Makalah QIA - DNM Revised

of 31

  • date post

    16-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    680
  • download

    15

Embed Size (px)

Transcript of Makalah QIA - DNM Revised

USULAN PERUBAHAN STRATEGI PENGAWASAN DAN PENGGUNAAN RISK ASSESSMENT UNTUK RATING AUDIT DALAM PERENCANAAN AUDIT PADA PROSES TURN AROUND BISNIS PT PERMODALAN NASIONAL MADANI (PERSERO).

MAKALAH

Sebagai Salah Satu Persyaratan Untuk Mendapatkan Sertifikasi Qualified Internal Auditor (QIA)

Disusun oleh :

Dana Maulana, SE, Ak

PROGRAM SERTIFIKASI QUALIFIED INTERNAL AUDITOR TINGKAT MANAJERIAL Angkatan ke-124 Agustus 2011

KATA PENGANTARAlhamdulillah puji syukur penulis panjatkan kepada Allah SWT, karena hanya atas karunia dan rahmat-Nya, penulis berhasil menyelesaikan proses penyusunan makalah ini. Pada kesempatan ini, penulis ingin mengucapkan terima kasih yang tulus kepada:

1. Indah Lestari, SE, MBA atas semua dukungan dan bantuan yang tiada terkira, sertauntuk seluruh keluarga penulis yang selalu mendorong penulis untuk lebih baik.

2. Bapak Prof. Dr. Hiro Tugiman, Ak., QIA selaku Ketua Dewan Sertifikasi QualifiedInternal Auditor (DS-QIA) dan Bapak Hari Setianto, Ak, MsocSc., QIA, CIA, CFE, CCSA, CFSA, CGAP selaku Direktur Akademis Pusat Pendidikan dan Pengembangan Audit dan Manajemen Yayasan Pendidikan Internal Audit (PPAM YPIA). 3. Dosen-dosen pengajar Yayasan Pendidikan Internal Auditor yang telah dengan ikhlas melimpahkan ilmunya kepada penulis.

4. Bapak Supardji, Ak, MM selaku Kepala Divisi Divisi Satuan Pengawasan Intern danrekan-rekan Divisi Satuan Pengawasan Intern PT Permodalan Nasional Madani (Persero) yang selalu mendukung penulis. 5. Rekan-rekan peserta Pelatihan Internal Auditor atas ide, kritik, dan saran, serta kesempatan untuk berdiskusi. 6. Semua pihak yang membantu terlaksananya penulisan makalah ini. Penulis juga menyadari sepenuhnya bahwa masih terdapat banyak kekurangan dalam makalah ini. Oleh karena itu, penulis mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca untuk kebaikan makalah ini. Terakhir, penulis berharap semoga makalah ini bermanfaat bagi pembaca.

Jakarta, Agustus 2011

Dana Maulana, SE, Ak

Program Sertifikasi Qualified Internal Auditor Tingkat Manajerial

i

Daftar Isi

DAFTAR ISIHalaman KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul 1.2 Ruang Lingkup 1.3 Sistematika Penulisan BAB II LANDASAN TEORI 2.1 2.1. 1 2.1. 2 2.2 2.2. 1 2.2. 2 2.3. 1 2.3. 2 2.4 BAB III Pengertian Risiko dan Kategorisasi Lembaga Pembiayaan Definisi Risiko Kategorisasi Risiko di Lembaga Pembiayaan Definisi Risk Based Audit dan Risk Maturity Life Stages Definisi Risk Based Audit Definisi Risk Maturity Life Stages Proses Risk Assessment Konsep Risk Assessment Tahapan Risk Assessment Konsep dan Manfaat Control Self Assessment 3 3 3 5 5 5 7 7 7 8 i Ii 1 2 2

2.3

ANALISA DAN IMPLEMENTASI 3.1 3.1. 1 3.1. 2 3.1. 3 3.2 3.2. 1 3.2. 2 Efek Turn Around Bisnis PT PNM (Persero) Perubahan Struktur Divisi SPI dan Penerapan Enterprise Risk Management Bertambahnya Fungsi Pengawasan Pada Organisasi Perubahan Metode Pemilihan Auditee Pada Perencanaan Audit Tahunan Usulan Perubahan Metode Pengawasan dan Perencanaan Audit Tahunan Menggunakan Risk Assessment untuk Rating Audit. Usulan Perubahan Metode Pengawasan Usulan Perubahan Metode Perencanaan Audit Tahunan Menggunakan Risk Assessment untuk Rating audit 9 9 9 10 10 10 11

BAB IV

SIMPULAN DAN SARAN A. B. Simpulan Saran-Saran 20 20 22 23

DAFTAR PUSTAKA BIODATA

Program Sertifikasi Qualified Internal Auditor - Tingkat Manajerial

ii

BAB I PENDAHULUAN PT Permodalan Nasional Madani (Persero) disingkat PT PNM (Persero) adalah salah satu perusahaan pembiayaan yang didirikan oleh pemerintah pada 1 Juni 1999 dengan maksud memberikan dukungan pada usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi sesuai dengan anggaran dasar perusahaan. Pada awalnya bisnis perusahaan adalah pembiayaan Lembaga Keuangan Mikro/Syariah (LKM/S) dengan berbagai skim produk, jasa manajemen kemitraan dan penerusan kredit program (KP) dari Bank Indonesia untuk bank umum. Namun sesuai dengan perjanjian pemberian kredit program oleh Bank Indonesia kredit program tersebut akan jatuh tempo pada tahun 2013, perusahaan dituntut untuk melakukan perubahan bisnis utama (turn around) jika ingin mempertahankan going concern-nya dikarenakan porsi pendapatan kredit program tersebut sangat besar, dibutuhkan bisnis baru yang signifikan untuk menggantikan kredit program tersebut. Dibawah jajaran direksi baru yang diangkat pada Februari 2008, pada akhir tahun 2008 diperkenalkanlah bisnis baru perusahaan yaitu Unit Layanan Modal Mikro (ULaMM) yang menyalurkan pembiayaan mikro dan kecil secara langsung kepada pelaku usaha mikro dan kecil. Sampai pertengahan tahun 2011 telah berdiri hampir 400 ULaMM yang melayani 14 propinsi dan hampir 300 kecamatan di seluruh Indonesia dan sesuai dengan rencana jangka panjang perusahaan akan bertambah hingga lebih dari 2000 ULaMM pada tahun 2015. 1.1 Latar Belakang Pemilihan Judul Dikarenakan perubahan revenue center dari model centralized dari kredit program kepada decentralized dari ULaMM yang jumlahnya semakin banyak (hampir 400 unit) hasil proses turn around bisnis PT PNM (Persero), hal ini tentu berakibat kepada perubahan stategi perencanaan audit dan pengendalian sehingga terjadi perubahan struktur dan metode dari Divisi Satuan Pengawasan Intern (SPI) selaku yang melaksanakan proses audit, baik operasional maupun investigasi dan evaluasi pengendalian intern di PT PNM (Persero). Selain itu, sebelum diadakannya turn around bisnis ditahun 2009, Divisi SPI PT PNM (Persero) belum memperhitungkan dengan aspek risiko dalam perencanaan audit, sehingga terdapat beberapa kelemahan dalam perencanaan audit yaitu sebagai berikut:

1. 2.

Belum berfungsinya internal audit secara maksimal sehingga belum menjadi value

added bagi perusahaan. Kegiatan audit yang dilakukan mayoritas menunggu instruksi Direktur Utama tanpa

bisa melakukan prioritas risiko.Program Sertifikasi Qualified Internal Auditor Tingkat Manajerial

1

3. 4.

Kurangnya jumlah personel internal auditor, sehingga aktivitas audit tidak

mengcover objek audit yang ada. Terdapat beberapa personel internal auditor di divisi SPI yang tidak memiliki

background pengalaman maupun pengetahuan tentang akuntansi keuangan dan auditing yang cukup memadai. Berdasarkan penjelasan diatas, terkait dengan turn around perusahaan penulis

berpendapat bahwa Divisi SPI PT PNM (Persero) perlu menerapkan perencanaan audit dengan menggunakan pendekatan risiko (risk priority) dan apabila bisnis ULaMM sudah dirasa cukup mapan dan Risk Management sudah mampu untuk mengelola risiko dengan mapan hingga masuk dalam kategori risk defined maka perusahaan dapat didorong untuk menerapkan risk based internal audit sehingga bisa mengatasi permasalahan perbandingan jumlah auditor di Divisi SPI dengan objek audit yang akan bertambah setiap tahunnya dan membuat perusahaan lebih efektif, efisien dan ekonomis dalam mengelola biayanya terutama overhead internal auditornya. Didasarkan oleh permasalahan diatas, penulis tertarik untuk membantu mencoba mengefisienkan biaya dan aktifitas audit dengan menerapkan usulan penggunaan risk assessment dalam rating audit dan pengusulan penambahan internal auditor di Kantor Cabang. 1.2 Ruang Lingkup Penulisan makalah ini dibatasi hanya pada usulan perbaikan pada perencanaan audit dan fungsi pengawasan yaitu perencanaan audit dengan menggunakan risk assessment pada rating audit dan fungsi pengawasan pada objek audit pada PT Permodalan Nasional Madani (Persero). 1.3 Sistematika Penulisan Sistematika penulisan makalah ini adalah sebagai berikut : Bab 1 : Pendahuluan Pemaparan tentang pentingnya pendekatan risiko dalam perencanaan audit dan strategi audit sehingga menghasilkan proses dan hasil audit yang efektif dan efisien mengingat sumber daya yang sangat terbatas. Bab 2 : Rujukan Teori Berisi teori-teori yang berkaitan dengan risiko pada perusahaan pembiayaan , Risk Based Internal Audit, Risk Assessment serta Control Self Assessment.

Program Sertifikasi Qualified Internal Auditor Tingkat Manajerial

2

Bab 3 : Analisa dan Implementasi Menjelaskan pedoman proses pembuatan risk assessment dalam penilaian audit (audit rating) dan usulan peningkatan jumlah internal auditor di Kantor Cabang. Bab 4 : Kesimpulan dan Saran Bab ini merupakan penutup yang memuat kesimpulan dari pembahasan bab-bab sebelumnya dan saran-saran yang dapat disampaikan.

Program Sertifikasi Qualified Internal Auditor Tingkat Manajerial

3

BAB II LANDASAN TEORI Bab ini menguraikan beberapa pemikiran yang relevan dengan judul makalah dimana penyajiannya terbagi menjadi empat kelompok:

1.) Pengertian risiko dalam perusahaan pembiayaan dan kategorisasinya. 2.) Definisi Risk Based Internal Auditing dan Risk Maturity Life Stages. 3.) Proses Risk Assessment. 4.) Control Self Assessment (CSA).2.1 Pengertian Risiko dan Kategorisasinya pada Lembaga Pembiayaan 2.1.1 Definisi Risiko Secara etymology kata risiko sering diartikan sebagai: Akibat/ konsekuensi (Resico-kosa kata belanda); segala sesuatu yang menghalangi tujuan (Risk-kosa kata bahasa inggris); ataupun kemungkinan kerusakan (New World Dictionary). Kemudian basel committee menerjemahkan risiko sebagai: Kemungkinan hasil buruk atau negatif yang dapat diprediksi. Sementara keadaan yang menimbulkan potensi kerugian disebut dengan risk event, dan kerugian yang timbul dari risk event adalah risk loss atau loss (rugi). Sering ditemukan kerancuan pemahaman dikalangan manajemen dalam membedakan resiko (Risk) dan kerugian (Loss). Akibatnya jika transaksi atau strategi belum menimbulkan kerugian, maka segala aktifitas untuk meyakinkan efektivitas dari mitigasi risiko tersebut, tidak menjadi prioritas. 2.1.2 Kategori Risiko di Lembaga Pembiayaan

Terdapat kecenderungan yang kuat saat ini untuk membedakan seti