MAKALAH PARADIGMA KEPERAWATAN

download MAKALAH PARADIGMA KEPERAWATAN

of 20

  • date post

    04-Feb-2016
  • Category

    Documents

  • view

    1.745
  • download

    172

Embed Size (px)

description

k

Transcript of MAKALAH PARADIGMA KEPERAWATAN

MAKALAHPARADIGMA KEPERAWATAN

PRODI D III KEPERAWATAN

Disusun oleh :Nama: Vidia AliyaniKelas: 1 BNIM: 15.074

AKPER YAKPERMAS BANYUMASTAHUN 2015 / 2016KATA PENGANTAR

Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa atas segala rahmat Nya, sehingga makalah ini dapat tersusun hingga selesai . Tidak lupa kami juga mengucapkan banyak terimakasih atas bantuan dari pihak yang telah berkontribusi dengan memberikan sumbangan baik materi maupun pikirannya.Dan harapan saya semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, Untuk ke depannya dapat memperbaiki bentuk maupun menambah isi makalah agar menjadi lebih baik lagi.Karena keterbatasan pengetahuan maupun pengalaman, Saya yakin masih banyak kekurangan dalam makalah ini, Oleh karena itu saya sangat mengharapkan saran dan kritik yang membangun dari pembaca demi kesempurnaan makalah ini.

Banyumas, September 2015

Penyusun

DAFTAR ISIHALAMAN JUDUL iKATA PENGANTARiiDAFTAR ISIiii

BAB I PENDAHULUAN1A. Latar Belakang1B. Rumusan masalah2C. Tujuan 2D. Manfaat2

BAB II PEMBAHASAN3A. Pengertian Paradigma dan Paradigma Keperawatan3B. Komponen Paradigma Keperawatan3C. Hubungan Keempat Komponen Paradigma Keperawatan6D. Paradigma Keperawatan Berdasarkan Lima Pakar Keperawatan6

BAB III PENUTUP16A. Kesimpulan16B. Saran16DAFTAR PUSTAKA17

15

BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangPenulisan makalah ini sebagai jawaban argumentatif dari sebuah kasus di unit gawat darurat rumah sakit jiwa dengan permasalahan pasien yang mencederai diri sendiri dengan menyilet nadinya, dimana pasien tidak mau ditinggalkan oleh keluarganya pada saat dilakukan pelayanan kesehatan di unit gawat darurat demikian juga keluarga meminta kepada perawat agar bisa menemani pasien karena kawatir pasien tidak bisa tenang, sedangkan dokter unit gawat darurat meminta perawat untuk membawa keluarga ke luar ruangan. Pada kondisi ini perawat dihadapkan pada dua pilihan mengikuti dokter atau keinginan pasien dan keluarga.Pengalaman di ruang unit gawat darurat merupakan pengalaman baru bagi klien, ini menuntut penyesuaian bagi klien secara psikologis. Di ruang unit gawat darurat orang yang dekat bagi klien adalah keluarganya, keluarga bisa memberikan ketenangan bagi klien dan mengurangi rasa keterasingan dalam proses adaptasi di ruang unit gawat darurat rumah sakit jiwa. Sesuai dengan konsep teori adaptasi Calista Roy bahwa sebagai suatu sistem manusia juga dapat digambarkan dengan istilah input, proses kontrol dan umpan balik serta output. Input pada manusia sebagai suatu sistem adaptasi adalah dengan menerima masukan dari lingkungan luar dan lingkungan dalam diri individu itu sendiri. Dalam proses adaptasi bagi klien kedekatan dengan keluarga akan menambah ketenangan, kekuatan, dan kenyamanan yang pada akhirnya akan mengurangi kegelisahan dan membantu proses percepatan penyembuhan klien dalam masa perawatan.Menyikapi fenomena yang terjadi pada pasien dan keluarganya yang meminta menunggui di dalam ruangan ini kami bersikap bahwa keluarga pasien boleh menunggu di dalam ruangan sesuai dengan teori keperawatan humanistik (Humanistic Nursing Theory) olehPaterson and Zderatdalam Elisasiregar (2012) bahwa manusia dipandang dari kerangka kerja eksistensial melalui pilihan-pilihan. Manusia sebagai individu yang penting berhubungan dengan orang lain di dalam waktu dan jarak. Manusia dikarakterkan sebagai orang yang mampu, terbuka terhadap pilihan, mempuyai nilai, dan manifestasi unik terhadap mereka yang dulu sekarang dan masa depan. Disini pasien boleh memilih apa yang akan dilakukan untuk dirinya, demi perbaikan masa depannya, walaupun keadaan semacam ini kurang sesuai dengan penerapan standar operating prosedur di rumah sakit jika pada saat melakukan tindakan.

B. Perumusan MasalahBagaimana sikap perawat dalam menghadapi klien yang meminta ditunggu keluarganya di unit gawat darurat sesuai dengan paradigma keperawatan?

C. Tujuan1 Memahami paradigam keperawatan2 Penerapan paradigma keperawatan dalam menangani kasus

D. ManfaatMemberikan pegangan kepada perawat dalam menghadapi kasus dengan mengacu pada paradigma keperawatan.

BAB IIPEMBAHASANA. Pengertian Paradigma dan Paradigma KeperawatanParadigmaadalah suatu cara dalam mempersepsikan atau memandang sesuatu. Paradigma menjelaskan sesuatu dalam memahami suatu tingkah laku. Paradigma memberikan dasar dalam melihat, memandang, memberi makna, menyikapi dan memilih tindakan terhadap berbagai fenomena yang ada dalam keperawatan.Keperawatanmerupakan suatu bentuk pelayanan yang profesional, yang merupakan bagian integral dari pelayanan kesehatan berdasarkan pada ilmu dan kiat keperawatan, dengan bentuk pelayanan mencakup biopsikososio-spiritual yang ditujukan kepada individu, keluarga, kelompok dan masyarakat baik sehat maupun sakit dalam siklus kehidupan manusia.Paradigma keperawatanadalah suatu cara pandang yang mendasar atau cara kita melihat, memikirkan, memberi makna, menyikapi dan memilih tindakan terhadap fenomena yang ada dalam keperawatan .

B. Komponen Paradigma KeperawatanKomponen dari peradigma keperawatan itu sendiri pada dasarnya ada empat seperti yang disebutkan di atas, akan tetapi perkembangannya dalam teori sangan bergantung oleh sudut pandang masing-masing teoris. Dengan begitu pemaknaan masing-masing komponen paradigma tersebut bisa jadi berbeda sehingga penjelasan yang bisa diberikan secara umum adalah arti komponen secara lebih superfisial.Gambaran singkat mengenai komponen tersebut adalah sebagai berikut :1. Konsep ManusiaKomponen ini merupakan komponen utama sebagai salah satu fokus dari pelayanan keperawatan.Manusia bertindak sebagai klien dalam konteks paradigma keperawatan ini bersifat individu, kelompok dan masyarakat dalam suatu sistem tersebut dapat meliputi : Sistem terbuka,manusia dapat mempengaruhi dan pengaruhi oleh lingkungan baik fisik, psikologi, sosial maupun spiritual sehingga proses perubahan pada manusia akan selalu terjadi khususnya dalam pemenuhan kebutuhan dasar. Sistem adaptif,manusia akan merespon terhadap perubahan yang ada di lingkungannya yang akan selalu menunjukkan perilaku adaptif dan maladaftif. Sistem personal, interpersonal dan social,manusia memeiliki persepsi, pola kepribadian dan tumbuh kembang yang berbeda.

Jadi dalam konteks paradigma keperawatan ini setiap manusia dalam hidupnya akan mengalami situasi dimana dia mampu memenuhi kebutuhannya, membutuhkan bantuan atau bahkan membutuhkan orang lain untuk melakukannya, dalam hal ini perawat.2. Konsep KeperawatanKeperawatan adalah suatu bentuk pelayanana profesional sebagai bagian integral pelayanan kesehatan berbentuk pelayanan biologi, psikologi, sosial, spiritual dan kultural secara komprehensif, ditujukan kepada individu, keluarga dan masyarakat sehat maupun sakit mencakup siklus hidup manusia.Asuhan keperawatan diberikan karena adanya kelemahan fisik dan mental, keterbatasan pengetahuan, serta kurang kemauan meuju kepada kemampuan melaksanakan kegiatan sehari hari secara mandiri. Sebagai suatu profesi, keperawatan memiliki falsafah yang bertujuan mengarahkan kegiatan keperawatan yang dilakukan.Dalam hal ini, pertama, keperawatan menganut pandangan yang holistik terhadap manusia yaitu Ketuhanan Manusia sebagai makhluk bio psiko sosial spiritual dan kultural. Kedua, kegiatan keperawatan dilakukan dengan pendekatan humanistik dalam arti menghargai dan menghormati martabat manusia memberi perhatian kepada klien serta menjunjung tinggi keadilan bagi semua manusia. Ketiga, keperawatan bersifat universal dalam arti tidak dibedakan atas ras, jenis kelamin, usia, warna kulit, etnik, agama, aliran politik dan status ekonomi sosial. Keempat, keperawatan adalah bagian integral dari pelayanan kesehatan serta kelima, bahwa keperawatan menganggap klien sebagai partner aktif dalam arti perawat selalu bekerjasama dengan klien dalam memberikan asuhan keperawatan.

3. Konsep Sehat-SakitBerdasarkan rentang sehat sakit tersebut, maka paradigma keperawatan dalam konsep sehat sakit memandang bahwa bentuk pelaynan keperawatan yang akan diberikan selama rentan sehat dan sakit, akan melihat terlebih dahulu status kesehatan dalam rentang sehat sakit tersebut, apakah statusnya dalam tahap setengah sakit, sakit akut atau sakit kronis, sehingga akan diketahui tingkatan asuhan keperawatan yang akan diberikan serta tujuan yang ingin diharapkan dalam meningkatkan status kesehatannya. Rentang ini merupakan suatu alat ukur dalam menilai status kesehatan yang bersifat dinamis dan selalu berubah dalam setiap waktu. Melalui rentang ini dapat diketahui batasan perawat dalam melakukan praktek keperawatan dengan jelas.4. Konsep LingkunganLingkungan dapat diartikan sebagai tempat, situasi maupun hal-hal yang berinteraksi dengan individu baik secara aktif maupun pasif. Bisa jadi baik lingkungan maupun individu akan sama-sama berpikir, menganalisa dan membuat kesimpulan selama interaksi sesuai dengan sifat lingkungan yang mungkin saja berupa lingkungan hidup baik individu lain maupun proses berfikir dalam diri seseorang yang ikut mempengaruhi lingkungan internal seseorang.Paradigma keperwatan dalam konsep lingkungan ini adalah memandang bahwa lingkunan fisik,psikologis ,sosial, budaya dan spiritual dapat mempengaruhi kebutuhan dasar manusia selama pemberian asuhan keperawatan dengan meminimalkan dampak atau pengaruh yang ditimbulkannya sehingga tujuan asuhan keperawatan dapat tercapai.C. Hubungan Keempat Komponen Paradigma KeperawatanLingkungan merupakan faktor yang mempengaruhi kesehatan dimana apabila lingkungan itu kotor maka kesehatan manusia akan terganggu sehingga manusia perlu merawat dirinya atau membutuhkan perawatan dari orang lain. Keperawatan dengan lingkungan juga sangat berpengaruh dimana jika seseorang sedang rehabilitasi maka akan memerlukan lingkungan yang bersih.

D. Paradigma Keperawatan Berdasarkan 5 (Lima) Pakar Keperawatan.