MAKALAH PUBLIKASI STRANAS 2010

Click here to load reader

  • date post

    27-Jun-2015
  • Category

    Documents

  • view

    349
  • download

    9

Embed Size (px)

Transcript of MAKALAH PUBLIKASI STRANAS 2010

Budidaya Awal Induk dan Benih Ikan Tangkapan Sungai Serayu Banyumas Rawan Punah, Lukas (Puntius bramoides) dan Brek (P. orphoides) Produk Predomestikasi pada Kolam Alami serta Pemetaan Karakter Reproduksinya1)Oleh : Drs. Priyo Susatyo, MSi dan Drs. Sugiharto, MSi2)

AbstrakBudidaya perikanan dapat ditingkatkan melalui pendekatan diversifikasi ikan jenis baru dari ikan tangkapan. Telah dilakukan penelitian predomestikasi ikan tangkapan dari Sungai Serayu Banyumas, ikan Lukas (Puntius bramoides) dan ikan Brek (P. orphoides) pada kolam alami. Induk ikan produk predomestikasi ini sudah berhasil menunjukkan kemampuan adaptif di lingkungan barunya ditinjau dari aspek kesukaan pakan alami di subtsrat barunya, diketahui profil hormonal periodikal, profil gametogenesis dan kemampuan memijah di lingkungan baru. Penelitian lanjutan ini bertujuan untuk mengetahui : (1) karakter perkembangan embryogenesis (intra fertilized ova) hasil pemijahan induk serta kelangsungan hidup benih/larva pasca proses pemijahan; (2) bagaimana proses gametogenesis recovery dari testes dan ovarium (tinjauan histologis) induk Brek dan Lukas jantan betina pasca mijah sampai dengan periode mijah berikutnya; (3) berapa lama waktu yang dibutuhkan dan bagaimana kemampuan induk-induk pasca mijah untuk dapat memijah kembali serta bagaimanakah profil hormonal (Analisis dengan metode ELISA), berapa nilai IKG dari induk jantan dan betina pasca mijah sampai dengan periode pre mijah berikutnya; (4) kapasitas reproduksi meliputi derajat penetasan, kemampuan hidup larva sampai 30 hari dan derajat mortalitas larva (untuk dapat mengkonfirmasi kapasitas produksi induk di lapangan). Penelitian menggunakan metode survei (skala kolam alami dan laboratorium). Hasil penelitian (induk Brek tidak berhasil memijah sampai akhir penelitian) : (1) Perkembangan embryogenesis-penetasan membutuhkan waktu 22-23 jam sejak telur terbuahi; derajat penetasan telur 56%-86%; derajat kelangsungan hidup benih/larva 62%-86% ; derajat mortalitas larva 0,14%-0,58%; (2) Proses gonadogenesis recovery dari testes dan ovarium induk Lukas jantan betina pasca mijah sampai dengan periode mijah berikutnya berjalan dengan baik. Histologi oogenesis pasca mijah, ovarium terdiri atas 6 stadium perkembangan oosit : post ovulatory stage (pos); chromatin nucleolar stage (cns); perinucleolar stage (ps); cortical alveolar stage (cas); vitellogenic stage (vs) dan mature / ripe stage (ms), sedangkan histologi spermatogenik testis terdiri dari 5 kelompok tahapan : spermatogonium, spermatosit primer; spermatosit sekunder; spermatid dan spermatozoa; (3) Lama waktu yang dibutuhkan induk Lukas jantan dan betina untuk mencapai periode mijah berikutnya adalah 3 bulan (29 Nov 2009 mijah pertama kali; 12 Februari 2010 mijah kedua; 21 Mei 2010 mijah ketiga; 2 Agustus 2010 mijah keempat; 8 November 2010 mijah kelima); Kadar hormon estradiol meningkat sesaat menjelang pemijahan, menurun sampai dengan minggu kedua dan terus meningkat sampai dengan menjelang pemijahan berikutnya; kadar progesteron meningkat pada saat pemijahan dan meningkat terus sampai dengan 12 minggu (3 minggu) pasca mijah menjelang mijah berikutnya. Sama seperti kadar progesteron, kadar testosteron cenderung meningkat sejalan dengan periode pasca mijah sampai dengan 12 minggu pasca mijah. Nilai IKG induk betina Lukas dari dua minggu ke-0 pasca mijah sampai dengan dua minggu ke-12 pasca mijah adalah : 1,26%; 1,6%; 3,3%; 3,46%; 0 ; 8,8%; 17,6% sedangkan IKG induk jantan berturt-turut dari DM-0 sampai dengan DM-6 adalah 2,58%; 2,7%; 2,64%; 2,44%;2,41%; 2,42%; 2,30%. Kata kunci: predomestikasi, gametogenesis, pasca mijah, Puntius bramoides, P. orphoides, oogenesis, spermatogenesis

1

1) Dibiayai oleh Departemen Pendidikan Nasional dengan surat perjanjian pelaksanaan Hibah Kompetitif Penelitian Sesuai Prioritas Nasional No : 526/SP2H/PP/DP2M/VII/2010, Tanggal 24 Juli 2010 53122. E-mail: [email protected]

2) Staff Pengajar Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman, Jl. Dr. Soeparno Karangwangkal Purwokerto

PENDAHULUANProduk perikanan budidaya sebagian berasal dari budidaya ikan air tawar. Selama ini di daerah Banyumas, beberapa jenis ikan air tawar yang telah lama dibudidayakan dan memiliki nilai ekonomi cukup penting sampai saat ini adalah Gurami, Nilem, Lele, Tawes, ikan Mas, Nila, Mujahir (Susatyo dan Sugiharto, 2001; Susatyo dan Soeminto, 2002). Pada Aspek Ketahanan Pangan bukan hanya ketercukupan produksi dari sektor budidaya perikanan yang diutamakan, tetapi dapat juga dilakukan kegiatan pengupayaan diversifikasi jenis ikan budidaya baru yang berasal dari ikan-ikan tangkapan, misal ikan tangkapan dari suatu perairan sungai agar dapat dilakukan pengkayaan jenis ikan budidaya yang telah ada melalui kegiatan domestikasi. Tentunya diperlukan terlebih dahulu kegiatan predomestikasi jenis-jenis ikan tangkapan pada kondisi ex situ (misal pada kolam budidaya) dari lingkungan lamanya (in situ, sungai misalnya). Salah satu upaya untuk mendukung penangani kegiatan predomestikasi beberapa jenis ikan tangkapan tersebut adalah dengan melakukan suatu kegiatan penelitian guna mendapatkan pengetahuan dan teknik untuk mempersiapkan ikan uji pada kondisi siap dibudidayakan di kolam budidaya alami (ex-situ). Hal ini dapat dilakukan melalui pendekatan beberapa kegiatan penelitian baik survei maupun eksperimental. Pendekatan internal dapat dilakukan melalui pemahaman yang memadai tentang aspek biologi reproduksi ikan dan beberapa aspek fisiologi lainnya. Telah dilakukan penelitian predomestikasi ikan tangkapan dari Sungai Serayu Banyumas, ikan Lukas (Puntius bramoides) dan ikan Brek (P. orphoides) pada kolam alami. Induk ikan produk predomestikasi ini sudah berhasil menunjukkan kemampuan adaptif di lingkungan barunya ditinjau dari aspek kesukaan pakan alami di subtsrat barunya, diketahui profil hormonal periodikal, profil gametogenesis dan kemampuan memijah di lingkungan baru (Susatyo et al., 2009). Keberhasilan tahapan predomestikasi ini, haruslah diikuti dengan penelitian lanjutan untuk mengupayakan ikan predomestikasi tersebut benar-benar mampu menyelesaikan minimal satu siklus hidupnya untuk menjadi the new domesticated fish. Sehingga, komponen masing-masing tahapan reproduksi dari induk-induk ikan pasca predomestikasi dalam satu siklus reproduksinya perlu diteliti. Untuk itu muncul permasalahan baru yang mendasari dilakukannya penelitian ini, yakni : (1) bagaimana dan berapa lama tahapan embriogenesis, morfogenesis terselesaikan sampai terjadinya penetasan telur terbuahi tersebut dan bagaimana kelangsungan hidup benih/larva pasca proses pemijahan induk ikan Brek dan Lukas pasca mijah (dari induk-induk predomestikasi) tersebut di kolam budidaya; (2) bagaimana proses gonadogenesis recovery dari testes dan ovarium induk ikan Brek dan Lukas jantan betina (induk-induk predomestikasi) pasca mijah dari minggu pertama pasca mijah sampai dengan periode pre mijah berikutnya, dilihat dari gambaran histologisnya; (3) berapa lama waktu yang dibutuhkan dan bagaimana kemampuan induk-induk Brek dan Lukas pasca mijah untuk dapat memijah kembali di kolam budidaya; (4) bagaimanakah profil hormonal, berapa nilai IKG, IHS dari induk jantan dan betina pasca mijah sampai dengan periode pre mijah berikutnya.

TUJUAN DAN MANFAAT PENELITIAN A. Tujuan PenelitianPenelitian tahun pertama ini dilakukan dengan untuk untuk : 1. Mengetahui karakter perkembangan intra fertilized ova ikan Brek dan Lukas produk pemijahan induk-induk produk predomestikasi serta kelangsungan hidup benih/larva pasca proses pemijahan induk-induk predomestikasi tersebut di kolam budidaya; 2. Mengetahui bagaimana proses gonadogenesis recovery dari testes dan ovarium induk Brek dan Lukas jantan betina predomestikasi pasca mijah sampai dengan periode mijah berikutnya); 3. Mengetahui berapa lama waktu yang dibutuhkan dan bagaimana kemampuan induk-induk Brek dan Lukas pasca mijah untuk dapat memijah kembali serta bagaimanakah profil hormonal, berapa nilai IKG, IHS dari induk jantan dan betina pasca mijah sampai dengan periode pre mijah berikutnya; 4. Mengetahui kapasitas reproduksi meliputi derajat penetasan, kemampuan hidup larva sampai 30 hari (untuk dapat mengkonfirmasi kapasitas produksi induk di lapangan).

B. Manfaat PenelitianDiharapkan, dari hasil penelitian ini nantinya dapat digunakan sebagai dasar atau model kegiatan pengkajian aspek konservasi selanjutnya, sehingga diharapkan bukan hanya ketersediaan setiap saat stok induk dan benih dari ikan Brek dan Lukas di luar sungai Serayu (tetapi dari kolam-kolam budidaya, merupakan suatu harapan dari penelitian ini) yang dapat mengkompensasi keadaan status kritisnya yang selalu menjadi obyek illegal fishing atau over fishing, tetapi juga menambah stok pasar akan kebutuhan ikan dengan diversifikasi jenis-jenis ikan budidaya baru yang tentunya melalui proses lanjut tingkat penerimaan konsumen nantinya.

METODE PENELITIAN1. Materi Penelitian Materi penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah induk ikan Brek dan Lukas jantan dan betina matang kelamin 12-15 bulan produk predomestikasi dari kolam pemeliharaan (stok induk hasil penelitian kami sebelumnya, Susatyo et al., 2009) masing-masing berjumlah 40 pasang. 2. Metode Penelitian ini dirancang untuk dua tahun pelaksanaan. Penelitian menggunakan metode survei. 3. Cara Kerja a. Pemeliharaan induk ikan uji Induk Brek dan Lukas dipelihara secara monokultur dalam kolam pemeliharaan dengan suplai air yang cukup. Kolam tersebut diupayakan dengan input air berasal dari sungai terdekat yang

selanjutnya masuk ke kolam dengan lubang output yang selalu terbuka/mengalir keluar, tetapi baik lubang input maupun output kolam diberi filter yang cukup protektif. Ukuran kolam 10 m x 10 m, diberi tancapan batang bambu dari dasar kolam sampai permukaan air, untuk memfasilitasi pertumbuhan periphyton. Induk-induk ikan Brek dan Lukas tersebut di beri pakan berupa