Makalah Kisah 5 Orang Sukses Di Indonesia

download Makalah Kisah 5 Orang Sukses Di Indonesia

of 16

Embed Size (px)

description

Kisah 5 Orang Sukses

Transcript of Makalah Kisah 5 Orang Sukses Di Indonesia

  • 1. Kisah 5 Orang SuksesDi Indonesia

2. Kisah Sukses:Perjalanan Hidup Chairul Tanjung Si Anak SingkongNama anak singkong terinspirasi dari panggilan Chairul Tanjung saat kecil yaitu anak singkongyang berarti anak kampungan.Chairul Tanjung, pria yang lahir di Jakarta pada 16 Juni 1962 ini dikenal sebagai pendiri sekaligusCEO dari CT Corp. yang sebelumnya bernama Para Grup.Karier dan KehidupanChairul Tanjung lahir dari sebuah keluarga berada, ayahnya seorang wartawan surat kabar kecilpada jaman orde lama, A.G Tanjung. Pada saat orde baru terbentuk, usaha ayahnya harus ditutupkarena tulisannya banyak berseberangan secara politik saat itu dengan penguasa, hal ini membuatorang tuanya harus menjual rumah dan pindah tinggal di kamar losmen yang sempit. Keduaorangtuanya sangat tegas dalam mendidik anak anaknya termasuk Chairul Tanjung. Orang tuanyamemiliki prinsip agar keluar dari jerat kemiskinan, pendidikan adalah langkah yang harus ditempuh,itulah kenapa dengan segala daya dan upaya orang tua Chairul Tanjung selalu berusaha untuktetap menyekolahkan anak anaknya, tak terkecuali Chairul Tanjung. Ibu Halimah, ibu kandungChairul Tanjung menyatakan harus menjual kain batik halusnya untuk membiayai Chairul Tanjungmasuk ke Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia.Chairul Tanjung menuntaskan pendidikannya di SMA Boedi Oetomo pada tahun 1981, kemudiandia melanjutkan pendidikan nya di Universitas Indonesia. Selama kuliah Chairul Tanjung dikenalsebagai mahasiswa yang teladan, hal ini terbukti dari penghargaan yang dia peroleh pada tahun1984-1985 sebagai mahasiswa teladan tingkat nasional.Insting bisnis Chairul Tanjung dimulai saat dia masih duduk di bangku kuliah, untuk membiayaikuliahnya Chairul Tanjung sempat membuka usaha fotokopi di Universitas Indonesia, dia jugasempat berjualan kaos dan buku kuliah stensilan, selain itu dia juga pernah mendirikan sebuah tokoperalatan kedokteran dan laboratorium, namun usahanya belum berhasil. Ketika lulus kuliah diabersama dengan beberapa rekannya mendirikan PT. Pariarti Shindutama pada tahun 1987 denganmodal awal Rp.150 juta yang dia peroleh dari Bank Exim, kala itu PT Pariarti yang bergerak dalam 3. bidang produksi sepatu anak-anak ekspor, mampu memperoleh pesanan 160 ribu pasang sepatudari Italia. namun karena adanya perbedaan pandangan dalam hal ekspansi bisnis membuatperusahaan ini harus bubar dan Chairul Tanjung memilih untuk keluar dan memilih untuk membuatperusahaan sendiri.Setelah keluar dari PT Pariarti, Chairul Tanjung membidik tiga bisnis inti yaitu Keuangan, Propertidan Multimedia. Lalu beridiri lah Para Grup ynag terkenal itu, Perusahaan Konglomerasi ini memilikiPara Inti Holindo sebagai father holding company yang membawahi beberapa sub holding yakniPara Inti Propertindo (properti), Para Global Investindo (bisnis keuangan),dan nti Investindo(mediadan investasi).Dalam bidang properti Para Grup memiliki Bandung Supermall yang menghabiskan dana hingga Rp99 miliar, Bandung Supermal adalah Central Business District di Bandung yang mulai difungsikanpada tahun 1999. Sementara di bidang Investasi, pada tahun 2010 Para Grup melalui perusahaannya Trans Corp membeli 40% saham Carrefour, MoU pembelian saham ini ditandatangani diPerancis tanggal 12 Maret 2010.Pada tahun yang sama Forbes merilis daftar orang terkaya di dunia dan Forbes memasukkan namaChairul Tanjung sebagai salah satu orang terkaya asal Indonesia, pada tahun 2011 Forbes kembalimemasukkan namanya di peringkat 11 orang terkaya di Indonesia dengan nilai kekayaan se besar2,1 miliar dolar AS.Chairul Tanjung meresmikan perubahan nama Para Grup pada 1 Desember 2011 menjadi CT Corp,CT merupakan kependekan dari namanya sendiri, CT Corp terdiri dari tiga perusahaan sub holdingyaitu Mega Corp, Trans Corp dan CT Global resources yang meliputi layanan financial, media,hiburan, baya hidup dan sumber daya alam.PemikiranBagi Chairul Tanjung yang penting dalam sebuah bisnis itu adalah mengembangkan jaringan ataunetworking, tidak hanya berteman dengan perusahaan yang sudah ternama karena penting jugauntuk membuka hubungan baik sekalipun dengan perusahaan yang belum ternama bahkan Chairul 4. Tanjung menggambarkan hubungan baik dengan pengantar surat sekalipun adalah hal yang penting,jika perusahaan sepi order maka relasi seper ti ini bisa dimanfaatkan untuk membuka lagi order.Dalam hal Investasi Chairul Tanjung tidak alergi bersinergi dengan perusahaan-perusahaanmultinasional, Chairul Tanjung tidak menutup kemungkinan untuk bekerja sama dengan perusahaanperusahaan tersebut menurutnya ini bukan upaya untuk menjual negara namun ini merupakanupaya perusahaan nasional Indonesia untuk bisa berdiri dan mejadi tuan rumah di negeri sendiri.Menurut Chairul Tanjung modal memang penting dalam sebuah bisnis namun kemauan dan kerjakeras adalah hal lain yang wajib dimiliki oleh seorang pengusaha namun mendapatkan mitra kerjayang handal adalah segalanya, baginya membangunkepercayaan pasar sama pentingnya denganmembangun integritas disinilah penting nya jaringan dalam sebuah bisnis.Bagi generasi muda yang akan terjun berbisnis, Chairul Tanjung berpesan agar generasi muda mausabar dan menapaki tangga bisnis satu persatu karena membangun bisnis itu tidak sepertimembalikkan te;apak tangan dibutuhkan kesabaran dan kekuatan agar jangan pernah menyerah,jangan sampai terpancing untuk menggunakan jalan pintas (instant) karena dalam usaha kesabaranadalah kata kuncinya, memang sangat manusiawi jika seseorang dalam berusaha ingin segeramendapatkan hasilnya namun tidak semua hasil bisa diterima secara langsung. 5. Kisah SuksesHartono Bersaudara dan Kerajaan Bisnis DjarumKerajaan Bisnis Nomor 1 Di Indonesia Milik Robert Budi & Michael HartonoMewarisi sebuah perusahaan merupakan hal yang wajar namun mengembangkannya menjadisebuah kerajaan bisnis merupakan pencapaian luar biasa yang hanya bisa dilakukan oleh segelintirorang, dan salah satunya adalah Robert Rudi Hartono dan Michael Bambang Hartono yangmerupakan pemilik kerajaan bisnis Group Djarum, yang menurut data Forbes pada Mar et 2011merupakan orang kaya nomor 1 di Indonesia, dengan total kekayaan keduanya ditaksir mencapaiRp. 170 Trilyun atau sekitar US $ 15 milyar.Kiprah Robert Budi dan Michael Hartono Membangun Kerajaan Bisnis di IndonesiaJika dulu orang terkaya di Indonesia adalah Sadono Salim atau Liem Sioe Liong, kini telah hadirsebuah nama baru yang berhasil mempertahankan bahkan mengembangkan sebuah usaha rokokyang bernama Djarum, dari sang ayah Oei Wie Gwan pada tahun 1963. Di mana pada saat itukondisi usaha rokok ini sedang mengalami keterpurukan akibat terbakarnya pabrik pengolahanrokok. Namun dengan semangat pantang menyerah disertai dengan sentuhan tangan dingin dariRobert Budi dan Michael Hartono, perusahaan rokok bernama Djarum ini kembali Berjaya bahkanmenjadi salah satu yang terbesar di Indonesia dengan menguasai pasaran rokok sebesar 20% dari240 milyar batang pertahun total produksi nasional.Tak puas membesarkan Djarum, Hartono bersaudara mulai mengembangkan sayap bisnisnya kebidang usaha yang lain seperti usaha perbankan, properti, agrobisnis, dan yang teranyar mulaimerambah usaha elektronik dan dunia maya. Untuk sektor perbankan, Robert Budi dan MichaelHartono pada awalnya mengelola sebuah bank yang masih berskala kecil bernama Bank Hagakitadan Bank Haga. Namun Duo Hartono selalu berusaha untuk terus maju dan bertambah besardengan masuk ke dalam konsorsium Faralon Investment Limited (FIL) yang kemudian membelisebuah Bank BCA di tahun 2002, yang merupakan sebuah Bank yang berskala nasional. Padaawalnya kepemilikian saham dari Hartono Bersaudara hanya sekitar 10%, namun seiring denganpertambahan waktu jumlah saham terus meningkat menjadi 47,15% di tahun 2007, dan di tahun 6. 2010 Duo Hartono memutuskan menjual saham mereka di Bank Hagakita dan Bank Haga kemudianmemperbesar porsi saham di Bank BCA menjadi 51%. Kehebatan dari Robert Budi dan MichaelHartono ini tak berhenti sampai di situ, namun terus berlanjut dengan memindahkan kantor pusatBCA yang awalnya berada di Wisma BCA di daerah Jl. Jendral Sudirman, Jakarta ke kompleksGrand Indonesia, yang juga merupakan milik dari Hartono Bersaudara. Penyatuan kantor pusat BCAdengan kompleks Grand Indonesia seolah menjadi sebuah tugu dan lambang kehebatan dari RobertBudi dan Michael Hartono dalam dunia bisnis di Indonesia.Di bidang properti, Duo Hartono di bawah bendera Group Djarum berhasil menjaga eksistensimereka dengan mendirikan berbagai perusahaan, diantaranya adalah Fajar Surya Perkasa yangberhasil mendulang rupiah dengan membangun Mall Daan Mogot di Jakarta dan perusahaanNagaraja Lestari yang membangun sebuah pusat grosir dan perbelanjaan Pulogadung Trade Centerdi Jakarta. Dan yang paling membuat Group Djarum mengokohkan posisinya di percaturan bisnisproperti Indonesia adalah dengan membangun sebuah pusat perbelanjaan yang menjadi salah satuikon di Jakarta yaitu WTC Mangga Dua melalui perusahaan Inti Karya Bumi Indah. Dan lewatperusahaan properti yang satu ini, Group Djarum membangun sebuah Masterpiece dan lambangkejayaan dari Robert Budi dan Michael Hartono yaitu sebuah megaproyek yang dibangun di lokasiHotel Indonesia, yang terbagi menjadi empat bagian yaitu apartemen, gedung perkantoran, pusatperbelanjaan, dan hotel. Dengan nilai investasi fantastik yang mencapai Rp 1,3 trilyun. Namunselain itu Group Djarum juga berhasil mengembangkan bisnis properti mereka mulai dari perumahansampai hotel di berbagai lokasi yang mencakup wilayah di Bali dengan mendirikan Bali Padma Hotel,di Semarang membangun Perumahan Graha Padma dan Bukit Muria, sedangkan di Jawa Baratmembangun Perumahan Karawang Resinda di Karawang.Sedangkan pengembangan bisnis di bidang Agrobisnis, Hartono Bersaudara mendirikan HartonoPlantations Indonesia yang mengelola perkebunan kelapa sawit dan membeli sebuah produsenpalm dan coconut oil untuk produk shampo bernama Salim Oleochemicals pada tahun 2001. 7. Kisah SuksesSeorang Anthony Sal