Makalah Ok

download Makalah Ok

of 36

  • date post

    28-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    228
  • download

    0

Embed Size (px)

description

n

Transcript of Makalah Ok

BAB IPENDAHULUAN

A. Latar BelakangCedera kepala adalah kerusakan otak akibat perdarahan atau pembengkakan otak sebagai respon terhadap cedera dan menyebabkan peningkatan Tekanan Intra Kranial (TIK) (Smeltzer, 2000 : 2210). Cedera Kepala merupakan suatu masalah neurologi yang sering terjadi dan merupakan penyebab kematian nomor satu di dunia, baik di Negara maju ataupun di Negara berkembang. Perkembangan teknologi dan meningkatnya mobilitas manusia yang semakin padat dan semakin sibuk mempunyai dampak negatif yaitu meningkatnya frekuensi kecelakaan lalu lintas, sehingga salah satunya dapat mnyebabkan Cedera Kepala (Wahjoepramono, 2005:1). Di Amerika Serikat, kejadian cedera kepala setiap tehunnya diperkirakan mencapai 500.000 kasus. Dari jumlah tersebut, 10 % meninggal sebelum tiba di rumah sakit. Yang sampai di rumah sakit 80 % dikelompokkan sebagai cedera kepala ringan (CKR), 10 % termasuk cedera kepala sedang (CKS), dan 10 % sisanya adalah cedera kepala berat (CKB). Insiden cedera kepala terutama terjadi pada kelompok usia prodiktif antara 15-44 tahun. Kecelakaan lalu lintas merupakan penyebab 48 %-53 % dari insiden cedera kepala, 20 %-28 % lainnya karena jatuh dan 3 %-5 % lainnya tindak kekerasan, kegiatan olahraga dan rekreasi (http://yayanakhyar.wordpress.com, diperoleh tanggal 29 Juni 2009).Untuk data di Indonesia epidemiologi belum ada, tetapi data dari salah satu dari rumah sakit di Jakarta tapatnya di RS Cipto Mangunkusumo untuk penderita rawat inap terdapat 60 %-70 % dengan CKR, 15 %-20 % CKS, dan sekitar 10 % dengan CKB. Angka kematian tertinggi sekitar 35 %-50 % akibat CKB, 5 %-10 % CKS, sedangkan untuk CKR tidak ada yang meninggal (http://yayanakhyar.wordpress.com, diperoleh tanggal 9 November 2015). Fakta insiden di atas membuktikan bahwa Cedera Kepala ini perlu mendapatkan perhatian lebih dan harus segera ditangani, karena apabila tidak mendapatkan penanganan yang cepat, maka akan berdampak pada sistem tubuh lainnya yaitu sistem kardiovaskuler, pernapasan, perkemihan, pencernaan dan muskuloskeletal, bahkan tidak jarang akan berujung pada kematian.Menyikapi issue di atas, keterlibatan tim kesehatanlah yang dianggap mampu memberikan solusi. Perawat merupakan bagian dari tim kesehatan yang memiliki lebih banyak kesempatan untuk melakukan intervensi kepada pasien dan anggota keluarga sehingga fungsi dan peran perawat dapat dimaksimalkan dalam pemberian asuhan keperawatan terhadap klien seperti memenuhi kebutuhan dasar, meningkatkan kesehatan fisik, melakukan pedekatan spiritual, psikologis dan mengaplikasikan fungsi edukatornya dengan tujuan untuk meningkatkan pengetahuan penderita dan keluarga terhadap penatalaksanaan Cedera Kepala.B. Tujuan PenulisanAdapun tujuan penulisan laporan kasus ini, adalah untuk :1. Meningkatkan pengetahuan tentang Asuhan Keperawatan pada klien dengan Cedera Kepala2. Memberi gambaran dalam pelaksanaan Asuhan Keperawatan secara teoritis pada klien dengan Cedera Kepala.

C. Ruang Lingkup PenulisanKarena keterbatasan dari penulis dan luasnya permasalahan kesehatan khususnya pada sistem persarafan.D. Sistematika PenulisanMakalah ini terdiri dari tiga BAB yang disusun dengan sistematika penulisan sebagai berikut :BAB I: Pendahuluan yang terdiri dari Latar Belakang, Tujuan Penulis dan Sistematika Penulisan.BAB II : Landasan Teoritis yang terdiri dari Konsep Dasar yang mencakup Anatomi Fisiologi Kepala, Anatomi Fisiologi Sistem Persarafan, Konsep Dasar Cedera BAB III: Asuhan Keperawatan teoritis BAB IV: Penutup yang berisi Kesimpulan dan Saran.

BAB IITINJAUAN TEORITISA. Anatomi dan Fisiologi Persarafan1. Anatomi Kepalaa. Kulit KepalaMenurut Dr. Iskandar (2004) jaringan lunak kepala terdiri dari 5 lapisan :1) Skin (kulit), sifatnya tebal dan mengandung rambut serta kelenjar keringat (sebasea).2) Connective tissue (jaringan subkutis), merupakan jaringan ikat lemak yang memiliki banyak pembuluh darah dan saraf.3) Jaringan ikat yang kuat dan merupakan Apeneurosis Galea, berupa fascia. yang melekat pada tiga otot, yaitu muskulus frontalis, occipitaslis dan temporalis.4) Jaringan ikat jarang (loose alveolar tissue), menyerupai spons karena berisi banyak ruang potensial yang dapat mengembang karena menyerap cairan yang terbentuk akibat cedera atau infeksi.5) Peritonium, merupakan periosteum yang melapisi tulang tengkorak, melekat erat terutama pada sutura. Berdasarkan lokasinya, pada kulit kepala terdapat pembuluh darah arteri yaitu :1) Anterior :Arteri supraorbita cabang arteri optalmika dan arteri supratroklearis cabang terminal arteri optalmika.2) Posterior:Arteri oksipitalis cabang arteri kanalis eksterna.3) Lateral :Arteri temporalis superfisialis, salah satu cabang terminal arteri kanalis eksterna dan arteri artikularis posterior cabang karotis eksterna.b. Cranium/TengkorakCranium meliputi otak dan meningen, bagian proksimal saraf-saraf otak dan pembuluh darah pada kerangka wajah terdapat kedua orbita (lekuk mata) dan rongga hidung dan juga maxilla (rahang atas) dan mandibula (rahang bawah). Tengkorak berfungsi sebagai pelindung otak dari indra khusus yaitu penglihatan dan pendengaran, tempat melekatnya otot-otot di kepala dan sebagai tempat bantalan gigi.

2. Anatomi Persarafan1. Sistem Saraf PusatOtak dan medulla spinalis dilapisi oleh selaput (meningen), selaput pembungkus otak ini terbagi lagi menjadi 3 lapisan diantaranya yaitu :a) Durameter (lapisan luar)Merupakan jaringan ikat yang terdiri dari dua lapisan, bagian luar (dura endosfeal) dan bagian dalam (dura mengel).b) Arachnoid (lapisan tengah)Merupakan selaput halus yang memisahkan durameter dengan piameter, membentuk sebuah kantong atau balon berisi cairan otak.c) Piameter (lapisan dalam)Merupakan selaput tipis yang terdapat pada permukaan jaringan otak dan merupakan lapisan vaskuler. Gambar 2.2. Selaput Pembungkus Otak (Meningen)

(Sumber. Function Human Anatomy)

2. OtakOtak terbagi menjadi beberapa bagian di antaranya :a) Cerebrum (otak besar)Cerebrum (otak besar) merupakan bagian yang terluas dan terbesar dari otak. Cerebrum berfungsi mengatur kegiatan sensorik dan motorik, mengatur proses penalaran, memori dan intelegensi. Cerebrum atau otak besar terdiri dari 4 lobus, yaitu :(1) Lobus frontalisLobus ini berfungsi sebagai aktivitas motorik, fungsi intelektual, emosi dan fungsi fisik. (2) Lobus temporalBerfungsi sebagai input perasa, pendengaran, pengecap, penciuman dan proses memori.(3) Lobus parietalBerfungsi sebagai proses input sensori, sensasi posisi, sensasi raba, tekan dan perubahan suhu ringan.(4) Lobus oksipital Lobus oksipital adalah pusat asosiasi visual utama, lobus ini menerima informasi yang berasal dari retina mata.b) Cerebellum (otak kecil)Cerebellum besarnya kira-kira seperempat dari cerebrum ( 150 gr). Fungsi cerebellum adalah mengkoordinasikan gerakan-gerakan otot sehingga gerakan terlaksana sempurna dan mengendalikan keseimbangan. c) Batang OtakFungsi utama dari batang otak adalah memastikan fungsi dasar penting kehidupan seperti detak jantung, tekanan darah dan pernapasan. Batang otak juga memainkan peran dalam gairah dan kesadaran. Setiap informasi yang masuk atau meninggalkan otak harus melewati struktur ini.Batang otak terdiri dari : (1) Pons varoli sebagai penghubung mesensefalon dengan pons varoli dengan cerebellum. Fungsi Pons lainnya dari batang otak adalah untuk membantu menentukan tingkat tidur atau kesadaran seseorang. Bagian dari struktur melekat pada otak kecil, yang terlibat dalam mengendalikan gerakan dan postur. Kerusakan pada pons sering mengakibatkan kurangnya koordinasi dan kesulitan memproses data indrawi yang baru.(2) Medulla OblongataMedulla oblongata merupakan organ yang menghantarkan impuls dari medulla spinalis dan otak. Ia memelihara semua fungsi tubuh yang vital, termasuk pernapasan, pencernaan, dan tekanan darah dan memicu beberapa refleks yang berbeda, termasuk yang menyebabkan muntah, batuk dan bersin. Medula oblongata juga bertindak sebagai pembawa pesan, meneruskan pesan dari otak ke sumsum tulang belakang.(3) MesensefalonMesensefalon adalah bagian otak yang terletak antara pons varoli dan hemisfer serebri. Otak tengah terletak di depan otak kecil dan jembatan varol. Di depan otak tengah terdapat talamus dan kelenjar hipo sis yang mengatur kerja kelenjar-kelenjar endokrin. Bagian atas (dorsal) otak tengah merupakan lobus optikus yang mengatur re eks mata seperti penyempitan pupil mata, dan juga merupakan pusat pendengaran.

(4) DiensefalonDiensefalon terletak di antara cerebelum dan mesensefalon. Diensefalon terdiri dari thalamus, hipotalamus, subtalamus dan epitalamus. Fungsi diensefalon adalah mengendalikan pola makan, defekasi, menghubungkan komunikasi antar belahan otak besar, mengatur waktu biologis, dan mengatur sekresi hormon.Gambar 2.2. Gambar Otak

(Sumber. Function Human Anatomy)

Diantara lapisan (meningen) satu dengan yang lainnya terdapat ruang meningeal yaitu :a) Ruang epidural yang merupakan ruang antara tengkorak dan lapisan luar durameter, isinya adalah pembuluh darah dan jaringan lemak.b) Ruang subdural yaitu ruang antara lapisan dalam durameter dengan membran arakhnoid, isinya adalah cairan serosa.c) Ruang subarachnoid yaitu ruang antara arachnoid dengan piameter, pada ruang ini terdapat cairan serebrospinal (CSF) yang merupakan cairan jernih dengan konsistensi sama seperti darah. Fungsi CSF adalah untuk melembabkan otak dan medulla spinalis, melindungi dan melicinkan alat-alat dalam medulla spinalis dan otak dari tekanan. Setelah mengetahui anatomi dari otak, berikut ini akan dijelaskan secara rinci tentang fisiologi dari otak yang terdiri dari :a) TIK (Tekanan Intra Kranial)Rongga otak merupakan ruang tertutup yang terdiri atas darah dan pembuluh darah, cairan serebrospinal dan jaringan otak. Volume otak diperkirakan sekitar 2-10 %, cairan serebrospinal 9-11 % dan jaringan otak sampai dengan 88 %. Tekanan intra kranial normalnya 0-15 mmHg.b) Metabolisme OtakUntuk mempertahan