Makalah PBL Blok 5 Diah a L

download Makalah PBL Blok 5 Diah a L

of 17

  • date post

    16-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    264
  • download

    4

Embed Size (px)

description

Dislokasi dan Fraktur pada tulang extremitas superior

Transcript of Makalah PBL Blok 5 Diah a L

Dislokasi dan Fraktur pada Tulang Extremitas SuperiorDiah Ayu Lestari102014106 / D7Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida WacanaAlamat Korespondensi : Jl. Arjuna Utara No.6, Jakarta barat 11510Telp: 021 569 42061, Fax : 021 563 1731E-mail: diah.ayulestari014@gmail.com

AbstrakSistem muskuloskeletal terdiri dari susunan berbagai macam tulang. 206 buah tulang kerangka yang terdiri dari tulang kepala yang membentuk tengkorak (8 buah); tulang wajah (14 buah); tulang telinga dalam (6 buah); tulang lidah (1 buah); tulang yangmembentuk kerangka dada ( 25 buah); tulang yang membentuk tulang belakang dan gelang pinggul (26 buah); tulang anggota yang membentuk lengan(ekstremitas superior) (64 buah); tulang yang membentuk tungkai ( ekstremitas inferior) (62 buah). Gangguan yang sering terjadi pada lengan adalah dislokasi dan fraktur. Dislokasi adalah terpisahnya sebuah sendi dari tempat yang seharusnya. Dislokasi biasanya terjadi setelah trauma berat, yang menggangu kemampuan ligamen menahan tulang di tempatnya. Sedangkan fraktur adalah patah tulang atau terputusnya kontinuitas jaringan tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya.Kata kunci :dislokasi, fraktur, etremitas superior AbstractMusculoskeletal system containing an array of assorted bones. 206 bones skeleton consists of bones that form the skull head (8 pieces); facial bones (14 pieces); ear bone in (6 pieces); tongue bone (1 piece); bones that form the skeleton of the chest (25 pieces); bones that form the spine and hip bracelet (26 pieces); members that make up the arm bone (the superior limb) (64 pieces); bones that form the legs (lower extremities) (62 pieces) . Disorders that often occur in the arm is dislocation and fracture. Dislocation is the separation of a joint from where it should be. Dislocation usually occurs after severe trauma, which interfere with the ability of the ligaments hold the bones in place. While the fracture is a fracture or breaking of continuity of bone tissue is determined according to the type and extent.Keywords: dislocation, fracture, superior limb

PendahuluanSistem muskuloskeletal pada manusia adalah seluruh kerangka manusia dengan seluruh otot yang menggerakkannya dengan tugas melindungi organ vital. Jadi yang dimaksud dengan system muskuloskeletal mencakup semua struktur tulang, sendi, otot, dan struktur terkait seperti tendon, ligamen serta sistem saraf perifer.1 Gangguan yang sering terjadi pada lengan adalah dislokasi dan fraktur. Dislokasi adalah terpisahnya sebuah sendi dari tempat yang seharusnya. Dislokasi biasanya terjadi setelah trauma berat, yang menggangu kemampuan ligamen menahan tulang di tempatnya. Sedangkan fraktur adalah patah tulang atau terputusnya kontinuitas jaringan tulang dan ditentukan sesuai jenis dan luasnya. Fraktur terjadi jika tlang dikenai stres yang lebih besar dari pada yang diabsorbsinya.2 Sistem muskuloskeletal terdiri dari susunan berbagai macam tulang. 206 buah tulang kerangka yang terdiri dari tulang kepala yang membentuk tengkorak (8 buah); tulang wajah (14 buah); tulang telinga dalam (6 buah); tulang lidah (1 buah); tulang yangmembentuk kerangka dada ( 25 buah); tulang yang membentuk tulang belakang dan gelang pinggul (26 buah); tulang anggota yang membentuk lengan(ekstremitas superior) (64 buah); tulang yang membentuk tungkai ( ekstremitas inferior) (62 buah).Pada pembahasan kali ini lebih membahas mengenai ekstremitas superior dimana terdiri atas bahu (hubungan antara tubuh dan lengan atas), lengan atas, siku, lengan bawah, regio carvalis, dan tangan. 3Struktur Tulang Ekstremitas SuperiorEkstremitas superior dapat dianggap sebagai pengungkit bersendi banyak yang dapat bergerak bebas pada tubuh melalui articulation humeri. Pada ujung distal ekstremitas superior terdapat organ yang penting, yaitu tangan. Banyak fungsi penting dari tangan bergantung padafungsi pollex yang seperti penjepit, yang memungkinkan seseorang mencengkeram benda diantara pollex danindex.Ekstremitas superior dapat di bagi menjadi bahu (hubungan antaratubuh dan lengan atas), lengan atas, siku, lengan bawah, regio carvalis,dan tangan.3

Tulang-tulang pada ekstremitas atas:,3,4 i. Regio Scapularis Os. Clavicula Os. Scapulae ii. Regio Brachium Os. Humerus iii. Regio Antebrachium Os. Radius,Os. Ulna

Gambar 1. Ekstremitas superior

ScapulaScapulaadalah tulangpipihberbentuksegitga yangterdapat pada dindingposterior thoraxdi antaraiga IIsampai VII.Pada permukaanposterior, spina scapulae menonjol ke belakang.Ujung lateral spina scapulae bebas dan membentuk acromion, yangbersendi dengan clavicula. Angulus superolateralis scapulae membentuk cavitas atau fossa glenoidalis yang berbentuk seperti buah pir dan bersendi dengan caput humeri pada articulatio humeri. Processuscoracoideus menonjol ke atas dan depan di atas cavitas glenoidalis dan merupakan tempat melekatnya otot dan ligamentum. Medial terhadap basis processus coracoideus terdapat incisura suprascapularis.Permukaan anterior scapula cekung dan membentuk fossa subscapularis.Permukaan posterior scapula di bagi dua oleh spina scapulae menjadifossa supraspinata diatas danfossainfraspinata dibawah.Angulus inferior scapulae dapat di palpasi dengan mudah pada orang hidup dan merupakan petunjuk posisi iga ketujuh dan processus spinosus vertebraethoracicae .3,4

HumerusHumerus bersendi dengan scapula pada articulatio humeri serta dengan radius dan ulna pada articulatio cubiti. Ujung atas humerus mempunyai sebuah caput, yang membentuk sekitar sepertiga kepalasendi dan bersendi dengan cavitas glenoidalis scapulae. Tepat di bawahcaput humeriterdapat collumanatomicum. Di bawah collumterdapat tuberculum majus dan minus yang di pisahkan satu sama lain oleh sulcusbicipitalis. Pada pertemuan ujung atas humerus dan corpus humeri terdapat penyempitan disebut collum chirurgicum. Sekitar pertengahan permukaan lateral corpus humeri terdapat peninggian kasar yang disebut tuberositas deltoidea. Di belakang dan di bawah tuberositas terdapatsulcus spiralis yang ditempati oleh nervus radialis.Ujung bawah humerus mempunyai epicondylus medialis dan lateralis untuk tempat lekat musculi dan ligamenta, capitulum humeri yang bulat bersendi dengan caput radii, dan trochlea humeri yang berbentuk katroluntuk bersendi dengan incisura trochlearis ulnae.di atas capitullumterdapat fossa radialis, yang menerima caput radii pada saat sikudifleksiokan. Di anterior, diatas trochlea terdapat fossa coronoidea , yangselama pergerakanyang samamenerima processus coronoideus ulnae. Diposterior, di atas trochlea , terdapat fossa olecrani, yang bertemu denganolecranon pada waktu sendi siku pada extensio.3,4RadiusRadius adalah tulang lateral lengan bawah. Ujung atasnya bersendi dengan humerus pada articulatio cubiti dan dengan ulna pada articulation radio ulnaris proksimal. Ujung distalnya bersendi dengan os Scaphoideum dan lunatum pada articulatio radiocarpalis dandengan ulna pada articulatio radio ulnaris distal. Pada ujung atas radius terdapat caput yang berbentuk bulat kecil. Permukaan atas caput cekung dan bersendi dengan capitulum humeri yang cembung.Circumferentia articulare radii bersendi dengan incisura radialis ulnae. Dibawah caput tulang menyempit membentuk collum.Dibawah cullom terdapat Tuberositas bicipitalis/tuberositas radii yang merupakan tempat insertio musculus biceps.Corpus radii berlainan dengan ulna, yaitu lebih lebar dibawahdibandingkan dengan bagian atas.Corpus radii disebelah medial mempunyai margo interossea yang tajam untuk tempat melekatnya membrana interossea yang menghubungkan radius dan ulna. Tuberculum pronator, untuk tempat insertio musculus pronator ceres, terletak dipertengahan pinggir lateralnya. Pada ujung bawah radius terdapat processus styloideus, yang menonjol kebawah dari pinggir lateralnya. Pada permukaan medial terdapat incisura ulnae, yang bersendi dengan caput ulnae yang bulat.Permukaan bawah ujung radius bersendi dengan os Scaphoideum dan os Lunatum. Pada permukaan posterior ujung distal radius terdapat tuberculum kecil, tuberculum dorsalis, yang pada pinggir medialnya terdapat sulcus untuk tendo musculi flexsor pollicis longus.3,4

UlnaUlna merupakan tulang medial lengan bawah. Ujung atasnya bersendi dengan humerus pada articulatio cubiti dan dengan caput radii pada articulatio radio ulnaris proxsimal. Ujung distalnya bersendi dengan radius pada articulation radio ulnaris distalis, tetapi dipisahkan dari articulatio radio carpalis dengan adanya facies articularis. Ujung atas ulna besar dikenal sebagai prosesus olecranii, bagian ini membentuk tonjolan pada siku. Procesus ini mempunyai incisura dipermukaan anteriornya, incisura trochlearis, yang bersendi dengan trochlea humeri. Di bawah trochlea humeri terdapat procesus coronoideus yang berbentuk segitiga dan pada permukaan lateralnya terdapat incisura radialis untuk bersendi dengan caput radii.Corpus ulnae mengecil dari atas ke bawah. Di lateral mempunyai margo interosseus yang tajam untuk tempat melekatnya membrane interossea. Pinggir posterior membulat, terletak subcutan, dan mudah diraba seluruh panjangnya. Di bawah incisura radialis terdapat lekukan, fossa supinator, yang mempermudah gerakan tuberositas bicipitalis radii. Pinggir posterior fossa ini tajam dan di kenal sebaga icrista supinator, yang menjadi tempat origo musculus supinator. Pada ujung distal ulna terdapat caput yang bulat, yang mempunyai tonjolan, pada permukaan medialnya, disebut processus styloideus.3,4

Otot-Otot Extremitas Superior .4

1. Otot Anterior Thorax Lapisan Superficial Gerakan scapula : M. Pectoralis major M. Pectoralis minor M. Serratus anterior M. Subclavius M. Trapezius M. Levator scapulae M. Rhomboideus major M. Rhomboideus minor

Gambar 2. Otot Anterior Thorax Lapisan Superficial

Gambar 3. Otot posterior thorax lapisan superficia

2. Otot yang Melewati Articulatio Humeri Gerakan Lengan Atas :M. deltoideus M. Pectoralis major M. La