makalah reaksi

download makalah reaksi

of 24

  • date post

    12-Dec-2014
  • Category

    Documents

  • view

    49
  • download

    1

Embed Size (px)

description

makalah reaksi kimia

Transcript of makalah reaksi

I PENDAHULUAN

Bab ini menerangkan mengenai: (1) Latar Belakang, (2) Tujuan Percobaan dan (3) Prinsip Percobaan.

1.1. Latar Belakang Ilmu pengetahuan tentang kimia adalah ilmu yang mencangkup sejumlah aspek mengenai bahan-bahan kimia. Bagian yang terpenting dari ilmu kimia adalah mempelajari reaksi kimia. Reaksi kimia merupakan suatu hal yang sangat menakjubkan untuk diteliti dan merupakan bagian yang menyenangkan dari ilmu kimia untuk memperhatikan terjadinya reaksi kimia. Semua reaksi kimia memperlihatkan perubahan-perubahan sifat yang menarik, meskipun demikian meneliti perubahan-perubahan merupakan suatu bagian yang penting dalam melaksanakan reaksi kimia di laboratorium dan reaksi-reaksinya merupakan suatu hal yang harus diperhatikan dalam mempelajari ilmu kimia (Sunarya, 2000). 1.2. Tujuan Percobaan Tujuan dari perbcobaan ini adalah untuk mengetahui bagaimana cara pengukuran di laboratorium, penyederhanaan dalam reaksi kima, untuk memperkenalkan ilmu kimia dan penjelasannya, juga mempelajari jenis dan sifat (sifat kimia dan fisika) dari zat yang direaksikan, serta untuk mencari rumus senyawa dan koefisien reaksi dari senyawa dengan cara mereaksikan dua buah zat

atau lebih yang dibuktikan dengan adanya perubahan warna, bau, suhu, timbulnya gas dan endapan. 1.3.Prinsip Percobaan Prinsip percobaannya adalah berdasarkan penggabungan molekul terbagi menjadi dua bagian atua lebih. Molekul yang kecil atau atom-atom dalam molekul. Reaksi kimia selalu melibatkan terbentuk dan terputusnya ikatan kimia. Berdasarkan Humum Kekekalan Massa yang dikemukakan oleh Lavoisier: Massa sebelum dan sesudah reaksi adalah sama dan berdasarkan Hukum Pebandingan Tetap (Hukum Proust): Dalam setiap persenyawaan perbandingan massa unsur-unsur selulu tetap. Berdasarkan Bronsted Lowry: Asam sebagai setiap zat sembarang yang menyumbang proton dan basa sebagai setiap zat sembarang yang menyumbang proton dan basa sebagai setiap zat sembarang yang menerima proton.

II TINJAUAN PUSTAKA

Bab ini menguraikan mengenai : (1) Reaksi Reduksi Oksidasi, (2) Reaksi Kompleksometri, (3) Reaksi Pengendapan, (4) Reaksi Netralisasi, (5) Reaksi Penggabungan, (6) Reaksi Penguraian, (7) Reaksi Pembakaran, (8) Reaksi Penggantian. 2.1. Reaksi Reduksi Oksidasi Redoks (singkatan dari reaksi reduksi/oksidasi) adalah istilah yang menjelaskan berubahnya bilangan oksidasi (keadaan oksidasi) atom-atom dalam sebuah reaksi kimia. Hal ini dapat berupa proses redoks yang sederhana seperti oksidasi karbon yang menghasilkan karbondioksida,atau reduksi karbon oleh hidrogen

menghasilkan metana(CH4), ataupun ia dapat berupa proses yang kompleks seperti oksidasi gula pada tubuh manusia melalui rentetan transfer elektronyang rumit. Istilah redoks berasal dari dua konsep, yaitu reduksi dan oksidasi. Ia dapat dijelaskan dengan mudah sebagai berikut:

Reduksi menjelaskan pelepasan elektron oleh sebuah molekul, atom, atau ion Oksidasi menjelaskan penambahan elektron oleh atau ion. Walaupun cukup tepat untuk digunakan dalam berbagai tujuan, penjelasan sebuah molekul, atom,

di atas tidaklah persis benar. Oksidasi dan reduksi tepatnya merujuk padaperubahan bilangan oksidasi karena transfer elektron yang sebenarnya tidak

akan

selalu

terjadi.

Sehingga

oksidasi

lebih

baik

didefinisikan

sebagai peningkatan bilangan oksidasi, dan reduksi sebagai penurunan bilangan oksidasi. Dalam prakteknya, transfer elektron akan selalu mengubah bilangan oksidasi, namun terdapat banyak reaksi yang diklasifikasikan sebagai redoks walaupun tidak ada transfer elektron dalam reaksi tersebut (misalnya yang melibatkan ikatan kovalen)(Anonim,2009). Contoh-Contohnya: PbO + H2 CuSO4 + Zn Fe +CuSO4 Pb + H2O ZnSO4 + Cu FeSO4 + Cu

2.2. Reaksi Kompleksometri Suatu ion (atau molekul) kompleks yang terdiri dari satu atom (ion) pusat dan sejumlah ligan yang terikat erat dengan atom (ion) pusat itu. Jumlah relative komponen-komponen ini dalam kompleks yang stabil nampak mengikuti stoikiometri yang sangta tertentu, meskipun ini tak dapat ditafsirkan di dalam lingkup konsep valensi yang klasik. Atom pusat ini ditandai oleh bilangan koordinasi, suatu angka bulat, yang menunjukkan jumlah ligan (monodentat) yang dapat membentuk kompleks yang stabil dengan satu atom pusat. Pada kebanyakan kasus, bilangan koordinasi adlah 6 (seperti dalam Fe2+, Fe3+, Zn2+), kadangkadang 4 (Cu2+, Cu+, Pt2+), tetapi bilangan-bilangan 2 (Ag+) dan 8 (beberapa ion dari golongan platinum).

Bilangan koordinasi menyatakan jumlah ruangan yagn tersedia sekitar atom atau ion pusat dalam apa yang disebut bulatan koordinasi, yang masingmasingnya dapat dihuni satu ligan. Susunan logam-logam sekitar ion pusat adalah simetris. Jadi, suatu kompleks dengan satu atom pusat dengan bilangan koordinasi 6, terdiri dari ion pusat, dipusat suatu octahedron, sedang keenam ligannya menempati ruang-ruang yang dinyatakan oleh sudut-sudut octahedron itu. Bilangan koordinasi 4 biasanya menunjukkan suatu susunan simetris yang berbentuk tetrahedron, meskipun susunana yang datar, dimaan ion pusat berada di pusat suatu bujur sangkar dan keempat ion menempati keempat sudut bujursangkar itu, adalah juga umum(Anisa, 2009). Contoh dari beberapa ion kompleks diantaranya : [ Fe(CN)6]4- heksasionoferat (II) [ Fe(CN)6]3- heksasionoferat (III) [Cu(NH3)4]2+ tetraaminakuprat (II) 2.3. Reaksi Pengendapan Reaksi pengendapan merupakan reaksi yang salah satu produknya berbentuk endapan. Endapan terjadi karena zat yang terjadi tidak atau sukar larut didalam air atau pelarutnya. Tidak semua zat mengendap, sehingga reaksi pengendapan juga dipergunakan untuk identifikasi sebuah kation atau anion. Dibawah ini disajikan beberapa reaksi pengendapan, sebagai tanda bahwa zat yang terjadi adalah endapan perhatikan tanda (s) solid, setelah indeks dari rumus kimianya.

AgNO3 + HCl AgCl + HNO3 Endapan yang terbentuk adalah endapan putih dari AgCl. Pb(CH3COO)2 + H2S PbS + 2 CH3COOH Dari reaksi ini akan dihasilkan endapan yang berwarna hitam dari

PbS.(Anomim,2008). 2.4. Reaksi Netralisasi Reaksi netralisasi merupakan reaksi penetralan asam oleh basa dan menghasilkan air. Hasil air merupakan produk dari reaksi antara ion H+ pembawa sifat asam dengan ion hidroksida (OH-) pembawa sifat basa. Contoh: Reaksi : H+ + OH- H2O Reaksi : HCl + NaOH NaCl + H2O Reaksi ion : H+ Cl- + Na+ OH- Na+ Cl- + H+ OHReaksi netralisasi yang lain ditunjukan oleh reaksi antara asam sulfat H2SO4 dengan calcium hidroksida Ca(OH)2, seperti dibawah ini : Reaksi : H2SO4 + Ca(OH)2 CaSO4 + 2 H2O 2 H+ SO42- + Ca2+ 2 OH- Ca2+ SO42- + 2H+ 2 OH2.5. Reaksi Penggabungan Reaksi penggabungan adalah reaksi ketika zat pertama dan keda bergabung untuk membemtuk zat ketiga. Yang paling sederhana adalah bila unsur

bereaksi dan membentuk senyawa. Misalkan yang terjadi pada logam natrium bereaksi dengan gas klor. Dan membentuk natrium klorida. Pada proses tersebut menghasilkan pesamaan kimia sebagai berikut: 2 Na + Cl2 2 NaCl 2.6. Reaksi Pemguraian Reaksi Penguraian adalah apabila senyawa tunggal bereaksi membentuk dua atau lebih zat. Reaksi ini biasanya membutuhkan kenaikkan suhu agar senyawa dapat terurai dengan cara menaikkan suhu. Misalnya, pada menguraian kalium klorat yang biasa digunakan untuk membangkitkan gas oksigen dengan cara laboratorium, yaitu KclO3 dipanaskan dan terurai menjadi KCl dan gas Oksigen. Persamaan kimianya adalah: KclO3 2 KCl + 3O2 2.7. Reaksi Pembakaran Pembakaran adalah bakar dan suatu oksidan, suatu disertai runutan reaksi dengan kimia antara suatu bahan kadang

produksi panas yang

disertai cahaya dalam bentuk pendar atau api. Dalam suatu reaksi pembakaran lengkap, suatu senyawa bereaksi dengan zat pengoksidasi, dan produknya adalah senyawa dari tiap elemen dalam bahan bakar dengan zat pengoksidasi. Contoh:

Contoh

yang

lebih

sederhana

dapat

diamati

pada

pembakaran hidrogen dan oksigen, yang merupakan reaksi umum yang digunakan dalam mesin roket, yang hanya menghasilkan uap air.

Pada mayoritas penggunaan pembakaran sehari-hari, oksidan oksigen (O2) diperoleh dari udara ambien dan gas resultan (gas cerobong, flue gas) dari pembakaran akan mengandung nitrogen:

Seperti dapat dilihat, jika udara adalah sumber oksigen, nitrogen meliputi bagian yang sangat besar dari gas cerobong yang dihasilkan. Dalam kenyataannya, proses pembakaran tidak pernah sempurna. Dalam gas cerobong dari pembakaran karbon (seperti dalam pembakaran batubara) atau senyawa karbon (seperti dalam pembakaran hidrokarbon, kayu, dll) akan ditemukan baik karbon yang tak terbakar maupun senyawa karbon (CO dan lainnya). Jika udara digunakan sebagai oksidan, beberapa nitrogen akan teroksidasi menjadi berbagai berbahaya(Anonim, 2011). jenis nitrogen oksida (NOx) yang kebanyakan

2.8. Reaksi Pergantian Reaksi Pergantian atau pertukaran adalah reaksi ketika suatu unsur bereaksi dengan senyawa menggantikan unsur yang terdapat pada senyawa itu sendiri. Misalnya, reaksi lempeng tembaga logam yang dicelupkan kedalam larutan perak nitrat akan menghasilkan kristal logam perak dengan persamaan kimia: Cu + 2 AgNO3 2 Ag + Cu(NO3)2. Dari proses tersebut, tembaga menggantikan perak yang terdapat dalam perak nitrat sehingga mengahsilkan larutan tembaha nitrat dan logam perak. Jika lempeng logam seng dicelupkan kedalam larutan tembaga sulgat berwarna biru, pada permukaan logam seng akan terbentuk endapan berwarna merah dan warna biru pada larutan perlahan-lahan akan memudar. Hal tersebut menunjukan bahwa terjadi reaksi antara seng dan tembaga sulfat sehingga mengasilkan logam tembaga dan larutan seng sulfat yang pada akhirnya tidak berwarna(Anonim, 2011).

III ALAT, BAHAN, DAN METODE PERCOBAAN

Bab ini menguraikan mengenai (1) Alat-alat yang digunakan, (2) Bahan yang digunakan, (3) Pro