Makalah Patologi Anatomi

download Makalah Patologi Anatomi

of 16

  • date post

    22-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    421
  • download

    20

Embed Size (px)

description

winanda

Transcript of Makalah Patologi Anatomi

PATOLOGI ANATOMI

Tugas Kelompok Patologi AnatomiADAPTASI SELKelompok 3 Kelas Ganjil

Dosen PembimbingDr.Aswiyanti Asri,Msi.Med,SpPaDisusun olehMAULIDENIL GEBI WINANDA(12-047)NIKEN RYEN NOVITA(12-041)NISIA NARTI(12-043)SARTIKA AMELIA PUTRI(12-045)SOMYA NOVERIGA RIZAL(12-049)DEBBY ANGGRAINI MARWAN(12-051)MITA DESMAYETA(12-053)UTARI DWI ASTUTI(12-055)

Falkultas Kedokteran GigiUniversita Baiturahmah2013/2014KATA PENGANTARPuji syukur kita ucapkan kepada Allah S.W.T,yang telah memberikan rahmat serta karunianya kepada kami,sehingga kami dapat menyelesaikan makalah ini dengan tepat waktu dengan judul, adaptasi sel.Makalah ini berisikan tentang informasi bagaimana kita dapat mengetahui adaptasi yang dilakukan oleh sel didalam tubuh kita baik dalam bentuk atropi, hipertrofi, hiperplasia, metaplasia,dan displasia serta faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya adapasi sel tersebut.Kami menyadari bahwa makalah ini jauh dari sempurna,oleh karena itu kritik dan saran dari semua pihak yang bersifat membangun akan selalu kami terima.Akhir kata kami ucapkan terima kasih,kepada semua pihak yang telah membantu kami ucapkan terima kasih,semoga allah selalu senantiasa meridhoi usaha kami. Aamiin

Padang, 29 Mei 2013

Penulis

DAFTAR ISIKata Pengantar.........................................................................................................................2BAB I Pendahuluan1.1 Latar Belaka Fakta dan Literatur............................................................................31.2 Tujuan.....................................................................................................................41.3 Manfaat...................................................................................................................4BAB II Pembahasan..................................................................................................................52.1 Adaptasi seluler.......................................................................................................52.2 Sebab-sebab adaptasi sel........................................................................................112.3 Perubahan sel..........................................................................................................13BAB III Penutup3.1 Simpulan................................................................................................................153.2Daftar Pustaka.........................................................................................................16

BAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangPatologi adalah ilmu atau bidang studi tentang penyakit. Patofisiologi adalah ilmu yang mempelajari fungsi yang berubah atau terganggu, misalnya perubahan-perubahan fisiologis yang ditimbulkan penyakit pada makhluk hidup. Empat aspek dalam proses penyakit yang membentuk inti patologi adalah:1. Penyebab penyakit (etiologi)2. Mekanisme terjadinya penyakit (patogenesis)3. Perubahan struktural yang ditimbulkan oleh penyakit di dalam sel4. jaringan (manifestasi klinis)Sel normal memerlukan keseimbangan antara kebutuhan fisiologik dan keterbatasan-keterbatasan strukur sel dan kemampuan metabolik, hasilnya adalah hasil yang terus seimbang atau homeostatis. Keadaan fungsional sel dapat berubah ketika bereaksi terhadap stress yang ringan untuk mempertahankan keadaan yang seimbang.Konsep keadaan normal bervariasi:1. Setiap orang berbeda satu dengan yang lain karena perbedaan susunan genetik2. Setiap orang memiliki perbedaan dalam pengalaman hidup dan interaksinya dengan lingkungan3. Pada tiap individu terdapat perbedaan parameter fisiologi karena adanya pengendalian dalam fungsi mekanisme.Adaptasisel terjadi apabila stres fisiologik berlebihan atau suatu rangsangan yang patologik menyebabkan terjadinya keadaan baru yang berubah yang mempertahankan kelangsungan hidup sel. Contohnya ialah hipertropi (pertambahan massa sel) atau atrofi (penyusutan massa sel).Jejas sel yang reversibelmenyatakan perubahan patologikyang dapat kembali. Bila rangsangan dihilangkan atau penyebab jejas lemah.Jejas yang ireversibelmerupakan perubahan patologik yang mentap dan menyebabkan kematian sel.

1.2 TujuanAdapun tujuan dari pembuatan makalah ini adalah1. Mahasiswa dapat mengetahui pengertian dari adaptasi sel2. Mahasiswa dapat mengetahui bentuk adaptasi sel baik atropi, hipertropi, hiperplasia, metaplasia dan displasia 3. Mahasiswa dapat mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya adaptasi sel1.3 ManfaatAapu manfaat dari pembuatan makalah ini adalah1. Mahasiswa tahu dan paham pengertian dari adaptasi sel2. Mahasiswa tahu dan paham dentuk adaptasi sel baik atropi, hipertropi, hiperplasi, meaplasia dan displasi 3. Mahasiswa tahu dan paham faktor-faktor yangg menyebabkan terjadina adaptasi selBAB II

PEMBAHASAN2.1 Adaptasi SelulerAdaptasi seluler merupakan kemampuan mengatur dirinya dengan cara merubah struktur dan fungsinya sebagai respons terhadap berbagai kondisi fisiologis maupun patologis.Terdapat lima tipe adaptasi (atrofi, hipertrofi, hyperplasia, metaplasia dan dysplasia) seluler yang akan dijelaskan sebagai berikut.

2.1.1 AtrofiAtrofimerupakan pengurangan ukuran yang disebabkan oleh mengecilnya ukuran sel atau mengecilnya/berkurangnya (kadang-kadang dan biasa disebutatrofi numerik) sel parenkim dalam organ tubuh .Atrofi dapat disebabkan oleh berbagai faktor tergantung pada jenis atrofi tersebut. Sebelum membahas mengenai penyebab terjadinya, maka harus diketahui terlebih dahulu jenis-jenis atrofi agar pembahsannya lebih spesifik. Secara umum, terdapat dua jenis atrofi, yaitu atrofi fisiologis dan atrofi patologis.Atrofi fisiologis merupakan atrofi yang bersifat normal atau alami. Beberapa organ tubuh dapat mengecil atau menghilang sama sekali selama masa perkembangan atau pertumbuhan, dan jika alat tubuh tersebut organ tubuh tersebut tidak menghilang ketika sudah mencapai usia tertentu, malah akan dianggap sebagai patologik ( Saleh, 1973). Contoh dari atrofi fisiologis ini yaitu proses penuaan (aging process) dimanaglandula mammaemengecil setelah laktasi, penurunan fungsi/produktivitas ovarium dan uterus, kulit menjadi tipis dan keriput, tulang-tulang menipis dan ringan akaibat resorpsi. Penyebab proses atrofi ini bervariasi, diantaranyayaitu berkurangnya/hilangnya stimulus endokrin, involusi akibat menghilangnya rangsan-rangsang tumbuh(growth stimuli),berkurangnya rangsangan saraf, berkurangnya perbekalan darah, dan akibat sklerosis arteri.Penyebab-penyebab tersebut terjadi karena peoses normal penuaan (Saleh, 1973). Berbeda dengan atrofi fisiologis, atrofi patologis merupakan atrofi yang terjadi di luar proses normal/alami.

Secara umum, atrofi patologis dan fisiologis terbagi menjadi lima jenis, yaitu atrofi senilis, atrofi local, atrofi inaktivas, atrofi desakan, dan atrofi endokrin. Atrofi senilisAtrofi senilis terjadi pada semua alat tubuh secara umum, karena atrofi senilis termasuk dalam atofi umum(general atrophy).Atropi senilis tidak sepenuhnya merupakan atropi patologis karena proses aging pun masuk ke dalam kelompok atrofi senilis padahal proses aging merupakan atropi fisiologis. Contoh atropi senilis yang merupakan proses patologik yaitustarvation(kelaparan).Starvation atrophyterjadi bilatubuh tidak mendapat makanan/nutrisi untuk waktu yang lama. Atropi ini dapatterjadi pada orang yang sengaja berpuasa dalam jangka waktu yang lama (tanpa berbuka puasa), orang yang memang tidak mendapat makanan sama sekali (karena terdampar di laut atau di padang pasir). Orang yang menderita gangguan pada saluran pencernaan misalnya karena penyempitan (striktura) esophagus. Pada penderita stiktura esophagus tersebut mungkin mendapatkan suplai makanan yang cukup, namun makanan tersebut tidak dapat mencapai lambung dan usus karena makanan akan di semprotkan keluar kembali. Karena itu, makanan tidak akan sampai ke jaringan-jaringan tubuh sehingga terjadilah emasiasi, inanisi, dan badan menjadi kurus kering. Atrofi LokalAtrofi local dapat terjadi akibat keadaan-keadaan tertentu. Atropi inaktivitasTerjadi akibatinaktivitas organ tubuh atau jaringan. Misalnya inaktivitas otot-otot mengakibatkan otot-otot tersebut mengecil. Atropi otot yang paling nyata yaitu bila terjadi kelumpuhan otot akibathilangnya persarafanseperti yang terjadi pada poliomyelitis.Atrofi inaktivitas disebut juga sebagi atrofi neurotrofik karena disebabkan olehhilangnya impuls trofik.Tulang-tulang pada orang yang karena suatu keadaan terpaksa harus berbaring lamamengalami atrofi inaktivitas. Akibatnya, tulang-tulang menjadi berlubang-lubang karena kehilangan kalsiumnya sehingga tidak dapat menunjang tubuh dengan baik. Sel-sel kelenjar akan rusak apabila saluran keluarnya tersumbat untuk waktu yang lama. Ini misalnya terjadi pada pankreas. Jika terjadi sumbatan (occlusion) pada saluran keluar pancreas, sel-sel asinus pancreas (eksokrin) menjadi atrofik. Namun, pulau-pulau Langerhans (endokrin) yang membentuk hormon dan disalurkan ke dalam darah tidak mengalami atrofi. Atrofi desakanAtrofi initerjadi akibat desakan yang terus-menerus atau desakan dalam waktu yang lama dan yang mengenai suatu alat tubuh atau jaringan. Atrofi desakan fisiologik terjadi pada gusi akibat desakan gigi yang mau tumbuh dan dan yang mengenai gigi (pada nak-anak). Atroi desakan patologik misalnya terjadi pada sternum akibat aneurisma aorta. Pelebaran aorta di daerah substernal biasanya terjadi akibat sifilis. Karena desakan yang tinggi dan terus menerus mengakibatkan sternum menipis.Atrofi desakan ini pun dapat terjadi pada ginjal. Parenkim ginjal dapat menipis akibat desakan terus-menerus. Ginjal seluruhnya berubah menjadi kantung berisi air, yang biasanya terjadi akibat obstruksi ureter, yang biasanya disebabkan oleh batu.Atrofi dapat terjadi pada suatu alat tubuh kerena menerima desakan suatu tumor didekatnya yang makin lama makin membesar( Saleh, 1973). Atrofi endokrinTerjadi pada alat tubuh yang akt