Makalah PAK

download Makalah PAK

of 33

  • date post

    22-Nov-2015
  • Category

    Documents

  • view

    64
  • download

    11

Embed Size (px)

description

Pengungkapan laopran keuangan

Transcript of Makalah PAK

Pelaporan Akuntansi Keuangan

PENGUNGKAPAN LAPORAN KEUANGAN INTERIM,

PELAPORAN EMITEN BEPROSES IPO,

LAPORAN YANG HARUS DISIAPKAN UNTUK IPO DAN RIGHT ISSUESI. PSAK NO. 3 LAPORAN KEUANGAN INTERIM1. Pengertian

Laporan keuangan interim merupakan laporan keuangan yang berisi baik laporan keuangan lengkap (seperti yang dijelaskan di PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian LaporanKeuangan) atau laporan keuangan ringkas (seperti yang dijelaskan di Pernyataan ini) untuk suatu periode interim.Periode interim adalah suatu periode laporan keuangan yang lebih pendek dari satu tahun buku penuh.

2. TujuanTujuan PSAK adalah menentukan isi minimum laporan keuangan interim serta prinsip pengakuan dan pengukuran dalam laporan keuangan lengkap atau ringkas untuk periode interim. Pelaporan keuangan interim yang tepat waktu dan andal meningkatkan kemampuan investor, kreditor, dan pihak lain untuk memahami kapasitas entitas menghasilkan laba dan arus kas serta kondisi dan likuiditas keuangannya.

3. Ruang LingkupPernyataan ini tidak mengatur entitas mana yang disyaratkan untuk menerbitkan laporan keuangan interim,seberapa sering, atau berapa lama setelah akhir suatu periodeinterim.Namun, pemerintah, regulator pasar modal, bursaefek seringkali mensyaratkan entitas yang efek utang atau efekekuitasnya diperdagangkan di bursa efek untuk menerbitkanlaporan keuangan interim.Pernyataan ini diterapkan jikaentitas disyaratkan atau memilih untuk menerbitkan laporankeuangan interim sesuai dengan SAK.

Setiap laporan keuangan, baik tahunan atau interim,dievaluasi kepatuhannya terhadap SAK. Fakta bahwa entitasmungkin tidak menyediakan laporan keuangan interim selamasatu tahun buku tertentu atau menyediakan laporan keuanganinterim yang tidak sesuai dengan Pernyataan ini, tidakmenghalangi kepatuhan laporan keuangan tahunan terhadapSAK jika laporan keuangan tersebut mematuhi SAK.4. Yang Menyusun Laporan Keuangan Interim

PSAK 3 tidak mengatur entitas mana yang harus menyusun laporan keuangan interim.Jika suatu entitas memilih untuk menyampaikan laporan keuangan interim sesuai dengan SAK, maka manajemen entitas tersebut harus tunduk pada pengaturan mengenai penyampaian laporan keuangan interim dalam PSAK 3.Namun BAPEPAM-LK melalui peraturan Bapepam dan LK No.X.K.2 tentang Penyampaian Laporan Keuangan Berkala Emiten atau Perusahaan Publik, menetapkan bahwa setiap emiten atau perusahaan publik wajib menyampaikan Laporan Keuangan Tengah Tahunan (LKTT) atau Laporan Keuangan Interim ke Bapepam.5. Format dan Isi Laporan Keuangan Interim

Jika entitas menerbitkan laporan keuangan lengkap dalam laporan keuangan interimnya, maka format dan isi laporan keuangan interim tersebut sesuai dengan persyaratan PSAK 1 (revisi 2009): Penyajian Laporan Keuangan.Peraturan Bapepam dan LK X.K.2 menetapkan bahwa dalam menyajikan LKTT emiten wajib menyajikan laporan keuangan interim secara lengkap.Dengan demikian format dan isi laporan keuangan interim tersebut harus sesuai dengan pengaturan dalam dalam PSAK 1, kecuali terkait dengan periode perbandingan mengikuti pengaturan dalam PSAK 3.Jika entitas menerbitkan laporan keuangan ringkas dalam laporan keuangan interimnya, maka laporan keuangan ringkas tersebut mencakup, minimum,setiap judul dan sub jumlah yang termasuk dalam laporan keuangan tahunan terkini dan catatan penjelasan tertentu sebagaimana disyaratkan oleh Pernyataan ini. Pos atau catatan atas laporan keuangan tambahan tercakup dalam laporan keuangan tersebut jika kelalaian untuk mencantumkannya akan menyebabkan laporan keuangan ringkas menjadi menyesatkan.PSAK 3 mengatur komponen minimum laporan keuangan interim sebagai berikuta. Laporan posisi keuangan (neraca) ringkas

b. Laporan laba rugi komprehensif ringkasyang disajikan:

-dalam satu laporan laba rugi komprehensif ringkas,atau

-dalam satu laporan laba rugi ringkas terpisah dan satu laporan laba rugi komprehensif ringkas6. Pengungkapan dalam Laporan Keuangan Interim

Jika estimasi atas jumlah yang dilaporkan dalam periode interim berubah secara signifikan selama periode interim terakhir dari tahun buku tetapi laporan keuangan terpisah tidak diterbitkan untuk periode interim terakhir tersebut, maka sifat dan jumlah dari perubahan estimasi diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan tahunan untuk tahun buku tersebut.

Sesuai PSAK 25 : Kebijakan Akuntansi, Perubahan Estimasi Akuntansi, dan Kesalahan mensyaratkanpengungkapan sifat dan (jika praktis) jumlah perubahan estimasi yang memiliki baik dampak materialdalam periode berjalan maupun diperkirakan memiliki dampak material dalam periode selanjutnya. 7. Pengakuan dan PengukuranEntitas menerapkan kebijakan akuntansi yang sama dalam laporan keuangan interim sebagaimana yang diterapkan dalam laporan keuangan tahunan, kecuali untuk perubahan kebijakan akuntansi yang dilakukan setelah tanggal laporan keuangan tahunan terkini yang akan tercermin dalam laporan keuangan tahunan berikutnya. Namun, frekuensi pelaporan entitas (tahunan, semesteran, atau kuartalan) tidak mempengaruhi pengukuran hasil tahunannya.Untuk mencapai tujuan tersebut, pengukuran untuk tujuan pelaporan interim dibuat atas dasar awal tahun buku sampai tanggal pelaporan.

Penerapkan kebijakan akuntansi dalam laporan keuangan interim sama dengan laporan tahunannya hal ini menunjukkan bahwa pengukuran periode interim dibuat seolah-olah setiap periode interim berdiri sendiri sebagai suatu periode pelaporan independen. Akan tetapi, dengan menyediakan laporan tersebut, frekuensi pelaporan entitas tidak mempengaruhi pengukuran hasil tahunannya dan periode interim juga merupakan bagian dari tahun keuangan yang lebih luas.Pengukuran awal tahun buku sampai tanggal pelaporan dapat meliputi perubahan dalam estimasi jumlah yang dilaporkan dalam periode interim sebelum tahun keuangan berjalan. Tetapi prinsip untuk mengakui aset, liabilitas, pendapatan dan beban untuk periode interim sama dengan laporan keuangan tahunan.Sebagai gambaran:a) prinsip untuk mengakui dan mengukur kerugian dari penurunan persediaan, restrukturisasi, atau penurunan nilai dalam periode interim adalah sama dengan prinsip yang digunakan entitas jika entitas hanya menyusun laporan keuangan tahunan. Namun, jika pos-pos tersebut diakui dan diukur dalam satu periode interim dan estimasi berubah dalam periode interim berikutnya dalam tahun buku tersebut, maka estimasi awal diubah dalam periode interim berikutnya baik menggunakan akrual dari jumlah kerugian tambahan atau dengan membalikkan jumlah yang telah diakui sebelumnya;

b) biaya yang tidak memenuhi definisi aset pada akhir periode interim tidak ditangguhkan dalam laporan posisi keuangan baik untuk menunggu informasi masa depan apakah biaya tersebut telah memenuhi defi nisi aset atau untuk pemerataan laba selama periode interim dalam suatu tahun buku; dan

c) beban pajak penghasilan diakui dalam setiap periode interim berdasarkan pada estimasi terbaik dari perkiraan rata-rata tertimbang tarif pajak yang diharapkan untuk tahun buku penuh. Jumlah yang diakru untuk beban pajak penghasilan dalam satu periode interim harus disesuaikan di periode interim berikutnya dari tahun buku jika estimasi tarif pajak penghasilan tahunan berubah.

Dalam mengukur aset, liabilitas, penghasilan, beban, dan arus kas yang dilaporkan dalam laporan keuangan, entitas yang hanya melaporkan secara tahunan mampu mempertanggungjawabkan informasi yang akan tersedia sepanjang tahun buku. Dampaknya, pengukuran tersebut menggunakan dasar awal tahun buku sampai tanggal pelaporan.

Entitas yang melaporkan secara semesteran menggunakan informasi yang tersedia pada pertengahan tahun atau tidak lama setelahnya dalam melakukan pengukuran dalam laporan keuangan untuk periode semester pertama, serta informasi yang tersedia pada akhir tahun atau tidak lama setelahnya untuk periode dua belas bulan. Pengukuran periode dua belas bulan akan mencerminkan kemungkinan perubahan estimasi jumlah yang dilaporkan untuk periode enam bulan pertama dan mengukur penghasilan dan beban dengan dasar awal tahun buku ke tanggal pelaporan untuk setiap periode interim dengan menggunakan informasi yang tersedia ketika penyusunan setiap laporan keuangan. Jumlah penghasilan dan beban yang dilaporkan dalam periode interim berjalan akan mencerminkan setiap perubahan estimasi jumlah yang dilaporkan dalam periode interim sebelumnya dari tahun buku.

II. PELAPORAN EMITEN BERPROSES IPO1. Pengertian Initial Public Offering (IPO)Penawaran umum perdana atau Initial Public Offering (IPO) merupakan salah satu tahapan terpenting dalam proses perusahaan untuk menuju pasar modal atau go public. IPO merupakan Pasar Perdana bagi suatu perusahaan untuk menawarkan efeknya (saham, obligasi, dan surat-surat berharga lainnya) kepada publik.Bagi suatu perusahaan (Eminten) IPO secara financial merupakan saran untuk memproleh modal untuk pengembangan bisnis perusahaan dan sarana lainnya sebagai parameter bahwa perusahaan tersebut telah menjalankan keterbukaan dalam pengelolaan perusahaan perusahaan yang dampaknya dapat memperoleh citra perusahaan. Pengaturan IPO sendiri diatur dalam Undang-Undang No. 25 tahun 2007 mengenai Penanaman Modal yang ditetapkan pada tanggal 26 April 2007 (Sebagai pengganti Undang-Undang No. 8 tahun 1985 tentang Pasar Modal) dan Keputusan Menteri Keuangan serta peraturan-peraturan yang di keluarkan oleh BAPEPAM dan Bursa Efek.

2. Proses IPO (Penawaran Umum Perdana)Dalam proses IPO (Proses Emisi), Emiten harus menempuj serangkaian tahap yang cukup panjang. Secara garis bedar peruses IPO dapat dibagi menjadi 3 tahapan yaitu: sebelum emisi, selama emisi dan sesudah emisi

1) Sebelum Emisi

a. Persiapan emisi efek

Sebelum emisi, rencana manajemen perusahaan mencari dana melalui go public mesti dibawa ke rapat umum pemegang saham (RUPS) atau rapat umum pemegang saham luar biasa (RUPS-LB)