Makalah Kelompok Sek 7 Blok 9

download Makalah Kelompok Sek 7 Blok 9

of 24

  • date post

    17-Jan-2016
  • Category

    Documents

  • view

    11
  • download

    0

Embed Size (px)

description

hahahahaa

Transcript of Makalah Kelompok Sek 7 Blok 9

Struktur Organ dan Mekanisme Pencernaan

Nama kelompok: Ketua: Dea Mindy Sasmita102012409Sekretaris 1: Letidebora102012300Sekretaris 2: Ani Ratna Juwita102011136Anggota: Shinta lestariyanyi 102010045Naomi Besitimur 102012113Lidomon 102012154Alvan Djari 102012295Ema Febianty 102012411Anggiriani 102012453Ronaldi Susilo 102012459

Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Krida Wacana Jalan Arjuna Utara No.6 Jakarta 11510. Telepon: (021)5694-2061, fax: (021)563-17312013PendahuluanSetiap saat di dalam tubuh manusia terjadi proses metabolisme. Proses metabolisme sendiri terbagi menjadi banyak sistem. Salah satunya adalah sistem pencernaan. Sistem pencernaan sering disebut sebagai sistem digestivus. Sistem ini terdiri dari saluran pencernaan (traktus gastro-intestinalis), yaitu dimulai dari mulut, faring, esophagus, lambung, usus halus, usus besar, sampai ke rectum-anus.Fungsi utama sistem pencernaan adalah untuk menyediakan makanan, air, dan elektrolit bagi tubuh dari nutrient yang dicerna sehingga siap diabsorpsi. Pencernaan berlangsung secara mekanik dan kimia Pada setiap organ ataupun saluran pencernaan terdapat suatu reaksi yang terjadi saat proses pencernaan yang berhubungan dengan hormon maupun enzim. Segala proses yang terjadi pada organ pencernaan memiliki pusat pengendali yang nantinya akan mengatur fungsi dari masing-masing bagian organ

Pembahasan

Struktur Makroskopik Saluran Cerna. 1) Cavum Oris Mulai dari rima oris dan berakhir di isthmus faucium. Selain merupakan sistem pencernaan, rongga mulut juga berfungsi sebagai rongga yang dilalui oleh udara pernapasan dan juga penting untuk pembentukan suara. 1Rongga mulut dibagi dalam : 1. Vestibulum oris 2. Cavum oris propium

2) Kelenjar Ludah1. Glandula Parotis Glandula parotis berbentuk piramida dan terletak di fossa retromandibulare antara os mandibula dan m. Sternocleidomastoideus

2. Glandula submandibularis Pada glandula submandibulari dapat dibedakan 2 bagian : yang dangkal dan yang dalam. Bagian yang dangkal terletak dibawah m. Mylohyoideus, antara m. Stylohyoideus, m. Digastricus dan mandibula. Bagian yang dalam melalui tepi dorsal m.mylohyoideus dan kelenjar ini membelok ke sisi atasnya. 13. Glandula sublingualis Glandula sublingualis berbentuk memanjang dan terletak di dasar rongga mulut dekat frenulum linguae, di antara m.geniohyoideus dan m.genioglossus sebelah medial dan m.hyoglossus sebelah lateral. 1

3) Otot Pengunyah 1Terdapat 4 otot pengunyah yang melekatkan mandibula pada basis cranii, ialah; Otot yang dangkal : m.masster dan m.temporalis. Otot yang dalam : m.pterygoideus lateralis/externus dan m. Pterygoideus medialis/internus. Persarafan otot-otot ini : n. Mandibularis (portio minor N. Trigemini V3)

4) Pharynx1Pharynx adalah suatu pipa musculo-fascial yang contractil. Ia terbentang di antara basis cranii sebelah kranial dan berakhir pada oesophagus disebelah kaudal setinggi vertebra cervicalis ke-6. Pada sisi lateral, pharynx berbatasan dengan aa. Carotides communis et internae, vv. Jugulares internae, cornu majus os hyoid dan lamina cartilago tyhyreoidea. Fungsinya : sebagai tempat yang dilalui oleh aliran udara pernapasan dan makanan. Sesuai dengan ruang-ruang yang terletak di depannya, pharynx terbagi dalam 3 bagian : Nasopharyx ( pars nasalis pharyngis ), dorsal terhadap cavum nasi. Oropharynx ( pars oralis pharyngis ), dorsal terhadap cavum oris. Laryngopharynx ( pars laryngis pharyngis ), dorsal terhadap larynx.

5) OesophagusOesophagus adalah suatu pipa musculair sepanjang 25 cm, yang merupakan lanjutan pharynx dan mulai di tepi bawah cartilago cricoidea setinggi vertebra C6, dan berakhir di cardia ventriculi setinggi vertebra thorakal X-XI. Selama perjalanannya ke distal, ia mengikuti lengkung-lengkung columna vertebralis, yang terletak tepat dibelakangnya. Pada oesophagus dapat dibedakan 3 bagian : pars cervicalis, pars thoracalis, dan pars abdominalis. Persarafan Simpatis : cabang-cabang truncus symphaticus pars thoracalis atas. Persarafan Parasimpatis : cabang-cabang N.vagus dan N.recurrens. Dibawah hilus pulmonalis, nn. Vagi membentuk plexus pada dinding oesophagus ; yang kiri ke sisi depannya dan yang kanan ke sisi belakangnya. 1

Alat alat intra abdomen 1,5Alat alat intra abdomen terbagi dua oleh mesocolon transversum menjadi : 1. Alat- alat supra mesocolica adalah alat-alat yang terletak antara diaphragma dan mesocolon transversum, yang terdiri dari : gaster, duodenum, pancreas, hepar, vesica fellea dan lien. 2. Alat- alat intra mesocolica adalah alat- alat yang terletak dibawah mesocolon transversum atau alat-alat yang terletak antara mesocolon transversum dan linea terminalis pada panggul, yaitu : intestinum tenuae ( usus halus ) dan intestinum crassum ( usus besar ).

6) Gaster 1,5,7Nama lain gaster : ventriculus atau lambung Struktur anatomis gaster : Mempunyai 2 muara : cardia ( oesophagus gaster ) dan pylorus (gaster duodenum). Mempunyai 2 tepi : curvatura minor ( cekung ke kanan atas ) dan curvatura major ( cembung ke kiri ). Mempunyai 2 permukaan : facies anterior dan facies posterior. Mempunyai 2 lekukan : incisura cardiaca ( peralihan oesophagus pada curvatura major ) dan incisura angularis : batas bagian vertikal dan horizontal pada curvatura minor. Bagian bagian gaster : 1. Fundus 2. Corpus 3. Pylorus ( pars pylorica vebtriculi ) dibedakan menjadi : anthrum pyloricum dan canalis pyloris. Pendarahan gaster adalah : 1. A. Gastrica sinistra 2. Aa. Gastricae berves, memperdarahi fundus ventriculi 3. A. Gastroepiploica ( gastro omentalis ) sinistra, memperdarahi curvatura major dan omentum majus.

Vena mengikuti yang jalannya arteri. 1. Darah dari v. Gastrica dextra dan sinistra dialirkan ke dalam v.porta. 2. Darah dari v. Gastrica brevis. V. Gastroepiploica sinistra, dialirkan ke dalam v. Lienalis yang bergabung dengan v. Mesenterica superior menuju v. Porta. Getah bening terdapat pada pembuluh nadi sepanjang curvaturamajor dan minor akan dialirkan ke dalam nnll. Coeliaca. Persarafan : oleh sistem saraf otonom. 1. Parasimpatis berasal dari N. X anterior dan posterior 2. Simpatis berasal dari nervi spinales T6-T9 melalui plexus coeliacus dan mendistribusikan melalui anyaman saraf di sekitar a. Gastrica dan a. Gastroomentalis.

7) Duodenum1,5,7Bentuk : tapal kuda, berjalan dari pylorus ke arah belakang. Panjang 25-28 cm. Bagian- bagian duodenum : Pars superior duodeni. Terletak pada bidang transpyloric. Pars superior duodeni dimulai dari pylorus menuju ke belakang dan berakhir pada flexura duodenalis superior. Panjang 5 cm. Pars descendens duodeni. Bermula dari flexura duodeni superior beralih ke bawah kemudian membelok ke kiri, disebut flexura duodeni. Panjang 10 cm. Pars inferior duodeni. Terletak setinggi vertebra L3. Panjang 7,5 cm. Pars ascendens duodeni. Terletak setinggi vertebra L2, kurang lebih 2,5 cm sebelah kiri bidang tengah. Panjang 5 cm.

Pendarahan duodenum oelh a. Gastroduodenalis, a. Pancreaticoduodenalis superoir ( anterior dan posterior ), dan a. Pancreaticoduodenalis inferior ( cabang a. Mesenterica superior ). Darah dari v. Pancreaticoduodenalis superior dialirkan ke v. Porta dan darah dari v. Pancreaticoduodenalis inferior dialirkan ke v. Mesenterica superior ke v. Porta. 9

8) Hepar 5,7Hepar menempati sebagian besar rongga abdomen kanan atas. Konsistensi hati ; kenyal seperti jeli. Berat hati bervariasi, rata-rata 1 kg. Hepar dilapisi peritonium, kecuali bagian belakang yang langsung melekat pada diaphragma dan disebut BARE AREA ( area nuda ). Pada penampang sagital hepar, tampak bagian depan lebih rendah daripada bagian belakang. Hepar dibedakan menjadi dua lobus, yaitu lobus kanan dan kiri. Batas lobus kanan dan kiri adalah sebuah alur berbentuk huruf H yang ditempati oleh lig. Teres hepatis dan lig. Venosum Arantii diselah caudal, dan lig. Falciforme hepatis disebelah cranial. Secar anatomis dan fungsional batas lobus kanan dan kiri sesuai bidang yang melalui alur yang dibentuk oleh kantung empedu dan v. Cava inferior ( tidak terlihat dari luar ). Lobus kanan terbagi menjadi lobus caudatus dan quadratus oleh porta hepatis dan fossa sagitalis dextra. Dari luar hepar terlihat sebagai berikut : Bagian yang berhubungan dengan diafragma ( facies diaphragmatica ) Bagian yang menghadap cavum abdomen ( facies visceralis/ facies inferior)

Peralihan dari facies superior ke facies inferior di sebelah belakang tidak jelas, sedangkan peralihan disebelah depan jelas sekali, yaitu pada tepi yang tajam atau margo anterior/ margo inferior. Pendarahan hepar : Pembuluh nadi : a. Hepatica communis, a. Hepatica propia, a. Hepatica dextra dan sinistra. Pembuluh balik : menampung darah balik dari alat-alat tractus gastrointestinal melalui v. Porta. V. Porta merupakan bagian dari pembuluh balik sistema portal yang mengumpulkan darah dari alat-alat gastrointestinal untuk dialirkan ke hepar.

9) Vesica Fellea 5,7Sinonim : kantung empedu. Letak : sesuai perpotongan batas lateral M. Rectus abdominis dan arcus costae dextra. Vesica fellea diliputi peritonium, kecuali bagian yang melekat pada hepar.Bagian bagian : fundus vesica fellea, corpus vesica fellea dan collum vesica fellea. Saluran empedu : ductus cysticus. Mucosa ductus cysticus mempunyai lipatan 10 berbentuk spiral = valvula spiralis Heisteri. Ductus cycsticus bersama-sama saluran empedu intrahepatal membentuk ductus choledochus. Ductus choledochus berjalan dalam lig. Hepatoduodenale bersama-sama v. Porta dan a. Hepatica propia. Pendarahan oleh a. Cystica.

10) Lien1,5Sinonim : spleen, limpa. Konsistensi : kenyal, lebih lembek daripada hepar, dan dapat berkontraksi. Warna merah keabu-abuan. Letak : intra peritoneal, pada regio hypochondrica sinistr, setinggi iga 9,10,11. Sumbu panjang sesuai iga 10.