Makalah Reproduksi Hewan Unggas

download Makalah Reproduksi Hewan Unggas

of 18

  • date post

    05-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    171
  • download

    4

Embed Size (px)

description

makalah tentang ciri-ciri burung merpati

Transcript of Makalah Reproduksi Hewan Unggas

MAKALAH REPRODUKSI HEWAN UNGGASANATOMI DAN CIRI-CIRI BURUNG MERPATI

Disusun Oleh :Sari Fauziah Nahari ( 142590005 )Haniatul Qomariyah( 142590006 )Khusnul( 142590063 )Tito Aditya Sanjaya( 132590065)Dita Melinda ayu S( 142590066 )Novita Dyah Bintari ( 142590083 )

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAMPROGRAM STUDI S1 BIOLOGIUNIVERSITAS PGRI ADI BUANA SURABAYA2015BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangBurung merpati atau Columba livia merupakan salah satu jenis hewan yang masuk dalam kategori aves. Merpati sering kita kenal dengan nama burung dara. Kata merpati diambil dari bahasa sansekerta "mharyapati". Dalam bahasa latin disebut Columbia livia. Merpati merupakan bangsa burung yang memiliki ciri-ciri seperti burung pada umumnya. Kakinya ditutupi kulit tanduk.Burung Merpati (Columba domestica) merupakan hewan berdarah panas dan mempunyai ciri khas yaitu tubuhnya terbungkus oleh bulu yang berfungsi untuk mengatur suhu tubuhnya. Berkembang biak dengan ovipar atau bertelur. Columba domestica mampu mengenal habitatnya. Ketika burung ini dilepas maka ia akan kembali ke sarangnya.Columba domestica kebanyakan hidup di pepohonan, beberapa diantaranya hidup di tanah dan species lainnya hidup di batu karang. Burung merpati merupakan hewan peliharaan yang hidup berkelompok dan umumnya membuat sarang yang sederhana. Telur dierami oleh induk betina dan induk jantan secara bergantian selama 2,5 minggu. Telur menetas menjadi anak burung dara. Pertumbuhannya cepat, setelah 2 minggu dapat terbang meninggalkan sarangnya.Burung Merpati (Columba domestica) mempunyai tubuh yang relatif besar sehingga mudah diamati. Harganya yang cukup murah dan mudah didapat juga menjadi pertimbangannya. Disamping itu, Columba domestica juga mempunyai organ-organ yang lengkap untuk mewakili class aves, serta memiliki dapat dimanfaatkan dalam kehidupan mausia.

B.Tujuan

Mengamati anatomi, morfologi dan taksonomi dari Burung Merpati (Columba domestica), baik dari luar maupun bagian dalam.

BAB IIPEMBAHASAN

Burung merpati atau Columba livia merupakan salah satu jenis hewan yang masuk dalam kategori aves. KlasifikasiC. domesticamenurut Jasin (1989) adalah sebagai berikut :Phylum: ChordataSubphylum: VertebrataClass: AvesOrdo: ColumbiformesFamili: ColumbidaeGenus: ColumbaSpecies:C. DomesticaMorfologi

Tubuh burung dibedakan atas caput(kepala), cervix(leher) yang biasanya panjang, truncus (badan)dancauda(ekor). Sepasang extremitas anterior merupakan ala (sayap) yang terlipat seperti huruf Z pada tubuh waktu tidak terbang. Extremitas posterior berupa kaki, otot daging paha kuat, sedang bagian bawahnya bersisik dan bercakar.Mulut mempunyai rostum (paruh) yang terbentuk oleh maxilla pada ruang atas dan mandibula pada ruang bawah. Bagian dalam rostum dilapisi oleh lapisan yang disebut cera, sedang sebelah luar dilapisi oleh pembungkus selaput zat tanduk. Pada atap paruh atas terdapat lubang hidung (nares interna pada sebelah dalam dan nares externa sebelah luar).Organon visus relatif besar dan terletak sebelah lateral pada kepala dengan kelopak mata yang berbulu. Pada sudut medial terdapat membrana nicitan yang dapat ditarik menutup mata. Di belakang dan di bawah tiap-tiap mata terdapat lubang telinga yang tersembunyi di bawah bulu khusus. Di bawah ekor terdapat anus.Bulu-bulu yang menutupi cauda adalah retrices. Cauda berfungsi sebagaipengemudi dansebagai suatu permukaanpenyokong padawaktu terbang.Urophygium bagian dorsal burungmerpatiterdapatkelenjarminyakyangdisebutglandulaurophygialis yang berfungsi meminyaki bulu-bulu burung merpati. Bulu-bulu yang menutupi sayap, ekor, dan tubuh adalah plumae. Bulu burung merpati menurut susunananatominya dibagi atas plumae, plumulae, dan filoplumae. Berdasarkan susunan anatomis bulu dibagi menjadi:a) Filoplumae, Bulu-bulu kecil mirip rambut tersebar di seluruh tubuh. Ujungnya bercabang-cabang pendek dan halus. Jika diamati dengan seksama akan tampak terdiri dari shaft yang ramping dan beberapa barbulae di puncak.b) Plumulae, Berbentuk berbentuk hampir sama dengan filoplumae dengan perbedaan detail.c) Plumae, Bulu yang sempurna.d) Barbaee) Barbulae, Ujung dan sisi bawah tiap barbulae memiliki filamen kecil disebut barbicels yang berfungsi membantu menahan barbula yang saling bersambungan.Sedangkan menurut letaknya, bulu aves dibedakan menjadi: Tectrices, bulu yang menutupi badan. Rectrices, bulu yang berada pada pangkal ekor, vexilumnya simetris dan berfungsi sebagai kemudi. Remiges, bulu pada sayap yang dibagi lagi menjadi: Remiges primarie yang melekatnya secara digital pada digiti dan secara metacarpal pada metacarpalia. Remiges secundarien yang melekatnya secara cubital pada radial ulna. Remiges tertier yang terletak paling dalam nampak sebagai kelanjutan sekunder daerah siku. Parapterum, bulu yang menutupi daerah bahu. Ala spuria, bulu kecil yang menempel pada ibu jari

Anatomi Burung Merpati

1. Sistem Gerak

Tengkorak: Melindungi otak dan isi kepalaTulang leher : Untuk menghubungkan ke tempurung kepalaTulang lengan : Untuk menggerakkan sayapTulang hasta : Tulang sayap yang menghubungkan dengan tulang lenganTulang pengumpil : Tulang sayap yang menghubungkan dengan tulang lenganKorakoid : Penghubung tulang dadaTulang dada : Tempat melekatnya oto untuk terbangTulang rusuk : Tulang yang melindungi isi perutPelvis : Penghubung tulang ekorTulang ekor : Tulang penghubung dengan kloakaTulang kering : Penghubung tulang paha kebetisTulang paha : Untuk persendian.

Burungjuga memiliki rangka dalam. Burung terbang dengan cara mengepakkan sayap. Gerakan sayap dapat dikendalikan oleh otot-otot terbang yang sangat kuat. Otot-otot tersebut melekat pada tulang dada.Burungmemiliki dua otot terbang, ketika salah satu otot menarik ke bawah otot yang lain menarik sayap ke atas.Bulu burung selain berfungsi untuk terbang, bulu-bulu pada burung juga berfungsi untuk menahan panas sehingga tubuh burung dapat menjaga panas tubuhnya.Otot pada tubuhnya bekerja lebih efisien dalam keadaan hangat. Burung memiliki teknik untuk terbang (teknik terbang).Burung terbang dengan mengepakkan sayap,yaitu mengepakkan sayap dari atas ke bawah untuk menimbulkangerakan yang mengangkat dan mendorong tubuhnya di udara.Gerakan mendorong dan mengangkatkan sayap, memerlukan kekuatan yang paling besar. Sementara pada saat mengangkat sayap, memerlukan kekuatan yang lebih kecil.Pada saat mengangkat sayap, burung menempatkan posisi sayapnya ke semula, untuk memulai gerakan gerakan mendorong dan mengangkat tubuh kembali.

2. Sistem Penglihatan Dan Keseimbangan

Indera yang paling canggih pada burung adalah penglihatan. Mata dari burung merpati terletak di kedua sisi kepalanya sehingga memberikan burung merpati daerah pandang yang sangat lebar,oleh karena itu merpati mempunyai sudut penglihatan yang luas. Burung-burung mempunyai indera menarik lainnya pula, yang memungkinkan mereka dapat mengindera getaran di udara namun juga mampu menentukan arah perjalanan mereka dengan mengikuti medan magnet bumi.

Badan burung telah diciptakan dengan suatu rancangan khusus yang menghilangkan segala ketidakseimbangan yang mungkin terjadi selama penerbangan. Kepala seekor burung sengaja diciptakan ringan sehingga hewan tersebut tidak condong ke depan ketika terbang: rata-rata, bobot kepala seekor burung adalah sekitar 1% dari berat tubuhnya. Bentuk bulu-bulunya yang aerodinamik merupakan sifat lain dari sistem keseimbangan pada burung. Bulu, terutama yang berada pada sayap dan ekor, memberi sistem keseimbangan yang sangat tepat guna bagi burung.3. Sistem Pernapasan

Dalam hal burung, bronkhus (cabang batang tenggorokan yang menuju paru-paru) utama terbelah menjadi tabung-tabung yang sangat kecil yang tersebar pada jaringan paru-paru. Bagian yang disebut parabronkhus ini akhirnya bergabung kembali, membentuk sebuah sistem peredaran sesungguhnya sehingga udara mengalir dalam satu arah melalui paru-paru.Aves bernafas dengan paru-paru yang berhubungan dengan kantong udara (sakus pneumatikus) yang menyebar sampai ke leher, perut dan sayap.Kantong udara terdapat pada : Pangkal leher (servikal) Ruang dada bagian depan (toraks anterior) Antar tulang selangka (korakoid) Ruang dada bagian belakang (toraks posterior) Rongga perut (saccus abdominalis) Ketiak (saccus axillaris)Fungsi kantong udara : Membantu pernafasan terutama saat terbang Menyimpan cadangan udara (oksigen) Memperbesar atau memperkecil berat jenis pada saat burung berenang Mencegah hilangnya panas tubuh yang terlalu banyak.Paru-paru burung bekerja dengan cara yang sama sekali berbeda dengan hewan menyusui. Hewan menyusui menghirup dan membuang udara melalui batang tenggorokan yang sama. Namun pada burung, udara masuk dan keluar melalui ujung yang berlawanan. Rancangan khusus semacam ini diciptakan untuk memberikan volume udara yang diperlukan saat terbang.Inspirasi :udara kaya oksigen masuk ke paru-paru. Otot antara tulang rusuk (interkosta) berkontraksi sehingga tulang rusuk bergerak ke luar dan tulang dada membesar. Akibatnya teklanan udara dada menjadi kecil sehingga udara luar yang kaya oksigen akan masuk. Udara yang masuk sebagian kecil menuju ke paru-paru dan sebagian besar menuju ke kantong udara sebagai cadangan udara.Ekspirasi :otot interkosta relaksasi sehingga tulang rusuk dan tulang dada ke posisi semula. Akibatnya rongga dada mengecil dan tekanannya menjadi lebih besar dari pada tekanan udara luar. Ini menyebabkan udara dari paru-paru yang kaya karbondioksida ke luar. Aliran udara searah dalam paru-paru burung didukung oleh suatu sistem kantung udara. Kantung-kantung ini mengumpulkan udara dan memompanya secara teratur ke dalam paru-paru. Dengan cara ini, selalu ada udara segar dalam paru-paru. Sistem pernafasan yang rumit seperti ini telah diciptakan untuk memenuhi kebutuhan burung akan jumlah oksigen yang tinggi.Pernafasan burung saat ter