Makalah Perkembangan Sistem Komunikasi

download Makalah Perkembangan Sistem Komunikasi

of 28

  • date post

    11-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    773
  • download

    8

Embed Size (px)

description

tugas kuliah sistem komunikasi II

Transcript of Makalah Perkembangan Sistem Komunikasi

Diajukan Kepada Bapak Nanang Ismail, M.T untuk memenuhi tugas pada mata kuliah Sistem Komunikasi II Nama : Maulana Norman Kharis NIM : 2010707048

Sistem Telekomunikasi dan Perkembangannya

Jurusan Teknik Elektro Fakultas Sains dan Teknologi UIN Sunan Gunung Djati Bandung 2012/2013

BAB I PENDAHULUAN

I.1.

Latar Belakang

Pada dasarnya komunikasi data berkaitan dengan transmisi sinyalsinyal yang efisien dan andal, ini meliputi diantaranya transmisi sinyal, media transmisi, interfacing antar lapisan dan multiplexing. Kegunaan dasar dari system komunikasi data adalah menjalankan pertukaran data antara dua pihak. Sebagai contoh adalah pertukaran sinyal-sinyal suara antara dua telepon pada satu jaringan yang sama.selain itu masih banyak lagi manfaat dari system komunikasi yang selalu dimanfaatkan oleh setiap orang. Atas dasar itulah judul ini diambil untuk penulisan makalah ini. I.2. Rumusan Masalah

Dalam makalah ini terdapat beberapa rumusan masalah yang coba penulis angkat diantaranya sebagai berikut : 1. Bagaimana Proses pertukaran infomasi dari suatu tempat ke tempat lain. 2. Bagiamana perkembangan system komunikasi samapai saat ini 3. Bagaimana manfaatnya untuk kemaslahatan manusia. I.3. Batasan Masalah

Batasan masalah mengenai pembahasan adari makalah ini adalah : 1. Membahas dasar pertukaran data/informasi saja. 2. Membahas perkembangan system komunikasi secara umum. 3. Tidak membahas secara detail mengenai metode ataupun teori mengenai akses pertukaran data/informasi. 4. Membahas Teknologi Telekomunikasi Seluler secara umum. I.4. Tujuan

Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah : 1. Agar dapat menambah wawasan pembaca mengenai system komunikasi data. 2. Agar dapat menambah wawasan pembaca mengenai perkembangan system komunikasi data.Maulana Norman Kharis Page 1

BAB II PEMBAHASAN II.1. Sistem Telekomunikasi

Secara umum, Sistem Telekomunikasi dapat digambarkan dalam diagram blok berikut:

Gambar. Telekomunikasi data Information Source (Sumber Informasi) : Merupakan pesan yang ingin disampaikan. Dapat berupa suara, gambar, data, kode, dll. Transmitter (Tx) : Rangkaian yang mengubah informasi yang akan dikirimkan ke dalam bentuk sinyal yang sesuai dengan media yang akan dilaluinya. Contoh : Microphone : getaran suara sinyal listrik

Pemancar radio : sinyal listrik gel. elektromagnetik Channel (Kanal) : Media pengiriman sinyal dari satu tempat ke tempat lain Contoh : Kabel : kawat, serat optik Udara : gelombang elektromagnetik Receiver (Rx) : Mengubah kembali sinyal yang diterima dari media komunikasi ke bentuk semula (informasi). Receiver dan transmitter harus merupakan pasangan modulasi-demodulasi yang sesuai. Destination : Tujuan dari informasi yang di transmisikan.

Maulana Norman Kharis

Page 2

Gambar. Diagram Telekomunikasi data Prinsip Kerja Sistem Telekomunikasi Pada prinsipnya sebuah komunikasi melalui tahapan sebagai berikut : 1. Proses komunikasi diawali dengan sebuah pesan atau informasi yang harus dikirimkan dari individu/perangkat satu ke perangkat lain. 2. Pesan/informasi tersebut selanjutnya dikonfersi kedalam bentuk biner atau bit yang selanjutnya bit tersebut di encode menjadi sinyal. Proses ini terjadi pada perangkat encoder. 3. Sinyal tersebut kemudian oleh transmitter dikirimkan/dipancarkan melalui media yang telah dipilih. 4. Dibutuhkan media transmisi (radio, optik, coaxial, tembaga) yang baik agar gangguan selama disaluran dapat dikurangi. Selanjutnya sinyal tersebut diterima oleh stasiun penerima. 5. Sinyal tersebut didecode kedalam format biner atau bit yang selanjutnya diubah kedalam pesan/informasi asli agar dapat dibaca/didengar oleh perangkat penerima. II.2. Transmisi Data

Konsep dan Terminologi Transmisi data terjadi di antara transmitter dan receiver melalui beberapa media transmisi. Media transmisi dapat digolongkan sebagai guided dan ungaided, dimana pada kedua media transmisi itu komunikasi berbentuk gelombang elektromagnetik. Dengan guided mediaMaulana Norman Kharis Page 3

gelombang dikendalikan sepanjang jalur fisik, contoh: twisted pair, coaxial cabel, fiber optik. Ungaided media menyediakan alat untuk mentransmisikan gelombang-gelombang elektromagnetik namun tidak mengendalikannya. Sebuah transmisi dapat berupa simplex, half duflex, atau full duflex. Pada transmisi simplex, sinyal ditransmisikan hanya pada satu arah (satu station sebagai transmitter dan lainnya sebagai receiver. Pada operasi half-duflex, kedua station dapat mentransmisikan, namun hanya satu station pada saat yang sama. Sedangkan pada operasi full duflex, kedua station bisa mentransmisikan secara bersamaan. Sinyal-sinyal elektromagnetik yang dipergunakan sebagai alat untuk mentransmisikan data dapat merupakan sebagai fungsi waktu ataupun fungsi frekuensi. Konsep Time-Domain Bila dipandang sebagai suatu fungsi waktu, sebuah sinyal elektromagnetik dapat berupa sinyal kontinu atau discrate. Sinyal kontinu adalah sinyal di mana intensitasnya berubah-ubah dalam bentuk halus sepanjang waktu atau dengan kata lain tidak ada sinyal yang terputus. Sedangkan sinyal discrete adalah sinyal di mana intensitasnya mempertahankan level yang konstan selama beberapa periode waktu dan kemudian berubah ke level konstan yang lain.

Gambar. Sinyal informasi

Konsep Frekuensi-Domain Pada kenyataannya sebuah sinyal elektromagnetik dibentuk dari beberapa frekuensi. Contoh sinyal : s(t) (4 / ) x (sin (2ft) + (1 / 3)sin(2)(3f)t)

Maulana Norman Kharis

Page 4

Gambar. Sinyal dengan Frekwensi yang berbeda-beda

komponen-komponen sinyal itu adalah gelombang sinus dengan frekuensi f dan 3f; bagian (a) dan (b) dari gambar tersebut menunjukkan komponen-komponen terpisah Dari gambar di atas dapat diambil dua kesimpulan : Frekuensi kedua adalah suatu penggandaan dari frekuensi pertama. Bila semua komponen frekuensi dari sebuah sinyal adalah penggandaan dari satu frekuensi, frekuensi berikutnya ditunjukkan sebagai fundamental frekuensi. Periode sinyal keseluruhan setara dengan periode fundamental frekuensi. Periode dari komponen sin (2ft) adalah T = 1/f dan periode dari s(t) juga T. Jadi dapat dikatakan bahwa untuk setiap sinyal, terdapat fungsi timedomain s(t) yang menentukan amplitudo sinyal pada setiap waktu tertentu. Hampir sama dengan itu, terdapat suatu fungsi frekuensi-domain s(f) yang menentukan amplitudo puncak dari frekuensi sinyal yang konsisten. Spektrum sebuah sinyal adalah rentang frekuensi di mana spectrum berada. Bandwidth mutlak dari suatu sinyal adalah lebar spectrum. Gangguan Transmisi Dalam sistem komunikasi sinyal yang diterima kemungkinan berbeda dengan sinyal yang ditransmisikan dikarenakan adanya gangguan transmisi. Bagi sinyal analog gangguan ini dapat menurunkan kualitas sinyal. Sedangkan bagi digital sinyal akan muncul bit error. Gangguan yang paling signifikan adalah sebagai berikut : Atenuasi dan distorsi atenuasiPage 5

Maulana Norman Kharis

Distorsi delay Derau

Atenuasi Atenuasi membawakan tiga pertimbangan untuk membangun transmisi. Pertama, sinyal yang diterima harus cukup kuat sehingga arus elektronik pada receiver bisa mendeteksi sinyal. Kedua, sinyal harus mempertahankan level yang lebih tinggi dibanding derau yang diterima tanpa error. Ketiga, atenuasi merupakan fungsi frekuensi yang meningkat. Permasalahan pertama dan kedua berkaitan dengan perhatian terhadap kekuatan sinyal dan pengguanaan amplifier atau repeater. Untuk hubungan ujung ke ujung, kekuatan sinyal sebuah transmitter harus cukup kuat agar dapat diterima dengan jelas, namun juga tidak perlu terlalu kuat agar tidak menimbulkan overload pada sirkuit transmitter atau repeater yang bisa menyebabkan distorsi. Permasalahan ketiga biasanya nampak jelas pada sinyal analog. Karena atenuasi berubah-ubah sebagai fungsi frekuensi, sinyal yang diterima menjadi menyimpang sehingga mengurangi tingkat kejelasan. Untuk menanggulangi masalah ini, disediakan teknik untuk menyamakan atenuasi ini melewati band frekuensi. Distorsi tunda Distorsi tunda merupakan sebuah fenomena khas pada media guided. Distorsi yang terjadi disebabkan oleh kenyataan bahwa kecepatan penyebaran sebuah sinyal melewati medium guided berbeda dengan frekuensi. Derau Derau adalah sinyal-sinyal yang tidak diharapkan, dimana derau merupakan faktor utama yang membatasi perpormance sistem komunikasi. Derau dapat dibagi menjadi 4 kategori: Derau suhu Derau intermodulasi Crosstalk Derau impuls

Derau Suhu adalah suatu gejolak thermal elektron. Derau suhu secara keseluruhan disebarkan sepanjang spektrum frekuensi dan sering juga disebut sebagai white noise. Derau suhu tidak dapat dihilangkan dan muncul di semua perangkat elektronik dan media transmisi. Derau intermodulasi akan terjadi bila terdapat beberapa sifat tidak linear pada transmitter, receiver, atau sistem transmisi yang menghalangi. Efek dari derau intermodulasi akan menghasilkan sinyal-sinyal pada suatu frekuensi yang merupakan jumlah atau kelipatan antara dua frekuensi asal atau kelipatan dari frekuensi-frekuensi tersebut.

Maulana Norman Kharis

Page 6

Crosstalk dialami oleh siapapun yang saat menggunakan telepon, terdengar percakapan lain. Ini merupakan kopel yang tidak diharapkan yang terjadi di antara path sinyal. Biasanya crosstalk memiliki tingkat magnitudo yang sama atau lebih kurang dari derau suhu. Derau impuls terjadi pada pulsa-pulsa yang tidak beraturan atau terputusnya bunyi pada durasi pendek, serta dari amplitudo yang relative tinggi. Derau impuls umumnya hanyalah gangguan kecil bagi data analog dan biasanya disebabkan gangguan elektromagnetik eksternal, dan kesalahan serta kerusakan dalam sistem komunikasi. Media Transmisi Dalam suatu sistem transmisi data, media transmisi merupakan jalur fisik diantara transmitter dan reciver. Media transmisi untuk gelombang elektromagnetik yait