Makalah Pbl Blok 9 1st

download Makalah Pbl Blok 9 1st

of 20

  • date post

    30-Sep-2015
  • Category

    Documents

  • view

    41
  • download

    0

Embed Size (px)

description

makalah pal blok 9 digestive-1

Transcript of Makalah Pbl Blok 9 1st

Pengaruh Metabolisme Enzimatik Terhadap Mekanisme Penceraan Lemak**Antonius Jonathan*NIM 102011182Mahasiswa Fakultas Kedokteran UKRIDA, Jakarta

Pendahuluan

Tubuh memerlukan energi untuk dapat terus bekerja. Selain itu untuk mempertahankan homeostasis, molekul nutrien yang digunakan untuk menghasilkan energi harus terus-menerus diganti dengan nutrien baru kaya energi. Molekul nutrien, khususnya protein, juga diperlukan untuk sintesis sel baru dan bagian sel yang berlangsung terus-menerus dalam proses pengantian dan pertumbuhan jaringan. Demikian juga, air dan elektrolit yang secara konstan keluar melalui urin dan keringat serta melalui jalur lain harus diganti secara teratur. Sistem pencernaan berperan dalam homeostasis dengan memindahkan nutrien, air, dan elektrolit dari lingkungan eksternal ke lingkungan intenal.1 Sistem pencernaan tidak secara langsung mengatur konsentrasi konstituen-konstituen ini di lingkungan internal. Sistem ini tidak mengubah penyerapan nutrien, air, atau elektrolit sesuai kebutuhan tubuh. Sistem pencernaan mengoptimalkan kondisi untuk pencernaan dan penyerapan apa yang di telan. Asupan-asupan energi yang masuk ke dalam tubuh dapat berupa makanan dengan senyawa molekul yang besar, Untuk dapat mencerna senyawa-senyawa tersebut sistem pencernaan akan meminimalisasikannya hingga ke bentuk yang sederhana sehingga dapat dengan mudah di serap oleh sel-sel dalam tubuh. Dalam hal inilah metabolisme enzimatik dalam tubuh berperan membantuk proses mekanisme pencernaan yang berlangsung. Dalam hal ini terdapat skenario dimana seorang wanita berusia 30 tahun datang ke poliklinik mengeluh mual, kembung, sembelit dan buang air besarnya berwarna putih seperti dempul kayu. Dari hal tersebut dokter mendiagnosa terjadi gangguan pada metabolisme empedu. Oleh karena itu dalam hasil belajar mandiri ini akan di bahas lebih lanjut lagi mengenai proses-proses yang terjadi dalam suatu mekanisme sistem pencernaan sehingga kita dapat memahami lebih dalam lagi mengenai kasus skenario tersebut.

*Alamat Korespondensi:Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida WacanaArjuna Utara No. 6 Jakarta 11510Telephone: (021) 5694-2061 (hunting),Fax: (021) 563-1731Email: antoniussjoo@yahoo.comPembahasanMakroskopik dan MikroskopikGaster Lambung adalah rongga seperti kantung berbentuk J yang terletak di antara esofagus dan usus halus. Lambung merupakan bagian yang paling lebar dari saluran pencernaan. Pada posisi berbaring, lambung terletak di region hypochondriaca kiri, epigastrica dan umbilicalis. Lambung mempunyai peritoneum visceral yang meliputi permukaan anterior dan posterior. Kedua lapisan tersebut dari curvature minor ke arah hepar membentuk ligamentum hepatogastrica yang merupakan bagian dari omentum minus. Ke bawah kedua lapisan pada curvature major berhubungan dengan omentum gastrolienalis dan mesocolon transversum, membentuk omentum majus.1,2

Gambar 1. Gaster.3Lambung mempunyai dua lubang (ostium cardiacum dan pylorus), dua lengkungan (curvature major dan minor) dan dua permukaan (fascies anterior dan posterior). Lambung terdiri dari lima bagian, yaitu cardia, fundus, corpus, pars pyloric dan pylorus. Cardia merupakan tempat masuknya esophagus ke dalam lambung. Fundus gastricus yang berbentuk kubah merupakan nagian lambung yang berada di atas kiri dari ostium cardiacum. Antara fundus dan pars abdominalis esophagei terdapat sudut tajam, disebut incisura cardiac. Corpus gastricum yang merupakan bagian utama, terletak kurang lebih vertical antara fundus dan incisura angularis beralih menjadi pars pylorica. Curvature minor yang merupakan batas kanan lambung terbentang dari cardiac sampai pylorus. Curvature major yang lebih besar terbentang dari incisura cardiac terus ke fundus dan pinggir kiri lambung sampai pylorus. Pada curvature minor di batas antara corpus dengan pars pyloric terbentuk sudut yang disebut incisura angularis. Pars pylorica terdiri dari antrum pyloricum yang lebar disebelah proximalis dan canalis pyloricus yang lebih sempit disebelah distalis yang berakhir pada pylorus. Pylorus merupakan daerah terdapatnya penyempitan berupa sphincter yang umumnya berada dalam keadaan kontraksi tonik. Sphincter pylorus mempunyai otot sircularis tebal (musculus sphincter pylorus) yang mengatur aliran isi lambung ke duodenum.1

Gaster berhubungan dengan sejumlah alat, yaitu hepar diatas, kanan, dan depan, diaphragm diatas, limpa ke arah kiri, pancreas, ginjal dan glandula suprenalis kiri dibelakang, kebawah dengan colon dan omentum majus, serta dengan dinding depan abdomen dan thorax ke depan. Gaster mempunyai permukaan anterior dan posterior yang bertemu pada curvature major dan minor. Fascies anterior diliputi oleh peritoneum visceralis dari cavum pertonei dan berhubungan dengan lobus kiri hepar, diaphragm, iga-iga dan dinding depan abdomen. Hubungan dengan costae dan dinding depan abdomen tergambar pada apa yang disebut lapang lambung (magenfeld), yaitu hubungan lambung langsung dengan dinding depan thorax dan dinding depan abdomen. Batas-batas lapang lambung adalah pada hepar disebelah kanan, diaphragma dan paru-paru kiri disebelah atas, limpa disebelah kiri dan mesocolon transversum dibawah. Bagian lapang lambung yang berada dibelakang iga yang disebut ruang traube dengan batas-batasnya di medial pada pinggir kiri sternum, diatas pada garis dari rawan iga ke-6 ke pinggir bawah rawan iga ke-9 pada medioclavicularis, dan dibawah pada arcus costarum.1Gambar 2. Tampak ventral gaster.3

Facies posterior diliputi peritoneum visceral dari bursa omentalis yang tepat berada dibelakang lambung. Hubungan fascies posterior dengan bursa omentalis dan sejumlah alat membentuk palungan lambung, lekukan yang terbentuk oleh bursa omentalis, bersama diaphragma, lien dan glandula suprarenalis kiri kearah atas, serta bagian atas ren kiri, corpus dan cauda pancreas, dan mesocolon transversum kearah bawah. Fundus lambung terletak pada kubah diaphragma.1

Lambung mendapat darah dari cabang-cabang arteria celiaca, yaitu arteriae gastrica simistra et dextra, gastro-omentalis ( epiploica) dextra et sinistra, dan gestricae breves. A. gastrica sinistra yang merupakan cabang langsung dari a. celiac berjalan ke esophagus dan turun kembali ke curvature minor. A. gastroomentalis dextra merupakan cabang dari a. gastroduodenalis (yang merupakan cabang dari a. hepatica communis). A. gastroomentalis sinistra dan a. gastricae breves merupakan cabang dari a. Lienalis. Vena gastrica dextra dan sinistra mengalirkan darah langsung ke dalam vena porta hepatis, sedang v. gastroomentalis kiri dan venae gastricae breves masuk ke vena lienalis, sedang v. gastroomentalis kanan masuk ke v. mesenterica superior terus ke v. porta hepatica.1

Saluran limfe lambung mengikuti perjalanan arteriae sepanjang curvature major dan minor sebagai nodi limphatici. gastroomentalis, nodi lymphatici. Gastrica, pancreaticolienalis dan nodi lymphatici. pyloric (didepan caput pancreas) yang semuanya dialirkan ke nodi lymphatici. Celiac.Persarafan parasimpatis berasal dari cabang-cabang n. vagus, sedang yang dari sistem simpatis berasal dari plexus celiacus. Serabut-serabut eferen dari sistem simpatis berasal dari segmen thoracal 6-9..1

Gambar 3. Lapisan dinding gaster.3

Secara mikroskopis dinding lambung terdapat tiga lapisan jaringan mukosa, submukosa, dan jaringan muskularis beserta modifikasinya. Jaringan muskularis eksterna terletak pada bagian fundus dan badan lambung mengandung lapisan otot melintang tambahan. Membrane mukosa di dalam yang membentuk lipatan-lipatan longitudinal yang menonjol sehingga memungkinkan peregangan dinding lambung. Lambung proksimal (corpus) mengandung banyak komplemen lambung sel parietalis, sumber asam klorida (HCL) dan faktor intrinsik serta sel principalis sumber utama pepsinogen. Jenis sel tambahan mencakup sel epitel permukaan , yang mensekresi mucus dan bikarbonat ke dalam lumen lambung. Muskularis eksterna pada bagian fundus dan badan lambung yang mengandung lapisan otot melintang (oblik) tambahan. Lapisan otot ini membantu ke efektifan pencampuran dan penghancuran isi lambung.4,5HeparHepar menempati sebagian besar rongga abdomen kanan atas. Konsistensi hati, kenyal seperti jeli. Hati adalah organ viseral terbesar dan terletak di bawah kerangka iga. Beratnya 1,500 g (3 lbs) dan pada kondisi hidup berwarna merah tua karena kaya akan persediaan darah. Hati menerima darah teroksigenasi dari arteri hepatika dan darah yang tidak teroksigenasi tetapi kaya akan nutrien dari vena portal hepatika. Hepar dilapisi peritonium, kecuali bagian belakang yang langsung melekat pada diaphragma dan disebut bare area atau area nuda hepatis. Pada penampang sagital hepar, tampak bagian depan lebih rendah daripada bagian belakang. Hepar dibedakan menjadi dua lobus, yaitu lobus kanan dan kiri. Batas lobus kanan dan kiri adalah sebuah alur berbentuk huruf H yang ditempati oleh lig. Teres hepatis dan lig. Venosum Arantii diselah caudal, dan lig. Falciforme hepatis disebelah cranial. Secara anatomis dan fungsional batas lobus kanan dan kiri sesuai bidang yang melalui alur yang dibentuk oleh kantung empedu dan V. Cava inferior ( tidak terlihat dari luar ). Lobus kanan terbagi menjadi lobus caudatus dan quadratus oleh porta hepatis dan fossa sagitalis dextra.2,4

Gambar 4. Hepar anterior.3

Gambar 5. Hepar posterior.3Lobulus hepar dibangun sekeliling vena sentralis dan terutama terdiri dari banyak lempengan sel hepatika yang tersebar secara sentrifugal dari vena sentralis seperti jari-jari roda. Tiap lempengan hepatika biasanya mempunyai tebal dua sel dan antara sel-sel yang berdekatan terletak kanalikulus biliaris yang kecil, yang mengosongkan isinya ke ductus biliaris terminalis di dalam septum di antara lobulus hepar yang berdekatan. Juga di dalam septum ada venula porta yang kecil, yang menerima darah dari vena porta. Dari venula ini, darah mengalir ke sinusoid hepatika yang