Makalah Pbl Blok 11-Angel

download Makalah Pbl Blok 11-Angel

of 19

  • date post

    18-Dec-2015
  • Category

    Documents

  • view

    24
  • download

    3

Embed Size (px)

description

METABOLIK ENDOKRIN

Transcript of Makalah Pbl Blok 11-Angel

Konsumsi Karbohidrat dan Lemak Terhadap Berat Badan BerlebihElizabeth AngelinaMahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida WacanaAlamat Korespondensi Jl. Arjuna Utara No.6 Jakarta Barat 11510

PendahuluanPemasukan makanan penting dalam menghasilkan energi yang digunakan untuk menjalankan aktivitas kehidupan. Nilai energi makanan yang masuk harus setara dengan energi total tubuh yang diperlukan agar berat badan konstan. Keseimbangan energi dan berat badan dipelihara dengan mengontrol pemasukan makanan. Berat badan berlebih dapat timbul ketika kalori yang dikonsumsi lebih banyak daripada yang dibakar. Kelebihan energi tersebut akan disimpan sebagai trigliserida di jaringan lemak. Kegemukan atau berat badan berlebih didefinisikan sebagai kandungan lemak yang berlebihan di simpanan jaringan adiposa (karena kelebihan karbohidrat atau juga lemak).1Karbohidrat

Sumber KarbohidratSumber karbohidrat dalam makanan: sereal, biskuit yang mudah dicerna, buah (pisang, kurma), padi-padian (beras,jagung, gandum), umbi-umbian (singkong, talas, ubi jalar, kentang), gula.2Karbohidrat merupakan senyawa yang keberadaannya sangat melimpah di dunia ini. Banyak sekali jenis makanan yang mengandung karbohidrat. Berikut ini beberapa diantaranya:Beras MerahKandungan tinggi seratnya yang membuat nasi merah dianggap sebagai sumber karbohidrat yang baik dan sehat. Nasi merah juga mengandung magnesium,zat besi, vitamin B, vitamin B2, vitamin B3 dan vitamin B6. Beras merah juga bisa mengurangi kolesterol jahat LDL tanpa mengurangi kolesterol baik HDL.Kentang rebusKandungan pati yang tinggi menyebabkan makanan ini menimbulkan rasa kenyang dan juga menghasilkan kalori yang cukup besar. Ubi JalarUbi jalar adalah sumber karbohidrat yang sehat. Nutrisi yang terkandung di dalamnya adalah serat, mangan, tembaga, potasium, zat besi, vitamin A, vitamin C dan vitamin B6. Ubi jalar juga kaya akan beta-karoten yang merupakan antoiksidan yang banyak ditemukan pada sayuran berdaun hijau.JagungMemiliki kandungan asam folat dan serat yang baik untuk tubuh. Buah-Buahan Buah-buahan mengandung gula alami fruktosa. Selain itu juga mengandung mineral dan kaya nutrisi tapi tidak mengandung banyak kalori. ApelBuah apel adalah karbohidrat yang sehat dan rendah kalori. Nutrisi yang terkandung di dalamnya seperti kalsium, vitamin C, vitamin A, folat, vitamin K dan kalium. Sumber karbohidrat memang sangat melimpah dan mudah didapatkan. Namun, kita harus tetap menjaga keseimbangan karena sesuatu yang berlebihan tentunya tidak baik. Obesitas atau kegemukan merupakan salah satu contoh terlalu banyak konsumsi karbohidrat.Metabolisme KarbohidratHasil akhir dari pencernaan karbohidrat dalam saluran pencernaan hampir seluruhnya dalam bentuk glukosa, fruktosa dan galaktosa dimana glukosa mewakili sekitar 80 persen dari keseluruhan. Setelah absorbsi dari saluran pencernaan, sebagian fruktosa dan hampir seluruh galaktosa diubah menjadi glukosa di dalam hati, karena itu, di dalam darah sirkulasi darah fruktosa dan galaktosa hanya sedikit .Kemudian glukosa menjadi jalan umum akhir untuk mentranspor hampir seluruh karbohidrat ke dalam sel jaringan. Di dalam sel hati, tersedia enzim yang sesuai untuk merangsang interkonversi diantara monosakarida. Bila hati melepaskan monosakarida kembalike dalam darah, hasil akhirnya hampir seluruhnya glukosa karena sel hati berisi sejumlah besar glukosa fosfatase. Karena itu glukosa-6 fosfat dapat diubah kembali menjadi glukosa dan fosfat dan glukosa dapat ditranspor kembali melalui membran sel hati ke dalam darah.3Setelah masuk ke dalam sel, glukosa bergabung dengan fosfat seperti reaksi berikut :

Gambar 1. Fosforilasi Glukosa4Fosforilasi ini ditingkatkan oleh enzim glukokinase di dalam hati atau enzim heksokinase di dalam sel lain. Fosforilasi glukosa hampir seluruhnya ireversibel kecuali dalam sel hati, epitel tubulus ginjal dan sel epitel usus. Di dalam sel-sel tersebut, enzim glukosa fosfatase tersedia, dan jika enzim tersebut aktif, maka enzim tersebut akan membalikan reaksi.3Setelah glukosa diabsorbsi ke dalam sel, glukosa dapat dipakai untuk melepaskan energi pada sel, atau disimpan dalam bentuk glikogen. Glikogen paling besar tersimpan di hati yaitu 5-8 persen dari beratnya. Sel-sel otot menyimpan glikogen 1-3 persen.3Glikogenesis merupakan proses pembentukan glikogen. Glukosa-6-fosfat akan diubah menjadi glukosa-1-fosfat, kemudian diubah menjadi uridin difosfat glukosa yang akan diubah menjadi glikogen. Beberapa enzim khusus dibutuhkan dalam perubahan ini dan tiap monosakarida yang dapat diubah menjadi glukosa dapat masuk ke dalam reaksi. Senyawa tertentu yang lebih kecil meliputi asam laktat, gliserol, asam piruvat, dsb dapat juga diubah menjadi glukosa atau senyawa yang hampir serupa dan kemudian menjadi glikogen.3Glikogenolisis merupakan pemecahan glikogen yang disimpan sel untuk menghasilkan kembali glukosa di dalam sel. Glukosa kemudian dapat digunakan untuk menyediakan energi. Glikogenolisis tidak dapat terjadi melalui pembalikan reaksi kimia yang sama yang dipakai untuk membentuk glikogen, sebaliknya, setiap molekul glukosa yang berturut-turut pada masing-masing cabang polimer glikogen dilepaskan oleh fosforilasi, dikatalisis oleh enzim fosforilase.3Pada keadaan istirahat, fosforilase terdapat dalam bentuk tidak aktif, sehingga glikogen dapat disimpan tetapi tidak dapat diubah kembali menjadi glukosa. Oleh karena itu bila diperlukan kembali pembentukan glukosa dari glikogen, mula-mula fosforilase harus diaktifkan. Aktivasi fosforilase dapat dicapai lewat beberapa cara yaitu, aktivasi fosforilase oleh epinefrin dan glukagon. Hormon epinefrin dan glukagon dapat mengaktifkan fosforilase secara khusus dimana akan menimbulkan glikogenolisis secara cepat. Pengaruh pertama dari masing-masing hormon ini adalah meningkatkan pembentukan siklik AMP di dalam sel. Zat ini kemudian akan memulai suatu rangkaian reaksi kimia yang mengaktifkan fosforilase. Epinefrin akan dilepaskan oleh medula adrenal jika sistem saraf simpatis dirangsang. Salah 1 fungsi sistem saraf simpatis adalah meningkatkan persediaan glukosa untuk metabolisme energi yang cepat. Fungsi epinefrin terjadi di sel hati maupun di otot. Glukagon merupakan hormon yang disekresi oleh sel alfa pankreas jika kadar gula darah menurun sampai terlalu rendah. Glukagon merangsang pembentukan siklik AMP terutama pada sel hati. Oleh karena itu pengaruhnya terutama untuk mengubah glikogen hati menjadi glukosa dan melepaskannya ke dalam darah sehingga menaikkan kadar gula darah.3Glikolisis merupakan proses pelepasan energi dari molekul glukosa. Produk akhir glikolisis akan dioksidasi untuk menghasilkan energi. Glikolisis berarti memecahkan molekul glukosa untuk membentuk 2 molekul asam piruvat. Proses glikolisis terjadi di sitosol.

Gambar 2. Proses Glikolisis 4Pertama-tama adalah fosforilasi glukosa (penambahan gugus fosfat). Reaksi ini menggunakan enzim heksokinase, yang memisahkan satu kelompok fosfat dari ATP (Adenosine Triphsophate) dan menambahkannya ke glukosa, mengubahnya menjadi glukosa 6-fosfat. Dalam proses satu molekul ATP, yang merupakan sumber energi tubuh, digunakan dan akan berubah menjadi ADP (Adenosin difosfat), karena pemisahan satu gugus fosfat.4Kedua , produksi fruktosa 6-fosfat. Hal ini dimungkinkan oleh aksi dari enzim fosfoglukoisomerase. Kerjanya pada produk dari langkah sebelumnya, glukosa 6-fosfat dan mengubahnya menjadi fruktosa 6-fosfat yang merupakan isomer nya (Isomer adalah molekul yang berbeda dengan rumus molekul yang sama tetapi pengaturan yang berbeda dari atom).4Berikutnya, isomer Fruktosa 6-fosfat diubah menjadi fruktosa 1, 6-difosfat dengan penambahan gugus fosfat lain. Konversi ini dimungkinkan oleh enzim fosfofruktokinase yang memanfaatkan satu lagi ATP molekul dalam proses. 4Keempat, enzim adolase menghasilkan satu pemisahan Fruktosa 1, 6-difosfat menjadi dua molekul gula yang berbeda yang keduanya isomer satu sama lain. Kedua gula yang terbentuk adalah gliseraldehida fosfat dan dihidroksiaseton fosfat.4Dihidroksiaseton fosfat adalah molekul berumur pendek. Begitu dihasilkan, akan dikonversi menjadi gliseraldehida fosfat oleh enzim yang disebut fosfotriose isomerase. Jadi dihasilkan dua molekul gliseraldehida fosfat.4Langkah keenam melibatkan dua reaksi penting. Pertama adalah pembentukan NADH dari NAD + (nikotinamida adenine dinucleotide) dengan menggunakan enzim gliseraldehid fosfat dehidrogenase dan kedua adalah penciptaan asam 1,3-bifosfogliserat dari molekul fosfat dua gliseraldehida dihasilkan pada langkah sebelumnya.4 Langkah ketujuh melibatkan penciptaan 2 molekul ATP bersama dengan dua molekul asam 3-fosfogliserat dari reaksi fosfogliserat kinase pada dua molekul produk asam 1,3-bifosfogliserat, dihasilkan dari langkah sebelumnya.4Kemudian reaksi penataan ulang sangat halus yang melibatkan pemindahan atom fosfor dalam asam 3-fosfogliserat dari karbon ketiga dalam rantai untuk karbon kedua dan menciptakan 2 asam fosfogliserat.4Enzim enolase berperan penting dan menghilangkan sebuah molekul air dari asam 2-fosfogliserat untuk membentuk asam lain yang disebut asam fosfoenolpiruvat (PEP). Reaksi ini mengubah kedua molekul asam 2-fosfogliserat yang terbentuk pada langkah sebelumnya.4Langkah ini melibatkan pembentukan dua molekul ATP bersama dengan dua molekul asam piruvat dari aksi piruvat kinase enzim pada dua molekul asam fosfoenolpiruvat dihasilkan pada langkah sebelumnya. Hal ini dimungkinkan oleh transfer atom fosfor dari asam fosfoenolpiruvat (PEP) menjadi ADP (Adenosin trifosfat).4Piruvat yang telah terbentuk sebagai hasil proses glikolisis dapat masuk ke dalam mitokondria untuk mengalami oksidasi menjadi molekul asetil koA. 1 molekul glukosa akan menghasilkan 2 molekul piruvat yang memiliki 3 atom karbon. Piruvat akan diubah menjadi asetil koA yang memiliki 2 atom karbon. Dalam eritrosit, setelah mengalami glikolisis maka piruvat akan diubah menjadi laktat.4Piruvat dehidrogenase ialah enzim