Makalah Pbl Perilaku Sehat

download Makalah Pbl Perilaku Sehat

of 29

  • date post

    27-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    102
  • download

    3

Embed Size (px)

description

enjoy it

Transcript of Makalah Pbl Perilaku Sehat

BAB I

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Sehat adalah sesuatu yang menjadi keinginan setiap manusia. Namun datangnya penyakit merupakan sesuatu yang tidak bisa ditolak. Membuat pengaharapan agar perilaku seseorang dapat mencerminkan perilaku sehat sehingga dapat mencegah dan melindungi seseorang dari penyakit. Perilaku sehat sendiri bukan merupakan sesuatu yang dapat dipelajari secara mutlak. Dikarenakan banyak faktor yang dapat mempengaruhi perilaku sehat seseorang baik itu dari luar maupun dari dalam. Perilaku sehat juga sebagai sebuah hal yang harus dimiliki dan dijalani oleh masyarakat luas. Namun patut disesalkan apabila masalah perilaku sehat ini masih belum mendapatkan sebuah perhatian yang baik oleh masyarakat di seluruh dunia. Di Indonesia sendiri data terakhir mengenai kesehatan di Indonesia menurut Survei Kesehatan Rumah Tangga (SKRT) 2004 menyatakan bahwa 33% kesehatan di Indonesia masih buruk. Lebih dari sepertiga dari jumlah penduduk menjadi perokok aktif sejak usia 15 tahun. Begitu pula dalam budaya mengonsumsi makanan sehat dan bergizi maupun olah raga bagi kaum muda di Indonesia masih sangat rendah. Begitu juga masalah HIV/AIDS,menurut data statistik yang diluncurkan oleh WHO pada akhir tahun 2008 2,7 juta orang termasuk dewasa dan anak-anak dibawah umur 15 tahun terinfeksi HIV.Dan sebagian besar infeksi terjadi akibat seks bebas dan penyalah gunaan narkotik. Hal-hal diatas sebagai sebuah contoh akibat tidak adanya perilaku sehat di dalam kehidupan masyarakat.Masyarakat cenderung untuk mengeneralisasikan konsep perilaku sehat.Tanpa didasari oleh sebuah pemahaman yang baik akan apa konsep perilaku sehat sebenarnya dan bagaimana menerapkan perilaku sehat itu. 1.2 Tujuan

Tujuan pembuatan makalah ini adalah untuk membahas dan meningkatkan pengetahuan tentang perilaku hidup sehat. Melalui pembuatan makalah ini penulis mengharapkan pembaca dapat mengetahui definisi perilaku sehat,faktor-faktor penentu perilaku hidup seseorang,dan cara meningkatkan perilaku sehat seseorang. Diharapkan setelah membaca makalah ini pembaca dapat lebih mengetahui dan mau berperilaku sesuai dengan perilaku sehat.BAB IIPEMBAHASAN

2.1 Definisi

Perilaku adalah respon individu terhadap stimulasi,baik yang berasal dari luar maupun dari dalam dirinya. Respons ini dapat bersifat pasif (tanpa tindakan : berpikir, berpendapat, bersikap) maupun aktif (melakukan tindakan).Perilaku aktif dapatlah dilihat, sedangkan perilaku pasif tidaklah tampak, seperti misalnya pengetahuan, persepsi, atau motivasi. Menurut Bloom, perilaku dibedakan menjadi perilaku kognitif (yang menyangkut kesadaran atau pengetahuan), afektif (sikap), dan psikomotor (tindakan/gerakan). Ahli-ahli lain menyebutnya dengan istilah pengetahuan, sikap, dan tindakan, atau disingkat KAP (knowledge, attitude, practice). Perilaku itu sendiri bukanlah merupakan sesuatu yang mutlak melainkan sesuatu yang terus berkembang dan dapat dipelajari agar dapat membangun perilaku individu menjadi lebih baik lagi. Perilaku adalah faktor terbesar kedua setelah faktor lingkungan yang mempengaruhi kesehatan individu, kelompok, atau masyarakat.4 Dari segi biologis, perilaku adalah suatu kegiatan atau aktivitas organisme (makhluk hidup) yang bersangkutan. Semua makhluk hidup mulai dari tumbuhan, hewan, dan manusia berperilaku, karena punya aktivitas masing-masing. Perilaku (manusia) adalah semua tindakan atau aktivitas manusia, baik yang dapat diamati langsung maupun yang tidak dapat diamati oleh pihak luar.

Dari segi psikologis, perilaku merupakan respons atau reaksi seseorang terhadap stimulus. Teori ini diungkapkan oleh Skinner. Skinner membedakan respons menjadi dua jenis, yaitu:

Respondent respons atau reflexive

merupakan tanggapan yang ditimbulkan oleh rangsangan stimulus tertentu. Stimulus semacam ini disebut eliviting stimulation, yang menimbulkan respons atau tanggapan yang relatif tetap. Respons ini juga termasuk respons emosi atau perilaku emosional. Jenis respons ini keberadaanya sangat terbatas dan kemungkinan untuk dimodifikasi sangat kecil.

Operant response atau instrumental response

merupakan respons atau tanggapan yang timbul dan berkembang, kemudian diikuti oleh stimulus atau perangsang tertentu. Sebagian besar perilaku manusia adalah operant response. Oleh karena itu, untuk membentuk jenis respons atau perilaku perlu diciptakan suatu kondisi yang disebut operant conditioning, yaitu dengan menggunakan urutan-urutan komponen penguat berupa hadiah atau reward.

Secara umum, perilaku dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: 3 Perilaku ideal (ideal behavior)

Ialah tindakan yang bisa diamati yang menurut para ahli perlu dilakukan oleh individu atau masyarakat untuk mengurangi atau membantu memecahkan masalah.

Perilaku yang sekarang (current behavior)

Ialah perilaku yang dilaksanakan saat ini.

Perilaku yang diharapkan (expected/feasible behavior)

Ialah perilaku yang diharapkan bisa dilaksanakan oleh sasaran.

Perilaku juga merupakan kumpulan berbagai faktor yang saling berinteraksi. Seiring dengan tidak disadari bahwa interaksi itu sangat kompleks sehingga kadang- kadang kita tidak sempat memikirkan penyebab seseorang menerapkan perilaku tertentu. Karena itu amat penting untuk dapat menelaah alasan dibalik perilaku individu, selama ia mampu mengubah perilaku tersebut.PERILAKU SEHAT

2.2 Definisi sehat

sehat merupakan sebuah keadaan yang tidak hanya terbebas dari penyakit akan tetapi juga meliputi seluruh aspek kehidupan manusia yang meliputi aspek fisik, emosi, sosial dan spiritual. Menurut WHO Sehat itu sendiri dapat diartikan bahwa suatu keadaan yang sempurna baik secara fisik, mental dan sosial serta tidak hanya bebas dari penyakit atau kelemahan. Definisi WHO tentang sehat mempunyui karakteristik berikut yang dapat meningkatkan.konsep sehat yang positif :

1. Memperhatikan individu sebagai sebuah sistem yang menyeluruh.

2. Memandang sehat dengan mengidentifikasi lingkungan internal dan eksternal.

3. Penghargaan terhadap pentingnya peran individu dalam hidup.

UU No.23,1992 tentang Kesehatan menyatakan bahwa: Kesehatan adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang memungkinkan hidup produktif secara sosial dan ekonomi. Dalam pengertian ini maka kesehatan harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh terdiri dari unsur-unsur fisik, mental dan sosial dan di dalamnya kesehatan jiwa merupakan bagian integral kesehatan. Dalam pengertian yang paling luas sehat merupakan suatu keadaan yang dinamis dimana individu menyesuaikan diri dengan perubahan-perubahan lingkungan internal (psikologis, intelektual, spiritual dan penyakit) dan eksternal (lingkungan fisik, social, dan ekonomi) dalam mempertahankan kesehatannya.

Perilaku sehat adalah tindakan yang dilakukan individu untuk memelihara dan meningkatkan kesehatannya4.Cara yang digunkan sangat beragam bisa dengan menjaga kebersihan diri,melakukan olah raga untuk menjaga kebugaran tubuh,maupun dengan makan makanan yang bergizi.perilaku sehat ini terkait akan tindakan dan kebiasaan yang dilakukan individu dalam menjaga kesehatan.

Dengan demikian, perilaku kesehatan dapat dirumuskan sebagai segala bentuk pengalaman dan interaksi individu dengan lingkungannya, khususnya yang menyangkut pengetahuan , sikap dan tindakannya yang berkaitan dengan kesehatan. Sedangkan menurut Lyanda Juall Carpentio, perilaku sehat adalah kondisi ketika individu dengan kondisi kesehatan yang stabil berupaya aktif mencari cara untuk mengubah kebiasaan pribadi yang sehat dan/atau lingkungan guna beralih ke tingkat kesehatan yang lebih tinggi. Konsep akan perilaku sehat pertama kalinya dicetuskan oleh Becker.Setelah sebelumnya Becker menggunakan konsep perilaku milik Bloom yang terdiri dari pengetahuan,sikap dan praktik menjadi pengetahuan kesehatan,sikap pada kesehatan dan praktik kesehatan. Pengetahuan kesehatan sendiri meliputi pengetahuan yang dimiliki oleh seseorang tentang dunia kesehatan.Seperti pengetahuan tentang berbagai macam penyakit,cara menjaga kesehatan, dan pelayanan kesehatan. Becker menguraikan perilaku kesehatan menjadi tiga domain, yakni pengetahuan kesehatan (health knowledge), sikap terhadap kesehatan (health attitude) dan praktek kesehatan (health practice). Hal ini berguna untuk mengukur seberapa besar tingkat perilaku kesehatan individu yang menjadi unit analisis penelitian. Becker mengklasifikasikan perilaku kesehatan menjadi tiga dimensi:

1 Pengetahuan Kesehatan Pengetahuan tentang kesehatan mencakup apa yang diketahui oleh seseorang terhadap cara-cara memelihara kesehatan, seperti pengetahuan tentang penyakit menular, pengetahuan tentang faktor-faktor yang terkait. dan atau mempengaruhi kesehatan, pengetahuan tentang fasilitas pelayanan kesehatan, dan pengetahuan untuk menghindari kecelakaan.

2 Sikap terhadap kesehatan Sikap terhadap kesehatan adalah pendapat atau penilaian seseorang terhadap hal-hal yang berkaitan dengan pemeliharaan kesehatan, seperti sikap terhadap penyakit menular dan tidak menular, sikap terhadap faktor-faktor yang terkait dan atau mempengaruhi kesehatan, sikap tentang fasilitas pelayanan kesehatan, dan sikap untuk menghindari kecelakaan.3 Praktek kesehatan Praktek kesehatan untuk hidup sehat adalah semua kegiatan atau aktivitas orang dalam rangka memelihara kesehatan, seperti tindakan terhadap penyakit menular dan tidak menular, tindakan terhadap faktor-faktor yang terkait dan atau mempengaruhi kesehatan, tindakan tentang fasilitas pelayanan kesehatan, dan tindakan untuk menghindari kecelakaan.Sikap pada kesehatan adalah mengenai penyataan evaluatif terhadap subjek,objek dan peristiwa (dalam hal ini mengenai pengetahuan kesehatan yang sudah diterimanya ) serta mencerminkan kondisi emosional yang dialami saat itu. Sikap ini juga yang akan menentukan apakah praktik kesehatan