makalah kesling

download makalah kesling

of 26

  • date post

    14-Feb-2015
  • Category

    Documents

  • view

    193
  • download

    15

Embed Size (px)

Transcript of makalah kesling

PENGOLAHAN SAMPAH PADAT(Mata Kuliah Kesehatan Lingkungan)

KELOMPOK IV 1. Oktini 2. Herlinda Octavera 3. Sekar Purnama Ningsih 4. Anissa Tussholiha 5. Miranda Novalina 6. Eka Sasmita Sari 7. Eka Fitriyanie 8. Nanin Navariastami 04091003011 04091003012 04091003024 04091003025 04091003029 04091003037 04091003040 04091003051

PROGRAM STUDI ILMU KEPERAWATAN

FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS SRIWIJAYA 2011

KATA PENGANTARPuji syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa pada akhirnya makalah yang berjudul Pengolahan Sampah Padat ini terselesaikan juga. Makalah ini berisi tentang hal-hal yang berkaitan dengan sampah padat yang ada di sekitar kita. Ucapan terima kasih penyusun tujukan pada Dosen Pembimbing yakni Bpk. Ns.Jaji S.Kep.M.Kep yang telah membantu dalam penyelesaan makalah ini Penyusun juga megucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah membantu dalam pencarian bahan guna isi dari makalah ini. Akhir kata,semoga makalah ini dapat di gunakan dan bermanfaat bagi semuanya.

Inderalaya,

April 2011

Penyusun

DAFTAR ISIi. Halaman judul ............................................................................................ i

ii. Kata pengantar ............................................................................................ ii iii. Daftar isi ..................................................................................................... iii Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang ...................................................................................... 1 1.2 Rumusan Masalah ................................................................................. 2 1.3 Tujuan ................................................................................................... 3 Bab II Tinjauan Pustaka .................................................................................. 4 Bab III Isi ........................................................................................................... 6 3.1 Pengertian Sampah Padat ....................................................................... 6 3.2 Faktor yang mempengaruhi penghasilan sampah padat ......................... 3.3 TPS/TPA ................................................................................................. 3.4 Open Dumping ....................................................................................... 3.5 Sanitary Landfill ..................................................................................... 3.6 Incenerator ............................................................................................. 3.7 Komposting ........................................................................................... Bab IV Kesimpulan .......................................................................................... Daftar Pustaka ...................................................................................................

BAB I PENDAHULUAN1.1.Latar Belakang Manusia dan lingkungan merupakan satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan dan saling terkait antar satu dengan lainnya. Manusia membutuhkan kondisi lingkungan yang baik agar dapat melaksanakan aktivitasnya, sebaliknya kondisi lingkungan yang baik tergantung pada aktivitas manusia terhadap lingkungan. Perkotaan sebagai pusat aktivitas telah berkembang dengan pesat dan berperan sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, kebudayaan, pariwisata, transportasi maupun industri. Perkembangan industri dan pertambahan jumlah penduduk yang semakin meningkat dari tahun ke tahun, meningkatkan sampah industri dan sampah domestik yang dihasilkan oleh penduduk sehingga semakin membebani tanah, udara dan sungai yang mengalir dalam wilayah perkotaan. Akibat pertambahan jumlah penduduk yang setiap tahunnya mengalami peningkatan, jarang sekali dalam suatu wilayah kota di temukan ruang terbuka yang dapat digunakan untuk daerah pemukiman yang layak. Ini disebabkan karena ruang terbuka tersebut berubah fungsi menjadi tempat pembuangan berbagai macam sampah dari hasil aktivitas manusia,berupa sampah dari kegiatan rumah tangga, perkantoran, lembaga (instansi), pasar, terminal, restoran serta industri. Secara garis besar, sampah perkotaan berasal dari pencemaran yang disebabkan oleh industri dan sektor domestik yang menghasilkan limbah domestik (sampah domestik).

Sampah domestik ini terdiri dari sampah organik dan sampah non organik. Sampah organik berasal dari mahluk hidup yang dapat terdegradasi sedangkan sampah non organik yang tidak dapat terdegradasi misalnya: plastik, kaleng, kaca, dan lain-lain. Selain sampah organik dan sampah non organik terdapat juga yang disebut sampah berbahaya misalnya: baterai, jarum suntik, dan lain-lain. Sementara sampah industri terdiri dari emisi dari proses pembakaran, limbah cair (sampah cair), limbah padat (sampah padat). Volume sampah dan jenis yang dihasilkan tergantung dari pola komsumsi suatu masyarakat dalam suatu wilayah. Semakin tinggi tingkat pendapatan masyarakat tersebut maka semakin tinggi pula volume sampah yang dihasilkan dan semakin banyak jenis sampah yang dihasilkan.Tetapi pada umumnya sebagian besar sampah yang di hasilkan adalah jenis sampah organik (sampah basah), yaitu mencakup 60-70 % dari total volume sampah (Kementerian Lingkungan Hidup, 2008). Pengelolahan persampahan di perkotaan merupakan suatu sistem yang saling berinteraksi membentuk kesatuan dan mempunyai tujuan. Pengolahan sampah suatu kota bertujuan untuk melayani penduduk terhadap sampah domestik rumah tangga yang dihasilkannya secara tidak langsung memelihara kesehatan masyarakat serta menciptakan suatu lingkungan yang baik, bersih dan sehat. Sampah padat dari pemukiman merupakan bagian terbesar dari sampah yang timbul di Indonesia. 1.2 Perumusan Masalah Berdasarkan uraian pada latar belakang, permasalahan yang diangkat adalah sebagai berikut: 1. Apa pengertian limbah padat? 2. Apa saja yang dapat menyebabkan penghasilan sampah padat ?

3. Sistem apa saja yang digunakan dalam pemusnahan sampah ?

1.3 Tujuan 1. Mengetahui jumlah dan jenis sampah yang dihasilkan 2. Mengetahui cara pemusnahan sampah 3. Mengetahui dampak pemusnahan sampah terhadap kesehatan

BAB II TINJAUAN PUSTAKAMenurut WHO, sampah adalah sesuatu yang tidak digunakan, tidak dipakai, tidak disenangi atau sesuatu yang dibuang berasal dari kegiatan manusia dan tidak terjadi dengan sendirinya (Chandra, 2007). Banyak sampah organik masih mungkin digunakan kembali/ pendaurulangan (re-using), walaupun akhirnya akan tetap merupakan bahan/ material yang tidak dapat digunakan kembali (Dainur, 1995). Pengelolaan sampah yang baik akan memberikan pengaruh yang positif terhadap masyarakat maupun lingkungannya, seperti berikut : 1. Sampah dapat dimanfaatkan untuk menimbun lahan semacam rawa-rawa dan dataran rendah. 2. Sampah dapat dimanfaatkan sebagai pupuk. 3. Sampah dapat diberikan untuk makanan ternak setelah menjalani proses pengelolaan yang telah ditentukan lebih dahulu untuk mencegah pengaruh buruk sampah tersebut terhadap ternak. 4. Pengelolaan sampah menyebabkan berkurangnya tempat untuk berkembang biak serangga dan binatang pengerat. 5. Menurunkan insidensi kasus penyakit menular yang erat hubungannya dengan sampah. 6. Keadaan estetika lingkungan yang bersih menimbulkan kegairahan hidup masyarakat. 7. Keadaan lingkungan yang baik mencerminkan kemajuaan budaya masyarakat. 8. Keadaan lingkungan yang baik akan menghemat pengeluaran dana kesehatan suatu negara sehingga dana itu dapat digunakan untuk keperluan lain (Chandra, 2007)

Pengelolaan sampah yang kurang baik dapat memberikan pengaruh negatif bagi kesehatan, lingkungan, maupun bagi kehidupan sosial ekonomi dan budaya masyarakat, seperti berikut. 1. Pengaruh terhadap kesehatan a. Pengelolaan sampah yang kurang baik akan menjadikan sampah sebagai tempat perkembangbiakan vektor penyakit, seperti lalat, tikus, serangga, jamur. b. Penyakit demam berdarah meningkatkan incidencenya disebabkan vektor Aedes Aegypty yang hidup berkembang biak di lingkungan, pengelolaan sampahnya kurang baik (banyak kaleng, ban bekas dan plastik dengan genangan air) (Dinas Kebersihan, 2009) c. Penyakit sesak nafas dan penyakit mata disebabkan bau sampah yang menyengat yang mengandung Amonia Hydrogen, Solfide dan Metylmercaptan (Dinas Kebersihan, 2009). d. Penyakit saluran pencernaan (diare, kolera dan typus) disebabkan banyaknya lalat yang hidup berkembang biak di sekitar lingkungan tempat penumpukan sampah (Dinas Kebersihan, 2009) e. Insidensi penyakit kulit meningkat karena penyebab penyakitnya hidup dan berkembang biak di tempat pembuangan dan pengumpulan sampah yang kurang baik. Penularan penyakit ini dapat melalui kontak langsung ataupun melalui udara. f. Penyakit kecacingan g. Terjadi kecelakaan akibat pembuangan sampah secara sembarangan misalnya luka akibat benda tajam seperti kaca, besi, dan sebagainya h. Gangguan psikomatis, misalnya insomnia, stress, dan lain-lain (Mukono, 1995) .

BAB III ISI3.1 Pengertian Sampah Padat Sampah / limbah padat adalah hasil buangan industri yang berupa padatan, lumpur atau bubur yang berasal dari suatu proses pengolahan. Sampah padat berasal dari kegiatan industri dan domestik. Sampah domestic pada umumnya berbentuk sampah padat rumah tangga, limbah padat kegiatan perdagangan, perkantoran, peternakan, pertanian serta dari tempat-tempat umum. Jenis-jenis limbah padat: kertas, kayu, kain, karet/kulit tiruan, plastik, metal, gelas/kaca, organik, bakteri, kulit telur, dll Sumber-sumber dari limbah padat sendiri meliputi seperti pabrik gula, pulp, kertas, rayon, plywood, limbah nuklir, pengawetan buah, ikan, atau daging. Secara garis besar limbah padat terdiri dari : 1) Limbah padat yang mudah terbakar. 2) Limbah padat yang sukar terbakar. 3) Limbah padat yang mudah membusuk. 4) Limbah yang dapat di daur ulang. 5) Limbah radioaktif. 6) Bongkaran bangunan. 7) Lumpur. Ada berbagai macam jenis sampah,y