Makalah PBL Blok 15

Click here to load reader

  • date post

    26-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    29
  • download

    0

Embed Size (px)

Transcript of Makalah PBL Blok 15

MELANOMAGoei, Deo Putra LukmanaFakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida WacanaJakarta

PENDAHULUANMelanoma adalah kanker kulit yang berasal dari sel-sel pigmen (melanosit). Seperti umumnya semua kanker, melanoma terjadi saat pembelahan sel kulit tidak normal dan tidak terkendali, membentuk satu atau banyak tumor. Yang paling sering dijumpai adalah melanoma kutaneus dimana sel-sel kanker timbul di dalam melanosit yaitu sel yang menghasilkan pigmen melanin yang memberikan warna dasar kulit. Jika tidak diobati, melanoma akan menyebar ke bagian dalam kulit dan mendekati nodus limfe ( kelenjar getah bening ). Jika telah mengenai kelenjar getah bening, kanker dapat menyebarkan ke bagian lain dari tubuh seperti tulang, hati, paru-paru dan otak. ( Melanoma juga dapat timbul pada tempat-tempat lain yang mengandung melanosit seperti mata, saluran pencernaan tetapi angka kejadiannya sangat kecil ).Melanoma adalah bentuk kanker kulit yang sangat jarang, tetapi merupakan 6 dari 7 kanker kulit yang mematikan. Hal ini karena melanoma tampak lebih banyak daripada kanker kulit lainnya yang penyebarannya melalui kulit.

Goei,Deo Putra Lukmana. 10.2009.073. B1.Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana. Arjuna Utara No.6 Jakarta 11510.(021) 5694-2061

PEMBAHASANPemeriksaanAnamnesis Dari anamnesa yang dilakukan, diharapkan diketahui informasi tentang keluhan umum pasien, dan riwayat perjalanan keluhan umum tersebut. Perubahan sifat dari nevus merupakan keluhan umum yang paling sering ditemukan pada pasien dengan melanoma, dan hal ini merupakan peringatan awal melanoma.Perubahan tersebut diantaranya peningkatan dalam hal diameter, tinggi atau batas yang asimetris pada suatu lesi berpigmen memberikan data 80% pada pasien saat melanoma ditegakkan.Dari perjalanan penyakit tersebut juga ditanyakan awal mulanya lesi pada kulit tersebut muncul, dan kapan terjadi perubahan pada lesi tersebut.Tentang tanda dan gejala melanoma, seperti adanya perdarahan, gatal, ulserasi dan nyeri pada lesi.Pada anamnesa tersebut juga ditanyakan tentang adanya faktor-faktor resiko pada pasien.1Pemeriksaan Fisik Yang perlu dilakukan saat pemeriksaan fisik ini yaitu memperhatikan lebih detail dengan inspeksi, palpasi dan bila perlu inspeksi dengan bantuan kaca pembesar. Hal ini dilakukan untuk mengetahui ukuran, bentuk, warna dan tekstur dari nevus tersangka dan mencari adanya perdarahan atau ulserasi. Pemeriksaan terhadap kelenjar limfe yang berada dekat dengan lesi juga perlu dilakukan. Adanya pembengkakan atau biasa disebut dengan limfadenopati menunjukkankemungkinan adanya penyebaran melanoma. Pemeriksaan ditempat tubuh yang lain dapat dilakukan jika terdapat kecurigaan atau untuk evaluasi dari pemeriksaan yang lalu pada individu dengan faktor resiko. Di luar negeri, evaluasi terhadap seluruh tubuh sudah dilakukan, yaitu dengan cara mendokumentasikan nevus-nevus yang ada di seluruh tubuh.Dengan demikian, perubahan akan lebih cepat terdeteksi dengan membandingkannya dengan dokumentasi terdahulu.1 Pemeriksaan di tempat yang menjadi predileksi pada macam-macam bentuk klinis melanoma juga perlu dilakukan. Misalnya pada melanoma superfisial dan melanoma nodular yang biasanya berada di trunkus tubuh dan tungkai, sedangkan melanoma maligna bentuk lentigo lebih banyak muncul di telapak tangan, telapak kaki dan dibawah kuku.Secara prinsipnya seperti dibawah ini: Tumor di kulit berwarna coklat muda sampai hitam, bentuk nodul, plaque, disertai luka.Kadang-kadang tidak berwarna ( amelanotik melanoma).Lesi bersifat A (Asymetri) : tidak teratur.B (Border) : tepi tak teratur.C (Colour) : warna bervariasi.D (Diameter) : umumnya > 6 mm.E (Elevation) : permukaan yang tidak teratur. Pemeriksaan kelenjar getah bening regional. Pemeriksaan metastasis jauh ke paru dan hati.2Pemeriksaan Penunjang1. Radiologi: Rutin: X-foto paru, USG Abdomen (hati dan KGB para Aorta para Iliaca). Atas indikasi : X-foto tulang di daerah lesi, CT-Scan, MRI.2. Patologi:a) Biopsi: apa jenis histologi dan bagaimana derajat diferensiasi sel.b) pemeriksaan specimen operasi: tumor primer: besar tumor, jenis histologi, derajat diferensiasi sel, luas dan dalamnya infilterasi, radikalitas operasi. Nodus regional: jumlah kelenjar yang ditemukan dan yang positif, infasi tumor ke kapsul atau ekstranodal, tinggi level metastasis.23. Biopsi: prinsip harus komplit. Dilakukan biopsi terbuka oleh karena dibutuhkan informasi mengenai kedalaman tumor. Biopsi tergantung pada anatomical sitenya.11. bila diameter lebih dari 2 cm bila secara anatomi sulit (terutama di daerah wajah)insisional biopsi2. bila kurang dari 2 cm dilakukan eksisi tumor dengan safety margin 1 cm (diagnostik dan terapi). Specimen dikirimkan dengan mapping dan diberi tanda batas - batas sayatan.DiagnosisDiagnosis didasarkan pada perubahan bentuk,warna dan konfigurasi lesi pigmen. Manifestasi dini melanoma dapat diingatkan dengan empat keadaan yang terlihat pada tumor ini yaitu: A, lesi yang asimetri; B, tepi yang tidak beraturan;C, warna yang berbeda-beda; dan D, diameter yang lebih besar dari 6 mm.E. permukaan yang tidak teratur.Adanya pigmentasi yang tidak beraturan dengan corak biru, ungu, merah dan coklat harus diwaspadai oleh pemeriksa. Tepi tumor ini tidak teratur dan permukannya seringkali mengalami ulserasi. Lesi seringkali asimetrik dan berdiameter lebih besar dari 6 mm. Lesi satelit dan difusi pigmen pada kulit sekitar juga harus diperhatikan.2Melanoma maligna kutan dapat diklasifikasikan dalam 4 tipe mayor, yaitu:1. Melanoma Maligna Lentigo (LMM)LMM disebut juga Hutchinsons melanotic freckle atau prakanker Dubreilh. LMM timbul dari lesi lentigo maligna yang telah ada sebelumnya. LMM menduduki kira-kira 5% dari melanoma kulit primer, terutama terjadi pada orang tua. Berlawanan dengan substipe melanoma lainnya, LMM mengenai daerah tubuh yang terpapar sinar matahari, terutama wajah. Lesi pada lentigo maligna biasanya berupa bercak makula kecil, berwarna coklat gelap, coklat, atau hitam. Pada permukaannya dapat dijumpai adanya bercak-bercak pigmentasi, yang tersebar tidak teratur. Lesi meluas secara perlahan dan ireguler. Dapat berkembang menjadi nodul biru kehitaman yang invasif dan agak hiperkeratotik.3Gambar 1. Lentigo Melanoma Maligna.3

2. Penyebaran Melanoma Maligna Permukaan (SSM)Pada umumnya timbul dari nevus atau pada kulit normal (de novo). Merupakan jenis yang sering dijumpai, yaitu sekitar 70% dari seluruh melanoma maligna. Lebih sering dijumpai pada usia yang lebih muda dibandingkan dengan LMM, yaitu berkisar antara 40-50 tahun. Lesi berupa plak archiformis berukuran 0,5-3 cm dengan tepi meninggi dan ireguler. Pada permukaannya terdapat campuran dari bermacam-macam warna seperti coklat, abu-abu, biru, hitam, dan sering kemerahan. Meluas secara radial. Pada umumnya setelah lesi mencapai ukuran 1-2,5 cm, terjadi fase pertumbuhan secara vertikal dan berkembang menjadi nodul biru kehitaman. Predileksinya pada wanita dijumpai pada tungkai bawah dan punggung, sedangkan pada pria dibadan dan leher.2

Gambar 2. SSM (kulit).3Gambar 3. SSM (palatum).3

3. Melanoma Maligna Bernodul (NM)Dapat terjadi tanpa didahului fase pertumbuhan radial. Sehingga aturan ABCDE tidak dapat diterapkan pada subtipe ini. Kira-kira 10-30% kasus melanoma adalah tipe noduler. Tempat yang sering terkena adalah kepala, leher dan badan. Lesi biasanya berupa nodul yang meninggi, berpigmen seragam. Warnanya berkisar dari biru kehitaman sampai coklat gelap, atau kadang-kadang amelanotik.3

Gambar 4.Nodular Melanoma(kulit).3Gambar 5.Nodular Melanoma(gusi).3

4. Melanoma Maligna Lentigo Akral (ALM)Pada umumnya timbul pada kulit normal (de novo). Merupakan tipe yang paling jarang terjadi (1%), tapi dapat sangat ganas karena keterlambatan diagnosis. Predileksinya pada telapak kaki dan tangan, jari-jari tangan dan kaki, dasar kuku, dan membrana mukosa. Lesi berupa bercak dengan pigmen yang tersebar dengan intensitas yang bervariasi. Pada permukaannya dapat timbul papul, nodul, dan dapat mengalami ulserasi.

Gambar 6. Akral Lentigo Maligna.3

Diagnosis Differensial- Nevus pigmentosusNama lainnya tahi lalat merupakan tumor jinak pada kulit yang paling umum dijumpai pada manusia. Tumor jinak ini yang khas berwarna gelap, besarnya menetap, meski ada juga yang terus membesar .Papul berbatas tegas dan berkilat, umumnya berambut. Tempat predileksinya muka dan badan lainnya.2-Neurodermatitis SirkumskriptaPeradangan kulit kronis, gatal, sirkumskrip, ditandai dengan kulit tebal dan garis kulit tampak lebih menonjol (likenifikasi) menyerupai kulit batang kayu, akibat garukan atau gosokan yang berulang ulang karena berbagai rangsangan pruritogenik.-Karsinoma Sel Basal Suatu tumor kulit yang bersifat ganas, berasal dari sel-sel basal epidermis. Predileksi kanker ini adalah di daerah muka yang terpajan sinar matahari (sinar UV).-Keratoderma KlimakterikumHiperkeratosis telapak tangan dan kaki terutama pada masa klimakterium. Kelainan terdapat terutama pada tempat tekanan. Pada tempat-tempat hyperkeratosis sering terjadi fisura.EpidemiologiInsiden melanoma maligna itu sendiri berbeda-beda di tiap negara, dengan insiden tertinggi terjadi di Australia dan Selandia Baru.Sebagai kanker kulit yang paling ganas,ada penemuan kasus kanker yang baru terdiagnosis, melanoma menduduki urutan ke 6 laki-laki dan urutan ke 7 perempuan di Amerika.Diperkirakan jumlah kasus baru melanoma maligna di Amerika pada tahun 2008 sebesar 62.480 kasus, dengan 34.4950 kasus terjadi pada laki-laki dan 27.350 pada wanita.2Melanoma merupakan salah satu kanker yang insidensnya terus meningkat. Pada tahun 1930an di Amerika, resiko terkena melanoma maligna adalah 1:1.500, sekarang ini resiko meningkat menjadi 1:74.Selain itu,The annual incidence of invasive cutaneous melanomamelaporkan bahwa terjadi peningkatan insidens pada perempuan Caucasian di Amerika Serikat pada usia 15-39 antara tahun 1980-2004 sebesar 50% diba