Makalah Korteks Cerebri OK

download Makalah Korteks Cerebri OK

of 36

  • date post

    02-Jun-2018
  • Category

    Documents

  • view

    507
  • download

    42

Embed Size (px)

Transcript of Makalah Korteks Cerebri OK

  • 8/10/2019 Makalah Korteks Cerebri OK

    1/36

    1

    BAB I

    PENDAHULUAN

    1.1

    Latar Belakang

    Sistem saraf merupakan salah satu bagian yang menyusun sistem

    koordinasi yang bertugas menerima rangsangan, menghantarkan rangsangan

    ke seluruh bagian tubuh, serta memberikan respons terhadap rangsangan

    tersebut. Pengaturan penerima rangsangan dilakukan oleh alat indera,

    pengolah rangsangan dilakukan oleh saraf pusat yang kemudian meneruskan

    untuk menanggapi rangsangan yang datang dilakukan oleh sistem saraf dan

    alat indera. Sistem saraf pusat meliputi otak (ensephalon) dan sumsum tulang

    belakang (medulla spinalis). Dalam hal ini, otak terbagi atas otak besar

    (serebrum), batang otak dan otak kecil (serebelum). Pada serebrum, khususnya

    pada bagian antara otak tengah dan otak depan terdapat talamus dan

    hipotalamus yang berpengaruh bagi kelangsungan sistem persyarafan.

    Sistem Limbik merupakan keseluruhan neuronal yang mengatur tingkah

    laku emosional dan dorongan motivasional. Bagian utama dari system limbik

    adalah hipotalamus. Area ini mengatur perilaku, mengatur banyak kondisi

    internal dari tubuh seperti suhu tubuh, osmolalitas cairan tubuh, dan dorongan

    untuk makan dan minum serta mengatur berat badan..

    1.2Rumusan Masalah

    Rumusan masalah pada makalah ini adalah :

    1. Bagaimanakah anatomi dari Corteks cerebri?

    2. Apa saja fungsi dari area kortikal khusus?

    3.

    Bagaimana anatomi dan fisiologi dari sistem Limbik dan Hipotalamus?1.3Tujuan

    Tujuan dalam makalah ini adalah :

    1. Mengetahui anatomi dari Corteks cerebri.

    2. Mengetahui fungsi dari area kortikal khusus.

    3. Mengetahui anatomi dan fisiologi dari sistem Limbik dan Hipotalamus.

  • 8/10/2019 Makalah Korteks Cerebri OK

    2/36

    2

    BAB II

    PEMBAHASAN

    2.1

    Korteks Cerebri

    2.1.1 Anatomi Korteks Cerebri

    Cerebrum

    merupakan bagian terbesar

    dari otak manusia, dibagi

    menjadi dua belahan yaitu

    hemisfer serebrum kiri dan

    kanan. Keduanya

    dihubungkan satu sama lain

    oleh corpus callosum, suatu

    pia tebal yang mengandung

    sekitar 300 juta akson saraf

    yang melintangi kedua hemisfer. Setiap hemisfer terdiri dari sebuah lapisan luar

    yang tipis yaitu substansia grissea (bahan abu-abu) atau korteks serebri, menutupi

    bagian tengah yang lebih tebal yaitu substansia alba (bahan putih). Jauh di sebelah

    dalam substansia alba terdapat substansia grissea lain yaitu nukleus-nukleus basal.

    Korteks serebrum terorganisasi menjadi empat pasangan lobus yang

    mengalami spesialisasi untuk aktivitas-aktivitas yang berlainan. Patokan anatomis

    yang digunakan adalah lipatan-lipatan dalam tertentu yang membagi setiap

    belahan korteks menjadi empat lobus utama: lobus oksipitalis, temporalis,

    parietalis, dan frontalis. Korteks serebri terdiri atas banyak lapisan sel saraf yang

    merupakan substansi kelabu serebrum. Korteks serebri ini tersusun dalam banyakgulungan-gulungan dan lipatan yang tidak teratur, dan dengan demikian rupa

    menambah daerah permukaan korteks cerebri, persis sama seperti melipat sebuah

    benda yang justru memperpanjang jarak sampai titik ujung yang sebenarnya.

    Substansi putih terletak agak lebih dalam dan terdiri atas serabut saraf milik sel-

    sel pada korteks.

    Korteks cerebri ini mepunyai beberapa susunan lapisan yakni:

  • 8/10/2019 Makalah Korteks Cerebri OK

    3/36

  • 8/10/2019 Makalah Korteks Cerebri OK

    4/36

    4

    yang lazim menggunakan anggota badannya yang sebelah kanan, daerah broca

    terletak pada sisi kiri hemisifer, sebaliknya pada orang-orang kidal, daerah broca

    terletak pada posisi kanan hemisifer.

    Korteks sensorik terletak persis dibelakang sulkus sentralis. Disini

    berbegai sifat perasaan dirasakan dan ditafsir. Daerah auditorik (pendengaran)

    terletak pada lobus temporalis, persis di bawah fisura longitudinalis. Di sini kesan

    suara diterima dan ditafsirkan. Daerah visual (penglihatan) terletak pada ujung

    lobus oksipitalis yang menerima bayangan serta kesan-kesan untuk ditafsirkan.

    Pusat pengecapan dan penciuman terletak agak di sebelah depan pada lobus

    temporalis. Subssanti putih pada hemisfer otak terdiri atas serabut saraf yang

    bergerak ked an dari korteks, dan menyambungkan berbagai pusat pada otak

    dengan sumsum tulang belakang.

    2.2 Kortikal Khusus

    Belahan otak membentuk

    bagian terbesar dari otak manusia dan

    terletak di atas sebagian besar struktur

    otak yang lain. Mereka ditutupi

    dengan lapisan kortikal dengan

    topografi yang berbelit-belit. Di bawah

    otak besar terletak batang otak, yang

    menyerupai tangkai pada otak yang

    terpasang. Pada bagian belakang otak, di bawah otak besar dan di belakang

    batang otak, adalah, otak struktur dengan permukaan horizontal berkerut yang

    membuatnya tampak berbeda dari daerah otak lainnya.Korteks otak pada dasarnya adalah lembaran jaringan saraf, dilipat dengan

    cara yang memungkinkan area permukaan besar agar sesuai dalam batas-batas

    tengkorak. Setiap belahan otak, pada kenyataannya, memiliki luas permukaan

    total sekitar 1,3 meter persegi. Anatomi masing-masing panggilan kortikal

    melipat sulcus, dan daerah lipatan halus antara gyrus sebuah. Kebanyakan otak

    manusia menunjukkan pola yang serupa lipat, namun ada cukup variasi bentuk

    dan penempatan lipatan untuk membuat otak setiap unik. Namun demikian, pola

  • 8/10/2019 Makalah Korteks Cerebri OK

    5/36

    5

    ini konsisten cukup untuk setiap utama kali lipat untuk memiliki nama, misalnya,

    "gyrus frontalis superior", "postcentral sulcus", atau "sulkus trans-oksipital". fitur

    lipat Jauh di dalam otak seperti fisura antar-belahan otak dan lateral, dan korteks

    insular yang hadir di hampir semua mata pelajaran normal.

    Pengaturan kortikal, terutama

    sistem sensoris, seringkali

    dideskripsikan dalam ranah

    pemetaan. Misalnya, informasi

    sensoris dari proyek kaki ke satu

    situs kortikal dan proyeksi dari

    target tangan di situs lain. Sebagai

    akibat dari pengaturan somatotopik

    input sensoris tersebut terhadap korteks, perwakilan kortikal tubuh menyerupai

    peta (atau homunculus). Pemetaan yang terjadi mempunyai beberapa bagian

    dengan fungsi-fungsi yang berbeda, bagian-bagian tersebut diantaranya adalah:

    (1)Somestetik Primer; (2)Korteks Frontalis; (3)Lapangan pandang frontal;

    (5)Asosiasi Somestetik; (6)Korteks Prafrontalis; (7)Korteks Visual Primer;

    (8)Korteks Asosiasi Visual; (9)Korteks Asosiasi Auditorik; (10)Korteks

    Parietalis; (11)Korteks Auditorik Primer; (12)Area Bicara Motorik Broca. Fungsi

    bagian-bagian tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini:

    Area Bagian Fungsi

    1, 2, 3 Somestetik Primer

    Menerima sensasi dari semua bagian

    tubuh sekaligus kesadarannya. Sensasi

    umum ini mencakup antara lain: nyeri,

    suhu, raba dan tekan

    4 Korteks FrontalisBertanggungjawab untuk gerakan-

    gerakan voluntar (disengaja)

    6, 8Lapangan pandang

    frontal

    bertanggungjawab untuk gerakan-

    gerakan menyidik voluntar dan deviasi

    konjugat dari mata dan kepala.

    5, 7Asosiasi

    Somestetik

    Menerima dan mengintegrasi berbagai

    modalitas sensorik, misalnya

  • 8/10/2019 Makalah Korteks Cerebri OK

    6/36

    6

    mengindentifikasikan mata uang dalam

    tangan tanpa melihat.

    9, 10, 11, 12Korteks

    Prafrontalis

    Melakukan kegiatan intelektual

    kompleks, beberapa fungsi ingatan, rasa

    tanggungjawab untuk melakukan

    tindakan dan sikap yang dapat diterima

    oleh masyarakat, ide-ide, pikiran yang

    kreatif, penilaian dan pandangan ke

    masa depan.

    17Korteks Visual

    Primer

    Menerima informasi penglihatan dan

    menyadari sensasi warna.

    18, 19Korteks Asosiasi

    Visual

    Bagian ini menyebabkan informasi-

    informasi penglihatan menjadi berarti,

    berperan juga dalam refleks gerakan

    mata apabila sedang memandang atau

    mengikuti suatu objek.

    22Korteks Asosiasi

    Auditorik

    interpretasi dari korteks auditorik primer

    dan bekerjasama dengan area Wernicke

    di dekatnya untuk pemahaman bahasa

    melalui pendengaran tersebut.

    40 Korteks ParietalisBertanggungjawab untuk mengenal

    benda melalui sentuhan.

    41, 42Korteks Auditorik

    PrimerBerfungsi sebagai penerima suara.

    44, 45 Area Bicara

    Motorik Broca

    Bertanggungjawab atas pelaksanaan

    motorik berbicara.

    2.3 Sistem Limbik

    Sistem limbik merupakan keseluruhan neuronal yang mengatur tingkah

    laku emosional dan dorongan motivasional. Bagian utama dari system limbik

    adalah hipotalamus. Area ini mengatur perilaku, mengatur banyak kondisi internal

    dari tubuh seperti suhu tubuh, osmolalitas cairan tubuh, dan dorongan untuk

  • 8/10/2019 Makalah Korteks Cerebri OK

    7/36

    7

    makan dan minum serta mengatur berat badan. Di sekeliling hipotalamus terdapat

    struktur subkortikal dari system limbik yang mengelilinginya, meliputi septum,

    area paraolfaktoria, epitalamus, nuclei anterior talamus, bagian ganglia basalis,

    hipokampus, dan amigdala(Yohan,2011).

    Di sekeliling area subkortikal limbik terdapat korteks limbik terdiri atas

    sebuah cincin korteks serebri yang dimulai dari area orbitofrontalis pada

    permukaan ventral lobus frontalis, menyebar ke atas di dalam girus subkalosaldi

    bawah bagian anterior korpus kalosum, melewati ujung ata