkan sepsis walau tidak selamanya berada di dalam darah. Bagian tertentu dari kuman bisa mempunyai efek lokal atau sistemis terhadap perkembangan sepsis. Untuk kasus sepsis berat saja, hanya sekitar 20 40% penyebab bisa di temukan, sedangkan untuk septic schock sekitar 30-70%. Kuman penyebab itu yaitu :y

y y

Bakteri gramm negatif ( 40% ) : Enterobakteri ( E.coli , Salmonela typhi, dll) ; dan Pseudomonas aeroginosa. Bakteri gramm positif ( 30% ) : terutama Stafilokokus aureus Infeksi campuran ( 10%) : Gramm negatif + gramm positif

y

y

Kuman klasik ( < 5%) : Pneumokokus, Meningokokus, Stafilokokus pyogenes. Jamur ( 5%) ; hanya untuk pasien dgn gangguan sistem immun/ daya tahan, misal AIDS : Candida, Aspergillus.

Faktor presdiposisi : Faktor 2 yang mepermudah terjadi sepsisy y y y y y

Diabetes melitus Luka bakar Neutopeni Limfom Divertikulitis, perforasi usus Adanya benda asing dalam tubuh seperti kateter.

Adanya kecurigaan terjadinya Sepsis perlu segera di lakukan biakan darah. Pengambilan darah dilalakukan sebelum di terapi dengan antibiotik dan selama terjadinya demam sebanyak 2 kali dengan intervall yang berbeda minimal 10 ml. Terapi pengobatan harus secepatnya dilakukan tanpa menunggu hasil biakan darah.karena dalam hitungan jam kondisi pasien sangat cepat memburuk dan keterlambatan bisa berakibat fatal sampai menyebabkan kematian. Hal- hal yang perlu di perhatikan dalam pengobatan yaitu pencarian sumber/pusat infeksi; antibiotik yang di berikan sebaiknya yang mempunya spektrum luas supaya bisa mencakupi bayank jenis bakteri ( gramm positif dan negatif) yang belum terdeteksi. Untuk infeksi enteral dan ginekologis sebaiknya ditambah antibiotik untuk bakteri anaerobik; berikan infus antibiotik dengan dosis maksimal( pengurangan dosis untuk gangguan fungsi ginjal), setelah hasil biakan kuman ada antibiotik bisa diganti untuk spesifikasi bakteri tertentu. Skema terapi untuk pasien dewasa tanpa gangguan ginjal dan sumber infeksi tidak di ketahui:y y y y

Ceftriakson; atau Piperasilin + Tazobactam/Sulbaktam; atau Imipenem + cilastatin; atau Meropenem

Masing2 bisa di tambah dengan Gentamisin atau Tobramisin 5-7 mg/kg Berat Badan. Sedangkan buat pasien dengan alergi penisilin, pengobatan bisa di berikan dengan memberikan antibiotik ciproflasin atau clindamisin atau levofloxasin . Ppencapaian terapi dan kesembuhan yang maksimal tidak terlepas dari pencarian sumber/pusat terjadinya infeksi. Sering pemeriksaan klinis atas organ tertentu seperti paru, ginjal, abdomen, kulit, dll sangat membantu dalam hal ini. Pemeriksaan radiologi ( rontgen, CT-Scan) atau juga ultrasonografi(USG) memberikan informasi yang akurat. Penggunaan kateter dan infus yang cukup lama;terutama bila kulit memerah; sangat berpotensial menjadi sumber sepsis. Dalam hal ini kateter sebaiknya segera mungkin di ganti. Prognosis. 20-30% pasien yang mengalami sepsis atau sekitar 40-60% pasien dengan septic schock meninggal dalam waktu 6 bulan. Angka kematian yang tinggi berdasar atas tidak sembuhnya infeksi, komplikasi yang muncul dan gagalnya organ tubuh tertentu serta penyakit awal yang diidap pasien( diabetes, penyakit jantung,dll). Tanda-Tanda atau Gejala-Gejala Sepsis (Keracunan Darah) Pasien harus mempunyai sumber infeksi yang terbukti atau yang dicurigai (biasanya bakteri) dan mempunyai paling sedikit dua dari persoalan-persoalan berikut: denyut jantung yang meningkat (tachycardia), temperatur yang tinggi (demam) atau temperatur yang rendah (hypothermia), pernapasan yang cepat (>20 napas per menit atau tingkat PaCO2 yang berkurang), atau jumlah sel darah putih yang tinggi, rendah, atau terdiri dari >10% sel-sel band. Pada kebanyakan kasuskasus, adalah agak mudah untuk memastikan denyut jantung (menghitung nadi per menit), demam atau hypothermia dengan thermometer, dan untuk menghitung napa-napas per menit bahkan di rumah. Adalah mungkin lebih sulit untuk membuktikan sumber infeksi, namun jika orangnya mempunyai gejala-gejala infeksi seperti batuk yang produktif, atau dysuria, atau demam-demam, atau luka dengan nanah, adalah agak mudah untuk mencurigai bahwa seseorang dengan

infeksi mungkin mempunyai sepsis. Bagaimanapun, penentuan dari jumlah sel darah putih dan PaCO2 biasanya dilakukan oleh laboratorium. Pada kebanyakan kasus-kasus, diagnosis yang definitif dari sepsis dibuat oleh dokter dalam hubungan dengan tes-tes laboratorium. Beberapa pengarang-pengarang mempertimbangkan garis-garis merah atau alur-alur merah pada kulit sebagai tanda-tanda dari sepsis. Bagaimanapun, aluralur ini disebabkan oleh perubahan-perubahan peradangan lokal pada pembuluhpembuluh darah lokal atau pembuluh-pembuluh limfa (lymphangitis). Alur-alur atau garis-garis merah adalah mengkhawatirkan karena mereka biasanya mengindikasikan penyebaran infeksi yang dapat berakibat pada sepsis. Penyebab Sepsis Mayoritas dari kasus-kasus sepsis disebabkan oleh infeksi-infeksi bakteri, beberapa disebabkan oleh infeksi-infeksi jamur, dan sangat jarang disebabkan oleh penyebab-penyebab lain dari infeksi atau agen-agen yang mungkin menyebabkan SIRS. Agen-agen infeksius, biasanya bakteri-bakteri, mulai menginfeksi hampir segala lokasi organ atau alat-alat yang ditanam (contohnya, kulit, paru, saluran pencernaan, tempat operasi, kateter intravena, dll.). Agen-agen yang menginfeksi atau racun-racun mereka (atau kedua-duanya) kemudian menyebar secara langsung atau tidak langsung kedalam aliran darah. Ini mengizinkan mereka untuk menyebar ke hampir segala sistim organ lain. Kriteria SIRS berakibat ketika tubuh mencoba untuk melawan kerusakan yang dilakukan oleh agen-agen yang dilahirkan darah ini. Penyebab-penyebab bakteri yang umum dari sepsis adalah gram-negative bacilli (contohnya, E. coli, P. aeruginosa, E. corrodens), S. aureus, jenis-jenis Streptococcus dan jenis-jenis Enterococcus; bagaimanapun, ada sejumlah besar jenis bakteri yang telah diketahui menyebabkan sepsis. Jenis-jenis Candida adalah beberapa dari jamur yang paling sering menyebabkan sepsis. Pada umumnya, seseorang dengan sepsis dapat menular, sehingga tindakan-tindakan pencegahan seperti mencuci tangan, sarung-sarung tangan steril, masker-masker, dan penutup baju harus dipertimbangkan tergantung pada sumber infeksi pasien.

Mendiagnosa Sepsis Secara klinis, pasien perlu memenuhi paling sedikit dua dari kriteria SIRS yang didaftar diatas dan mempunyai infeksi yang dicurigai atau terbukti. Diagnosis yang definitif tergantng pada pembiakan darah yang positif untuk agen infeksius dan paling sedikit dua dari kriteria SIRS. Bagaimanapun, dua subset dari empat kriteria tergantung pada analisa laboratorium; pemeriksaan-pemeriksaan sel darah putih dan PaCO2. Kriteriakriteria subset ini, seperti pembiakan-pembiakan darah, dilakukan di laboratorium-laboratorium klinik. Ada diagnosa-diagnosa lain yang mengindikasikan keparahan dari sepsis pasien. Sepsis yang parah didiagnosa ketika pasien septic mempunyai disfungsi organ (contohnya, aliran urin yang rendah atau tidak ada, keadaan mental yang berubah). Sepsis yang parah dapat juga termasuk hipotensi yang diinduksi oleh sepsis (juga diistilahkan septic shock) ketika tekanan darah pasien jatuh (biasanya