Makalah Seminar Md Menur Jiwa

download Makalah Seminar Md Menur Jiwa

If you can't read please download the document

  • date post

    24-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    46
  • download

    20

Embed Size (px)

Transcript of Makalah Seminar Md Menur Jiwa

BAB 1PENDAHULUAN

1.1. LATAR BELAKANGMenarik diri (withdrawal) adalah suatu tindakan melepaskan diri, baik perhatian maupun minatnya terhadap lingkungan sosial secara langsung ( isolasi diri ). Pada mulanya klien merasa dirinya tidak berharga lagi sehingga merasa tidak aman dalam berhubungan dengan orang lain.Pada klien dengan menarik diri diperlukan rangsangan/stimulus yang adekuat untuk memulihkan keadaan yang stabil. Stimulus yang positif dan terus menerus dapat dilakukan oleh perawat. Apabila stimulus tidak dilakukan/diberikan kepada klien tetap menarik diri yang akhirnya dapat mengalami halusinasi, kebersihan diri kurang dan kegiatan hidup sehari hari kurang adekuat.Menyadari pentingnya stimulus yang adekuat tersebut serta melihat kenyataan bahwa selama beberapa hari kami amati banyak kasus-kasus dengan menarik diri di ruang Jiwa Flamboyan, maka kami terdorong untuk menerapkan Asuhan Keperawatan klien Ny. N. J dengan masalah utama menarik diri pada kasus Shizoprenia hebifrenik dengan tujuan : 1. Mempelajari kasus menarik diri disesuaikan dengan teori dan konsep yang telah diterima.2. Memberikan Asuhan Keperawatan pada klien menarik diri dengan pendekatan proses keperawatan.3. Mendesiminasikan Asuhan Keperawatan klien menarik diri.

1.2. TUJUAN1.2.1. TUJUAN UMUMMahasiswa/i dapat melakukan asuhan keperawatan jiwa pada klien dengan masalah keperawatan menarik diri.1.2.2. TUJUAN KHUSUS1.2.2.1. Mengetahui pengertian menarik diri.1.2.2.2. Mengidentifikasi faktor-faktor penyebab menarik diri.1.2.2.3. Mengidentifikasi tanda-tanda menarik diri.1.2.2.4. Mengidentifikasi masalah keperawatan yang muncul.1.2.2.5. Menetapkan diagnosa.1.2.2.6. Memberikan tindakan keperawatan sesuai rencana.1.2.2.7. Melaksanakan evaluasi dan pendokumentasi.

BAB IITINJAUAN TEORITIS

Isolasi Sosial : Menarik diri.

A. Proses Terjadinya MasalahB. Pengertian Masalah Utama 1. Menarik diri merupakan percobaan untuk menghindari interaksi dengan orang lain, menghindari hubungan dengan orang lain (Rawlins,1993). Terjadinya perilaku menarik diri dipengaruhi oleh faktor predisposisi dan stressor presipitasi. Faktor perkembangan dan sosial budaya merupakan faktor predispoisi terjadinya perilaku menarik diri. Kegagalan perkembangan dapat mengakibatkan individu tidak percaya diri, tidak percaya orang lain, ragu, takut salah, pesimis, putus asa terhadap hubungan dengan orang lain, menghindar dari orang lain, tidak mampu merumuskan keinginan, dan merasa tertekan. Keadaan menimbulkan perilaku tidak ingin berkomunikasi dengan orang lain, menghindar dari orang lain, lebih menyukai berdiam diri sendiri, kegiatan sehari-hari hampir terabaikan.

2. PenyebabSalah satu penyebab dari menarik diri adalah harga diri rendah. Harga diri adalah penilaian individu tentang pencapaian diri dengan menganalisa seberapa jauh perilaku sesuai dengan ideal diri. Dimana gangguan harga diri dapat digambarkan sebagai perasaan negatif terhadap diri sendiri, hilang kepercayaan diri, merasa gagal mencapai keinginan.3. Gejala Klinis :1) Perasaan malu terhadap diri sendiri akibat penyakit dan tindakan terhadap penyakit (rambut botak karena terapi).2) Rasa bersalah terhadap diri sendiri (mengkritik/menyalahkan diri sendiri).3) Gangguan hubungan sosial (menarik diri).4) Percaya diri kurang (sukar mengambil keputusan).5) Mencederai diri (akibat dari harga diri yang rendah disertai harapan yang suram, mungkin klien akan mengakiri kehidupannya.( Budi Anna Keliat, 1999)6) Apatis, ekspresi sedih, afek tumpul.7) Menghindar dari orang lain (menyendiri).8) Komunikasi kurang/tidak ada. Klien tidak tampak bercakap-cakap dengan klien lain/perawat.9) Tidak ada kontak mata, klien sering menunduk.10) Berdiam diri di kamar/klien kurang mobilitas.11) Menolak berhubungan dengan orang lain, klien memutuskan percakapan atau pergi jika diajak bercakap-cakap.12) Tidak melakukan kegiatan sehari-hari. (Budi Anna Keliat, 1998)

4. Akibat dari Menarik DiriKlien dengan perilaku menarik diri dapat berakibat adanya terjadinya resiko perubahan sensori persepsi (halusinasi). Halusinasi ini merupakan salah satu orientasi realitas yang maladaptive, dimana halusinasi adalah persepsi klien terhadap lingkungan tanpa stimulus yang nyata, artinya klien menginterprestasikan sesuatu yang nyata tanpa stimulus/rangsangan eksternal. Gejala Klinis :1) Bicara, senyum dan tertawa sendiri.2) Menarik diri dan menghindar dari orang lain.3) Tidak dapat membedakan tidak nyata dan nyata.4) Tidak dapat memusatkan perhatian.5) Curiga, bermusuhan, merusak (diri sendiri, orang lain dan lingkungannya), takut.6) Ekspresi muka tegang, mudah tersinggung. C. Penatalaksanaan1) Kontinuitas perawatan merupakan hal peting. Klien dapat menerima pengobatan di berbagai tempat, termasuk rumah sakit jiwa akut, rumah sakit jiwa jangka panjang program berbasis komunitas.2) Tingkat perawatan bergantung pada keparahan gejala dan ketersediaan dukungan dari keluarga dan sosial.3) Pendekatan manajemen kasus merupakan hal yang penting karena perawatan klien pada umumya berjangka panjang, membutuhkan kerja sama dengan berbagai penyedia layanan untuk memastikan pelayanan tersebut diberikan secara terkoordinasi.A. Hospitalisasi psikiatrik jangka pendek digunakan untuk menatalaksanakan gejala-gejala akut dan memberikan lingkungan yang aman dan terstruktur serta berbagai pengobatan termasuk :1) Pengobatan farmakologik2) Manajemen lingkungan3) Terapi pendukung4) Psikologi edukasi bagi klien dan keluarga.5) Rencana pemulangan dari RS.

B. Hospitalisasi psikiatri jangka panjang1) Diberikan kepada klien dengan gejala persisten yang dapat membahayakan dirinya sendiri atau orang lain.2) Tujuannya adalah menstabilkan dan memindahkan klien secepat mungkin ke lingkungan yang kurang restriktif.C. Rehabilitasi psikososial1) Rehabilitasi psikososial menekankan perkembangan keterampilan dan dukungan yang diperlukan untuk hidup, belajar dan bekerja dengan baik di komunitas.Pendekatan ini menjadi bagian dari program pengobatan di berbagai tempat pemberian pelayanan.

D. Pohon Masalah Resiko Perubahan Sensori-persepsi :Halusinasi(effect)

Isolasi sosial : menarik diri(Core Problem)

Harga diri rendah(etilogi)

Kerusakan interaksi sosial

Kerusakan komunikasi verbal

Perubahan proses piker

Resiko perubahan sensori persepsi : halusianasi

Isolasi sosial : menarik diriKurangnya motivasi perawatan diri

Gangguan konsep diri

Koping individu inefektif

Kurang pengetahuan

Terapi tidak efektif fungsi sosial (rawat jalan obat tidak teratur(punya masalah dengan pekerjaan)Minum, dan kontrol jarang)

E. Masalah Keperawatan dan data yang perlu dikaji. Resiko Perubahan Sensori-persepsi :Halusinasia) Data Subyektif :1) Klien mengatakan mendengar suara bisikan2) Klien mengatakan melihat bayangan3) Klien mengatakan mencium bau-bauan4) Klien mengatakan mengecap suatu rasa pada mulut, bibir, dan lidah5) Klien mengatakan ada sesuatu yan menyentuh/merabab) Data Obyektif :1) Bicara atau tertawa sendiri2) Menunjuk kearah tertentu3) Seperti sedang mencium sesuatu.4) Sering meludah atau muntah.5) Menggaruk garuk permukaan kulit Validasi informasi tentang halusinasi yang diperlukan meliputi :1) Isi halusinasi yang dialami oleh klien 2) Waktu dan frekuensi halusinasi3) Situasi pencetus halusinasi4) Respon klien

F. Masalah Keperawatan dan data yang perlu dikaji1. Isolasi sosial : Menarik Diria) Data Subyektif :1) Perasaan kesepian / ditolak. Orang lain2) Merasa tidak aman berada dekat orang lain.3) Tidak memiliki teman dekat.4) Merasa tidak berguna.5) Merasa tidak yakin dapat melangsungkan hidup6) Merasa sedih.b) Data Obyektif :1) Tidak memiliki teman dekat.2) Tidak kooperatif/banyak diam.3) Melakukan tindakan yang tak bermakna.4) Tidak bisa memulai pembicaraan.5) Tampak asik dengan pikirannya sendiri/ banyak melamun.6) Tidak ada kontak mata.7) Tampak sedih , murung dan afek tumpul.8) Menolak hubungan/kontak.9) Malas melakukan aktivitas 10) Alur pembicaraan blocking. Tidak berani menatap lawan bicara1) Lebih banyak menunduk 2) Bicara lambat, suara rendah3. Diagnosa Keperawatan1. Resiko persepsi sensori :Halusinasi b/d isolsi sosial ; menarik diri2. Isolasi sosial : Menarik b/d harga diri rendah

G. Rencana Tindakan keperawtan1. Resiko persepsi sensori : halusinasi berhubungan dengan Isolasi sosial : Menarik DiriTujuan umumkLien dapat berinteraksi dengan orang lain sehingga tidak terjadi halusinasiTUK 1 Klien dapat membina hubungan saling percaya1.1.Kriteria evaluasi : Ekspresi wajah bersahabat Menunjukkan rasa senang Ada kontak mata Mau berjabat tangan Mau menyebutkan nama Mau menjawab salam Mau duduk berdampingan dengan perawat Mau mengutarakan masalah yang dihadapiIntervensi :1.1.1.Bina hubungan saling percaya Sapa klien dengan ramah baik verbal maupun non verbal Perkenalkan diri dengan sopan Tanyakan nama lengkap klien dan nama panggilan yang ia sukai Jujur dan menempati janji Tunjukkan sikap empati dan menerima klien apa adanya Berikan perhatian pada klien dan perhatikan kebutuhan dasar klienRasional :Hubungan saling percaya merupakan landasan utama untuk hubungan SelanjutnyaTUK 2Klien dapat menyebutkan penyebab menarik diriKriteria evaluasi :2.1.Klien dapat menyebutkan penyebab menarik diri yang berasal dari : Diri sendiri Orang lain lingkunganIntervensi : 2.1.1.Kaji pengetahuan klien tentang perilaku menarik diri serta tanda-tanda yang muncul2.1.2.Beri kesempatan pada klien untuk mengungkapkan perasaan penyebab menarik diri2.1.3.Diskusikan bersama klien tentang perilaku menarik diri dan tanda-tanda yang muncul2.1.4.Beri pujian terhadap kemampuan klien dalam mengungkapkan perasaannyaRasional :Memberikan kesempatan untuk mengungkapkan perasaannya dan dapat membantu mengurangi stres dan penyebab menarik diri

TUK 3Klien dapat menyebutkan keuntungan