Makalah PBL Blok 22

download Makalah PBL Blok 22

of 24

  • date post

    06-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    237
  • download

    11

Embed Size (px)

description

stroke iskemik

Transcript of Makalah PBL Blok 22

Stroke Iskemik

Mahasiswa, Fakultas Kedokteran, Universitas Kristen Krida WacanaJl. Terusan Arjuna No.6, Jakarta Barat 11510, No telp:(021) 56942061, Fax:(021)5631731, PendahuluanMeningkatnya usia harapan hidup yang didorong oleh keberhasilan pembangunan nasional dan berkembangnya modernisasi serta globalisasi di Indonesia akan cenderung meningkatnya resiko terjadinya penyakit vaskular (penyakit jantung koroner, stroke dan penyakit arteri perifer). Di satu sisi, modernisasi akan meningkatkan risiko stroke karena perubahan pola hidup, sedangkan di sisi lain meningkatkan usia harapan hidup juga akan meningkatkan risiko terjadinya stroke karena bertambahnya jumlah penduduk usia lanjut. Penanganan stroke memerlukan pengorbanan yang tidak sedikit, baik dari aspek moril maupun materiil, dari setiap keluarga yang menghadapi masalah ini. Resesi ekonomi global mengakibatkan biaya yang harus dikeluarkan dalam penatalaksanaan kasus stroke menjadi berlipat ganda. Hal ini penting untuk menjamin perbaikan kualitas hidup penderita stroke, disamping penatalaksanaan yang lebih efektif untuk menekan angka kejadian stroke. Prinsip dasar diagnosis stroke telah diketahui dengan jelas. Namun, penelusuran faktor risiko belum menjadi pedoman standar dalam pencegahan stroke selanjutnya. Oleh sebab itu, penelusuran faktor risiko pada pasien rawat dengan stroke harus diperhatikan. Setiap pasien stroke yang pulang darai perawatan perlu diinformasikan mengenani faktor risiko yang dimiliki, sehingga dapat dilakukan pemeriksaan awal terhadap faktor risiko pada kerabat dekat pasien. Oleh karena itu tujuan dari makalah ini ialah ingin mengetahui tentang perjalanan penyakit stroke serta penanganan dan pencegahan dari penyakit stroke. Hipotesis yang dibuat ialah pasien laki-laki berusia 62 tahun mengalami stroke hemmorhagik intracerebral.

ISIDefinisi :Menurut WHO definisi stroke adalah manifestasi klinis dari gangguan fungsi serebral baik lokal maupun menyeluruh (global), berlangsung cepat, lebih dari 24 jam atau berakhir dengan kematian, tanpa ditemukan penyebabnya selain gangguan vaskuler. Stroke adalah penyakit serebrovaskular mangacu pada setiap gangguan neurologic mendadak yang terjadi akibat pembatasan atau terhentinya aliran darah melalui system suplai arteri otak. Stroke diklasifikasikan menjadi dua kategori utama, yaitu stroke iskemik dan stroke hemoragik. Stroke iskemik disebabkan oleh sumbatan pada pembuluh darah, dibagi dua, akibat trombotik dan embolik. Sedangkan stroke hemoragik disebabkan perdarahan, baik perdarahan intraserebral maupun subarachnoid.1 Persoalan pokok pada stroke ialah gangguan peredaran darah pada daerah otak tertentu.

Gambar 1. Gambaran Jenis Stroke.Sumber : http://www.heartandstroke.com/AnamnesisAnamnesis terhadap kasus stroke dapat dilakukan autoanamnesis apabila keadaan memungkinkan, apabila keadaan tidak memungkinkan untuk bertanya langsung pada pasien, dapat dilakukan alloanamnesis terhadap keluarga yang mendampingi pasien. Anamnesis yang perlu dilakukan meliputi:21. Identitas Pasien.Menanyakan kepada pasien :Nama lengkap pasien, umur,tanggal lahir, jenis kelamin, alamat, pendidikan,agama, pekerjaan,suku bangsa. Berikut data pasien yang didapatkan, berdasarkan skenario:Nama : Tn. XJenis Kelamin : Laki-lakiUmur : 62 tahunData yang lain harus ditanyakan kepada pasien dengan jelas.2. Keluhan Utama Biasanya didapatkan kelemahan anggota gerak sebelah badan, bicara pelo, dan tidak dapat berkomunikasi. Keluhan utama pasien : Mulai tadi malam, pasien tampak tidur terus, tidak bisa dibangunkan, tidak bisa makan atau minum, sampai akhirnya pasien dibawah kerumah sakit.Keluhan tambahan yang berhubungan dengan perjalanan penyakit pasien : Sejak 3 hari terakhir merasa lengan dan tungkai kanannya lemah, bicara mulai pelo. Pasien masih bisa berjalan, walaupun terasa lebih sulit. Sejak kemarin pagi , lengan dan tungkai kanan sama sekali tidak bisa digerakkan dan pasien tidak bisa bicara.3. Riwayat Penyakit Sekarang :2Serangan stroke seringkali berlangsung sangat mendadak, pada saat orang sakit sedang melakukan aktivitas. Sehingga perlu ditanyakan beberapa pertanyaan berikut : Apakah serangan strokenya akut/mendadak, bertahap? apakah serangan strokenya ini yang pertama kali atau sudah pernah sebelumnya? Menanyakan apakah mengalami kelemahan , kelumpuhan , atau hilang rasa separuh badan (hemiparese)? Menanyakan apakah mengalami gangguan penglihatan kabur atau buta secara mendadak? Menanyakan apakah mengalami sulit bicara atau bicara cadel secara tiba-tiba? Menanyakan apakah pernah mengalami nyeri kepala hebat, mual, muntah tanpa diketahui penyebabnya? Menanyakan apakah mengalami hilang keseimbangan atau tiba-tiba jatuh tanpa penyebab yang jelas? Apakah kadar kolestrol orang sakit dalam keadaan tinggi? Menanyakan apakah adanya riwayat hipertensi, diabetes militus, penyakit jantung, anemia, riwayat trauma kepala, kontrasepsi oral yang lama, penggunaan obat-obat anti koagulan, aspirin, vasodilator, obat-obat adiktif, kegemukan?4. Riwayat penyakit keluarga.2 Menanyakan apakah ada keluarga yang menderita penyakit yang sama dengan yang dialami oleh pasien? Menanyakan apakah ada riwayat keluarga yang menderita hipertensi , stroke ataupun diabetes melitus?5. Riwayat penyakit dahulu.2 Menanyakan apakah pasien pernah mengalami keluhan yang sama sebelumnya? Cari tahu riwayat penyakit dahulu dari kondisi medis apapun yang signifikant. Menanyakan apakah adanya riwayat hipertensi, diabetes militus, penyakit jantung, anemia, riwayat trauma kepala, kontrasepsi oral yang lama, penggunaan obat-obat anti koagulan, aspirin, vasodilator, obat-obat adiktif, kegemukan?6. Riwayat Psikososial.2 Menanyakan kepada pasien apakah penyakitnya menganggu/sangat menggangu/ tidak menggangu aktivitas sehari-hari pasien. Menanyakan kondisi ekonomi pasien dan keluarga (keuangan), karena Stroke memang suatu penyakit yang sangat mahal. Biaya untuk pemeriksaan, pengobatan dan perawatan dapat mengacaukan keuangan keluarga sehingga faktor biaya ini dapat mempengaruhi stabilitas emosi dan pikiran orang sakit dan keluarga. Menanyakan apakah adanya perubahan hubungan dan peran karena orang sakit mengalami kesukaran untuk berkomunikasi akibat gangguan bicara. Menanyakan riwayat alkohol, olahraga dan merokok pada pasien.7. Riwayat pengobatan/obat.2 Apakah pasien mengkonsumsi antikoagulan (misalnya warfarin)? atau obat antiplatelet (misalnya aspirin)? atau obat-obat trombolitik?Pemeriksaan Pemeriksaan Fisika. Menilai keadaan umum pasien: baik/buruk, yang perlu diperiksa dan dicatat adalah tanda-tanda vital, yaitu: Kesadaran penderita : Kompos mentis (sadar sepenuhnya), Apatis (pasien tampak segan, acuh tak acuh terhadap lingkunganya), Delirium (penurunan kesadaran disertai kekacauan motorik, dan siklus tidur bangun yang terganggu),Somnolen (keadaan mengantuk yang masih dapat pulih penuh bila dirangsang, tetapi bila rangsang berhenti, pasien akan tertidur lagi), Sopor/stupor (keadaan mengantuk yang dalam, pasien masih dapat dibangunkan tetapi dengan rangsangan yang kuat, rangsang nyeri, tetapi pasien tidak terbangun sempurna dan tidak dapat memberikan jawaban verbal yang baik). Identifikasi awal yang penting adalah apakah kasus yang dihadapi adalah apakah kasus bedah atau non bedah, jika kasus bedah maka tindakan operasi harus segera dilakukan. Tanda vital seperti : tekanan darah , nadi, pernapasan, dan suhu pasienb. Motorik: Amati posisi tubuh pasien selama bergerak dan istirahat, Amati gerakan involunter Amati kontur otot, apakah ada atrofi atau tidak Lakukan beberapa gerakan pasif maupun aktif pada ekstremitas atas. Amati kekuatan ototTabel 1. Pemeriksaan Kekuatan otot.3PemeriksaanScore

Tidak ada kontraksi ototTerjadi kontraksi otot tanpa gerakan nyataPasien hanya mampu menggeserkan tangan atau kakiMampu angkat tangan, tidak mampu menahan gravitasiTidak mampu menahan tangan pemeriksaKekuatan penuh012345

c. Sensorik: menilai sensibilitas dengan menggunakan jarum (nyeri), kapas (raba), botol air panas & dingin (suhu), garpu tala (getar), jangka (2 point discrimination), mengenali benda-benda (stereognosis), dan pensil (graphesthesia).d. Refleks patologis: babinski (gores telapak kaki, (+)dorsofleksi ibu jari, disertai mekarnya jari-jari yang lain---> lesi traktus piramidalis) dan klonus kaki.e. Koordinasi: Gerakan yang berubah dengan cepat Gerakan dari titik ke titik Gaya Berjalan Cara Berdiri : Uji Romberg dan Perhatikan adanya penyimpangan pronator (Pasien merentangkan tangan dengan mata terpejam selama 20-30 detik dan pada mata terbuka tangan direntangkan, dan tepuk tangan tersebut)f. Status mental/ kognitif: dengan atensi (mengulangi angka), orientasi (mengenali tempat: pagi, siang, malam), bahasa (dengan menulis, membaca), daya ingat, berhitung, peribahasa, persamaan, perbedaan, neglect, dan praxisPada pasien stroke juga perlu dilakukan pemeriksaan lain seperti tingkat kesadaran, kekuatan otot dan tonus otot. Pada pemeriksaan tingkat kesadaran dilakukan pemeriksaan yang dikenal sebagai Glascow Coma Scale untuk mengamati pembukaan kelopak mata, kemampuan bicara, dan tanggap motorik (gerakan).4Berikut tabel yang merupakan Pemeriksaan tingkat kesadaran denganpemeriksaan yang dikenal sebagai Glascow Coma Scale (GCS) beserta Score :Tabel 2. Glascow Coma Scale (GCS) beserta score.4,5Pemeriksaan Score

a. Membuka mata1) Membuka spontan 2) Membuka dengan perintah 3) Membuka mata karena rangsang nyeri 4) Tidak mampu membuka mata

4321

b. Kemampuan bicara1) Orientasi dan pengertian baik 2) Pembicaraan yang kacau3) Pembicaraan tidak pantas dan kasar 4) Dapat bersuara, bunyi tanpa arti5) Tidak ada suara

54321

c. Tanggapan motorik1) Menanggapi perintah 2) Reaksi gerakan lokal terhadap rangsang 3) Reaksi menghindar terhadap rangsang nyeri4) Tanggapan fleksi abnormal 5) Tanggapan ekstensi abnormal 6) Tidak ada gerakan

654321

Algoritma dan penilaian skor stroke 5