Makalah Psikologi Sosial

download Makalah Psikologi Sosial

of 21

  • date post

    18-Feb-2015
  • Category

    Documents

  • view

    349
  • download

    4

Embed Size (px)

description

Metode Penelitian dalam Psikologi Sosial

Transcript of Makalah Psikologi Sosial

METODE PENELITIAN PSIKOLOGI SOSIALMAKALAH

Ditulis oleh: Novia (12120080037) Joice Limpo (12120080039)

Fakultas Psikologi Universitas Pelita Harapan Surabaya

2009

Metode Penelitian Psikologi Sosial1. Pendahuluan Makalah ini adalah tulisan yang disusun sebagai tugas bagi mata kuliah Psikologi Sosial II. Di dalam tulisan ini, tim penulis akan mencoba memaparkan metode-metode penelitian yang digunakan dalam meneliti topik-topik yang berkaitan dengan psikologi sosial. Suatu ilmu pengetahuan hanya akan berkembang bila terus-menerus diadakan penelitian yang menggali lebih dalam tentang apa yang belum diketahui. Terutama bagi ilmu sosial, seperti psikologi, yang bukan merupakan ilmu pasti. Hasil temuan dalam suatu riset masih bersifat teori dan tidak dapat digeneralisasikan secara pasti. Di sinilah letak keunikan ilmu-ilmu sosial tersebut. Penemuan yang satu bisa bertentangan dengan penemuan yang lain. Lebih menariknya lagi, perbedaan kultur dan perkembangan zaman pun bisa mengubah hasil penemuan mengenai topik yang sama. Karena itu, ilmu ini masih perlu banyak berkembang, dan karena itu diperlukan banyak ilmuwan dan peneliti yang dapat berkontribusi bagi kemajuan ilmu pengetahuan. Namun demikian, suatu ilmu yang bukan eksakta tidak berarti tidak objektif. Meskipun hasil penelitian dapat berbeda karena berbagai faktor, namun hasil itu dapat dipertanggung jawabkan secara akademis. Hal ini bisa dijamin, karena dalam tiap risetnya ada metode yang ilmiah dan dipergunakan secara luas, yang variasinya dapat dipilih berdasarkan kebutuhan penelitian. Metode inilah yang akan penulis coba paparkan lebih lanjut, terutama dalam hal desain penelitian. 2. Pengantar Metode Riset Melakukan penelitian psikologi sosial merupakan hal yang sangat menarik. Penelitian ini ialah jalan untuk memahami individu dan dunia sosial di sekeliling kamu dalam cara yang sistematis. Penelitian ini juga mendorong kamu untuk bertanya dan memulai menjawab pertanyaan sulit namun penting tersebut. Daftar

2

pertanyaan menarik ini mungkin saja tidak ada habis-habisnya dan satu pertanyaan yang dipilih sebagai prioritas untuk penelitian tersebut bervariasi berdasarkan nilai yang dikandung oleh sang psikolog sosial, biaya dan waktu yang tersedia. Akan tetapi, adalah benar jika dikatakan bahwa dalam penelitian psikologi sosial yang utama berfokus pada isu-isu yang penting. Dalam melakukan penelitian, ada beberapa proses yang harus dilakukan. Secara umum, baik dalam penelitian psikologi sosial maupun penelitian dalam bidang psikologi lainnya, terdapat tujuh langkah dari proses penelitian. Langkah pertama, si peneliti mengembangkan pertanyaan penelitiannya. Dalam pengembangan pertanyaan, peneliti harus menyadari adanya etnosentrisme, yaitu suatu kecenderungan untuk melihat budaya hanya melalui sudut pandang budaya sendiri; biasanya etnosentrisme menyebabkan individu meremehkan masyarakat dan kebudayaan lain. Kemudian, peneliti juga harus menambah pengalamanpengalaman pribadi dalam melakukan penelitian dan membaca sastra psikologis. Hal ini dilakukan agar peneliti mendapatkan informasi-informasi yang mungkin saja bisa menjadi fokus dari penelitiannya itu. Langkah kedua, si peneliti membentuk hipotesis penelitiannya. Hipotesis merupakan dugaan sementara yang diajukan oleh peneliti yang akan diuji dalam penelitiannya. Dalam pembentukan hipotesis ini, peneliti harus membaca teoriteori psikologi yang berhubungan dengan topik untuk memperdalam pengetahuannya. Selain itu, peneliti juga harus mengingat pengalaman pribadi, memikirkan pengecualian-pengecualian, dan memperhatikan ketidakkonsistenan pada penelitian sebelumnya. Langkah ketiga, si peneliti membentuk definisi-definisi operasional. Definisi operasional ialah suatu definisi yang didasarkan pada karakteristik yang dapat diobservasi dari apa yang sedang didefinisikan atau mengubah konsepkonsep yang berupa konstruk dengan kata-kata yang menggambarkan perilaku atau gejala yang dapat diamati dan yang dapat diuji dan ditentukan kebenarannya oleh orang lain. Dalam pembentukan definisi operasional, peneliti dapat melihat penelitian sebelumnya mengenai cara pendefinisian konstruk yang sama atau serupa. Kemudian, peneliti juga harus memperkenalkan variabel-variabel yang akan diuji dalam penelitiannya tersebut.

3

Langkah keempat, si peneliti memilih desain penelitian. Dalam desain penelitian lainnya. ini, peneliti mengidentifikasi sampel partisipan yang akan untuk diikutsertakan dalam penelitian, baik jumlah, jenis kelamin, etnis, ras, atau yang Kemudian, pertanyaan penelitiannya diputuskan apakah menggambarkan, memberikan prediksi, atau mengidentifikasi hubungan sebabakibat. Masing-masing tujuan penelitian akan mempengaruhi pemilihan desain penelitian. Untuk menggambarkan dan memprediksi, digunakan metode observasional dan korelasional. Untuk pertanyaan penelitian hubungan sebabakibat, digunakan metode eksperimental. Untuk memahami dan mengobati sekelompok kecil atau satu individu, digunakan metode single-case. Sedangkan, untuk menjawab pertanyaan penelitian mengenai hubungan sebab-akibat dimana kontrol eksperimental lebih sedikit, digunakan metode kuasi-eksperimental. Langkah kelima, si peneliti mengevaluasi etika penelitian. Dalam pelaksanaan penelitian, peneliti harus mengidentifikasi adanya kemungkinan resiko dan keuntungan dari penelitian dan cara melindungi keselamatan partisipan. Peneliti harus memikirkan baik-baik mengenai hal tersebut. Apabila tidak, penelitian yang dilakukan dipastikan melanggar kode etik penelitian. Selain itu, peneliti harus mengajukan proposal kepada komite peninjauan etika. Kemudian, peneliti harus memperoleh izin dari orang-orang yang berotoritas. Langkah keenam, si peneliti mengumpulkan dan menganalisis data serta membentuk kesimpulan. Ada dua metode pengumpulan data, yaitu data elicitation dan data recording. Data elicitation merupakan cara untuk mendapatkan informasi; mengakses informasi dan membukanya untuk pemeriksaan. Dalam data elicitation, terdapat tiga teknik yang biasa digunakan, antara lain (1) observasi yaitu mengamati apa yang orang-orang lakukan, (2) selfreport yaitu menanyakan orang-orang mengenai apa yang dilakukan, dipikirkan atau dirasakan; terdiri dari metode interview (bertanya secara verbal) dan metode kuesioner (bertanya dalam bentuk tertulis), dan (3) archival data (menggunakan dokumen, rekaman, atau artefak). Masing-masing teknik dapat dilakukan melalui berbagai media dan memiliki perbedaan mengenai derajat interaksi antara peneliti dan subjek penelitian. Perkembangan teknologi, secara dramatis, mengubah sifat interaksi antara peneliti dan yang diteliti. Di samping itu, data recording

4

merupakan

penyusunan

informasi

yang

ditemukan

dengan

cara

yang

memungkinkan pertanyaan penelitian dapat dipecahkan. Data recording dapat disusun terlebih dahulu untuk mengajukan data elicitation. Beberapa penyusunan sebelumnya untuk analisis tidak dapat dihindarkan jika penelitian meliputi lebih dari deskripsi sebenarnya. Dalam penganalisaan data, terdapat dua metode yang dapat digunakan, yaitu metode kualitatif dan metode kuantitatif. Dari data yang sama sering kali dapat dianalisis dengan menggunakan kedua teknik tersebut. Setelah dilakukan analisis, data-data diringkas dan apa yang dinyatakan oleh data tersebut dikonfirmasikan. Langkah terakhir yaitu si peneliti melaporkan hasil penelitian. Laporan penelitian dapat diberikan pada konferensi psikologi. Pada konferensi ini, peneliti mempresentasikan mengenai penelitiannya, mulai dari latar belakang sampai pada kesimpulannya. Selain itu, peneliti juga dapat memasukkan laporan penelitian tertulis pada jurnal psikologi. Setelah mengetahui ada enam langkah dalam melaksanakan penelitian, fokus dari makalah ini ialah mengenai langkah keempat, yaitu desain penelitian yang digunakan dalam penelitian. Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, penggunaan desain ini akan ditentukan oleh tujuan penelitian. Penentuan rancangan penelitian yang tepat akan mempermudah peneliti, mulai dari pengumpulan data sampai pada penarikan kesimpulan penelitian. Dalam merancang sebuah penelitian, terdapat tiga metode yang terkenal, yaitu metode eksperimental, metode kuasi-eksperimental, dan metode non-eksperimental. Setiap metode ini memiliki karakteristiknya masing-masing, dan juga kelebihan dan kekurangannya. Masing-masing dari metode ini akan dijelaskan pada pembahasan selanjutnya dan dimulai oleh metode eksperimen 3. Metode Eksperimental 3.1 Definisi dan Tujuan dari Eksperimental Eksperimental merupakan pemberian sebuah ide atau pemikiran mengenai kenyataan. Dalam eksperimental, lingkungan dimanipulasi untuk mencari apakah

5

hasilnya konsisten atau tidak dengan ide tersebut. Pada awalnya, rancangan eksperimental dan prosedur pelaksanaannya rumit. Namun, prinsip pengorganisasian yang penting untuk memahami desain eksperimental yaitu dengan mengingat tujuan perancangan prosedur eksperimental ialah untuk memungkinkan demonstrasi dari hubungan sebab-akibat antara konstruk-konstruk (gagasan-gagasan). Ada dua alasan yang menyebabkan psikolog melakukan eksperimen. Pertama, para peneliti melaksanakan eksperimen untuk membuat pengetesan hipotesis yang empiris yang diperoleh dari teori-teori psikologi. Dengan kata lain, eksperimen dilakukan untuk menguji hipotesis, apakah konsisten dengan teori atau tidak. Jika hasil eksperimen konsisten dengan apa yang telah diprediksikan oleh hipotesis tersebut, maka teori yang mendasari memperoleh dukungan. Di sisi lain, jika hasilnya berbeda dari apa yang diharapkan, maka diusulkan penjelasan yang didasarkan pada teori tersebut perlu diubah dan hipotesis yang baru dikembangkan dan diuji pada eksperimen lainnya. Pengaruh dari perbaikan diri antara eksperimen dan penjelasan yang diusulkan juga merupakan alat fundamental yang digunakan oleh psikolog untuk memahami penyebab da