Makalah Meningitis

download Makalah Meningitis

of 21

  • date post

    31-Oct-2015
  • Category

    Documents

  • view

    1.081
  • download

    2

Embed Size (px)

description

ytuytg

Transcript of Makalah Meningitis

BAB I

PENDAHULUANDi negara maju banyak penyakit menular yang telah mampu diatasi, bahkan ada yang telah dapat dibasmi. Namun, masalah penyakit menular masih tetap dirasakan oleh sebagian besar penduduk negara berkembang, salah satunya adalah penyakit meningitis. Meningitis merupakan infeksi cairan otak yang disertai radang selaput otak dan medulla spinalis yang superfisial. Lebih dari 70 % kasus meningitis terjadi pada anak usia bawah lima tahun.

Meningitis adalah infeksi cairan otak disertai radang yang mengenai piameter (lapisan dalam selaput otak) dan arakhnoid serta dalam derajat yang lebih ringan mengenai jaringan otak dan medula spinalis yang superfisial/suatu peradangan selaput otak yang biasanya diikuti pula oleh peradangan otak/peradangan pada selaput meninges yang menyelubungi otak yang disebabkan oleh bakteri atau virus. Meningitis dibagi menjadi dua golongan berdasarkan perubahan yang terjadi pada cairan otak yaitu meningitis serosa dan meningitis purulenta. Meningitis serosa ditandai dengan jumlah sel dan protein yang meninggi disertai cairan serebrospinal yang jernih. Penyebab yang paling sering dijumpai adalah kumanTuberculosisdan virus.Meningitis purulenta atau meningitis bakteri adalah meningitis yang bersifatakut dan menghasilkan eksudat berupa pus serta bukan disebabkan oleh bakterispesifik maupun virus. Meningitis Meningococcusmerupakan meningitis purulenta yang paling sering terjadi. Penularan kuman dapat terjadi secara kontak langsung dengan penderita dan droplet infectionyaitu terkena percikan ludah, dahak, ingus, cairan bersin dan cairan tenggorok penderita. Saluran nafas merupakanport dentre utama pada penularan penyakit ini. Bakteri-bakteri ini disebarkan pada orang lain melalui pertukaran udara dari pernafasan dan sekresi-sekresi tenggorokan yang masuk secara hematogen (melalui aliran darah) ke dalam cairan serebrospinal dan memperbanyak diri didalamnya sehingga menimbulkan peradangan pada selaput otak dan otak.

BAB IILAPORAN KASUS

Seorang anak usia 1 tahun mengalami kejang sebanyak 3 kali dan demam. Kejang baru pertama kali dan tidak ada riwayat trauma kepala. Pada pemeriksaan fisis didapatkan berat 9 kg, somnolen, suhu 39,5C disertai tanda rangsangan meningeal. Anda diminta untuk merancang tindakan medik pada kasus tersebut.BAB III

PEMBAHASAN KASUSIDENTITAS PASIEN

Nama

: -Usia

: 1 tahunPekerjaan: -Status

: -Alamat

: -ANAMNESISRiwayat Penyakit Sekarang

Apakah kejang ini baru pertama kalinya atau sudah pernah sebelumnya (bila sudah pernah berapa kali (frekuensi per tahun)?

Bagaimana waktu terjadinya kejang, lamanya, frekuensi, interval antara 2 serangan kejang ?

Apakah terjadi kejang ulangan dalam 24 jam?

Bagaimana sifat kejang (sebagian tubuh atau seluruh anggota tubuh) ?

Bagaimana riwayat kejang sebelumnya, apakah kejang disertai demam atau tidak disertai demam atau epilepsi ?

Apakah terdapat penurunan kesadaran sebelum dan sesudah kejang ?

Adakah gejala lain yang menyertai (kesadaran menurun, merancau, mengigau, mencret, muntah, sesak nafas ?

Apakah terdapat riwayat gangguan neurologis (menyingkirkan diagnosis epilepsi) ?

Bagaimana riwayat demam (sejak kapan, timbul mendadak atau perlahan, menetap atau naik turun) ?

Apakah terdapat penyakit lain sebelum demam terjadi ? (infeksi saluran napas, otitis media, gastroenteritis)

Riwayat Pengobatan

Apakah pasien sudah mendapat pengobatan sebelumnya ?

Bila telah mendapat pengobatan sebelumnya, kapan berobat, obat yang sudah diberikan, hasil dari pengobatan tersebut ?

Riwayat Kehamilan Ibu

Perlu ditanyakan kesehatan ibu selama hamil, ada atau tidaknya penyakit ?

Riwayat mengkonsumsi obat-obatan tertentu, merokok, minuman keras, konsumsi makanan ibu selama hamil? (Asfiksia, infeksi intrapartum,dsb yang mungkin berhubungan dengan kejang pada pasien) ?

Riwayat Persalinan

Bagaimana keadaan bayi setelah lahir, berat badan dan panjang badan bayi saat lahir dan hari-hari pertama setelah lahir ?

Apakah masa kehamilan cukup bulan atau kurang bulan ? Riwayat Imunisasi

Apakah penderita mendapat imunisasi secara lengkap, rutin, sesuai jadwal yang diberikan ?

Riwayat Tumbuh Kembang

Bagaimana riwayat pertumbuhan dan perkembangan ?

Riwayat Keluarga

Apakah terdapat riwayat kejang demam pada pada keluarga lainnya (ayah, ibu, atau saudara kandung) ?

HIPOTESIS Kejang demam

Infeksi: meningitis, ensefalitis Trauma kepala

Gangguan metabolik : hipoglikemia, hiponatremia, hipoksemia, hipokalsemia, gangguan elektrolit.

Lain-lain: epilepsi, perdarahan intrakranial, idiopatikPEMERIKSAAN FISIKTanda vital

Kesadaran : Somnolen ( Terdapat penurunan kesadaran ringan, seperti orang mengantuk namun mudah dibangunkan kembali.

Suhu : 39,5oC (Febris (Normal: 36,5 37,2oC). BB : 9 kg ( Normal untuk usia 12 bulan.1Pemeriksaan Neurologis

Tanda rangsang meningeal (+) ( Bila selaput otak meradang, misalnya pada meningitis, atau di rongga subarakhnoid terdapat benda asing, maka hal ini dapat merangsang selaput otak dan muncul tanda rangsang meningeal.2PEMERIKSAAN ANJURAN

1. Pungsi lumbal

Pemeriksaan cairan serebrospinal (CSF) dilakukan untuk menegakkan atau menyingkirkan kemungkinan meningitis encephalitis. Bila yakin bukan meningitis secara klinis tidak perlu dilakukan pungsi lumbal.

Pungsi lumbal dianjurkan pada:

Bayi kurang dari 12 bulan sangat dianjurkan dilakukan

Bayi antara 12-18 bulan dianjurkan

Bayi > 18 bulan tidak rutin2. Elektroensefalografi

Pemeriksaan elektroensefalografi (EEG) tidak dapat memprediksi kemungkinan berulangnya kejang, atau memperkirakan kemungkinan terjadinya epilepsi dikemudian hari. Oleh sebab itu pemeriksaan EEG pada kejang demam tidak dianjurkan. Pemeriksaan EEG dilakukan setelah 1 minggu bebas demam bertujuan untuk mencari penyebab lain dari kejang.

DIAGNOSIS KERJAMENINGITISPENATALAKSANAANPengobatan intermitten Turunkan demam :

Anti Piretika : Paracetamol 10 mg/KgBB/dosis PO atau Ibuprofen 5 10 mg/KgBB/dosis PO, keduanya diberikan 3 4 kali per hari.

Kompres : suhu > 39 C dengan air hangat, suhu > 38 C dengan air biasa. Penanganan suportif lainnya meliputi : bebaskan jalan nafas, pemberian oksigen, menjaga keseimbangan air dan elektrolit, pertahankan keseimbangan tekanan darah. Tidurkan penderita pada posisi terlentang, hindari dari trauma pada bibir dan lidah dengan pemberian spatel lidah atau sapu tangan diantara gigi.Pencegahan Kejang

Pencegahan berkala ( intermiten ) untuk kejang demam sederhana dengan Diazepam 0,3 mg/KgBB/dosis PO dan anti piretika pada saat anak menderita penyakit yang disertai demam.

Pencegahan kontinu untuk kejang demam komplikata dengan Asam Valproat 15 40 mg/KgBB/hari PO dibagi dalam 2 3 dosis.

KOMPLIKASIKomplikasi yang sering terjadi pada meningitis adalahpeningkatan TIK yang menyebabkan penurunan kesadaran. Komplikasi lain pada meningitis yaitu disfungsi neurologi, disfungsi saraf kranial (N III,IV, VII atau VIII ), hemiparesis, dysphasia dan hemiparesia. Mungkin juga dapat terjadi syok, gangguan koagulasi, komplikasi septik (bacterial endokarditis) dan demam yang terus menerus. Hidrosefalus dapat terjadi jika eksudat menyebabkan adhesi yang dapat mencegah aliran CSF normal dari ventrikel. DIC (Disseminated Intravascular Coagulation) adalah komplikasi yang serius pada meningitis yang dapat menyebabkan kematian.PROGNOSISMeningitis bakterial

Makin muda umur pasien makin jelek prognosisnya; pada bayi baru lahir yang menderita meningitis angka kematian masih tinggi. Infeksi berat disertai DIC mempunyai prognosis yang kurang baik. Apabila pengobatan terlambat ataupun kurang adekuat dapat menyebabkan kematian atau cacat yang permanen. Infeksi yang disebabkan bakteri yang resisten terhadap antibiotik dapat bersifat fatal.

Meningitis Viral Penyakit ini self-limited dan penyembuhan sempurna dijumpai setelah 3-4 hari pada kasus ringan dan setelah 7-14 hari pada keadaan berat.

BAB IVTINJAUAN PUSTAKAMeningitis adalah infeksi cairan otak disertai radang yang mengenai piameter(lapisan dalam selaput otak) dan arakhnoid serta dalam derajat yang lebih ringan mengenai jaringan otak dan medula spinalis yang superfisial/suatu peradangan selaput otak yang biasanya diikuti pula oleh peradangan otak/peradangan pada selaput meninges yang menyelubungi otak yang disebabkan oleh bakteri atau virus.Meningitis dibagi menjadi dua golongan berdasarkan perubahan yang terjadipada cairan otak yaitu meningitis serosa dan meningitis purulenta. Meningitis serosaditandai dengan jumlah sel dan protein yang meninggi disertai cairan serebrospinalyang jernih. Penyebab yang paling sering dijumpai adalah kuman Tuberculosis danvirus.

Meningitis purulenta atau meningitis bakteri adalah meningitis yang bersifatakut dan menghasilkan eksudat berupa pus serta bukan disebabkan oleh bakterispesifik maupun virus. Meningitis Meningococcus merupakan meningitis purulentayang paling sering terjadi.Penularan kuman dapat terjadi secara kontak langsung dengan penderita dandroplet infection yaitu terkena percikan ludah, dahak, ingus, cairan bersin dan cairantenggorok penderita.17 Saluran nafas merupakan port dentree utama pada penularanpenyakit ini. Bakteri-bakteri ini disebarkan pada orang lain melalui pertukaran udara dari pernafasan dan sekresi-sekresi tenggorokan yang masuk secara hematogen(melalui aliran darah) ke dalam cairan serebrospinal dan memperbanyak diri didalamnya sehingga menimbulkan peradangan pada selaput otak .

A. Jenis-jenis Meningitis

Meningitis Viral

a) Identifikasi.

Relatif sering ditemukan namun penyakit ini jarang s