Makalah Pemicu 1 Bercak Putih

download Makalah Pemicu 1 Bercak Putih

of 41

  • date post

    30-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    333
  • download

    54

Embed Size (px)

Transcript of Makalah Pemicu 1 Bercak Putih

MAKALAH BLOK 5 SKENARIO 1 Karies Gigi

Oleh: Gustivanny Dwipa A Eliza Saraswati Immatania Armansyah Nasytha Vikarina Septi Warda Zulfikar Zahra Khairiza Anri Meilisa Rachmawati Dita Liesdi N. Noryken Br. Sitorus Felix Triputra Muhamad Ihsan P. Tania Taslim 0906488054 0906508711 0906508781 0906508863 0906552795 0906554604 0906488073 0906626704 0906626875 0906626723 0906626856 0906627026

Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia 2010

KATA PENGANTAR

Puji syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah memberikan rahmat serta hidayahNya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan baik dan lancar. Dalam penyusunan makalah ini, penulis tidak lupa mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam pengerjaan tugas kelompok ini sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu. Tidak lupa penulis ucapkan terima kasih kepada drg. Indriasti Indah Wardhany, Sp.PM selaku fasilitator pada pemicu satu dan juga para narasumber yang telah memberikan bimbingan dan bantuan selama penyusunan makalah. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi penulis maupun pembaca yang lain. Penulis juga mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari rekan-rekan dan dosen yang membaca makalah ini. Dengan demikian, makalah ini dapat disempurnakan lagi.

Jakarta, 3 September 2010

Penulis

2

BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Karies atau yang lebih dikenal dengan gigi berlubang merupakan kejadian yang paling sering dijumpai pada masalah gigi dan mulut. Gigi berlubang merupakan penyebab penyakit infeksi yang umum terjadi dan dialami oleh 95% penduduk dunia. Data tahun 2004 dari Departemen Kesehatan menunjukkan bahwa insiden gigi berlubang di Indonesia terjadi sebanyak 90,05%. Meski prevelansinya tinggi, namun karies masih sering dianggap sepele. Banyak riset yang menunjukkan hubungan antara penyakit periodontal dan gigi

berlubang dengan penyakit sistemik, terutama penyakit jantung. Kuman yang bersarang pada karies dapat mendarat ke pembuluh darah dan organ seperti jantung, ginjal, dan liver. Oleh karena itu ada beberapa kasus penyakit yang menyeluruh pada tubuh yang sebenarnya dipicu oleh infeksi dari gigi, biasa disebut sebagai infeksi fokal, misalnya infeksi pada otot jantung (miokarditis). Oleh karena bahaya yang ditimbulkan, karies gigi ini dapat dideteksi sedari dini dengan melakukan beberapa pemeriksaan dan dapat dilakukan pencegahan serta perawatan noninvasif yang dapat menangkal terjadinya karies tersebut. . 1.2 Rumusan Masalah Rumusan masalah dalam makalah ini adalah sebagai berikut: a. Terdapat beberapa faktor yang memicu terjadinya karies b. Karies bisa dideteksi dini melalui beberapa pemeriksaan dan bisa dicegah dengan jalan perawatan non-invasif.

1.3 Tujuan Penelitian 3

Tujuan penulisan makalah ini antara lain: a. Menjelaskan hasil pemeriksaan gigi dan mulut pada pasien anak dan dewasa agar dapat menentukan klasifikasi dan macam karies pada giginya secara komprehensif. b. Menjelaskan hasil pemeriksaan gigi dan mulut pada pasien anak dan dewasa agar dapat menegakkan diagnosis, prognosis dan rencana perawatan karies secara komprehensif. c. Menjelaskan hasil pemeriksaan intraoral pasien anak dan dewasa untuk mengidentifikasi faktor resiko karies sebagai keluhan utama atau yang mengganggu sistem stomatognatik. d. Menjelaskan hasil pemeriksaan laboratorik dan/atau model diagnostik untuk menentukan etiologi karies serta kerusakannya. e. Menjelaskan hasil pemeriksaan radiografik untuk menentukan perluasan dan kerusakan gigi karena karies. f. Menjelaskan hasil pemeriksaan klinik terhadap kondisi fisik, psikologis dan sosial faktor resiko karies pasien sesuai indikasi.

1.4 Metode Penelitian Penulisan makalah ini menggunakan metode studi pustaka dan literatur, artinya penulis mencari berbagai informasi tentang karies, etiologi karies, klasifikasi karies serta pemeriksaan dan perawatan karies melalui buku teks, artikel dan internet guna menambah pengetahuan penulis.

4

BAB II ISI

2.1 Plak 2.1.1 Definisi Plak adalah suatu lapisan lengket yang melekat di permukaan gigi dan gusi, tersusun atas 70% mikroorganisme dan 30 % matriks. Plak merupakan faktor penyebab dari karies. Biasanya plak ini akan terbentuk pada gigi dalam waktu 4 jam setelah menyikat gigi dengan kecepatan yang berbeda-beda pada tiap individu dan tiap gigi dalam satu mulut. Daerah terakumulasinya plak adalah di batas gingival, dan sulcus dimana gigi berbatasan dengan gusi.

2.1.2 Komposisi Plak Plak adalah suatu lapisan lengket yang melekat di permukaan. Plak terdiri dari 70% mikroorganisme dan 30% substansi interbakterial, termasuk polisakarida ekstrasel dan sel host. Substansi interbakterial pada plak gigi yaitu protein, karbohidrat, sel epitel, leukosit, eritrosit, debris makanan, enzim, toksin, asam, dan antigen. Tipe mikroorganisme yang ada bervariasi tergantung individu, tempat yang diperiksa, dan umur plak. Sejumlah 1 mm3 plak dewasa dengan berat sekitar 1 mg dapat mengandung lebih dari 108 bakteri.

2.1.3 Etiologi Faktor yang menyebabkan terbentuknya plak adalah mikroba biofilm dimana bakteribakteri tersebut berbeda. Biofilm adalah lapisan yang terbentuk dari masa pellicle (glikoprotein ludah) yang melekat pada permukaan gigi. Plak tidak dapat dihilangkan dengan berkumur melainkan disikat atau diflossing.

2.1.4 Histopatologi Secara mikroskopis permukaan plak akan terlihat seperti igloo (rumah salju bangsa Eskimo). 5

Plak pada lingkungan mulut yang memiliki tingkat higienis yang rendah, biasanya tercampur dengan food debris.

2.1.5 Pembentukan plak 1. 2. Pembentukan awal plak memakan waktu lebih kurang 2 jam . Koloni bakteri mulai menjadi koloni yang terisolasi yang membatasi permukaan mikroskopis gigi secara tidak beraturan. 3. Dengan bantuan asupan nutrient dan saliva serta makanan dari host maka koloni bakteri akan mulai bereproduksi dan jumlahnya akan bertambah dua kali lipat setelah 2 hari. 4. Perubahan yang cepat akan terjadi pada hari ke 4 atau ke 5 dan akumulasi plak akan stabil pada lebih kurang hari ke-21. 5. Lalu koloni-koloni yang terbentuk akan ditutupi oleh saliva.

Penebalan plak akan mengurangi difusi oksigen sehingga organisme yang hidup di dasar plak adalah fakultatif atau obligat anaerob .

2.1.6 Metode Pengukuran Plak Terdapat 4 metode yang dapat digunakan dalam pengukuran plak a. Mengambil plak menggunakan instrument seperti scaler. Plak kemudian ditimbang atau diestimasi secara kimiawi untuk menghitung jumlahnya. Cara ini jelas-jelas tidak praktis. b. Mengestimasi ketebalan plak (plaque index ) oleh Silness & Loe. Biasanya pada mahkota gigi di dekat margin gingival. Tidak akurat karena ada perbedaan ukuran derajat ketebalan plak antara operator satu dengan lainnya. c. Metode yang mengestimasi luas daerah plak yang menutupi mahkota gigi (Debris Index), merupakan metode yang sampai saat ini masih digunakan karena mempunyai tingkat konsistensi. d. Metode yang mengukur ada tidaknya plak pada gigi menggunakan plaque distribution chart. Setelah disclosing, apabila ada plak yang terlihat pada permukaan bukal, mesial, distal, atau lingual gigi, maka table dicentang. Metode ini merupakan metode yang mudah untuk dioperasikan, namum memakan waktu dan tidak dapat mendeteksi 6

perubahan pada peningkatan awal dam control plak, karena hanya mendeteksi ada tidaknya plak, bukan jumlah plak. Plaque distribution chart digunakan pada pasien dengan kemunduran periodontal parah yang cepat, di mana pengetahuan akan ada tidaknya plak akan lebih membantu.

Selain 4 metode yang dapat digunakan untuk pengukuran plak, terdapat 2 index yang dapat digunakan untuk menggambarkan kondisi plak dalam mulut : 1. Oleary index Setiap gigi dalam mulut dibagi menurut garis anatomis menjadi 4 bagian, yaitu bukal, mesial, distal , dan lingual. Pertama semua gigi yang hilan ditandai lalu sisanya dideterminasi. Lalu pasien berkumur dengan air untuk menghilangkan food debris yang ada. Setelah itu, plak diberi disclosing solution pada semua gigi hingga bagian dentogingival junction tertutupi semua. Lalu sekali lagi pasien harus berkumur dengan air. Jika sudah, operator dapat segera memeriksanya, apabila ada plak maka di bagian ditandai dengan tanda tambah di bagian yang terdapat plak. Lalu jumlah skor diakumulasi dan dibagi sesuai jumlah gigi dan dikali 100%.

2. Plaque index of silness and loe Merupakan perkembangan dari Oleary index dengan bagian cervical juga dibagi menjadi mesial, distal, lingual, dan fasial. Criteria dari indeks ini, yaitu : Tidak ada plak 0 Plak terdapat pada pinggir gingival dan hanya terlihat dengan removal dengan perio-probe atau dengan disclosing solution. -1 Moderate akumulasi yang dapat dilihat dengan mata baik di bagian marginal gingival atau permukaan gigi lainnya. -2 Akumulasi berat dari bagian lunak pada pinggir gingival dari permukaan gigi. Debris memunuhi bagian interdental. -3

7

2.2 Kalkulus 2.2.1 Definisi Deposit plak yang termineralisasi yang keras dan menempel pada gigi warnanya bervariasi dari kuning sampai coklat. Merupakan gabungan dari food debris, crystalloid, colloid dan bakteri. Warnanya kuning atau bening transparan pada permukaan gigi, pada gingival sulcus warnanya bervariasi dari hijau ke hitam tergantung hemoglobin dalam sel darah pada gingival sulcus.

2.2.2 Komposisi Kalkulus Terdiri dari 70% garam anorganik (kalsium fosfat, kalsium karbonat, kalsium fluorida dan magnesium fosfat) dan 30% mikroorganisme dan materi organik.

2.2.3 Faktor Tingkah laku dan kelainan sistemik. Dapat dihilangkan dengan disikat atau di flossing apabila telah menjadi keras setelah 48-72 jam.

2.2.4 Jenis Kalkulus 1. Supragingival kalkulus (30 % termineralisasi) Ditemukan pada ujung saliva pada permukaan lingual dari mandibular incisor dan pada fissure gigi.