Makalah PBL Blok 11 - Nevy

download Makalah PBL Blok 11 - Nevy

of 39

  • date post

    28-Aug-2015
  • Category

    Documents

  • view

    238
  • download

    1

Embed Size (px)

description

makalah blok 11

Transcript of Makalah PBL Blok 11 - Nevy

Pengaruh Berat Badan dengan Kadar Gula yang Meningkat pada Tubuh ManusiaNevy Olianovi (102013101)Mahasiswi Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida WacanaJl. Arjuna Utara No. 6 Jakarta Barat 11510Telephone: (021) 5694-2061, fax: (021) 563-1731nevy.olianovi@yahoo.com

AbstrakPemasukan makanan penting dalam menghasilkan energi yang digunakan untuk menjalankan aktivitas kehidupan. Di dalam tubuh makanan yang telah masuk akan diolah melalui serangkaian proses kimia yang disebut dengan metabolisme. Metabolisme mencakup sintesis (anabolisme) dan penguraian (katabolisme) molekul organik kompleks. Proses metabolisme sangat penting untuk mengetahui apakah kadar makanan yang kita makan telah sesuai untuk tubuh atau tidak. Bila ada seseorang yang mengalami kegemukan, berarti terjadi kelebihan zat-zat dalam tubuh, antara lain karbohidrat dan lemak. Kegemukan juga bisa terjadi akibat gangguan pada organ endokrin yang menghasilkan hormon-hormon.Kata kunci: metabolisme, karbohidrat, lemak, hormonAbstractFood intake is important in generating the energy used to run the activities of life. In the body, the food will be processed through a cemical process, called metabolism. Metabolism includes synthesis (anabolism) and breakdown (catabolism) of complex organic molecules. Metabolism process is very important to know whether the levels of the food we eat has been appropriate for the body or not. If there is someone who is overweight, it means there is excess substances in the body, such as carbohydrates and fats. Obesuty may also occur due to interference with the endocrine organs that produce hormones.Keywords: metabolism, carbohydrate, fat, hormonePendahuluanProblem berat badan berlebih bukanlah masalah baru bagi masyarakat kita. Masalah obesitas banyak dialami oleh berbagai macam kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang tua. Kelebihan berat badan memiliki resiko yang sangat buruk bagi kesehatan. Berbagai penyakit dapat timbul sebagai akibat dari elebihan berat badan, antara lain obesitas, diaetes melitus, hipertensi, bahkan gangguan jantung. Oleh karena itu penting bagi kita untuk mneghindari kelebihan berat badan.Dalam hal ini akan dijelaskan metabolisme dari karbohidrat dan lemak, selain itu pengaturan hormon-hormon yang mempengaruhinya serta akan dijabarkan pula sumber makanan yang mengandung karbohidrat dan lemak dan bagaimana cara mengatur pola makan yang lebih baik.PembahasanMetabolismeMetabolisme adalah istilah yang digunakan untuk menjelaskan interkonversi senyawa kimia di dalam dubuh, jalur yang diambil tiap molekul, hubungan antarmolekul, dan mekanisme yang mengatur aliran metabolit melalui jalur-jalur metabolisme. Jalur metabolik digolongkan menjadi tiga kategori. Jalur anabolik, yaitu jalur-jalur yang berperan dalam sintesis senyawa yang lebih besar dan kompleks dari prekurso yang lebih kecil. Jalur anabolik bersifat endotermik. Jalur katabolik, berperan dalam penguraian molekul besarm sering melibatkan reaksi oksidatif; jalur ini bersifat eksotermik, yang menghasilkan ekuivalen pereduksi, dan ATP terutama melalui rantai respiratorik. Jalur amfibolik, yang berlangsung di persimpangan metabolisme, bekerja sebagai penghubung antara jalur katabolik dan anabolik misalnya siklus asam sitrat.1Metabolisme Karbohidrat1. GlikolisisKebanyakan jaringan memerlukan glukosa. Di otak, kebutuhan ini bersifat substansial. Glikolisis, yaitu jalur utama metabolisme glukosa, terjadi di sitosil semua sel. Jalur ini unik karena dapat berfungsi baik dalam keadaan aerob maupun anaerob, bergantung pada ketersediaan oksigen dan rantai transpor elektron. Eritrosit yang tidak memiliki mitokondria, bergantung sepenuhnya pada glukosa sebagai bahan bakar metaboliknya, dan memetabolisme glukosa melalui glikolisis anaerob. Namun, untuk mengoksidasi glukosa melewati piruvat (produk akhir glikolisis) oksigen dan sistem mitokondria diperlukan.1Glikolisis merupakan rute utama metabolisme glukosa dan jalur utama untuk metabolisme fruktosa dan galaktosa, dan karbohidrat lain yang berasal dari makanan. Kemampuan glikolisis untuk menghasilkan ATP tanpa oksigen sangat penting karena hal ini memungkinkan otot rangka bekerja keras ketika pasokan O2 terbatas.1Glikolisis dibagi menjadi dua fase yaitu fase preapartory dan fase payoff. Setiap molekul glukosa yang melewati fase preparatory, dua molekul gliseraldehid-3-fosfat terbentuk. Kedua molekul itu menuju fase payoff. Piruvat adalah produk akhir dari fase kedua glikolisis.2Semua enzim glikolisis ditemukan di sitosol. Glukosa memasuki glikolisis melalui fosforilasi menjadi glukosa 6-fosfat yang dikatalis oleh heksokinase dengan menggunakan ATP sebagai donor fosfat. Dalam kondisi fisiologis, fosforilasi glukosa menjadi glukosa 6-fosfat dapat dianggap bersifat ireversibel. Heksokinasi dihambat secara alosterik oleh produknya, yaitu glukosa 6-fosfat.1

Gambar 1. Proses glikolisis2Di jaringan selain hati (dan sel pulau-pankreas), ketersediaan glukosa untuk glikolisis dikontrol oleh transpor ke dalam sel yang selanjutnya diatur oleh insulin. Heksokinase memiliki afinitas tinggi untuk glukosa, dan di hati dalam kondisi normal enzim ini mengalami saturasi sehingga bekerja dengan kecepatan tetap untuk menghasilkan glukosa 6-fosfat untuk memenuhi kebutuhan sel. Sel hati juga mengandung isoenzim heksokinase, glukokinase yang memiliki afinitas rendah. Fungsi glukokinasi di hati adalah untuk mengeluarkan glukosa dari darah setelah makan dan menghasilkan glukosa 6-fosfat yang melebihi kebutuhan untuk glikolisis, yang digunakan untuk sintesis glikogen dan lipogenesis.1Glukosa 6-fosfat adalah senyawa penting yang berada di pertemuan beberapa jalur metabolik: glikolisis, glukoneogenesis, jalur pentosa fosfat, glikogenesis, dan glikogenolisis. Pada glikolisis, senyawa ini diubah menjadi fruktosa 6-fosfat oleh fosfoheksosa isomerasi yang melibatkan suatu isomerasi aldosa-ketosa. Reaksi ini diikuti oleh fosforilasi lain yang dikatalisis oleh enzim fosfofruktokinase untuk membentuk fruktosa 1,6-bisfosfat. Reaksi fosfofruktokinase secara fungsional dapat dianggap ireversibel dalam kadaan fisiologis; reaksi ini dapat diinduksi dan diatur secara alosterik, dan memiliki peran besar dalam mengatur laju glikolisis. Fruktosa 1,6-bisfosfat dipecah menjadi aldolase menjadi dua triosa fosfat, gliseraldhida 3-fosfat dan diidroksiaseton fosfat. Gliseraldehida 3-fosfat dan dihidroksiaseton fosfat dapat saling terkonveksi oleh enzim fosfotriosa isomerase.1Glikolisis berlanjut dengan oksidasi gliseraldehida 3-fosfat menjadi 1,3-bisfosfogliserat. Enzim yang mengatalisis reaksi oksidasi ini, gliseraldehida 3-fosfat dehidrogenase, bersifat dependen NAD. Dalam reaksi berikutnya yang dikatalisis oleh fosfogliserat kinase, fosfat dipindahkan dari 1,3-bisfosfogliserat ke ADP, membentuk ATP dan 3-fosfogliserat.1Karena untuk setiap molekul glukosa yang mengalami glikolisis dihasilkan dua molekul triosa fosfat, padan tahap ini dihasilkan dua molekul ATP per molekul glukosa yang mengalamu glikolisis. Lalu 3-fosfogliserat mengalami isomerasi menjadi 2-fosfogliserat oleh fosfogliserat mutase. Besar kemungkinan bahwa 2,3-bisfosfogliserat merupakan zat antara dalam reaksi ini.1Langkah berikutnya dikatalisis oleh enolase dan melibatkan suatu dehidrasi yang membentuk fosfoenolpiruvat. Enolase dihambat oleh fluorida, dan jika pengambilan sampel darah untuk mengukur glukosa dilakukan, tabung penampung darah tersebut diisi oleh fluorida untuk menghambat glikolisis. Enzim ini juga bergantung pada keberadaan Mg2+ atau Mn2+. Fosfat pada fosfoenolpiruvat dipindahkan ke ADP oleh piruvat kinase untuk membentuk dua molekul ATP per satu molekul glukosa yang teroksidasi.1Keadaan redoks jaringan kini menentukan jalur mana dari dua jalur yang diikuti. Pada kondisi anaerob, NADH tidak dapat direoksidasi melalui rantai respiratorik menjadi oksigen. Piruvat direduksi oleh NADH menjadi laktat yang dikatalisisi oleh laktat dehidrogenasi.Terdapat berbagai isoenzim laktat dehidrogenasi spesifik-jaringan yang penting secara klinis. Reoksidasi NADH melalui pembentukan laktat memungkinkan glikolisisi berlangsung tanpa oksigen dengan menghasilkan cukup NAD+ untuk siklus berikutnya dari reaksi yang dikatalisis oleh gliseraldehida-3-fosfat dehidrogenase. Pada keadaan aerob, piruvat diserap ke dalam mitokondria, dan setelah menjalani dekarboksilasi oksidatif menjadi asetil KoA, dioksidasi menjadi CO2 oleh siklus asam sitrat. Ekuivalen pereduksi dari NADH yang dibentuk dalam glikolisis diserap ke dalam mitokondria untuk dioksidasi.1Kebanyakan reaksi glikolisisi bersifat reversibel, namun ada tiga reaksi jelas bersifat eksergonik dan karena itu harus dianggap ireversibel secara fisiologis. Ketiga reaksi tersebut, yang dikatalisis oleh heksokinase (dan glukokinase), fosfofruktokinase, dan piruvat kinase, adalah tempat-tempat utama pengendalian glikolisis. Fosfofruktokinase dihambat oleh ATP dalam konsentrasi intrasel, hambatan ini dapat cepat dihilangkan oleh 5AMP yang terbentuk sewaktu ADP mulai menumpuk, yang memberi sinyal akan perlunya peningkatan laju glikolisis.1Fruktosa masuk ke jalur glikolisis melalui fosforilasi menjadi fruktosa 1-fosfat, dan tidak melalui tahap-tahap regulatorik utama sehingga dihasilkan lebih banyak piruvat (dan asetil KoA) daripada piruvat yang dibutuhkan untuk membentuk ATP. Di hati dan jaringan adiposa, hal ini menyebabkan peningkatan lipogenesis dan tingginya asupan fruktosa berperan menyebabkan obesitas.12. Oksidasi PiruvatPiruvat yang telah terbentuk sebagai hasil proses glikolisis dapat masuk ke dalam mitokondria untuk mengalami oksidasi menjadi molekul asetil koA. 1 molekul glukosa akan menghasilkan 2 molekul piruvat yang memiliki 3 atom karbon. Piruvat akan diubah menjadi asetil koA yang memiliki 2 atom karbon oleh suatu kompleks multienzim yang terdapat di membran dalam mitokondria yaitu kompleks piruvat dehidrogenase. Dalam eritrosit, setelah mengalami glikolisis maka piruvat akan diubah menjadi laktat.1

Gambar 2. R