makalah pjk

download makalah pjk

of 35

  • date post

    01-Mar-2016
  • Category

    Documents

  • view

    19
  • download

    0

Embed Size (px)

description

penjelasan peraturan pengadaan barang dan jasa bab 9 dan 11

Transcript of makalah pjk

Makalah Pengadaan Jasa KonstruksiKEIKUTSERTAAN PERUSAHAAN ASING DALAM PENGADAAN BARANG/JASA DAN PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK

Oleh Kelompok 3 :Dina Ayu Cahyani125060100111003Rizhal Adi Rahmawan125060100111011Gina Nabila Andriani125060100111021Ryan Cakra Pamungkas125060107111007

KEMENTERIAN RISET TEKNOLOGI DAN PENDIDIKAN TINGGIUNIVERSITAS BRAWIJAYAFAKULTAS TEKNIK JURUSAN SIPILMALANG 2015BAB IPENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANGSejak pemerintah meluncurkan Masterplan Percepatan dan Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) di tahun 2011, jumlah perusahaan asing yang tertarik untuk mengembangkan bisnisnya dengan mengikuti pengadaan barang/jasa di Indonesia semakin banyak. Tercatat bahwa terdapat 302 perusahaan yang beroperasi di Indonesia semenjak tahun 2011 dan jumlah ini meningkat 9,81% dari tahun sebelumnya. Dengan meningkatnya minat perusahaan asing untuk ikut dalam proses pengadaan di Indonesia maka penerapan peraturan menjadi hal mutlak untuk dilaksanakan. Dengan adanya peraturan ini maka diharapkan tingkat kemunculan permasalahan yang terjadi dapat diperkecil dan dengan peraturan yang dibuat sedemikian rupa tetap dapat melindungi perusahaan local dalam negeri agar tidak kalah saing dengan perusahaan asing.Selain itu, dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan semakin banyaknya penawaran terhadap pengadaan barang dan jasa maka pengadaan barang/jasa melalui sistem elektronik menjadi hal yang sangat dibutukan. Meningat bahwa Negara Indonesia merupakan Negara yang sangat luas dengan penyedia barang/jasa yang tersebar di seluruh Indonesia maka dengan adanya proses pengadaan melalui media elektronik ini akan menjadikan proses pelelangan lebih efisien dan efektif. Selain itu dengan adanya system elektronik ini semakin membuka kesempatan bagi perusahaan asing untuk mengikuti pelelangan pengadaan barang/jasa di Indonesia.Oleh karena itu, penelaahan lebih lanjut pada peraturan mengenai keikutsertaan perusahaan asing dan pengadaan secara elektronik menjadi hal yang perlu untuk dilakukan.

2. TUJUAN Mengetahui peran dan keikutsertaan perusahaan asing dalam proses pengadaan barang/jasa di Indonesia Mengetahui tentang sistem pengadaan barang/jasa secara elektronik dan tahapan pelaksanaannya

3. RUMUSAN MASALAH Bagaimana peran dan keikutsertaan perusahaan asing dalam proses pengadaan barang/jasa di Indonesia? Bagaimana sistem pengadaan barang/jasa secara elektronik dan tahapan pelaksanaannya?4.

BAB IIPEMBAHASAN1. KEIKUTSERTAAN PERUSAHAAN ASING DALAM PENGADAAN BARANG/JASA

Perusahaan asing dimaksud dalam peraturan pengadaan barang dan jasa ini adalah perusahaan yang berbadan usaha dan berkedudukan di luar wilayah hukum Republik Indonesia serta bukan merupakan perusahaan penanaman modal asing sebagaimana yang dimaksud pada Pasal 5 dan Pasal 25 Undang-Undang No. 25 Tahun 2007 Tentang Penanaman Modal. Dimana dalam Undang-Undang No. 25 Tahun 2007 yang dimaksud penanaman modal asing yakni badan usaha yang berbentuk perseroan terbatas berdasarkan hukum Indonesia dan berkedudukan di dalam wilayah negara Republik Indonesia. Sehingga perusahaan asing tersebut masuk ke Indonesia hanya dalam rangka mengikuti pengadaan barang/jasa yang dapat diikuti oleh perusahaan asing berdasarkan ketentuan Peraturan Presiden No. 54 Tahun 2010.

Perusahaan asing dapat ikut serta dalam Pengadaan Barang/Jasa dengan ketentuan sebagai berikut:a. Untuk Pengadaan Pekerjaan Konstruksi dengan nilai diatas Rp 100.000.000.000,00 (seratus miliar rupiah) ;b. Untuk Pengadaan Barang/Jasa Lainnya dengan nilai diatas Rp 20.000.000.000,00 (dua puluh miliar rupiah) ; danc. Untuk Pengadaan Jasa Konsultansi dengan nilai diatas Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah).

Perusahaan asing yang melaksanakan pekerjaan harus melakukan kerja sama usaha dengan perusahaan nasional dalam bentuk kemitraan, sub kontrak dan lain-lain, dalam hal terdapat perusahaan nasional yang memiliki kemampuan dibidang yangbersangkutan.

Selain untuk persyaratan diatas, perusahaan asing tetap dapat mengikuti Pengadaan Barang/Jasa dalam kondisi tertentu yakni dalam hal Pengadaan Barang/Jasa Lainnya dengan nilai dibawah Rp 20.000.000.000,00 (dua puluh miliar rupiah) yang tidak dapat dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa Lainnya dari Dalam Negeri serta dalam hal Pengadaan Jasa Konsultansi dengan nilai dibawah Rp 10.000.000.000,00 (sepuluh miliar rupiah) yang tidak dapat dilaksanakan oleh Penyedia Jasa Konsultansi Dalam Negeri. Pengadaan dalam kondisi ini dilakukan melalui Seleksi Internasional (International Competitive Bidding) dan diumumkan dalam website komunitas internasional.

Pengadaan barang/jasa pemerintah melalui pelelangan/seleksi internasional dilakukan dengan mengikuti ketentuan berikut ini :1. Pengadaan Barang/Jasa yang dilaksanakan melalui Pelelangan/ Seleksi internasional harus memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada Penyedia Barang/Jasa nasional.2. Dokumen Pengadaan melalui Pelelangan/Seleksi internasional ditulis dalam 2 (dua) bahasa, yaitu Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.3. Dalam hal terjadi penafsiran arti yang berbeda terhadap Dokumen Pengadaan, maka dokumen yang berbahasa Indonesia dijadikan acuan.4. Pengadaan Barang/Jasa yang dibiayai dengan kredit ekspor, kredit lainnya dan/atau hibah :a. Dilakukan melalui persaingan usaha yang sehat ;b. Dilaksanakan dengan persyaratan yang paling menguntungkan negara, dari segi teknis dan harga ; danc. Dilakukan dengan memaksimalkan penggunaan komponen dalam negeri dan Penyedia Barang/Jasa nasional.5. Pemilihan Penyedia Barang/Jasa yang dibiayai dengan kredit ekspor, kredit lainnya dan/atau hibah, dilakukan di dalam negeri.6. Dalam Dokumen Pengadaan yang diikuti oleh Penyedia Barang/Jasa asing memuat hal-hal sebagai berikut:a. Adanya kerja sama antara Penyedia Barang/Jasa asing dengan industry dalam negeri ;b. Adanya ketentuan yang jelas mengenai tata cara pelaksanaan pengalihan kemampuan, pengetahuan, keahlian dan keterampilan ; danc. Ketentuan bahwa seluruh proses pengadaan sedapat mungkin dilaksanakan di wilayah Indonesia.

Tampilan situs komunitas pengadaan internasional, www.dgmaket.com

2. PENGADAAN SECARA ELEKTRONIK

A. Bagian Pertama Ketentuan Umum Pengadaan Secara Elektronik

1. Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah dapat dilakukan secara elektronik.a. Pengadaan secara elektronik (e-Procurement) adalah Pengadaan Barang/Jasa yang dilaksanakan dengan menggunakan teknologi informasi dan transaksi elektronik sesuai dengan ketentuan perundang-undangan.b. Pengadaan Barang/Jasa secara Elektronik berpedoman pada Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik. Dimana diatur mengenai teknologi informasi, media dan komunikasi sebagai sarana hukum yang mengatur penyelenggaraan sistem secara elektronik.2. Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik dilakukan dengan cara e-tendering atau e-purchasing.a. E-Tendering: Tata cara pemilihan penyedia barang/jasa yang dilakukan secara terbuka dan dapat diikuti oleh semua penyedia barang/jasa yang terdaftar pada sistem pengadaan secara elektronik dengan cara menyampaikan 1 (satu) kali penawaran dalam waktu yang telah ditentukan.b. E-Purchasing: Tata cara pembelian barang/jasa melalui sistem katalog elektronik.c. Katalog elektronik: sistem informasi elektronik yang memuat daftar, jenis, spesifikasi teknis dan harga barang tertentu dari berbagai penyedia barang/jasa pemerintah.Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik bertujuan untuk:a. Meningkatkan transparansi dan akuntabilitas;b. Meningkatkan akses pasar dan persaingan usaha yang sehat;c. Memperbaiki tingkat efisiensi proses Pengadaan;d. Mendukung proses monitoring dan audit; dane. Memenuhi kebutuhan akses informasi yang real time.

Proses Pengadaan Barang/Jasa pemerintah secara elektronik ini akan lebih meningkatkan dan menjamin terjadinya efisiensi, efektifitas, transparansi, dan akuntabilitas dalam pembelanjaan uang negara. Selain itu, proses Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik ini juga dapat lebih menjamin tersedianya informasi, kesempatan usaha, serta mendorong terjadinya persaingan yang sehat dan terwujudnya keadilan (non discriminative) bagi seluruh pelaku usaha yang bergerak dibidang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah.Sehingga manfaat yang diperoleh adalah sebagai berikut.A. Bagi ULP1. Mendapatkan penawaran yang lebih banyak2. Mempermudah proses administrasi3. Mempermudah pertanggungjawaban proses pengadaanB. Bagi Penyedia1. Menciptakan persaingan usaha yang sehat2. Memperluas peluang usaha3. Membuka kesempatan pelaku usaha mengikuti lelang4. Mengurangi biaya transportasi untuk mengikuti lelangC. Bagi Masyarakat1. Memberikan kesempatan masyarakat luas untuk mengetahui proses pengadaan

1. LKPP mengembangkan Sistem Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik. LKPP adalah Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/JasaPemerintah LKPP mengembangkan Sistem Pengadaan Secara Elektronik (SPSE) dibuat untuk mewujudkan harapan pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik. LKPP akan merilis Standar Dokumen Pengadaan (SDP eProcurement) dengan tujuan agar Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan K/L/D/I yang dilakukan secara elektronik berjalan sesuai dengan prinsipprinsip dan etika pengadaan.

2. LKPP menetapkan arsitektur sistem informasi yang mendukung penyelenggaraan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah secara elektronik. Yang dimaksud dengan arsitektur sistem informasi adalah kerangka dasar yang bersifat menyeluruh dan memberikan arah, bentuk, pengembangan dan tatanan pelaksanaan Pengadaan Barang/Jasa secara elektronik. Site yang telah disediakan untuk SPSE adalah http://lpse.lkpp.go.id

B. Bagian Kedua E-TenderingE-Tendering adalah tata cara pemilihan Penyedia Barang/Jasa yang dilakukan secara terbuka dan dapat diikuti oleh semua Penyedia Barang/Jasa yang terdaftar pada sistem pengadaan secara elektronik dengan cara menyampaikan 1 (satu) kali p