Makalah Pemicu 1~IKD

Click here to load reader

  • date post

    01-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    257
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of Makalah Pemicu 1~IKD

BAB I PENDAHULUAN 1. LATAR BELAKANG MASALAH Setiap manusia memiliki aktivitas yang berbeda satu sama lain. Setiap aktivitas yang dilakukan tersebut membutuhkan energi yang berbeda-beda pula. Seseorang yang memiliki aktivitas yang cukup padat harus dapat menjaga stamina tubuhnya agar dapat melaksanakan aktivitas tersebut. Stamina adalah Physical Fitness. Physic artinya kondisi fisik dan fitness artinya kecocokan, keserasian serta kemampuan tubuh kita untuk beradaptasi, menjaga keseimbangan proses faali dan biokimiawi tubuh dalam keadaan stres berat termasuk kerja fisik. Salah satu sifat dari stamina adalah dinamis atau fungsional. Artinya, kemampuan untuk melakukan pekerjaan fisik yang berat. Karena itu, untuk mewujudkan tugas tersebut, diperlukan stamina yang selalu prima. Atau minimal tetap sehat walau tenaga sedikit berkurang karena kelelahan Menjaga stamina tubuh dapat dilakukan antara lain dengan cara berolahraga secara rutin dan cukup, tidak terlambat makan serta istirahat yang cukup. 2. BATASAN MASALAH Makalah ini akan membahas mengenai sel, homeostasis, dan energi. 3. RUMUSAN MASALAH Rumusan masalah yang dapat ditarik yaitu: 3.1. Apa yang dimaksud dengan sel? 3.2. Apa saja komponen-komponen sel beserta fungsinya? 3.3. Apa yang dimaksud dengan Homeostasis? 3.4. Apa itu komunikasi antarsel dan bagaimana mekanismenya? 3.5. Bagaimana mekanisme transpor zat di dalam tubuh? 3.6. Bagaimana proses pembentukan, penyimpanan, dan penggunaan energi dalam tubuh?

1

4. TUJUAN PENULISAN 4.1. Memberikan informasi kepada pembaca mengenai sel, homeostasis, dan energi 4.2. Memberikan semua informasi yang berkaitan dengan rumusan masalah 5. METODOLOGI PENULISAN Jenis dan metode penelitian yang dilakukan oleh penulis dalam makalah ini adalah: 5.1. Studi Pustaka 5.2. Studi Literatur 6. SISTEMATIKA PENULISAN Sistematika penulisan makalah sebagai berikut: 6.1. Definisi dan Fungsi sel 6.2. Komponen Sel 6.3. Faktor yang mempengaruhi Homeostasis 6.4. Komunikasi Antar Sel 6.5. Mekanisme Transport Zat 6.6. Pembentukan, Penyimpanan, dan Penggunaan Energi 7. HIPOTESA Hipotesa yang dapat diambil, yaitu : Dengan istirahat dan olahraga yang cukup serta tidak terlambat makan dapat menjaga stamina tubuh.

2

ABSTRAKPurnomo adalah seorang mahasiswa yang mempunyai aktivitasyang cukup padat. Untuk menjaga stamina tubuhnya, ia berolah raga cukup secara rutin setiap minggu, dan menjaga supaya tidak terlambat makan serta beristirahat serta beristirahat cukup setiap harinya.

Kata Kunci: stamina tubuh; aktivitas; tidak terlambat makan; olahraga yang cukup; istirahat yang cukup

3

DAFTAR ISI

1. SEL 1.1 Definisi dan Fungsi Sel...............................................................................5 1.2 Komponen Sel.............................................................................................6 2. HOMEOSTASIS 2.1 Faktor yang Mempengaruhi Homeostasis...............................................7 2.2 Komunikas Antarsel..................................................................................9 2.3 Mekanisme Transport Zat......................................................................12 3. ENERGI 3.1 Pembentukan Energi...............................................................................15 3.2 Penyimpanan dan Penggunaan Energi..................................................18

4

BAB II

1 1.1

SEL Definisi dan Fungsi Sel Sel adalah unit terkecil dari makhluk hidup. Setiap sel yang terdapat dalam

tubuh manusia memiliki fungsi dasar yang sama, yaitu a) Mendapatkan zat gizi dan 02 dari lingkungan internal; b) Melalui berbagai reaksi kimia dengan menggunakan zat gizi dan O2 untuk menghasilkan energi bagi sel; c) Mengeluarkan CO2 dan zat-zat sisa atau produk sampingan yang dihasilkan selama reaksi-reaksi kimia ke lingkungan internal; d) Mensintesis protein dan komponen lain yang diperlukan untuk membentuk struktur seluler, untuk pertumbuhan dan menjalankan fungsi tertentu sel; e) Menjadi sensitif dan responsif terhadap perubahan yang terjadi di lingkungan sekitar sel; f) Mengontrol terjadinya pertukaran zat antara sel dan lingkungan internal; g) Memindahkan zat-zat dari salah satu bagian sel ke bagian lain ketika menjalankan aktivitas sel, bahkan sebagian sel dapat menggerakkan seluruh dirinya melintasi lingkungan, dan h) Kebanyakan sel dapat bereproduksi sehingga apabila sel-sel tersebut rusak maka akan dapat digantikan dengan yang baru Pada tubuh manusia, organisme multisel, setiap sel juga memiliki fungsi tambahan atau fungsi khusus. Fungsi tersebut dapat berasal dari perluasan fungsi dasar atau modifikasi dari fungsi dasar. Beberaoa contoh dari fungsi khusus sel adalah: a. Sel kelenjar sistem pencernaan mampu mengsekresikan enzimenzim pencernaan.

5

b.

Sel-sel saraf membentuk dan meyalurkan impuls listrik yang

menyampaikan informasi mengenai perubahan-perubahan ke bagian lain di dalam tubuh. c. Sel otot dapat menghasilkan gerakan intrasel.

1.2

Komponen Sel Secara umum sel mempunyai tiga bagian utama yaitu :

1.2.1

Membran Plasma Mengatur keluar masuknya zat, sawat selektif antara isis sel dan cairan ekstrasel.

1.2.2

Nukleus Mengatur segala ektivitas sel, menyimpan informasi genetik

(DNA/RNA) 1.2.3 a) Sitoplasma

Retikulum Endoplasma (RE) Pembentukan membran sel baru dan komponen-komponen sel lain serta pembuatan zat-zat untuk di sekresi b) Komplek Golgi Pusat modifikasi, pengemasan dan distribusi protein yang baru di sintesis

c)

Lisosom Sistem pencernaan sel dengan cara memakan benda asing dan autolisis, menghancurkan diri sel itu sendiri dengan cara membebaskan semua isi sel.

d) e)

Peroksisom (Aktivitas detoksifikasi) Mitokondria Tempat utama untuk membentuk ATP, memiliki enzim-enzim yang digunakan dalam siklus asam sitrat dan rantai transportasi elektron.

6

1.2.4

Sitosol a) Enzim-enzim metabolisme perantara Reaksi intra sel yang melibatkan penguraian, sintesis, dan transformasi molekul organik kecil.

Ribosom (Mensintesis protein) Vesikel Sekretorik (Menyimpan produk sekretorik) Inklusi (Menyimpan kelebihan nutrien) 1.2.5 Sitoskeleton Menentukan bentuk, rigiditas dan geometri ruang setiap jenis sel, mengarahkan transportasi intrasel dan mengatur gerakan sel. a) Mikrotubulus Rangka sel, mengkoordinasikan gerakan sel yang kompleks b) Mikrofilamen Berfungsi pada berbagai sistem komtraktil sel, dan penguat mekanis untuk mikrovili c) Filamen intermediat Berperan di bagian-bagian sel yang mendapat stres mekanik d) Kisi-kisi mikrotrabekuler Menggantung dan menghubungkan secara fungsional unsur-unsur sitoskeleton yang lebih besar dan berbagai organel, mengorganisasi enzim 2 2.1 2.1.1 HOMEOSTASIS Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Homeostasis Faktor-faktor lingkungan internal yang harus dipertahankan secara homeostasis : a) Konsentrasi molekul zat-zat gizi Sel-sel membutuhkan pasokan molekul nutrien yang tetap untuk digunakan sebagai bahan bakar metabolik untuk menghasilkan energi.

7

b) Konsentrasi O2 dan CO2 Sel membutuhkan O2 untuk melakukan reaksi-reaksi kimia yang menarik sebanyak mungkin energi dari molekul nutrien untuk digunakan oleh sel. CO2 yang dihasilkan selama reaksi-reaksi tersebut berlangsung harus diseimbangkan dengan CO2 yang dikeluarkan oleh paru, sehingga CO2 pembentuk asam ini tidak meningkat keasaman di lingkungan internal. c) Konsentrasi zat-zat sisa Berbagai reaksi kimia menghasilkan produk-produk akhir yang berefek toksik bagi sel apabila dibiarkan tertimbun melebihi batas tertentu. d) pH Diantara efek-efek yang paling mencolok dari perubahan keasaman lingkungan cairan internal adalah perubahan mekanisme pembentukan sinyal listrik di sel syaraf dan perubahan aktivitas enzim di semua sel. e) Konsentrasi air, garam, dan elektrolit-elektrolit lain Karena konsentrasi relatif garam (NaCl) dan air di dalam cairan ekstra sel (lingkunagn internal) mempengaruhi berapa banyak air yang masuk atau keluar sel. Konsentrasi keduanya diatur secara ketat untuk mempertahankan volume sel yang sesuai. Sel-sel tidak dapat berfungsi secara normal apabila mereka membengkak atau menciut. f) Suhu Sel-sel akan mengalami perlambatan aktivitas yang hebat apabila suhu nya terlalu dingin dan yang lebih buruk, protein-protein struktural dan enzimatik nya akan terganggu apabila suhu nya terlalu panas. g) Volume dan Tekanan Komponen sirkulasi pada lingkungan internal, yaitu plasma, harus dipertahankan pada tekanan darah dan volume yang adekuat agar penghubung vital antara sel dan lingkungan eksternal ini dapat terdistribusi ke seluruh tubuh.

8

2.1.2

Sistem Kontrol Tubuh Sistem kontrol yang mengatur aktivitas berbagai sistem tubuh untuk

mempertahankan homeostasis dapat diklasifikasikan sebagai : 1. kontrol intrinsik, yaitu respons kompensatorik inheren suatu organ terhadap perubahan 2. kontrol ekstrinsik, yaitu respons suatu organ yang dicetuskan oleh faktorfaktor di luar organ tersebut, seperti sisem saraf dan endokrin. Baik kontrol intrinsik maupun ekstrinsik umumnya beroperasi berdasarkan prinsip umpan balik negatif, yaitu suatu perubahan pada sebuah variabel yang diatur mencetuskan respons yang mendorong variabel itu berlawanan arah dengan perubahan awal, sehingga terjadi perlawanan terhadap perubahan. Sedangkan umpan balik positif lebih jarang terjadi dalam tubuh. Pada umpan balik positif, keluaran terus-menerus meningkat sehingga variabel yang dikontrol ergerak searah perubahan awal. Umpan balik positif bahkan memperkuat perubahan dalam arah yang sama. Selain mekanisme umpan balik, yang menimbulkan suatu respon sebagai reaksi terhadap suatu perubahan pada variabel yang dikontrol, tubuh kadangkadang menggunakan mekanisme feedforward, yang menimbulkan suatu respon sebagai antisipasi terhadap suatu perubahan pada variabel yan