Makalah Nilam Deny

download Makalah Nilam Deny

of 25

  • date post

    02-Jul-2015
  • Category

    Documents

  • view

    391
  • download

    6

Embed Size (px)

Transcript of Makalah Nilam Deny

BAB I POTRET DAERAH A.Keadaan Umum Kabupaten Malang

Kabupaten Malang adalah sebuah kabupaten di Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Ibu kotanya saat ini berada di kota Kepanjen. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2008, Kota Kepanjen ditetapkan sebagai ibu kota Kabupaten Malang yang baru. Kota Kepanjen saat ini sedang berbenah diri agar nantinya layak sebagai ibu kota kabupaten. Kabupaten ini berbatasan langsung dengan Kabupaten Jombang, Kabupaten Mojokerto, Kota Batu, dan Kabupaten Pasuruan di utara, Kabupaten Lumajang di timur, Samudra Hindia di selatan, serta Kabupaten Blitar dan Kabupaten Kediri di barat. Sebagian besar wilayahnya merupakan pegunungan yang berhawa sejuk, Malang dikenal sebagai salah satu daerah tujuan wisata utama di Jawa Timur. Keadaan geografis Kabupaten Malang adalah kabupaten terluas kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Banyuwangi. Sebagian besar wilayahnya berupa pegunungan. Bagian barat dan barat laut berupa pegunungan, dengan puncaknya Gunung Arjuno (3.339 m) dan Gunung Kawi (2.651 m). Di pegunungan ini terdapat mata air Sungai Brantas, sungai terpanjang di Jawa Timur. Bagian timur merupakan kompleks Pegunungan Bromo-Tengger-Semeru, dengan puncaknya Gunung Bromo (2.392 m) dan Gunung Semeru (3.676 m). Gunung Semeru adalah gunung tertinggi di Pulau Jawa. Kota Malang sendiri berada di cekungan antara kedua wilayah pegunungan tersebut. Bagian selatan berupa pegunungan dan dataran bergelombang. Dataran rendah di pesisir selatan cukup sempit dan sebagian besar pantainya berbukit.

1| teknologi tepat guna

Pembagian administratif Kabupaten Malang terdiri atas 33 kecamatan, yang dibagi lagi menjadi sejumlah desa dan kelurahan. Pusat pemerintahan di Kecamatan Kepanjen. Pusat pemerintahan sebelumnya berada di Kota Malang. Kota Batu dahulu

bagian dari Kabupaten Malang, sejak tahun 2001 memisahkan diri setelah ditetapkan menjadi kota. Ibukota kecamatan yang cukup besar di Kabupaten Malang antara lain Lawang, Singosari, Dampit, dan Kepanjen.

2| teknologi tepat guna

BAB II KEADAAN SUMBER DAYA Kabupaten Malang memiliki potensi pertanian dengan iklim sejuk. Daerah utara dan timur banyak digunakan untuk perkebunan apel. Daerah pegunungan di barat banyak ditanami sayuran dan menjadi salah satu penghasil sayuran utama di Jawa Timur. Daerah selatan banyak digunakan ditanami tebu dan hortikultura, seperti salak dan semangka. Kabupaten Malang juga berpotensi untuk perkebunan karena memiliki iklim tropis.Selain perkebunan teh malang juga berpotensi untuk perkebunanan kopi,cokelat(daerah pegunungan Kecamatan Tirtoyudo),Kesemek(daerah Wono Agung tepatnya desa Blubuk) dan Nilam (Kecamatan Dampit). Malang juga memiliki hutan yang masih dijaga kelestariannya diantaranya hutan bakau di sekitar bendungan Karang Kates,Hutan Pinus di dearah Malang Selatan,hutan jati,hutan Mahoni. Areal perkebunan di kabpaten Malang lebih luas di bandingkan areal pertanian, karena sebagian besar wilayah kabupaten Malang berupa pegunungan. Tanaman yang dibudidayakan pada sektor perkebunan diantaranya tanaman kopi, kakao,palawija,cengkeh,nilam dll. Komoditi perkebunan yang sedang di kembangkan di kabupaten Malang adalah tanaman nilam karena tanaman nilam sangat cocok di budidayakan di daerah pegunungan, selain itu tanaman nilam memiliki prospek pasar yang sangat luas serta memiliki nilai jual yang sangat tinggi. Tanaman nilam ini mengangkat perekonomian masyarakat kususnya masyarakat di kawasan Malang selatan yang banyak membudidayakan tanaman nilam. Sehingga dalam teknologi tepat guna ini penulis memilih tanaman nilam sebagai produk unggulan yang memiliki potensi tinggi dan mengangkat perekonomian masyarakat.

3| teknologi tepat guna

A. Sekilas Tentang Tanaman Nilam Nilam (Pogestemon cablin Benth) merupakan salah satu tanaman penghasil minyak atsiri yang penting, baik sebagai sumber devisa negara dan sumber pendapatan petani. Dalam pengelolaannya melibatkan banyak pengrajin serta menyerap ribuan tenaga kerja. Teknologi pengolahan minyak nilam ditingkat petani umumnya masih tradisional hal ini disebabkan oleh faktor sosial ekonomi dan faktor terbatas-nya teknologi yang diakses sehingga minyak yang dihasilkan mutunya masih rendah. Penge-ringan bahan baku nilam lebih baik tidak lang-sung pada sinar matahari dan penyimpanan bahan tidak lebih dari 1 minggu karena akan menurunkan produksi minyak nilam. Minyak nilam memiliki potensi strategis di pasar dunia sebagai bahan pengikat aroma wangi pada parfum dan kosmetika (Ditjen Perkebunan, 2006). Prospek ekspor minyak nilam dimasa datang masih cukup besar sejalan dengan semakin tingginya permintaan terhadap parfum dan kosmetika, trend mode dan belum berkembangnya materi subsitusi minyak nilam di dalam industri parfum maupun kosmetika. Nilam berasal dari daerah tropis Asia Tenggara terutama Indonesia dan Philipina, serta India, Amerika selatan dan China (Grieve, 2003). Di Indonesia, sentra produksi nilam di propinsi Nanggroe Aceh Darusalam dan Sumatera Utara. Pada sentra tersebut melibatkan banyak pengrajin serta menyerap ribuan tenaga kerja. Sebagai penghasil minyak nilam terbesar, Propinsi Nanggroe Aceh Darusalam memberikan kontribusi 70 % terhadap produksi nasional (Anonimous, 2003). Walaupun tanaman nilam telah dibudidayakan selama hampir 100 tahun, di daerah penghasil utama (Aceh dan Sumatera Utara), namun sampai sekarang teknologi pengolahan hasilnya masih tertinggal sehingga mutu minyak yang dihasilkan masih rendah. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor antara lain faktor sosial ekonomi petani dan faktor teknologi yang diakses masih terbatas. Minyak nilam merupakan salah satu jenis minyak atsiri yang digunakan dalam industri parfum, sabun dan kosmetika disamping itu juga dapat digunakan sebagai bahan pembuatan dapat 4| teknologi tepat guna

dimanfaatkan sebagai aroma terapi. Minyak nilam diperoleh dari hasil penyulingan daun, batang dan cabang tanaman nilam. Kadar minyak tertinggi terdapat pada daun dengan kandungan utamanya adalah patchauoly alkohol yang berkisar antara 30 50 %. Aromanya segar dan khas dan mempunyai daya fiksasi yang kuat, sulit digantikan oleh bahan sintetis (Rusli, 1991) B. SYARAT TUMBUH 1) Kesesuaian Iklim dan Lahan Lahan dan iklim sangat mempengarui produksi dan kualitas minyak nilam, terutama ketinggian tempat dan kesediaan air. Nilam yang tumbuh di dataran rendah sedang (0-700 m dpl) kadar minyaknya lebih tinggi dibandingkan nilam yang tumbuh di dataran tinggi (>700 m dpl). Nilam sangat peka terhadap kekeringan, kemarau panjang setelah panen dapat menyebabkan tanaman mati. Nilam dapat tumbuh diberbagai jenis tanah (aldosol,

latosol,regosol,podsolik, kambisol), akan tetapi tumbuh lebih baik pada tanah yang gembur dan banyak mengandung humus. Lahan harus bebas dari penyakit terutama penyakit layu bakteri, budog, nematode, dan penyakit yang disebabkan oleh jamur. 2) VARIETAS UNGGUL Nilam (pogostemon) termasuk family labiateae, ordo Lamiales,

klasAngiospermae dan devisi Spermatophita. Di Indonesia terdapat 3 jenis nilam yang dapat dibedakan antara lain dari karakter morfologi, kandungan dan kualitas minyak dan ketahanan terhadap cekaman biotic dan abiotik. Ketiga jenis nilam tersebut antara lain: 1. 2. 3. P. coblin Betht. Syn. P.patchouli (nilam jawa ) P. hortensis (nilam sabun)

Nilam aceh dan nilam sabun tidak berbunga. Yang paling luas penyebarannya dan yang banyak dibudidayalkan yaitu nilam aceh, karena kadar 5| teknologi tepat guna

minyak dan kualitas minyaknya lebih tinggi dari kedua jenis yang lainnya Nilam aceh merupakan tanamanintroduksi, diperkirakan daerah asalnya filiphina atau semenanjung Malaysia, masuk ke Indonesia lebih dari seabad yang lalu, setelah sekian lama berkembang di Indonesia , tidak tertutup kemungkinan terjadi perubahan perubahan dari sifat asalnya. Dari hasil explorasi ditemukan bermacam-macam tipe yang berbeda baik karakter morfologinya, kandungan minyak,sifat fisika kimia minyak dan sifat ketahanannya terhadap penyakit dan kekeringan. Nilam Aceh berkadar minyak tinggi (> 2.5%) sedangkan nilam jawa rendah (30%, merupakan syarat minimum untuk di ekspor, kadar PA yang tertinggi pada Tapak Tuan (33,31%).

7| teknologi tepat guna

Pemilihan Varietas Untuk memperoleh produksi mionyak yang tinggi, pilih farietas unggul, yang produksi atau kadar dan mutu minyak tinggi yaitu Tapak Tuan, Loksmawe dan Siditalang. Sel-sel minyak terutama terdapat pada daun, oleh karena itu produksi daun tinggi akan menhasilkan produksi minyak tinggi pula, apabila farietas tersebut mengandung kadar minyak yang tinggi. 3) PENGOLAHAN LIMBAH NILAM Limbah dari hasil penyulingan minyak nilam yang terdiri dari ampas daun dan batang mempunyai potensi dimanfaatkan se-bagai bahan pembuatan dupa, obat nyamuk bakar, dan pupuk kompos serta sisa air dari hasil penyulingan setelah dipekatkan dapat diman-faatkan sebagai bahan baku untuk aroma terapi. Dengan adanya diversifikasi pemanfaatan lim-bah pengolahan minyak nilam, diharapkan akan dapat meningkatkan nilai ekonomi usahatani nilam. Limbah hasil penyulingan daun masih mempunyai kadar hara yang tinggi dan berpotensi sebagai bahan baku pupuk organik yang baik. Teknologi pengomposan yang cepat dan efisien akan menghasilkan pupuk organik kompos yang bermutu tinggi. Selain itu, senyawa alelopati di dalam terna tersebut diharapkan akan berkurang dan hilang selama masa prosesing pengomposan.

Selain sebagai sumber bahan pupuk organik, limLimbah hasil prosesing minyak nilam banyak dijumpai diindustri penyulingan minyak nilam. Besarnya volume limbah nilam seringkali menjadi masalah bagi fihak industri pengolahan itu sendiri maupun lingkungan. Pengkomposan limbah nilam dengan cara menggunakan pupuk kandang atau pupuk kandang + kapur + EM4 1% selama 3 minggu menghasilkan kompos limbah nilam dengan status hara dan tingkat dekomposisi yang baik (Djazuli, 8| teknologi tepat guna

2002b). Pe